
Nanapun keluar dari ruangan pandu.
‘’sekretaris nana.’’ Teriak lala saat melihat nana yang tengah menutup pintu ruangan pandu,lalu mendekatinya.
‘’lala.’’ Jawab nana setelah berbalik arah pada lala.
‘’kamu disini.’’ ucap lala sambil tersenyum.
‘’iya ,aku lagi nungguin pandu ,dia lagi meeting sama clientnya.’’ Balas nana sambil tersenyum .
‘’ooo..,ibu bos tampak cantik aja deh,aura aura pengantin barunya masih keluar.’’ Goda lala sambil tertawa.
‘’apaan sih kamu.’’ Balas nana dengan senyum senyum malu.
Mata nana tampak melihat kearah ruangan kerjanya terdahulu yang sekarang sudah ditempati oleh jello.
‘’kenapa ?, kangen ya duduk disana.’’ Ucap lala yang melihat nana mengawasi ruang kerjanya.
Nana hanya tersenyum.
‘’sedikit.’’ Jawab nana sambil mengalihkan pandangannya.
‘’tempat itu sekarang udah ditempati sama sekretaris baru...kami semua tidak suka dengan dia,namanya jello,orangnya angkuh dan sombong gitu,pakaiannya.’’ Lala tampak menggeleng nggelengkan kepalanya.
"sexsi habis." katanya lagi
‘’kamu harus hati hati sama dia,sepertinya dia ingin menggoda pak bos deh.’’ Bisik lala ketelinga nana.
‘’setiap hari aku selalu mendengarnya mengucapkan nama bos,aku yakin bos pandu pasti akan tunduk padaku.’’ Katanya memperagakan ucapan jello.
‘’makanya kamu cepat cepat dong,beritahu semua orang kantor,kalau kalian sudah menikah,supaya tidak ada lagi yang akan mengganggu bos pandu,kamu tahukan setiap gadis yang ada dikantor ini pasti menginginkan bos pandu.’’ Jelas lala.
‘’termasuk kamu?.’’ Canda nana pada lala
‘’ya iya,tapi itu dulu,sekarang tidak lagi,karena aku tahu,bahwa bos pandu udah punya istri,istrinya temanku sendiri.’’ Jawab lala sambil cengengesan.
Nana hanya membalasnya dengan senyum.
‘’aku harus benar benar memberikan pelajaran pada wanita itu,dia sudah berani menghinaku.’’ Batin nana.
Tak.... tak..... tak Bunyi sepatu
tampak seorang wanita baru saja keluar dari lift berjalan berlenggok lenggok mendekat kearah nana dan lala.
Pandangan nana dan lala teralihkan kearah jello.karena wanita tersebut adalah jello.
‘’itu dia sekretaris baru bos.’’ Bisik lala pada nana .
‘’aku tahu,aku sudah bertemu dengannya,tadi dia juga menghinaku.’’ Pandangan nana tak lepas dari jello.
‘’apa....’’lala tampak menutup mulutnya yang sedikit menganga.
‘’berani sekali dia menghina istri bos,kalau bos tau dia pasti akan marah.’’ Pelan lala pada nana.
__ADS_1
‘’kamu tenang saja,kita lihat, apa yang bisa aku lakukan sama dia.’’ Nana melirik kearah lala lalu menatap kembali jello dengan wajah datar.nana berdiri dengan anggun melipat kedua tangannya diatas perut,sambil menunggu jello berhenti tepat didepannya.
‘’wah.wah.wah...wanita tak berkelas,dengan wanita murahan tampak akrab ya.’’ Sindir jello sambil melirik kearah nana dan lala.
Lala hanya diam sambil memperbaiki kaca mata tebal yang membingkai matanya.sedangkan nana menatap jello dengan tatapan tajam.
‘’nana kamu pasti bisa.’’ Batin nana.
‘’apa maksudmu kenapa kamu bicara seperti itu,apa ibumu tidak pernah mengajarimu supaya bicara sopan santun sama orang lain.’’ Ucap nana sambil menautkan kedua alisnya.
Hahhhhahhh.’’ Jello tampak tertawa
Lala tampak memegangi lengan nana,jujur sebenarnya ia sangat takut dengan jello,karena jello tak pernah berbicara lembut,selalu bicara kasar pada setiap karyawan.makanya tidak ada yang menyukainya.
‘’kamu tenang saja la.’’ Ucap nana menenangkan lala,lala hanya mengagguk.
‘’apa tadi..jello tampak memiring kepalanya kearah nana...kau bilang orang tuaku tidak mengajariku tentang bicara sopan santun?.’’ Tanya jello dengan nada mengejek.
‘’iya.. dimana letak sopan santunmu,apakah seperti itu cara bersikap seorang wanita kamu juga seorang sekretaris tapi sungguh tidak sopan.’’ ujar nana sambil menaikkan salah satu alisnya.
‘’ orang tuaku memang tidak pernah mengajariku, terus kamu mau apa? .’’ jawab jello santai.
