
mansion keluarga breslin.
pagi yang begitu cerah, matahari menampak kan sinar terangnya, burung -burung pun beterbangan sambil berkicau satu sama lain.
leo tampak berdiri didepan cermin sambil merapikan dasinya yang masih sedikit berantakan.
sejenak leo terdiam menatap wajah tampannya , seketika senyuman terbit dikedua sudut bibir leo.
mimpi bertemu dengan jessly ditaman ,mereka berpelukan bak seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu karena terpisah jarak dan waktu masih terngiang - ngiang dibenak leo.
"ck, , ayolah le, kenapa kau masih memikirkan jessly , bahkan kau memimpikannya,kenapa kau tidak bisa melepaskannya dari pikiranmu, gadis itu yang jelas -jelas tidak pernah menginginkan keberadaanmu"ucapnya sendiri, seketika dia teringat dimasa lalu.
leo sungguh tidak habis pikir dengan dirinya sendiri.sekeras apapun ia menghilangkan jessly dari pikirannya, namun jessly tetap tidak bisa hilang dari jangkau otaknya.bahkan dia sudah membuang buket bunga pernikahan dira dan arka yang dibaginya dengan jessly agar tidak ingat-ingat lagi dengan gadis itu.
namun tuhan berkehendak lain, dia tetap tidak mengijinkan leo untuk berhenti memikirkan jessly.
bohong sekali kalau leo tidak memikirkan jessly, apalagi saat pertemuan mereka kembali dirumah sakit, rasa suka dan rasa cinta leo kembali tumbuh terhadap jessly, namun laki-laki tampan itu terua mengelak dengan hatinya.
leo tidak ingin berlarut -larut dengan pikirannya,tiba -tiba leo teringat akan tujuannya saat ini, wanita baginya saat ini tidak penting baginya .ia harus menekankan egonya.
dengan gaya coolnya ia pun keluar dari kamarnya yang ada dilantai paling atas mansion.
leo menuruni anak tangga satu persatu dengan gagahnya.
sampai ditangga terakhir leo berhenti dan sejenak.pandanganya lurus kedepan
"kau harus fokus le, saat ini yang harus kau pikirkan adalah perusahaan keluarga mu , breslin group dan kesembuhan mamamu."
"jangan pikirkan hal lain selain itu, karena itu lebih penting dari apapun, bahkan lebih penting dari perasaanmu yang tidak akan pernah terbalas, sungguh sangat tidak penting." leo membatin sambil mengepalkan tangannya .
wajah leo kembali berubah dingin, ia pun berjalan dengan angkuh menuju ruang makan.
Ruang makan
"selamat pagi , tuan." sapa rio sambil menunduk hormat pada leo.begitu pula para maid yang telah berjejer rapi disamping meja makan, mereka ikut menunduk hormat.
"hemmm." leo mengangguk membalas sapaan rio dan yang lainnya dengan gaya coolnya sambil mengancingkan salah satu kancing rompi kemejanya.
lalu leo duduk disalah satu kursi meja makan.
salah salah satu maid yang diyakini merupakan kepala dapur mansion disana menghampiri leo.
"maaf tuan, anda mau sarapan apa hari ini?." tanya kepala maid dengan sopan.
"ekhem..." leo sedang berdehem.
"cukup dengan waffle yang dikombinasikan dengan mentega almond, flax, dan telur orak arik."
"jangan lupa segelas just orange" jawab leo.
"baik tuan." sahut kepala dapur mengerti.
ia memanggil salah satu maid dan mengambilkan sarapan yang leo inginkan yang sudah mereka siapkan.kemudian menatanya didepan leo.
"silahkan, tuan." ucap kepala dapur.
"terima kasih." tutur leo.
__ADS_1
kepala dapur menundukkan kepalanya, lalu ia dan beserta teman -temannya kembali masuk kedalam kitchen room untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing.
"bacakan kegiatanku hari ini." sahut leo tampa melirik kearah leo.ia sibuk dengan makanannya.
"baiklah tuan."
dengan segera rio membuka telepon pintarnya.
rio menjelaskan semua kegiatan yang yang akan dilakukan oleh leo hari ini, sementara leo menatap fokus kedepan mendengar apa yang dituturkan rio.
"hmmmm baiklah." leo menengok kearah rio.
" dan satu lagi , tuan.mungkin hari ini dan beberapa hari kedepan perusahaan kita akan dipenuhi oleh banyak pelamar." ucap rio lagi.
"apa breslin group sedang membuka lowongan pekerjaan?
