
sumpah gue deg degan banget na, apa gue batalan aja buat ketemu sama arka." ucap dira yang mulai was was, dira sedikit takut.
"jangan dong dir,kamu harus ngomong sama arka , jangan biarkan masalah ini terus berlarut larut dir, terima atau tidak , , yang penting kamu sudah menjelaskannya pada arka nantinya.semua keputusan ada pada arka, yang perlu kamu lakukan sekarang hanya jelaskan masalahnya dan lalu minta maaf padanya, kamu yang tenang ya." ucap nana lalu tersenyum sambil memegangi tangan dira yang sedikit basah keringat.
" betul apa yang dikatakan nana kali dir, jangan takut ya."sahut viona yang tengah menyetir didepan.
dira mengambil napas lalu mengeluarkannya dengan pelan.
dira mengangguk
"makasih ya nan, lo dan viona selalu semangatin gue , bantuin gue."
nana hanya mengangguk sambil tersenyum.
"santai aja kali dir." jawab viona sambil melihat dira dari kaca spion.
"udah dir pokoknya lo harus semangat, , kalau tuh si..siapa nama cowok kamu tadi?" tanya jeslee lupa.
"arka ." jawab dira.
"iya itu, , si arka tidak mau dengerin penjelasan lo, mending sama dr.faras aja , mami kan udah restuin kalian." oceh jeslee santai sambil berpangku tangan.
"ngebahas dokter itu lagi, udah gue bilang gue nggak suka ama sifaras, mami tetap aja kekeh mau jadiin dia mantunya, lo juga ngompor ngomporin mami." dira geleng geleng kepala.
jeslee cengengesan
"ya lagian kenapa tidak mau sih, kan dokter itu juga tampan dir." ucap jeslee yang memang sudah bertemu dengan dr.faras.
"gue bilang nggak suka , yang nggak suka." tekan dira.
"ya udah, kalau gitu dr.faras buat aku aja." ucap jeslee sambil tersenyum.
"terserah ." dira berdelik.
sementara nana dan viona hanya tersenyum mendengarkan percakapan jeslee dan dira tentang dr.faras
langit sudah mulai gelap karena matahari telah benar benar tenggelam .
taman
keempat perempuan cantik itu keluar dari mobil mewah bermerek honda HR-V milik viona.
"kita sudah sampai." ucap viona sambil membentangkan kedua tangannya.
"ayo girls." ucap viona, mereka semua lalu masuk kedalam area taman.
"disini tempatnya vi." tanya nana yang langsung diangguki oleh viona.
"wow., bagus banget tempatnya" nana dan jeslee terpesona melihat kearah tengah tengah taman.
ternyata viona dan leo sudah mempersiapkan segalanya,ditengah tengah taman telah tersedia dua kursi berbentuk love saling berhadapan yang dibatasi dengan satu meja, dengan dihiasi lampu kerlap kerlip yang diletakkan disekeliling bunga bunga cantik yang ada disekitaran taman itu, sehingga suasana tampak sangat romantis.
sementara ditempat lain.
"sebenarnya kalian mau bawa gue kemana sih?berhentiin mobilnya sekarang, , gue mau ketemu dira." arka memberontak
"udah lo diam aja ark, ntar lo juga tau, , sebelum ketemu dira kita kita mau buat lo cepat sadar supaya nggak mudah terpengaruh lagi." ucap leo
" gue nggak mau, kalian mau ngapain gue."
kita mau bawa lo pergi ketempat ruqiyah dulu." ucap pandu duduk dengan santai sembari memangku kedua tangannya.
__ADS_1
"gue nggak gila, gue nggak kerasukan, jadi, ngapain harus diruqiyah segala." teman temannya tidak menghiraukannya ocehan arka.mereka juga kesal karena arka sudah membuang buang waktu mereka untuk menjemputnya dulu kebar.
seketika arka terdiam, ketika mengingat perkataan kevin, bahwa dira sudah dijodohkan dengan orang lain
sementara kevin yang tengah menyetir hanya sesekali melihat kearah belakang melihat wajah kesal arka, yang diapit oleh leo dan pandu.
flash off
"mana arka?." tanya pandu saat telah sampai diruangan arka.
"jo bilang, siarka ada disini, tapi pas gue lihat ama kevin , ruangan kosong.jawab leo.
" lo bilang arka setuju pergi dengan kita hari ini."ucap pandu.
"ya dibilang kamaren mau " kata leo.
"tapi buktinya arka nggak ada, dia malah pergi, dia nggak ketemu client kan hari ini?tanya pandu
leo menggeleng.
" jo bilang jadwal arka untuk malam ini bertemu client , kosong."
" ya udah hubungi jo, tanyakan lagi keberadaan arka dimana" sahut kevin,
leo mangangguk lalu segera menelpon jo asisten arka.
