Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 06


__ADS_3

selesai meeting dengan clien nya jimi pun mengaktifkan ponselnya kembali.


saat berbicara dengan michelle tiba tiba ponsel berbunyi.


"aku angkat sebentar." izin jimi kala melihat nama mbak ruki di ponselnya.


"silahkan" sahut michelle.


"hallo..." setelah jimi menekan tombol berwarna hijau dilayar ponselnya.


"APA....teriak jimi, membuat michelle sedikit terperanjat, lalu mengerutkan keningnya.


namun ia hanya diam memperhatikan raut wajah jimi yang tampak menahan emosi


"kenapa mbak biarkan jessly pergi sendiri." raut wajah jimi tampak sedang emosi.


"saya sudah pesan sama mbak, jangan biarkan adik saya pergi sendirian."


dengan takut -takut mbak ruki menjelaskan kepada jimi, jessly pergi begitu saja saat ia hendak memberitahukan nya kepada jimi.


"sa-saya juga sudah menawarkan diri untuk ikut dengan nona jessly, tuan.tapi nona jessly menolak nya ." karena ketakutan , mbak ruki berbicara terbata bata.


tut..tut..tut...


tampa aba -aba sambungan telepon mati.


ADELAIDE HOSPITAL.


saat ini jessly sudah sampai di koridor rumah sakit, tepatnya dilantai 5 , ia tengah mencari nama ruangan VIP dimana ayah helena di rawat.


setelah memastikan nama ruangan yang dikatakan oleh helena.


" kayaknya benar itu ruangan nya ." jessly tersenyum senang setelah menemukan ruangan paman endruf.


"akhirnya ketemu juga." jessly berjalan kearah ruangan itu, namun dihentikan oleh ponselnya yang tiba tiba berbunyi.


"ck..kak jimi " jessly berdelik.


"ya kenapa..." jawab jessly dengan malas.


sementara leo


leo dan rio baru saja keluar dari lift yang mengantarkan mereka ke lantai 5 rumah sakit .


sedari tadi tidak ada satu patah katapun dari leo, ia tampak fokus berjalan kedepan sambil membuka kacamata hitamnya.semua perawat dan orang yang berjalan melewatinya tampak mencuri-curi pandang kearah nya, ada juga yang menampakkan exspresi kagum sekaligus terpesona dengan ketampanan seorang leo anggara breslin.


sebenarnya semenjak keluar dari mobil mewah saat tiba dirumah sakit tadi.banyak yang mengagumi pewaris tunggal dari perusahaan breslin group tersebut.namun leo hanya memperlihatkan expresi dinginnya.entah apa yang ada dipikirkan nya saat ini.padahal dulu leo terkenal sebagai laki laki playboy yang sangat humoris dan juga sangat lah penakut dengan kegelapan.tetapi sekarang, kenapa tiba tiba dia bisa berubah menjadi dingin seperti itu?namun karena aura dingin dan cueknya itu lah dapat memperlihatkan aura kepemimpinan dan ketampanannya dari diri seorang leo, terasa semakin bertambah auranya.


jessly tengah mendengarkan ceramah panjang dari kakak nya jimi.


berungkali ia memutar matanya , jengah mendengarkan ocehan dari jimi.


"jadi katakan , dimana kau sekarang? biar kakak menjemputnya kesana."


"tidak-tidak, kakak tidak perlu menjemputku, aku bisa pulang sendiri." jessly menghela nafasnya dengan kasar.


"kak, aku bukan anak kecil lagi, yang harus kau antar jemput kemana pun." ucap jessly lagi.


lalu berjalan kearah pintu yang seharusnya sedari tadi ia masuki.

__ADS_1


"awww..." tiba tiba saja tubuh jessly tejingkrak menyentuh lantai.begitu pula dengan orang yang di bertabrak kan dengan dirinya.


"tuan.."


"shit.." laki laki itu segera bangkit


"jess..jess,, , kamu kenapa? tanya jimi yang mendengar adiknya mengaduh kesakitan.


akibat tidak melihat jalan, jessly yang tidak fokus, seperti menabrak tubuh seseorang dari arah samping.


" nona tidak apa- apa ?."tanya seseorang, memastikan keadaan orang yang baru saja menabrak dada bidang dari bos nya.


"siaaal, , , kenapa aku harus terjatuh sih." umpat jessly tidak menghiraukan rio.


"aduhh, , siku ku sakit sekali ." guman jessly kala merasakan nyeri di siku lalu mengusap usap siku tersebut.


"nona.." panggil rio lagi , karena jessly tidak menghiraukannya.


jessly baru tersadar bahwa ada seseorang yang tengah berjongkok di samping nya.


