Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 40


__ADS_3

Setelah cukup lama menempuh perjalanan akhirnya Leo dan jessly sampai di Thailand.


Dibandara sudah ada yang beberapa orang menyambut mereka berdua.


‘’semua sudah siap tuan!.’’ Ucap orang yang menyambut leo.


Leo mengangguk ,lalu ia membawa Jessly masuk kedalam sebuah mobil.


Jessly tampak masih bingung "sebenarnya Leo ingin membawaku kemana?"


Mobil berhenti disuatu tempat,jessly pikir mereka akan pergi kehotel.ia sedikit bingung,karena mobil berhenti ditepi pantai.


Mereka pun turun dari dalam mobil dan mengkuti orang- orang tadi.


‘’apa Leo ingin membuangku dilaut ini,supaya dia bisa bersama kekasihnya,kalau benar begitu,kenapa harus jauh jauh datang kesini?.’’ Pikir jessly yang tampak ragu untuk menaiki sebuah speddboat yang menanti mereka.


‘’ayo sayang.’’ Ajak Leo sembari mengulurkan tangannya kearah jessly.


Sejak tadi Jessly ingin bertanya, namun ia tidak memberanikan dirinya.


Leo tersenyum melirik kearah istrinya yang tampak Ragu menggapai tangannya.


Leo menggerakkan satu alisnya kala jessly menatapnya.Namun jessly tetap menyambut tangan Leo.


Jessly duduk diam sambil mengusap –usap tangannya yang kedinginan,karena cuaca yang sangat dingin pada malam hari, selain kediginan jessly juga merasa cemas.


‘’Bulan madu apa ini,dia hanya ingin menghilangkan nyawaku.’’ Batin jessly ,dalam hatiya sekarang sedikit bersedih.


‘’Lakukanlah jika itu membuatmu bahagia Le.’’


‘’Kau kedinginan sayang?..’’ tiba tiba Leo sudah berada dibelakang Jessly lalu memeluknya dari belakang,leo mengepung tangan jessly dengan tangannya agar tetap hangat.


‘’Ehemmmm,,i-iya..jessly sedikit takut saat leo mendekatinya,ia menelan salivanya karena tidak tau harus berbuat apa,jika leo berbuat macam-macam kepadanya sekarang.


"sekarang sudah lebih baik."


‘’Sabar sebentar lagi, kita akan sampai."


Tidak ada jawaban dari jessly,tapi tubuh dan hatinya merasa nyaman saat leo memperlakukannya seperi ini.


‘’Aku akan menjadikanmu milikku sepenuhnya Jess.’’ Leo mencium kepala jesssly lalu pandangannya lurus kedepan menikmati indahnya pemandangan laut dimalam hari. dengan kerlap kerlip lampunya.


Setelah menempuh jarak sekitar 50 menit,akhirnya mereka sampai disebuah pulau yang sangat indah,membuat Jessly tiba tiba tercengang.


‘’Kau senang dengan tempatnya sayang?.’’ Tanya Leo yang melihat jessly yang tidak bergeming.


‘’Ha..’’ jessly melirik kearah Leo yang ada disampingnya.


‘’Hotel ditengah pulau..’’


‘’bagaimana kau suka tempatnya?.


Jessly hanya bisa menggaruk garuk kepalanya,lalu tersenyum kaku.


Ternyata Leo dan orang- orang bayarannya tadi membawanya kesebuah tempat penginapan yang ada dipulau yang sangat indah.


Jessly sudah lebih dulu berburuk sangka terhadap Leo.


‘’jadi dia benar benar ingin berbulan madu denganku?.’’ Batin jessly.melirik Leo lalu tersenyum bahagia dalam hatinya.


‘’Sayang,kenapa?,,apa kau tidak suka tempatnya?..’’ tanya Leo.


‘’Kalau tidak,kita bisa cari tempat lain untuk berbulan madu..’’


‘’Bisa kalian carikan pulau lain untuk ka...


‘’Jangan,,,tidak usah,,a-aku suka tempat ini.’’ Ucap jessly sambil memegang lengan Leo .


Leo tersenyum menatap jessly.


‘’Indah sekali.’’ Batin jessly,ia melihat pemandangan yang menakjubkan .Jessly juga mengamati semua fasilitas yang ada dihotel itu.