" iya tuan, sebelumnya perusahaan tengah membuka lowongan pekerjaan di bagian tim bidang keuangan ."
leo hanya mengangguk
"dan satu lagi, tuan breslin juga meminta kami untuk mencarikan sekretaris baru untuk anda." ucap rio lagi .
leo menatap kearah rio tampa tau artinya.
..............
..............
..............
"terima kasih mbak ruki." jessly menunjukkan senyumannya yang paling manis saat mbak ruki memberikan sepatu berwarna skate berwarna putih favoritenya.
"sama -sama nona." balas mbak ruki dengan tersenyum.
"apa ada lagi , nona? ." tanya mbak ruki.
"tidak mbak, mbak boleh pergi." seru jessly sambil memakaikan sepatunya
setelah izin , mbak ruki pun keluar dari kamar jessly.
sekian menit kemudian.
jessly yang sudah berdiri didepan mansion , menatap semua orang yang ada didepannya.siapa lagi kalau bukan pengawal dan supir yang akan mengantarnya pergi.
"yaaahh, , aku pikir aku akan diperboleh kan membawa mobil sendiri." batin jessly sambil menggembungkan kedua pipinya dengan gemas.lalu menatap sipit kearah mbak ruki yang tersenyum dibelakangnya .
"mari silahkan , nona." ucap sang supir, ia telah membukakan pintu bagian belakang untuk jessly.
dengan wajah yang kesal, jessly menghentak -hentakkan kakinya ketika hendak masuk mobil.
mobil jessly telah berjalan meninggalkan mansion, begitu pula dengan mobil pengawal yang terus membuntutinya dari belakang.
"kalau seperti ini, perusahaan mana yang akan mau menerimaku." kesal jessly setelah melihat kearah belakang mobilnya.
"ck..." jessly berdecak sambil berpangku tangan.
beberapa saat kemudian.
__ADS_1
jessly merasa sudah dekat dengan dengan alamat yang dituju."
"pak supir, menepi disana." ucap jessly pada supir.pak supir menurut.
"ada apa , nona? menengok kebelakang.
" aku mau turun disini." ucap jessly sambil memakai tas slempang miliknya.
"tapii non..." belum sempat pak supir bicara.jessly sudah berlalu keluar dari dalam mobil.
"nona, , tunggu." ucap pengawal yang sedari tadi membuntutinya.namun jessly tak menghiraukannya, ia malah berlari menyebrang jalan diantara mobil yang tengah berlalu lalang.
saat mobil jessly berhenti , para pengawal tersebut juga menghantikan mobilnya.
"nona awas itu sangat berbahaya." teriak salah satu pengawal yang tadi.
sementara jessly dengan tergesa gesa merentangkan salah satu tangannya untuk menahan mobil yang lewat.
"ah, mereka semua sungguh menyusahkan ku." ucap jessly sedikit panik karena ada beberapa pengemudi yang protes dan terus menghidupkan suara klacksonnya berkali-kali.
saat hendak sampai di seberang, tiba tiba ada satu mobil yang tengah melaju dengan kencang, sang supir tidak melihat jessly begitu pula dengan jessly yang tidak melihat mobil tersebut.
sementara sang penumpang juga sibuk berbicara dengan asistennya.
"nona, AWAAAASSS ada mobil ." teriak pengawal jessly saat mobil sudah dari jessly.
membuat jessly melirik kearah sampingnya, dan
"Aaaaaa" jessly berteriak sambil menutup mata dan telinganya.
sang supir terkejut dan langsung melihat jessly didepannya , dengan cepat sang supir tersebut membanting stir mobil dan mengerem mendadak secara tiba tiba.
"ada apa ini?." ucap rio panik , supirnya hampir saja membuat bosnya celaka, untung saja rio dapat menahan tubuh leo sebelum beradu dengan jok bagian depan.
"maaf tuan, maafkan saya, saya kaget ada seseorang yang tiba tiba berdiri didepan mobil." ucap sang supir yang juga tengah panik.
"tuan, anda tidak apa -apa?." tanya rio pada leo.
"tidak, aku tidak papa." ucap leo , dia cuman sedikit kaget.
sementara jessly , ia tidak tidak berani membuka matanya.
"nona, anda tidak papa?." tanya pengawal jessly yang sudah menghampirinya.
jessly tersentak dan langsung membuka matanya, ia melihat kesekitarnya dan melihat kearah mobil yang hampir saja membuat nyawanya melayang.
" a-aku tidak papa." ucapnya lagi dengan sedikit gemetar.
leo, dan asistennya keluar dari dalam mobil.
"lagi lagi, leo terperangah melihat gadis yang hampir saja ditabrak oleh supirnya.
tembus 1000 like , author lanjut dua bab hari ini
terima kasih😁😁
jangan lupa like commen dan vote yah
__ADS_1