
"Ah , kenapa dia selalu berada disekitarku, dia membuat ku kesal saja, kau lihat tadi bukan?dia memperlihatkan wajah tidak bersalahnya kepadaku, , ciehh makan bersama wanita cantik pula, pantas saja sudah tidak mengenaliku lagi." Jessly terus mengoceh dari tadi dengan kesal . Membuat Helena yang mendengarkannya hanya tersenyum kecil, karena melihat tingkah Jessly.
Saat ini mereka sudah berada didalam perjalanan untuk pulang.
" Sebenaranya kau sedang kesal atau cemburu sih?" Tanya Helena
"Maksudmu apa? si-siapa yang cemburu." Elak Jessly dengan salah tingkah.
Helena hanya menggelengkan kepalanya.
Jessly sudah menceritakan semuanya kepada Helena tentang dirinya dan Leo.dan yang tadi mereka lihat adalah Leo.
Dan menurut Helena saat ini sahabatnya itu sedang terkena senjata makan Tuan.
Jessly sudah yakin bahwa itu adalah Leo, karena dia sudah mengecek sendiri kepada Dira,Bahwa Leo sudah pindah ke Irlandia , Dira juga sudah menceritakan semua tentang asal usul Leo yang sebenarnya.
FLASH OFF
Selesai dengan masalah keluarganya, setelah paman Keenan pamit beberapa menit yang lalu, Chantika menyuruh Jessly untuk segera beristirahat, Jessly menurut, karena dia memang sangat lelah hari ini. ia pun pamit untuk Pergi kekamarnya. Sementara Jimi dan Chantika masih berbincang diruang tamu.
Dikamar
Jessly langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia menatap plafont langit -langit kamar sambil tersenyum senang, akhirnya keluarganya bersatu kembali.
Namun dibalik kebahagian Jessly saat ini ada
kesedihan yang ikut tersimpan dalam hatinya.
Ya, tentu saja Jessly masih memikirkan kejadian dikantor Breslin Group tadi.
Tiba-tiba hati Jessly merasa perih, kala mengingat kata -kata Leo yang menyakitkan hatinya, bahkan laki -laki itu tidak mengejarnya untuk meminta maaf, Jessly berharap Leo mengejarnya dan mengakui kalau dia memang Leo.tapi itu hanya menjadi angan-angan Jessly.
Entah kenapa saat ini Jessly seperti berharap kepada Leo, padahal dulu saat Leo ingin mendekatinya Jessly tidak pernah memberi kesempatan atau respon sedikitpun kepada Leo, saat itu Jessly memberi jarak yang untuk Leo pada dirinya.bukan tampa sebeb Jessly melakukan hal tersaebut, tentu ada sebabnya, , tapi sekarang, semua seakan berbanding balik .tapi sekarang ada sesuatu yang hilang .perasaan apa ini? Kenapa Jessly seolah dipermainkan oleh hatinya sendiri.
Jessly mengerjap-ngerjapkan matanya, keluar lah cairan bening dari sudut matanya, ternyata sedari tadi mata Jessly sudah berkaca-kaca.
"Ada apa ini? kenapa tiba -tiba aku menjadi serapuh ini, kenapa aku begitu sedih hanya karena laki -laki itu tidak mengakuiku." Jessly memiringkan tubunya kesamping, meresapi perasaannya saat ini.perasaan benci, sedih, kesal kini bercampur aduk.Jessly mengepalkan salah satu tangannya.
Terdengar suara pintu diketuk.
Jessly bagun dan buru-buru mengusap airmatanya, ia tidak ingin orang lain melihatnya menangis, takut akan diejek cengeng oleh orang tersebut, biasanya Jessly yang mengejek orang.
"Masuk.." Sahut Jessly dari dalam.
Ternyata Mbak Ruki yang datang.
"Nona.." Mbak Ruki menghampiri Jessly sambil meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja.
Jessly hanya tersenyum
"Untung Nona tadi tiba tepat waktu, kalau tidak , , bisa habis saya sama Tuan Jimi, Nona." Ucap Mbak ruki ."
"Ya Mbak, maaf ya , gara-gara aku Mbak Ruki hampir saja terkena masalah." ujar Jessly masih menunjukkan senyum palsunya, sebenarnya hati masih sangat sedih.
"Tidak apa-apa, Nona.oh ya apa wawancaranya berhasil?." Tanya Mbak Ruki penasaran.
Jessly menggelengkan kepalanya.
"Yah, , benarkah Nona?." Mbak Ruki ikut kecewa."
__ADS_1
Jessly menganggukkan kepalanya.
"Seharusnya saya membantu Nona lebih awal, tidak perlu berpikir panjang." Ujar Mbak Ruki masih dengan nada Kecewa.
"Tidak apa-apa Mbak, Mbak Ruki juga sudah berusaha, kalau Mbak Ketahuan membantuku keluar dari rumah , pekerjaan Mbak tantangannya, Justru aku yang berterimakasih kepada Mbak Ruki, , sudah tidak perlu disesalkan." Jessly tersenyum sambil mengusap -Usap lengan Mbak Ruki.
Mbak Ruki mengangguk-angguk.
