
Setelah kepulangan mereka dari bulan madu ,hubungan Jessly dengan Leo semakin membaik.
Setiap hari mereka tampak saling menunjukkan keromantisan masing-masing.
Seperti biasa Leo baru saja menjemput Jessly dari kantornya,sesibuk apapun dirinya dikantor Leo akan selalu menyempatkan dirinya untuk menjemput Jessly untuk pulang bersama.
‘’Kamu harus tutup mata dulu,sayang.’’ Leo menutup mata Jessly dengan saputangan miliknya.
‘’Loh,yang,Kenapa aku harus tutup mata segala sih.’’ Protes Jessly.
‘’Udah kamu diam dulu ,okey..’’ ujar Leo lalu menggendong tubuh Jessly ala bridal style.
‘’Hey mau ngapain sih..’’ ujar Jessly kaget,karena tiba tiba Leo mengangkat tubuhnya.
‘’Aku ada kejutan untukmu.’’ Bisik Leo.
‘’Apa..’’ Jessly tersenyum malu-malu.
"kejutan?
‘’Pegangan yang erat ,sayang.’’ Leo mengecup sekilas Bibir istrinya.
Jessly pun mempererat pegangannya sambil menyenderkan kepalanya kedada Leo.
Leo membawa Jessly kedalam kamar mereka,lalu merebahkan Jessly keranjang empuk oversize tersebut,ternyata kamar tersebut sudah dihias bak kamar pengantin yang banyak ditaburi dengan kelopak mawar merah.
Leo sangat terkesima dengan bentukan kamarnya dengan Jessly,ia tersenyum memuji hasil karya pelayan yang ia perintahkan untuk menghias kamar itu.
Perlahan Leo membuka penutup mata Jessly.
Jessly kemudian duduk diatas ranjang.
‘’Kejutan Apa sih yang.’’ Ujar Jessly tidak sabar.
Jessly terkejut melihat kamar yang begitu indah.
‘’Wow,,kamar kita,jadi kamar pengantin?.’’ Jessly tersenyum kearah Leo.
Leo mengangguk sembari mencium pipi Jessly
‘’Kamu suka,Sayang?.’’
‘’Bagus,aku suka,,tapi kita kan kita bukan pengantin baru lagi yang.’’Jessly tampak malu-malu.
‘’Tidak peduli mau pengantin baru atau tidak,yang penting kamu suka dengan kejutan yang aku berikan.’’ Ujar Leo lagi.
‘’Ya,aku suka,,’’ujar Jessly sembari mengambil salah satu kelopak bungan mawar lalu mencium aromanya.
‘’Untuk istriku,tersayang.’’Leo kemudian mengambil bunga yang sudah disiapkan,lalu memberikannya kepada Jessly.
‘’Wah,,terima kasih,sayang.’’ Jessly memeluk Leo dengan senang.ia bahagia dengan perlakuan Leo padanya.
‘’Hanya pelukan saja yang aku dapatkan?.’’ Rajuk Leo.
‘’Mmmmuuuach ,,mmmmuuuuach..’’ Jessly mencium kedua pipi Leo.
‘’Cukup ?..’’ goda Jessly .
Leo tersenyum lalu menggeleng- nggeleng.
Leo mengangkat ujung dagu Jessly. Sebenarnya Jessly masih belum terbiasa dengan sikap hangat Leo ia masih malu-malu menanggapi perlakuan suaminya itu.jantung Jessly berdetak dengan kencang saat mereka saling menatap dalam jarak yang begitu dekat.
‘’Sayang.’’ Jessly sedikit mengeliat saat lehernya dicium oleh Leo.tidak sampai di leher,Leo juga mencium lalu melahap bibir Istrinya ynag sudah candu baginya.cukup lama mereka berciuman hingga napas mereka tersenggal-senggal.
Leo meletakkan bunga yang ia berikan kepada Jessly diatas meja dan lalu kembali merebahkan Jessly untuk melanjutkan aksinya.
Jessly benar benar terbuai akan kelembutan yang diberikan oleh Leo ,saat ini dia sudah polos tampa sehelai benangpun.tidak ada satu inci pun bagian tubuh Jessly yang terlewatkan oleh Leo.
Seperti biasa,******* demi ******* lolos dari bibir kecil Jessly.mereka melakukannya berungkali seakan mereka tidak pernah puas.
‘’Sayang,kenapa bisa senikmat ini.’’ Erang Leo diatas tubuh Jessly.mereka sudah sering melakukannya ,namun rasanya masih tetap sama saat mereka melakukannya pertama kali.
