
Pukul 17: 00 wib pandu dan nana sampai dirumah,nana masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
Selesai bersiap nana keluar dari kamarnya menuju dapur untuk memasak makan malam untuknya dan pandu.walau lelah karena bekerja nana tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri,ia tidak ingin pandu memasak lagi untuk dirinya,karena itu bukan tugas suami.
Nana yang sedang asyik memasak tiba tiba dikejutkan oleh seseorang yang memeluk dirinya dari belakang.
Nana sedikit memutar kepalanya dan melihat pandu yang berada dibelakangnya,pandu membenamkan kepalanya kecuruk leher nana,dan menghirup bau tubuh nana dalam dalam.’’
‘’kamu lagi masak apa sih.’’ Ucap pandu sambil melirik kearah masakan nana.
Nana hanya diam saja, saat ini dia sangat gugup tidak tau harus berbicara apa,lagi lagi jantungnya kembali berdetak dengan cepat,dan kini pipinya tampak memerah bak kepiting rebus.
‘’baunya enak sekali.’’ Ujar pandu lagi dengan masih memeluk panggang nana.
‘’bahkan dia sudah tidak canggung lagi meluk meluk aku ,aku takut dengan kita satu kamar pandu bakalan minta haknya sebagai suami padaku.’’ Batin nana
Tidak ada suara dari nana,pandu pun mencium tengkuk kepalanya,dan membuat wanita itu kegelian .
‘’bisa aku lanjutkan memasaknya tampa ada rintangan.’’ dengan kesal Nana berbalik membuat pandu melepaskan tangannya dari pinggang nana.
Nana sangat kesal dengan pandu karena telah mengganggu dirinya memasaknya.pandu sangat senang melihat ekpresinya istrinya ketika sedang cemberut dan kesal,sangatlah lucu dan menggemaskan baginya.
‘’Kenapa dia berubah seperti ini,aku pikir hari hariku bersamanya akan selalu dirundung kesedihan,tapi malah dirundung kekesalan akibat perbuatannya.’’ Batin lagi sambil menatap pandu.
‘’okey aku tidak akan mengganggumu lagi, aku akan menunggu saja dimeja makan.’’ Ucap pandu sambil tersenyum,kemudian keluar dari dapur.
Setelah pandu pergi nana dapat bernafas dengan lega.
‘’mengganggu saja.’’ Ucap nana dengan kesal,lalu lanjut mengaduk masakannya.
Pandu duduk dikursi meja makan,ia sudah tak sabar ingin mencicipi masakan istrinya itu,sambil menunggu nana selesai memasak pandu memainkan ponselnya sekaligus mengecek beberapa e-mail yang masuk.
Tidak lama setelah itu,makanan yang dimasak nana telah selesai dan disajikan keatas meja.
‘’mmmm sepertinya enak ya.’’ Ucap pandu sambil melirik kearah nana,nana hanya membalaskan dengan senyuman.
‘’tolong ambilkan nasi untukku .’’ ucap pandu sambil menyodorkan pirinnya pada nana,tampa protes nana mengambil piring tersebut dan mengisinya dengan nasi.lalu meletakkannya didepan pandu.
Setelah mengambil lauk pauk beserta sayur pandu mulai menyuap makanan kedalam mulutnya.
Nana yang masih berdiri kemudian mengambil tempat dan duduk berhadapan dengan pandu.Dan memasukkan nasi kedalam piringnya.
‘’mmmmm .ternyata benar masakanmu enak sekali.’’ Puji pandu dengan masih mengunyah makanan yang ada dimulutnya.
‘’mmm terima kasih.’’ Jawab nana lalu tersenyum tipis pada pandu.
__ADS_1
Pandu sibuk memakan makanannya,dan nana malah sibuk memperhatikan pandu.
‘’aku tidak tau sampai kapan aku akan menjadi istrinya,dia memang sudah mengungkapkan perasaannya,tapi aku takut jatuh cinta lagi,takut akan rasa sakit ini, dan .’’ Batin nana melihat kesembarangan arah sambil memegangi dadanya.
‘’sayang ,ada apa?.’’ Tanya pandu yang melihat nana tengah melamun
‘’ aku tidak papa.’’ Ucap nana kembali menetralisir kesedihannya dengan sedikit tersenyum.
Selesai mencuci piring kotor, dengan ragu nana masuk kedalam kamar pandu,ia harus menempati janjinya,kalau tidak pandu tidak akan mau mengembalikan tyan keperusahaannya.
‘’sayang,mau sampai kapan kamu duduk disana.’’ Tanya pandu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
semenjak nana masuk kamar sampai pandu keluar dari kamar mandi, nana tak berpindah dari atas sofa.
‘’pandu aku....’’ saat ini nana benar gugup,dia tidak menyangka pandu akan memberikan syarat ini padanya,dan bodohnya lagi dia menerima syarat itu.meski sempat meminta tidur terpisah,tapi nana belum pernah tidur terpisah dengan pandu kecuali di waktu malam pertama,untuk menghargai nana yang belum siap,pandu lebih memilih tidur diatas sofa.yang nana takutkan bukan tidur bersama tapi takut pandu akan melaksanakan kewajibannya.