"Semua yang ada disini tidak ada apa-apanya bagiku dibandingkan dengan senyumanmu itu Jess, dengan kau tersenyum seperti itu saja padaku , aku sudah sangat bahagia."

__ADS_1


‘’aku baru tahu ada tempat seindah ini di Thailand,oh ya dari mana kau menemukan tempat sebagus ini Le?.’’ Tanya Jessly .


"ck..kenapa aku harus bertanya, tentu kau tau semua tempat indah dudunia ini." jawab Jessly sendiri, sembari melirik kearah Leo sebentar.


"jangan bilang kalau kau sudah pernah kesini dengan wanita lain Le.."


‘’ kau benar sayang,tempat ini sangat indah,dulu waktu berumur 10 tahun papa dan mama pernah membawaku berlibur kesini,aku sangat suka tempat ini.


‘’oh ya..’’ sambut jessly dengan senyuman lega.


Leo mengangguk.


"ternyata dia datang kesini bersama keluarganya."


"Jessly, kenapa kau selalu overthingking seperti ini."


‘’ Silahkan , saya akan menunjukkan dimana kamar Tuan dan Nona berada .’’ Ucap ucap pelayan hotel‘’.


"Kamar."


"A-aku dan Leo..akan satu kamar?.


" Ayo sayang." Leo menarik tangan Jessly dan meletakkan dilengannya.


"ah i-iya.." Jessly sedikit memejamkan matanya karena gugup.


pelayan itu membuka pintu kamar dengan lebar, membuat Jessly sedikit mengangakan mulutnya.


" Silahkan., semoga tuan dan nona nyaman dengan fasilitas yang kami berikan.’’ucapnya lagi.


Leo mengangguk


‘’terima kasih,’’ jawab leo.


" selamat beristirahat, Tuan dan Nona." pelayan itu membungkukkan sedikit kepalanya lalu berlalu pergi dari pintu kamar Jessly dan Leo.


Jessly masuk lalu mengamati kamar yang akan mereka tempati itu.kamar tersebut dihiasi dengan bunga- bunga dan cahaya lampu yang begitu indah. sehingga terlihat sangat romantis.


‘’Apa kau suka?.’’ tanya Leo mendapati Jessly yang tengah melamun.


Jessly sangat malu saat ketahuan oleh Leo dia sangat menyukai kamar tersebut.


Ia sedikit salah tingkah.


‘’Ehem,,a-aku akan kekamar mandi.’’ Jawab Jessly dengan masih salah tingkah.


Jessly segera berlalu kekamar mandi, Leo tersenyum samar melihat kelakuan istrinya,Ia pun duduk diatas tempat tidur sambil melonggarkan dasinya.


‘’Apa yang kau pikirkan Jessly.’’ Didalam kamar mandi Jessly tidak berhenti merutuki.


Beberapa saat kemudian, Jessly keluar dari kamar mandi, Leo yang tengah menantinya seketika membalikkan tubuhnya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


"Sayang kau tidak apa -apa?.." dengan cepat Leo menghampiri Jessly dengan nada khawatir.bukan apa -apa cukup lama Jessly berada didalam kamar mandi sehingga membuat Leo berpikir Jessly kenapa -napa didalam sana.


Jessly menggeleng tampa berani melirik kearah Leo , jujur ia sangat gugup, hal itulah yang membuatnya lama didalam kamar mandi.


"Syukurlah.." seketika membuat hati Leo lega.


Jessly memberanikan diri menatap wajah tampan Leo.


"Le, , apa kau mencintai aku?." tanya Jessly tiba tiba, hal itulah yang sejak tadi ia pikirkan didalam kamar mandi, akhirnya Jessly memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Leo.


Belum ada jawaban dari Leo ia sibuk menatap Jessly dengan intens.


Beberapa saat kemudian.


Jessly tertawa sinis, Ternyata Leo tidak mencintainya, diamnya Leo sudah membutikan semuanya.


"Baiklah sepertinya aku sudah salah bertanya seperti itu, mana mungkin dia mencintaiku,jelas jelas ada wanita lain dalam hidupnya."


"A..aku ingin beristirahat.." ucap jessly ia pun berbalik, namun langkahnya seketika terhenti kala merasakan ada tangan yang memeluk pinggangnya, Leo memeluk Jessly dari belakang dengan sangat Lembut.