‘’Arghhhhh..’’ hingga Leo melakukan pelepas terakhirnya.ia ambruk diatas tubuh Jessly dengan nafas yang tersenggal senggal setelah selesai berolahraga.
Ia kemudian menyingkir dari tubuh Jessly
‘’Cup...semoga Leo junior cepat hadir didalam sini secepatnya.’’ Leo mengecup perut Jessly.Sementara Jessly bersemu merah sembari mengangguk.
__ADS_1
Leo kembali mengecup bibir manis Jessly.
Lelah dengan aktivitas panas yang mereka lakukan,mereka akhirnya tertidur lelap masuk kedalam mimpi masing-masing.
Keesokannya.
Jessly menggeliat saat merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya.
Jessly memperhatikan suaminya yang masih tertidur lelap disampingnya.ia tidak menyangka semalam suaminya itu tidak memberinya sedikit kesempatan untuk beristirahat.
‘’Cup..’’ Jessly lebih mendekat lalu mencium bibir Leo.
Tampa basa basi,Jessly menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,ia kemudian berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak lama setelah Jessly masuk kedalam kamar mandi,Leo terbangun dan ikut kekamar mandi,entah apa lagi yang mereka lakukan sehingga lebih dari 2 jam didalam kamar mandi.
Jam 8 pagi Leo dan Jessly turun untuk sarapan,mungkin sarapan yang kesiangan.tangan Jessly bergelayut manja dilengan Leo,keduanya tampak sangat bahagia.
Semua tingkah mereka tidak lepas dari pandangan Jimi yang tiba –tiba sudah ada diruangan makan.
‘’Cieh pangantin baru basi.’’Ledek Jimi.
‘’Kak Jimi..’’ Jessly kaget ada Kakaknya.
‘’kapan kakak kesini?..’’tanya Jessly lagi.
‘’Sudah dari tadi aku menunggu kalian disini,kenapa kalian begitu lama.’’ Jawab Jimi dengan kesal sambil menatap Leo dan Jessly secara bergantian.
Leo hanya tersenyum tipis lalu menarik kursi untuk dirinya dan juga Jessly.
Mereka berdua pun duduk.
‘’Ck..siapa suruh kak Jimi menunggu kami.’’ Ujar Jessly.
‘’Tumben kak Jimi kesini,ada apa?.’’ Kali ini Leo yang bertanya.
‘’Aku kesini ingin melihat keadaan adikku,memang tidak boleh.’’
‘’Tentu saja,boleh dong kak.’’ Jawab Jessly.
Jessly kemudian mengambilkan sarapan untuk Leo hal itu tidak luput dari perhatian Jimi.
‘’Cukup..’’ tanya Jessly.
Leo mengangguk
‘’Cukup,,terima kasih sayang.’’ Ujar Leo.
‘’Hem,sama sama.’’ Balas Jessly sembari tersenyum manis.
‘’Sepertinya Leo memperlakukan Jessly dengan baik,Aku senang melihat adikku bahagia.’’pikir Jimi.
‘’Kak,mau tambah?.’’ Tanya Jessly melihat kakaknya yang tampak sedang melamun.
‘’Ah,,tidak,aku sudah kenyang, 1jam lebih aku menunggu kalian,.’’ Ucap Jimi cuek.Jimi memang seperti itu dengan Jessly,tapi jauh didalam lubuk hatinya ia sangat menyayangi adiknya itu.
‘’Sudahlah kalau begitu.’’jawab Jessly lalu ia juga sarapan.
‘’Kak,bagaimana perkembangan Hotel LEJEMI?.’’tanya Leo.
‘’Sejauh ini sangat baik,perkembangannya cukup siqnifikan,bahkah besok akan ada acara besar di Hotel kita.
Leo menggut- manggut.
‘’Acara apa kak?
‘’Lomba Fashion show.’’
‘’Wah,yang aku boleh kesana,melihat acara itu.’’pinta Jessly langsung ke Leo,karena Jessly sangat tertarik dengan hal yang berbau Fashion.
‘’Boleh,kita akan pergi kesana untuk menyaksikan acara itu.’’jawab Leo.
‘’Kamu mau ikut?.’’
‘’Tentu,aku akan menemani kamu sayang.’’ Ujar leo sembari mengelap sisa makanan yang ada dibibir Jessly.membuat Jimi iri saja.
