Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 32


__ADS_3

Keesokan harinya, Jessly bangun dari tidurnya, sesuai kesepakatan Leo dan Jessly tidak tidur sekamar.


Saat ini Jessly tengah sibuk menyiapkan sarapan dengan para pelayan rumah.


"Hmm akhirnya selesai juga." Ucap Jessly senang, ia puas dengan masakan yang ia buat.


"Yah, walaupun ini hanya pernikahan sementara, tapi aku harus tetap melayani Leo layaknya seorang istri, seperti nasehat mami Mida, kecuali yang itu.."pikirnya.


"Sudah jam segini, kenapa Leo belum keluar dari kamarnya." Ucap Jessly sambil melirik jam dipergelangan tangannya.


"Apa aku susul saja kekamarnya." Ujar Jessly lagi.


"Oh ya dimana ponselku, , sepertinya ketinggalan dikamar." Ujar Jessly sambil memeriksa sakunya.


"Sebaiknya aku mengambil ponselku terlebih dahulu." Ujar Jessly lagi, karena ingin menghubungi asistennya.


Jessly berlalu naik kekamarnya.


Ceklek...


Jessly terkejut tiba-tiba Leo ada dikamarnya.


Kenapa dia ada disini?." Batin Jessly


Leo tersenyum kepada Jessly yang tengah berdiri didepan pintu.


"Kenapa berdiri saja, apa kau bisa memasangkan dasi untukku?." Ujar Leo yang membuat kening Jessly berkerut.


"Hah..."


Leo menghampiri Jessly sambil memegang dasinya.


"Pasang dasi ini untukku.." Leo menyerahkan dasinya.


"Pasti Leo tidak bisa memasang dasi itu, dasar anak mami memasang dasi saja tidak bisa, selama ini pasti para pelayan yang membantunya, tapi syukurlah dia sudah mau bicara denganku." Batin Jessly dengan sedikit tersenyum samar.


Jessly mengambil dasi itu dari tangan Leo.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa memasang dasimu sendiri?." Tanya Jessly sambil mengikatkan dasi tersebut dikerah baju Leo, ia menengadah karena Leo lebih tinggi darinya.


Leo hanya tersenyum, membuat seorang Jessly menjadi salah tingkah karena tatapan suaminya itu, buru-buru ia menundukkan kepalanya.


"Selesai.." Ucap Jessly lalu menghindari tatapan Leo.


"Terima kasih, Jess." Ucap Leo sambil tersenyum tulus.


"Hemmmms, , ayo sarapan aku sudah membuat sarapan untuk kita." Ucap Jessly sambil menatap Leo kilas.


"Ok.." Leo mengangguk.


"Kenapa tiba-tiba aku menjadi canggung seperti ini." Batin Jessly, lalu ia segera mengambil ponselnya.


"Ini sarapanmu." Jessly sudah mengambil makanan untuk disantap oleh Leo.


Leo tidak menyangka Jessly melayaninya seperti ini, Leo tersenyum tipis.


"Ya walaupun pernikahan kita hanya pura-pura, tapi aku akan tetap melayanimu sebagai suamiku bukan." Ucap Jessly pelan sembari duduk dikursinya.


Seketika senyuman Leo surut, Jessly menatap Leo kilas dan melihat perubahan wajah Leo.


"Apa makanan ini kau yang membuatnya?tanya Leo.


" iya.." Jawab Jessly.


"Ternyata kau bisa memasak, Jess."ucap Leo lagi.


" tentu aku bisa memasak, kau pikir aku tidak bisa memasak." Kesal Jessly,pasti Leo berpikir Jessly tidak pandai apa-apa.


Ya walaupun dia baru belajar, tapi setidaknya Jessly sudah mencoba untuk memasak.


"Tidak bukan begitu, baiklah.." Leo manggut-manggut.


Ia memperhatikan nasi goreng didepannya yang nampak begitu menggugah seleranya.


Leo mengambil satu suapan pertama

__ADS_1


Dua kali mengunyah ia langsung menghentikan kunyahannya.


"Bagaimana?masakanku enak bukan?." Tanya Jessly sambil tersenyum pada Leo.


"Enak dari mananya, asin sekali." Batin Leo.ia tidak menunjukkan ekpresinya.


"Pasti enaklah." Ucap Jessly lagi dengan penuh percaya diri.


Leo berusaha mengabiskan sisa makanan yang ada dimulutnya, ia tidak ingin membuat Jessly kecewa kalau ia membuang makanan itu.


Pelan-pelan Leo mengabiskan makanan yang ada dipiringnya.


"Enak bukan?


Leo tersenyum sambil mengangguk.


Jessly sangat senang kali ini nasi goreng buatan enak.


Jessly hendak menyuap makanannya, tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan terpaksa ia mengangkat telepon itu terlebih dahulu.ia sedikit menjauh dari Leo.


Setelah Jessly pergi Leo berlari menuju wastavel untuk membasuh mulutnya yang terasa sangat asin.


Leo kembali sebelum Jessly datang.


"Kau sudah selesai?." Tanya Jessly.


"Hemmms, Leo mengangguk sambil merapikan sedikit dasinya" aku berangkat kerja dulu." Pamit Leo dengan Lembut.


"Ya ampun, kenapa dia selalu bicara selembut ini kepada, lama-lama aku bisa jatuh lebih dalam Le padamu." Batin Jessly.


" baiklah, a-aku akan mengantarmu kedepan." Ucap Jessly dengan gugup.


"Maaf hari ini aku tidak bisa mengantamu kekantor, Sayang.aku ada meeting penting pagi ini, tapi besok dan seterusnya, kita akan pergi bersama setiap hari." Ucap Leo sambil mengusap usap kepala Jessly.


"Leo bilang apa?, sayang." Batin Jesaly sambil menelan salivanya.


"Aku pamit ya." Leo langsung mengecup kening Jessly yang membuat Jessly langsung melototkan matanya, pipinya juga tampak memerah.

__ADS_1


"Apa ini, apa dia lupa dengan surat parjanjian itu, tidak ada kontak fisik diantara kita." Batin Jessly.


__ADS_2