Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 47


__ADS_3

Keesokan malamnya ,rembulan bersinar sangat terang,bintang bintang bertebaran dilangit dengan indah.untuk merayakan kemenangan Helena Erlang dan Endruf mengadakan acara barberquean dirumah untuk Helena.


mereka telah mempersiapkan semua kebutuhan untuk acara itu,selain itu Endruf juga mengundang keluraga Jessly untuk menghadiri acara tersebut.


Helena,Jessly,serta mami Chantika,tengah sibuk memanggang daging sementara paman Endruf ,Leo, dan Erlang sibuk bebincang –bincang,mereka tampak akrab walaupun baru saling mengenal satu sama lain.


.


"Helena mami sangat bangga dengan kamu, dulu mamamu juga terkenal di bidang fhasion, sekarang kau, kau memang menuruni bakat dari dirinya." Puji Chantika.


"terima kasih , mami." Jawab Helena.


Chantika pun mengangguk.


Helena sangat senang dengan kedatangan Jessly dan juga mami Chantika,mereka juga asyik memanggang sembari bercengkrama


‘’Kak Jimi kemana sih mam,kok lama sekali datang kesini.’’ Ujar Jessly.


Mendengar nama Jimi disebut,Seketika senyuman Helena langsung surut.


‘’Entahlah,kamu tau kakakmu itu,akhir –akhir ini ia sangat sibuk mengurus hotel,mungkin kakakmu tidak akan bisa datang kesini.’’ Jawab Chantika.


‘’Ish Kakak selalu saja sibuk.’’ Oceh Jessly.


‘’Maaf ya nak Helena,mungkin Jimi tidak bisa datang Kesini.’’ Ujar Chantika lagi.


Helena sedikit tersenyum


‘’Tidak apa-apa mami,Helena maklum kok,Jimi memang orang yang sangat sibuk.’’Helena bersikap seperti biasa agar Jessly dan Chantika tidak curiga bahwa dia sedang bermasalah dengan Jimi.


‘’Maaf mami,tapi Helena tidak mengharapkan kedatangan Jimi kesini,hati Helena sudah terlanjut sakit oleh kata-katanya.’’ Batih Helena.


Seketika sekelabat bayangan saat Jimi menghentikan mobilnya beberapa bulan yang lalu muncul.


‘’Jimi...’’ Helena yang melihat Jimi berdiri didepan mobilnya langsung turun dari dalam mobil.


‘’Jim...’’sapa Helena setelah menghampiri Jimi, saat itu cuaca sedikit agak mendung.


Jimi membuka tudung jaketnya lalu menatap tajam kearah Helena.membuat wanita itu sedikit takut dengan tatapan laki-laki itu.


‘’A-ada apa Jim,kenapa kau menatapku seperti itu?ayolah kau membuatku takut.’’ Helena masih tampak tertawa namun ia kesusahan menelan salivanya.


Bukannya menjawab Jimi justru berjalan lebih dekat lagi dengan Helena.membuat Helena mundur kebelakang,namun langkahnya terhenti karena sudah kepentok oleh mobilnya.


‘’Jim,kau mau apa?.’’ tanya Helena saat Jimi sudah sangat dekatnya dan Helena sudah terduduk didepan mobilnya.


Jimi merasakan hembusan napas Helena dan ia Helena sedikit takut dengan tatapan Jimi.


Braakkk...


"Aaaa.."


Helena berteriak karena terkejut Jimi menggebrak bagian depan mobilnya.


‘’Jimi ,apa yang kau lakukan?.’’ Ujar Helena sembari menutup telinganya karena ketakutan,airmatanya juga sudah keluar.


‘’Mulai sekarang kau Jauhi keluargaku,Jauhi Jessly,jangan pernah menampakkan dirimu lagi didepanku.’’tampak aroma aroma kemarahan yang sangat besar dimata Jimi.


Helena memberanikan diri menatap kearah Jimi.


‘’Jim,kau kenapa?kenapa kau menyuruhku menjauhi keluargamu,apa salahku?.’’ujar Helena dengan bibir yang sudah bergetar.


‘’ Karena aku tidak sudi berhubungan dengan keluarga penjahat sepertumu.’’jawab Jimi masih dengan nada marah.


‘’Apa maksudmu,jangan pernah bicara buruk tentang kelaurgaku,siapa yang kau bilang penjahat?.’’


‘’Siapa lagi kalau bukan ayahmu, Paman Endruf.’’ Ujar Jimi.


Helena mengerutkan keningnya.


‘’Karena ayahmu papi ku meninggal dunia, Ayahmu telah membunuh papiku .’’ ulang Jimi lagi.


Deg--


‘’Kau jangan asal menuduh Jimi,papa ku tidak mungkin berbuat hal keji seperti itu’’ Helena menatap Jimi dengan tatapan tidak kalah tajam.


‘’Alah, Helena kau jangan membela ayahmu itu.,aku tidak asal bicara,memang kenyataannya ayahmu seperti itu.’’Jimi terseyum sinis.