"apa nona tidak apa-apa? ." melihat wanita yang di tabrak oleh tuannya rio sedikit terpesona.


"sudah tau tanganku sakit,dia masih bertanya."ujar jessly dalam hati.


"aku tidak apa-apa ." jawab jessly ketus, kemudian kembali berdiri.


" a-aku minta maaf, tadi aku tidak melihat jalan., jadi ..." ujar jessly, biar bagaimana pun disini dia lah yang bersalah, karena tidak melihat jalan.


"tidak ...tidak perlu meminta maaf kepada saya nona, seharusnya....


"hey, kenapa kau meminta maaf kepada nya ?." geram seseorang yang ada dibelakang jessly.


" jelas jelas kau telah menabrak ku, , lihat jas ku menjadi kotor karena ulah mu." terdengar suara menyahut dibelakang nya, jessly melototkan matanya, suaranya begitu tidak asing.


"maaf nona, yang anda tabrak adalah bos saya ." ucap rio.


"apa.." jessly sedikit bingung.dia kira laki laki didepan nya tu yang ditabraknya.


"bos saya ada dibelakang nona." ujar rio lagi.


leo tersenyum remeh sambil menatap punggung jessly.


"kenapa tidak bilang dari tadi ." jessly kembali ketus sambil menghela nafasnya.


rio hanya membalasnya dengan tersenyum.


jessly pun menghadap kebelakang sambil menunduk.


senyuman sinis leo seketika surut berganti dengan kerutan di keningnya.


"maaf kan saya tuan, saya sungguh minta maa....jessly memberanikan diri untuk menatap wajah orang yang ditabraknya.


deg...


jessly sedikit melotot kan matanya, melihat siapa orang yang ada didepan nya saat ini.


mereka sama -sama terdiam sambil bertukar pandang.


" kau ..." tangan jessly langsung menunjuk kearah leo, dengan mata yang masih melotot tidak percaya.

__ADS_1


leo menatap jessly dengan tajam


rio tampak bingung memperhatikan kedua orang tersebut.


setelah seperkian detik


"tuan..." panggil rio


membuat leo tersadar lalu melirik sang asisten.


"tuan mengenal nona ini? tanya rio.


"tidak , aku tidak mengenalnya ? jawab leo dingin.


" apa....dia bilang tidak mengenalku." pikir jessly .


"cepat tunjukkan dimana ruang inap mama ." ujar leo tampa basa basi.


"baik tuan, disana." sahut rio sambil menujuk kesalah satu ruangan yang ada di koridor rumah sakit itu.


"seperti nya dia bukan leo, tapi kenapa wajah nya begitu mirip ? "jessly masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


leo melirik kearah jessly, membuat jessly melototkan matanya karena tatapan tajam leo.


" sa-saya minta maaf karena sudah menabrak anda." ucap jessly gugup, merasa ngeri dengan tatapan leo padanya.


jessly pikir dia salah orang, mana mungkin itu leo, jessly sangat lah tau sifatnya leo kepadanya.


" lain kali, kalau kau berjalan didepan umum , matanya dipakai untuk melihat arah, supaya kau tidak menabrak orang sembarangan ."peringatan dari leo.


"baik tuan, akan selalu saya ingat kata-kata anda." sahut jessly sambil tersenyum menahan kekesalannya.


"kalau bukan aku yang salah, sudah ku katai habis-habisan ini orang." batin jessly dengan jengkel.


".tapi.. , apa benar ini bukan leo?masih tidak yakin


" kalau ini leo, mana mungkin dia tidak mengenalku."


leo dan asisten nya berlalu pergi dari hadapan jessly.


" ah sudahlah ." guman jessly sambil menatap punggung leo yang semakin menjauh darinya.


"jessly .." panggil seseorang yang membuat jessly menoleh keasal suara.


"helena...." senyuman di wajah jessly langsung terbit, mereka saling berpelukan melepas rindu satu sama lain.


"akhirnya kita bisa ketemu lagi." ucap helena sambil melepas pelukannya.


"iya, , , , oh ya gimana keadaan paman endruf?


tanya jessly.


" keadaan ayah semakin membaik, ayah sangat senang saat aku memberitahu bahwa kau kembali tinggal disini dan akan datang menjengu nya hari ini.


"oh ya, syukur lah, sekarang bawa aku untuk bertemu dengan paman endruf."


"tentu, , ayo ikut aku ." ucap helena sambil menggandeng tangan jessly.


"hemmm." jessly tersenyum lalu mengikuti langkah helena untuk masuk kesebuah ruangan, namum sebelum itu jessly sempat melirik kesamping, kearah orang yang ditabrak tadi, namun tidak ada siapa- siapa lagi.

__ADS_1


jangan lupa like , commen dan vote ya


__ADS_2