‘’Yeaaaaayyy,makasi sayang..’’ ucap Jessly senang lalu membalas dengan kecupan di pipi Leo.
__ADS_1
‘’Jangan menunjukkan kemesraan kalian didepanku.’’ Ujar Jimi jengah.
Jessly melirik kearah kakaknya itu.
‘’Bilang saja kakak iri,weee.’’ Jessly menjulurkan lidahnya Pada Jimi.
‘’Ckkkkk...’’ Jimi mendelik.
Tapi Jessly tidak yakin kakaknya itu datang hanya untuk berkunjung kerumahnya,pasti ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh kakaknya itu.
Selesai sarapan Leo tampak menjauh dari kedua adik kakak itu karena sedang menerima telepon.
‘’Kakak yakin cuman ingin mau melihat keadaanku?tanya Jessly pada Jimi.
‘’Hemmm iya,memang mau apa lagi.’’ Jawab Jimi.
‘’Yakin,serius.’’
‘’Iyaaa.’’ Jawab Jimi dengan datar.
Setelah dipikir-pikir Jimi kembali tidak ingin adiknya tau kalau dirinya lah yang telah membuat Helena menjauh dari keluarganya.Jimi pasti akan dimarahi habis –habisan oleh Jessly atas kelakuan kelakuannya itu.
Beberapa menit yang lalu Jimi pamit kepada Leo dan Jessly.
Setelah kepergian Jimi,Leo dan Jessly juga berangkat bekerja,sebelum kekantornya seperti biasa Leo akan mengantar Jessly kekantornya terlebih dahulu.
Sebelum turun dari mobil Jessly tidak lupa mencium punggung tangan Leo,dan Leo mengecup kening Jessly.
‘’Nanti makan siang mau dibawain apa?
‘’Terserah kamu saja ,sayang,aku akan makan apa yang kamu bawa untukku.’’
‘’Yaudah,,nanti sebelum makan siang aku kekantor kamu.’’
‘’Nanti Rio akan menjemputmu.’’ Ujar Leo yang diangguki oleh Jessly.
‘’Daaahhhh.’’
Mobil Leo berlalu pergi,Jessly menatap mobil suaminya sampai menghilang dari pandangan.
‘’Heem semoga pernikahan kami cepat dipublikasikan.’’ Batin Jessly.
‘’Hei Jessly.’’ Sapa seseorang yang membuat Jessly sedikit kaget.
#*
#*
#*
‘’Atur acara ini sedemikian mungkin,jangan pernah buat client kita kecewa karena telah menyewa hotel ini untuk menyelenggarakan acara mereka disini.’’ Ujar Jimi kepada manajer dan para staf pelayanan lainnya.
"Baik tuan..’’ jawab pak manajer .
‘’Bagus..’’ ujar Jimi lagi.Jimi kemudian kembali memantau para pekerja yang tengah mendekor aula hotel tersebut.
Namun pikirannya kembali terbayang-bayang akan sifat dingin Helena kepadanya,membuat Jimi tidak fokus bekerja,Ia pun memutuskan untuk kembali keruangannya saja
HELENA BUOTIQUE
‘’Jam berapa acaranya dimulai besok, Lena.’’ Tanya Erlang sambil mendudukkan tubuhnya disamping Helena.
‘’Acaranya akan dimulai sekitar jam 8 besok malam ,di Lejemi Hotel yang sangat terkenal itu.’’ Jawab Helena yang sibuk memperbaiki gaunnya hasil rancangannya agar lebih sempurna lagi.
‘’Hmmm gaun rancanganmu sangat indah,berikut dengan pasangannya,aku yakin kau pasti bisa menang.’’
‘’Oh ya ampun Erlang,aku takut sekali.acara ini diikuti oleh para perancang –perancang terkenal dikota ini,tentu rancanganku ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rancangan yang mereka punya.’’ Ujar Helena sedikit cemas.
‘’Hey,jangan pesimis dahulu hel,kemana helena yang aku kenal, kamu harus percaya diri ,aku yakin hasil rancanganmu juga yang terbaik.’’ Ujar Erlang menyemangati.
Helena pun mulai tersenyum.
‘’Thank, Lang.kamu memang sahabat terbaikku,paling bisa menenangkan hatiku’’ ujar Helena sembari mengusap lengan Erlang.
‘’Iya..’’ ujar Erlang sembari tersenyum menatap Helena.ternyata seperti biasa,Helena hanya menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih dari itu.
jangan lupa like vote dan Commen ya
__ADS_1