"Aku mencintaimu Jessly, sangat mencintaimu.." Leo mendekatkan kepalanya tengkuk Jessly.

__ADS_1


Degg..


Ada rasa senang dihati Jessly, ia menarik kedua sudut bibirnya , bagitu bahagia dengan ucapan yang ternyata mencintainya.


Leo menarik tangan Jessly agar mereka saling berhadapan, Ia pun membelai wajah manis Jessly.


"Aku selalu mencintaimu Jessly, bahkan dari dulu cintaku tidak pernah berubah, saat kau tidak pernah melihat cintaku." Leo tersenyum sambil menatap bola mata Jessly.


"Maafkan aku Le, dulu aku sempat mengabaikanmu, itu semua aku lakukan karena ada alasannya, Aku..


" Leo membungkam bibir Jessly dengan Telunjuknya.


Leo menggeleng"aku Tau , aku sudah tahu semuanya." membuat kening Jessly berkerut.


"maksudmu?


" Jimi sudah memberitahukan semuanya kepadaku.." jawab Leo


"Kak Jimi?


Leo mengangguk


"Apa saat ini kau sudah bisa menerima cintaiku Jess?


Jessly mengangguk sambil tersenyum" aku Juga mencintaimu Le" membuat Leo juga sangat senang mendengar ucapan itu keluar dari mulut Jessly, akhirnya .


Leo Pun memeluk Jessly


" Tapi, bagaimana dengan kekasihmu." Ucap Jessly seketika teringat Leo memiliki seorang kekasih.


"Kekasih?


" Iya..Jessly menengadah agar bisa melihat wajah Leo


Leo sedikit berpikir, lalu seketika ia teringat dengan "Yuliana?


Jessly melepaskan pelukan Leo


" Hmmmm mungkin itu.." Ucapnya dengan Cemberut.


Leo tersenyum melihat tingkah Jessly yang terlihat Lucu saat sedang cemburu.


"Mrs.Yuliana hanya rekan kerja bukan kekasih aku.." Leo memeluk Jessly denga posesif, jadi jangan Cemburu terhadapnya sayang." ucap Leo lagi.


"Si-siapa yang cemburu.." Jessly begitu nyaman dipeluk oleh Leo.


perlahan Leo melepaskan pelukannya, dengan cepat Leo menempelkan Bibirnya di bibir Jesslly, membuat Jessly sedikit terkejut.Leo mencium bibir Jessly dengan sangat Lembut, sementara Jessly menikmati ciuman yang diberikan oleh Leo.


ciuman itu berlangsung sangat lama, hingga Leo mengangkat tubuh Jessly dengan pelan dan membaringkannya ditempat tidur tampa melepas ciuman itu.sebentar Leo melepaskan ciumannya lalu menatap Wajah Jessly dengan intens.


"Apa aku boleh melakukannya sekarang , sayang.." Leo berkata dengan suara seraknya, sehingga terdengar sexsi di telinga Jessly.


Jessly tersenyum lalu mengangguk dengan pasti.setelah sekian bulan, akhirnya Leo akan merasakan malam pertama dengan istrinya.


perlahan Leo membuka pakaian Jessly serta pakaiannya.kini tidak ada lagi yang menutupi tubuh mereka, mereka saling mengangumi satu sama lain.


Leo menindih Jessly, mereka kembali berciuman .Leo mematikan lampu utama.


"Mungkin ini akan sedikit sakit sayang." Ucap Leo kepada Jessly.wajah Jessly masih terlihat Oleh lampu hias kamar.


"Lakukanlah Le, itu adalah hak mu , mulai sekarang aku akan melakukan kewajibanku." ucap Jessly malu-malu.


Leo tersenyum lalu melanjutkan aksinya, ciuman mereka semakin panas, Jessly sangat menikmati permainan Suaminya, Leo tidak meninggalkan satu inci pun dari tubuh Jessly.


"Katakan kau mencintaiku , sayang." bisik Leo.


"Aku mencintaimu Leo anggara.." balas Jessly dengan suara begitu seraknya.


Membuat Leo tersenyum puas.


Leo pun melakukan penyatuan mereka untuk pertama kalinya, awalnya Jessly merasakan sakit dibagian intinya, namun selanjutnya jessly merasakan kenikmatannya.


pada malam itu entah berapa kali mereka melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2