Jessly mengingat kejadian tadi pagi saat ia baru saja terbangun dari tidurnya, saat mengecek ponselnya ada satu notice pesan dari Admin Breslin Group.yang berkemungkinan dikirimkan tadi malam.
jessly menutup mulutnya tidak percaya, bahwa dia salah satu pelamar yang diminta untuk melakukan interview pagi ini.
Saat membaca pesan itu lagi, ia melototkan matanya kala melihat Jam berapa wawancaranya akan dimulai.
"Wawancara akan dimulai satu jam lagi." Jessly bicara sedikit berteriak.
"Aduh, bagaimana ini?aku belum bersiap-siap." Ucapnya lagi, lalu ia keluar dari kamar.
melihat situasi diluar.
Jessly melihat Jimi yang masih belum berangkat kekantor.
"Kenapa kak Jimi belum berangkat kekantor, menyebalkan sekali." Guman Jessly sambil menatap kakaknya dari lantai atas.
Ia pun kembali kekamarnya, memikirkan cara lain agar bisa keluar dari mansion.
"Sepertinya aku butuh bantuan,Helena." Jessly Segera menelepon Helena dan menyuruh gadis itu untuk menjemputnya kepersimpangan jalan mansion.
Helena pun setuju untuk membantu Jessly
"Sebaiknya aku bersiap- siap terlebih dahulu " ucapnya dengan tersenyum lega.
"Nona, , anda Mau kemana?tanya Mbak ruki saat melihat penampilan Jessly , jangan lupa tas besar yang ditenteng oleh Jessly.
" Nona mau kabur?, Tolong jangan lakukan itu , Nona.." Mohon Mbak Ruki.
"Shuut, , , Mbak Ruki jangan Berisik, Nanti ketahuan oleh kak Jimi." Jessly meletakkam jari telunjuknya dibibir sambil menghampiri Mbak Ruki.
"Saya Mohon Nona, Nona Jessly jangan pergi."
"Siapa yang bilang saya mau kabur?
" itu, , nona membawa tas."
"Aishhh, , sini." Jessly membawa Mbak Ruki untuk duduk di tepi ranjang.
Ia kemudian menjelaskan semuanya termasuk rencananya untuk pergi diam -diam.
Setelah berpikir panjang , akhirnya Mbak Ruki memutuskan untuk membantu Jessly.
Flash on
Mobil Helena berhenti diperkarangan mansion .
"Jess, kita sudah sampai." Ujar Helena sambil menoleh kearah Jessly yang tengah melamun.
"Jess." Helena melambaikan tangannya didepan Jessly.
"Ha.."
__ADS_1
"Kita sudah sampai" Ujar Helana lagi.
"Udah sampai ya, Jessly melihat kesekelilingnya.
" Kau tidak menyadarinya?" Tanya Helena , saking sibuknya Jessly melamun .
"melamun terus." ujar Helena lagi
Jessly sedikit menyengir, lalu mengambil barang -barangnya dibagian kursi belakang.
Jessly turun dari dalam mobil
Helena hanya menggeleng, lalu membantu mengambil barang-barang milik Jessly yang masih tersisa didalam mobil.
Didepan pintu Jimi berdiri sambil memainkan ponselnya , lalu memperhatikan kedatangan Jessly dan Helena.
"Kak , Ini.." Jessly menyerahkan belanjaannya kepada Jimi.
"Buat apa?
" Kakak mau bantuin aku kan? bawain belanjaan aku kedalam dong, barat nih." kelih Jessly.
"Ih, kegeeran banget sih,siapa juga yang ingin membantumu, bawa saja sendiri sana." Ujar Jimi sambil menatap Helena.
"Cieeh,aku pikir mau membantuku, membuang-membuang waktuku saja." Kata Jessly dengan kesal.
Jimi tidak menghiraukan Jessly ia malah sibuk menatap Helena dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Jangan menatap Helena seperti itu." Ujar Jessly yang memperhatikan Jimi dan Helena .
"Hel, kamu jangan takut dengan kak Jimi, jangan hiraukan dia." ujar Jessly yang melihat kearah Helena yang sedikit menundukkan kepalanya
Tampa bicara apapun Jimi berlalu menaiki mobilnya.
"Ishh, sebenarnya masalah kak Jimi apa sih, Hel, kenapa dia selalu bersikap aneh seperti itu sekarang padamu."
Helena menggeleng tidak tahu, dia sebenarnya juga tidak tahu apa salahnya pada Jimi.
"Hmmmm, lupakan kak Jimi, Ya sudah, kita masuk dulu yuk Hel." Ajak Jessly
Helena menggeleng
"Aku harus pamit sekarang, lain kali aku kesini lagi." Tolak Helena.
"Kenapa?
" ini, aku harus segera pulang, perawat ayah tadi sudah mengirim pesan." Alasan Helena.
Padahal Helena sudah tidak enak dengan sikap Jimi.
"bagitukah?
"Oh yasudah, makasi ya , kau sudah mau menemaniku hari ini." Ucap Jessly yang diangguki oleh Helena sambil tersenyum.
Setelah memberikan paper beg Helena pamit dan masuk kedalam mobilnya.
Jessly menghela nafas kasarnya.
Setelah Mobil Helena keluar dari perkarangan , Jessly masuk kedalam mansion dengan perasaan sedih, ia masih kesal mengingat Leo makan bersama wanita cantik.
__ADS_1
Jangan lupa , like commen dan voteπππ