"dimana kamu?." tanya leo langsung.
"maaf tuan leo, saat ini saya ada dibar bersama tuan arka, tuan arka mabuk mabuk lagi."
"apaaa,...shittt.
" cegah tuanmu itu untuk minum lagi, saya akan menjemputnya kesana."leo pun mengakhiri panggilannya.
"ada apa?
"arka pergi kebar, dia minum minum lagi." ucap leo.
leo meminta jo untuk mengirim dimana lokasi mereka.
sampai dibar pandu dan yang lainnya melihat arka yang sudah teler karena menenggak banyak minuman beralkohol itu.
arka tertawa ketika melihat para teman temannya.
"bangun lo." pandu yang melihat arka mabuk mabuk lagi, menjadi emosi,ia lalu memegang kerah baju arka dan langsung memukulnya.
namun bukannya membalas arka malah tertawa.
kevin dan leo berusaha melerai pandu yang terus memukuli arka, teman teman arka memberikan satu buah obat padanya lalu dibawanya arka kesebuah kolam renang lalu kevin dan leo menyeburkannya kedalam sana, supaya arka cepat sadar.
setelah arka sadar, ia melihat dirinya sudah ada di dalam kolam renang .
"kenapa gue ada disini?tanya arka dengan bingung melihat kearah para teman temannya.
arka menatap pandu dengan kesal dan marah,
ia lalu keluar dari kolam renang, dan langsung memukul pandu, tapi pukulannya tidak mengenai pandu karena langsung ditahan olehnya.
" kenapa lo mau mukul gue?."tanya pandu dengan kening berkerut.
"pasti kalian semua yang udah bawa gue kesini iyakan?ucap arka marah, melirik temannya satu persatu.
__ADS_1
pandu menautkan kedua alisnya.
" dan lo ndu, lo udah bohong sama gue, lo bilang dira bakal datang buat jelasin sesuatu sama gue, tapi nyatanya apa?, dia tidak pernah nemuin gue sama sekali."ucap arka sambil menarik rambutnya frustasi.
"lo sendiri yang bodoh, kalau dira nggak pernah nemuin lo, , kenapa nggak lo aja yang temuin dira langsung kerumahnya dan melihat kondisinya." ucap pandu yang kesal dengan kebodohan arka .
arka terdiam lalu sambil menautkan kedua alisnya.
"kondisi?arka mulai bingung.
"dira itu beberapa tahun ini sakit arka, ." kini leo yang Ikut menimpalinya.kesal dengan kebodohan arka
"apa." arka menoleh kearah leo.
"apa maksud lo." arka memegang kerah baju leo, agar memberikan penjelasan lebih jelas padanya.
namun leo malah melengahkan kepalanya.
" dira sakit kanker otak stadium 3." seru kevin yang menjawab.
"apa, kanker." mata arka mulai berbinar.bibirnya bergetar
karena sudah tidak tahan lagi akhirnya pandu dan leo menjelaskan semua yang terjadi pada dira pada arka.
arka menangis mendengarkan cerita dari kedua sahabatnya itu.
"kenapa dia nggak pernah ngasih tau gue, kenapa dira malah memilih buat ninggalin gue." ucap arka berjongkok sambil menangis.
"diraaaaa." ucap arka sambil menangis
cukup lama arka menangis.ia lalu berdiri dan segera berlari ketepi jalan.
"arka." arka berlari pergi, teman temannya menyusul dari belakang, arka berjalan ketengah jalan buat nyari taxi, dia berusaha menyetop taxi , mau kerumah dira untuk menemuinya.
"lo gila ya, lo bisa mati karena berdiri ditengah jalan." ucap pandu
tampa basa basi , leo dan yang lainnya menggiring arka masuk kedalam mobilnya.
"nggak ada waktu lagi." ucap leo, karena dari tadi viona sibuk menelpon dirinya.
kevib mengangguk lalu melajukan mobilnya.
"lepasin gue, gue mau ketemu dira." ucap arka sambil memberontak.
" tapi lo udah terlambat ark buat ketemu dira"kini kevin yang bicara.
"apa maksud lo terlambat?."
"bu hamida udah jodohin dira dengan laki laki lain." ucap kevin bohong.
"apa." ucap arka terkejut sekaligus merasa sesak didadanya.sejenak ia terdiam.
teman temannya berusaha menahan tawanya kala melihat raut keterkejutan diwajah arka.
"iya betul yang dikatakan pandu, tadinya kita mau ajak lo untuk pergi keacara pertunangan dira, tapi lo malah pergi kebar dan mabuk mabuk lagi disana." ucap yang lainnya memanas manasi mesin yang sudah panas, tiba tiba pandangan arka berubah kosong.
"tunangan, , tidak mungkin lirih arka." mobil membawa mereka menyusuri jalanan.
-
-
__ADS_1