‘’Tidak,papaku tidak mungkin seperti itu,mana buktinya kalau papaku berbuat jahat kepada papimu,justru mereka berteman baik.’’ Jelas Helena.

__ADS_1


‘’Saat ini aku memang belum mempunyai buktinya,tapi akan buktikan kalau paman Endruf terlibat dalam rencana pembunuhan papiku.’’


‘’Kau boleh tidak menyukaiku Jimi,tapi jangan pernah kau buruk-burukkan papaku,okey,mulai sekarang aku akan menjauh dari keluargamu.’’kata Helena,ia sudah sakit hati dengan perkataan Jimi yang telah menuduh ayahnya tampa bukti.


‘’dan satu lagi,jangan pernah menuduh seseorang sebelum ada buktinya,kalau tidak,kau akan menyesal nantinya.’’ Ujar Helena lagi lalu kembali masuk kedalam mobil dengan rasa sakit hatinya pada Jimi.


‘’lihat saja,akan kubuktikan kejahatan ayahmu itu,dan setelah itu aku akan memasukkannya kedalam penjara.’’ Batin Jimi sambil menatap kepergian Mobil Helena.


Didalam mobil Helena menangis sejadi –jadinya seakan mengerti dengan perasaan Helena saat ini hujan pun Juga turun dengan deras.


‘’Aku membencimu Jimi,SANGAT MEMBENCIMU.’’ Teriak Helena lalu memukul setir mobilnya.


‘’Tega sekali kau menuduh papaku seperti itu tampa ada bukti yang jelas,hiks..hiks..’’


‘’Jimi ,Hey nak..’’ sapa paman Endruf ketika melihat kedatangan Jimi.


Semua atensi tertuju pada Jimi.


‘’Hallo paman.’’ Jimi mencium tangan Endruf.


‘’maaf Jimi datang terlambat,ada banyak pekerjaan yang harus Jimi selesai terlebih dahulu.’’ Alasan Jimi,sebenarnya tadi ia berada dalam keraguan antara ingin datang atau tidak,mengingat Helena yang sudah terlanjur membencinya dirinya.


‘’Mami kira kamu tidak akan datang,Jim.’’ Ujar Chantika.


‘’Iya kak,aku pikir juga begitu mengingat kakak sangat sibuk di Hotel.’’ Sela Jessly.


‘’Tapi sekarang aku sudah ada disini ,bukan?.’’ucap Jimi sambil tersenyum kepada semua orang.


‘’Iya.’’ Ucap Jessly.


Helena tidak mengetahui kedatangan Jimi,Jimi pun duduk disamping Endruf.


Endruf pun bertanya-tanya tentang perkembangan bisnis Jimi.


‘’Sepertinya sudah benyak yang matang deh ,mi,Hel,aku bawa kemeja ya.’’ujar Jessly lagi.


"Ya sudah sayang bawa yang ini juga,kita tinggal menunggu panggangan Helena matang.’’ Jawab Chantika sambil menyodorkan sepiring jagung bakar.


‘’Iya ma.’’ Jessly berlalu ketempat para pria berkumpul.


‘’Ya udah,hanya tinggal ini saja kan,Nak Hel?.mami tunggu dimeja ya.’’Ujar chantika yang diangguki oleh Helena tapi entah apa yang diangguki,pikiran Helena berkeliaran kemana-mana.


‘’Wah suaranya boleh juga brother.’’ Puji Leo setelah mendengar lagu yang dibawakan oleh Erlang.


‘’Nak Erlang ini selain menjadi model ia juga seorang penyanyi terkenal dikota ini bahka juga diluar negeri lo,ia juga sukses dalam bisnis kuliner.’’ Puji Endruf sambil menepuk-nepuk punggung Erlang.


‘’Wah benarkah.’’ Ucap Leo.


‘’Paman End bisa saja,aku ini biasa saja kok.’’Ujar Erlang merendah.


‘’Memang benar bukan,paman tidak pernah berbohong.’’


‘’Aamiin paman.’’ Ujar Erlang.


‘’Siapa pria Ini,aku lihat dia sangat dekat dengan paman Endruf.’’ Bathin Jimi tengah memperhatikan Erlang.


Semua tertawa gembira dengan obrolan mereka.Jimi lalu memperhatikan punggung Helena yang belum bergabung dengan mereka.


‘’ Jika aku meminta maaf,Apa Helena akan memaafkan aku?aku sudah sangat menyakiti hatinya.’’Bathin Jimi lagi.


Tapi sesaat kemudian..


‘’Aww..’’teriak Helena dengan begitu keras,tanganya tidak sengaja menyentuh alat pemangangan yang masih sangat panas.


Jimi yang melihat hal itu langsung berlari kearah Helena.


‘’Helena,tanganmu tidak apa-apa?.’’ Jimi langsung memegang tangan Helena.


‘’Kau..’’ Helena terkejut melihat Jimi.