‘’aku tahu kamu belum siap,aku akan tidak akan memaksamu kok sayang.’’ Ucap pandu .pandu yang sudah duduk diatas tempat tidur tersenyum tipis pada nana,ia tau nana belum siap untuk hal itu,pandu tau nana belum sepenuhnya menerima pernikahan ini ,tapi pandu akan berusaha meyakinkan nana,kalau ia sekarang benar benar sudah mencintai nana.
‘’hari ini aku selamat.’’ Batin nana sambil memegang dadanya yang tak karuan.yang kemudian menghampiri pandu dan naik keatas tempat tidur.
Sekarang nana sudah duduk disamping pandu.
aku tidak akan melakukannya, kalau kami tidak mengijinkannya.
" terima kasih kamu sudah mau mengerti."ucap nana sambil tersenyum pada pandu, ia tidak percaya pandu mau mengerti dan tidak memaksa dirinya.
"maaf pandu, bukan aku ingin menolakmu, tapi aku ingin membuktikan terlebih dulu seberapa besar cintamu padaku. guman nana dalam hati.
bermaksud ingin mengambil selimut,namun karena masih parnoan,saat pandu memanggil dan lebih mendekat kearahnya,siku nana tidak sengaja menekan dengan keras dada bidang pandu.
‘’aww...’’ teriak pandu kesakitan sambil memegang dadanya.
‘’maaf...aku tidak sengaja,sakit tidak.’’ Tanya nana dengan panik sambil meletakkan tapak tangannya lalu mengusap didada bidang suaminya itu,ada sedikit perasaan bersalah dihati nana.
Bukannya menjawab pandu malah menatap nana,tak mendapat jawaban dari pandu,nana mendongakkan kepalanya,tatapan mereka saling bertemu dan terkunci satu sama lain,terdengar detak jantung mereka yang berdegup sangat kencang.
Nana merasakan getaran jantung pandu,seketika ia melepaskan tangannya,dan menatap kesembarangan arah agar pandu tak melihat betapa merahnya pipi nana saat ini.
‘’se-sebentar aku akan pergi mengambil minum.’’ Ucap nana hendak bernjak dari tempat tidur,tapi tangannya keburu ditarik oleh pandu sehinggan nana jatuh kepelukan pandu.
‘’pan tolong lepaskan aku.’’ Pinta nana dengan lirih,dia tak berani menatap pandu.
‘’biarkan seperti ini sejenak.’’ Ucap pandu dengan pelan lebih mengeratkan pelukannya.
Nana hanya diam,sebenarnya ia juga sangat senang pandu memelukknya,namun ia takut berharap lebih terhadap pandu.
__ADS_1
Sesaat setelah itu pandu melepaskan pelukannya.
‘’tidurlah sayang,kamu pasti capekkan.’’ Ucap pandu sambil merebahkan tubuh nana yang kemudian ia juga membaringkan tubuhnya disamping nana.
Pandu pun memindahkan kepala nana keatas lengannya,nana hanya diam saja dan refleks melingkarkan tangannya dipinggang pandu.
Saat tersadar nana hendak melepaskan tangannya,namun ditahan oleh pandu.
‘”biarkan saja seperti itu,tidurlah.” Ucap pandu sambil mencium pucuk kepala nana lalu memejamkan matanya.
Karena nana memang lelah,nena pun memejamkan matanya dan cepat tertidur.
Karena tak ada pergerakan lagi dari nana,pandu berusaha menjangkau wajah nana.
‘’cepat sekali dia tertidur.’’ Batin pandu setelah kembali membuka matanya sambil tersenyum tipis mendengar deru nafas nana yang keluar begitu teratur.
Tiba tiba senyuman diwajahnya pandu menyurut ketika mengingat dulu ketika dia pernah membuang coklat pemberian nana ketong sampah sesaat setelah selesai bertanding basket dengan teamnya.
‘’pandu kamu tega sekali, hiks..hiks..hiks..’’ Teriak nana sambik manangis,namun pandu tak menghiraukan ucapan nana dan malah melenggang pergi dari lapangan basket.
‘’ya sabar ya na,awas itu pandu.’’ Ancam dira sambil mengusap bahu nana yang sedang menangis,nana dulu memang sangat .
cengeng.dan sekarang nggak tau dah
‘’iya na,kamu tenang saja,nanti aku dan dira akan membejak bejak tuh kepala Teman sikevin ,karena udah berani nolak hadiah dari sicantik kita.’’ Ucap viona sambil meremas remas tangannya.pandu masih mendengar ucapan dari viona, namun ia tak menghiraukannya dan malah tersenyum tipis.
Pandu lebih mengeratkan pelukannya
‘’maafkan aku, dulu sering membuatmu menangis sayang.’’ Kata itu kembali terucap dari mulut pandu,lalu mencium pucuk kepala nana berkali kali.
Pandu pun tidur dengan memeluk erat tubuh nana,seakan tidak mau melepaskannya.
***hallo para readers
jangan lupa like dan vote yah
terima kasih
maaf yah nggak bisa up banyak banyak,
tugas author udah nunggu soalnya.
tapi akan selalu diusahakan untuk up setiap hari
🤗🤗🤗🤗🤗***
__ADS_1