‘’oh begitu ya.’’ Jawab nana yang juga terlihat santai menanggapinya.
‘’iya...tapi untungnya diriku tak seburuk dirimu yang murahan.’’ sindir jello pada nana.
‘’oh ya,,,,siapa yang kamu sebut murahan?.’’ Tanya nana sambil menatap mata jello.
‘’hey jello jangan bicara sembarangan ya kamu.’’ Lala angkat bicara.
‘’eh lak lo diam ya,gue nggak ada urusan sama lo.’’ Bentak jello yang membuat nyali lala kembali ciut.
‘’udah la,nggak papa,kamu diam aja ya.’’ Ucap nana pada lala.
"jello pasti akan mendapatkan akibatnya." pelan lala pada nana.
‘’dan lo perempuan murahan,sebaiknya lo pergi dari hidupnya bos pandu,karena yang berhak dapetin hati bos pandu adalah gue.’’ Jello tampak melotot sambil menegaskan jari telunjuknya didepan nana.
Sedangkan nana hanya tersenyum santai sambil melihat ekspresi wajah jello.
‘’jadi aku harus pergi dari hidup pandu begitu?.’’ Tanya nana dengan masih tertawa lalu kembali melipat kedua tangannya.
‘’iya,,,, jauhi bos pandu,,,jangan pernah datang kepadanya lagi.’’ ucap jello.
‘’bagaimana kalau aku tidak mau? nana tampak menggerakkan kepalanya,,apa yang akan kamu lakukan?.’’tantang nana dengan menajamkan kedua matanya.
‘’sepertinya aku tidak bisa meninggalkan bosmu itu.’’ Nana tampak menepuk nepuk lengan jello,maaf ya.’’ Ucap nana sambil tersenyum tipis.
Jello tidak menjawab,dia sangat marah dengan ucapan nana.
‘’Dia benar benar mengetes kesabaranku,lihat saja apa yang bisa aku lakukan,andai saja ini bukan dijam kantor,aku pasti sudah menyuruh orang orangku untuk mengabisi gadis ini.’’batin jello sambil mengertakkan giginya.
Jello beranjak dari tempatnya dan sengaja menyenggolkan bahu nana,dengan cepat nana memelintir tangan dan leher jello ketembok.
__ADS_1
‘’hey lepasin gue,...’’ teriak jello ketika tangannya tak bisa terlepas ketika dipelintir.
‘’kamu jangan macam macam sama saya,saya bisa melakukan yang lebih dari pada ini terhadap kamu.’’ Ancam nana dengan sedikit menekankan lengannya dileher jello.
Sedangkan lala hanya bisa menganga menyaksikan apa yang dilakukan oleh nana,lala begitu tak percaya nana ternyata bisa melakukan hal seperti ini.
‘’hey apa yang lo lakuin gue bisa mati,lepasin.’’ Ronta jello sambil menepuk nepuk lengan nana dengan tangan yang satu lagi.
Uk uk uk .’’ jello terbatuk batuk
‘’saya tidak akan melepaskan kamu,kamu sudah berani bicara kasar terhadap saya.’’ Ucap nana mengertakkan giginya,emosinya sudah sampai keubun ubun,sebenarnya ia tidak tega melihat wajah jello yang sudah memerah ,tapi dia tidak akan berhenti begitu saja.
‘’na-nana su-sudah,.’’ Lala yng berada dibelakang nana menjadi takut setelah melihat wajah jello.
‘’nggak bisa la,dia sudah menghina kita, dia berani menyuruhku menjauhi suamiku sendiri.’’ Nana tampak sedikit memutar kepalanya kearah lala.
Sedangkan jello tak bergeming,matanya membulat dengan sempurna kala nana menekan kata suami.
‘’su-su-suami.’’ Jello berucap terbata bata,karena lehernya masih ditekan kuat oleh nana.
‘’a-apa maksudmu.’’ Kening jello tampak berkerut.
Dengan cepat nana kembali melihat kearah jello,lalu melepaskan cengkraman tangannya.
‘’uk..uk.ukk
‘’iya ,bosmu itu adalah suamiku,pandu adalah suamiku.’’ Ucap nana dengan meninggikan suaranya.
‘’itu tidak mungkin.’’ Jello menggeleng tidak percaya.
‘’lo pasti bohongkan.’’ Teriak jello sambil memegang bahu nana.
"saya nggak bohong." jawab nana masih menatap jello yang sudah terlihat berantakan.
"kalau kamu merebut suami saya, berati kamu yang murahan dan tak tahu diri." ucap nana dengan bibir salah satu bibirnya menatap kearah jello yang masih tidak percaya dengan ucapan nana, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"tidak mungkin, lo jangan bohong." elak jello sambil menyandarkan punggungnya ketembok.
itulah kenyataannya."ucap nana santai sambil berpangku tangan.
‘’ada apa ini?.’’ Suara seseorang membuat perhatian nana dan jello sama sama teralihkan.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan commen
__ADS_1