Jimi melirik mata Helena.


Semua orang yang terlihat panik,juga ikut menghampiri Helena.


‘’Hel,kamu kenapa?.’’tanya Jessly.


Helena tidak menggubris perkataan Jessly.


Helena melototkan matanya ketika tangannya ditarik oleh Jimi menuju wastafel Jimi menghidupkan air,lalu segera membasahi tangan Helena..

__ADS_1


‘’Hey lepaskan tanganku,apa yang kau lakukan.’’ Helena memberontak.


‘’tunggu sebentar Hel,tanganmu sedang terluka.’’ujar Jimi tampa melihat kearah Helena.


‘’Aku tidak butuh bantuanmu.’’ Helena menarik tangannya kembali.


‘’Helena,tanganmu masih......’’


‘’berhenti..’’ perkataan Jimi menggantung karena disela Helena.


‘’Aku tidak butuh kau bantu seperti ini,masih ada muka kau untuk datang kerumahku?.’’tanya Helena dengan nada dingin.


‘’Helena kau itu sedang terluka.’’


Helena tersenyum sinis.


‘’hah,luka ditanganku tidak sebanding dengan luka dihatiku.’’ Ujar Helena lalu meninggalkan Jimi sendirian.


‘’Helena kau tidak papa, nak?.’’tanya Endruf khawatir.


‘’Helena tidak apa-apa ,pa.’’ Helena berusaha tersenyum.


‘’Hel,kenapa kamu bisa terluka ,sayang?.’’ Kali ini Chantika yang bertanya.


‘’Helena tidak sengaja menyenggol alat pemanganganya ,mami.’’ Jawab Helena.


‘’Ya ampun sayang.’’Chantika memeluk Helena.


‘’Helena,tanganmu terlihat memerah dan melepuh.’’ Ujar Jessly melihat tangan Helena.


‘’Aku sudah mengambil kotak obat,Hel biar aku obati lukamu.’’Erlang membawa Helena untuk duduk


‘’Aww,sakit,pelan-pelan Erl.’’ Lirih Helena.


Jimi juga kembali ketaman belakang,ia melihat Helena sedang diobati oleh Erlang,melihat Jimi Helena langsung membuang wajahnya,dan itu tidak luput dari perhatian Jessly .


‘’Maaf semuanya,sepertinya saya harus pergi sekarang,ada pekerjaan mendadak yang harus kerjakan’’ujar Jimi ,ia tahu kedatangannya tidak diharapkan.


‘’loh nak Jimi,kenapa mendadak sekali,nak Jimi baru saja datang,kita juga belum makan malam.’’ Tutur Endruf.


‘’Maaf paman,tapi Jimi harus pergi sekarang.’’ Jawab Jimi.


‘’Ya sudah,lain kali ketika ada waktu senggang datanglah kemari lagi,kita makan bersama ya.’’


‘’Baik paman.’’ Lalu Jimi melirik kearah Helena.


‘’Sepertinya tidak ada harapan lagi untukku.’’ Jimi pergi dengan perasaan campur aduk.


Diperjalanan akan pulang,Jessly tampak melamun,ia memikirkan pertengkaran Helena dan Jimi yang ia lihat didepan wastavel tadi.ya Jessly tidak sengaja melihat kemarahan Helena terhadap Jimi.


‘’Sebenarnya ada apa dengan kak Jimi dan Helena?.’’ Batih Jessly .


‘’Sayang..’’ pangggil Leo.namun Jessly namun tidak menggubrisnya.


‘’Sayang..’’ Leo menyentuh tangan Jessly.


‘’Iya,kenapa yang?’’sadar dari lamunannya.


‘’Kok dari tadi aku perhatikan sayang melamun?


‘’Sayang,sepertinya ada masalah antara Helena dan kak Jimi.’’ Ucap Jessly.


‘’Masalah ?apa kak Jimi dan Helena ada hubungan?


Jessly menggeleng


‘’Tidak sih,tapi Helena itu menyukai kak Jimi,tapi sekarang aku lihat –lihat,Helena tampak seperti membenci kak Jimi.’’terka Jessly.


‘’Kenapa sayang berpikiran seperti itu?’’


‘’Tadi aku melihat mereka bertengkar diwastavel.’’adu Jessly.


‘’Aku yakin mereka sedang ada masalah.’’ Ujar Jessly lagi.


Leo mengangguk-angguk.


‘’Aku harus cari tau masalah apa yang terjadi antara kak Jimi Helena.’’


‘’Apa sayang harus ikut campur urusan mereka?tanya Leo lagi.

__ADS_1


‘’tentu,aku wajib ikut campur yang,karena aku tidak mau kak Jimi dan Helena musuhan,aku masih berharap Helena menjadi kakak iparku.’’ Jessly tersenyum gemas kepada Leo,lalu menyenderkan kepalanya kebahu suaminya yang sedang menyetir itu.


hey jangan lupa like , commen ya


__ADS_2