Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 31


__ADS_3

Matahari bersinar diufuk timur, pagi ini begitu cerah dengan angin yang begitu tenang, ditambah lagi dengan suara kicauan burung yang merdu berterbangan kesana kemari.


Jessly yang masih menutup matanya menggeser tubuhnya kearah Leo yang masih terlelap disampingnya, Jessly memeluk Leo layaknya sebuah banta Guling.


Jessly meraba -raba dada Leo, ia berpikir kenapa tiba -tiba gulingnya berubah menjadi keras .


Kelopak mata Jessly berhasil terpisah dengan sempurna, ia mengangkat sedikit kepalanya.


"Aaaaa.." Jessly membuka mulutnya lebar -lebar sembari melototkan matanya kala menatap wajah tampan Leo yang tertidur disampingnya.


Buru- buru Jessly menutup mulutnya agar Leo tidak terbangun.Jessly langsung duduk ditempat tidur karena suaranya.


"Ya ampun, , ini benaran Leo." Batin Jessly sambil menatap wajah tampan Leo dengan senyuman samar.hati Jessly hampir meleleh.


"Berarti kemaren aku tidak bermimpi, aku benar- benar sudah menjadi istrinya." Ucap Jessly yang terdengar oleh Leo, sedari tadi Leo sudah terbangun, namun ia belum membuka matanya.


"Ck..tapi jangan terkalu berharap Jessly, , dia tidak mencintaimu, dia melakukan pernikahan ini pasti hanya karena hotel itu." Batin Jessly.


Jessly kembali melirik kearah Leo yang menurutnya masih tertidur dengan damai, lalu ia turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya.


Jessly keluar dari kamar mandi ia terkejut mendapati Leo sudah berada didepan pintu.


"Hey, , pagi Jess , apa tidurmu nyenyak semalam?." Sapa Leo sambil tersenyum pada Jessly.


Jessly bingung mau menjawab apa, sebenarnya ia ingin bersikap acuh dan ketus kepada Leo pagi ini, tapi ia menjadi tidak tega karena Leo menyapanya dengan senyuman.


Tapi karena mengingat akan satu hal, hati Jessly kembali berubah menjadi kesal, ia lebih memilih mengabaikan sapaan dan pertanyaan Leo.Jessly beranjak dari tempat.


"Hah, , Jessly masih saja dingin kepadaku." Ucap Leo sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya.Ia pun masuk kedalam kamar mandi.


Tak lama Leo keluar dari kamar mandi tampa sehelai pakaian pun, hanya handuk putih yang terlilit dipinggangnya.


Jessly yang tengah duduk dimeja rias ternganga melihat tubuh atletis Leo.


"Ya ampun badan Leo bagus banget.." Batin Jessly sambil memandang tubuh putih Leo.Jessly berusaha menelan salivanya.


"Jess, apa kau sudah mempersiapkan pakaian untukku?." Tanya Leo sembari mengelap rambutnya yang basah, ia tidak memperhatikan Jessly yang tengah terkagum-kagum kepadanya.


Tidak ada sahutan.


"Jess.." Leo melirik kearah Jessly


"Hah..." Jessly tersadar , lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Dimana pakaian untukku, apa ada seseorang yang mengantarnya kemari?." Tanya Leo lagi.


"Mana aku tahu, kenapa bertanya kepadaku?." jawab nya ketus, Jessly kembali menatap kearah cermin, Ia kembali berpura-pura acuh.padahal dalam hatinya, ia masih memikirkan tubuh atletis Leo.


Leo lebih mendekat ke Jessly.


"Sekarang kau adalah istriku , Jess.wajarlah aku bertanya padamu, mungkin saja mama sudah menitipkan pakaianku kepadamu atau para pelayan memberikannya padamu?." Ujar Leo sekarang ia akan balik bersikap dingin terhadap Jessly.


Entah kenapa Jessly merasa sakit hati dengan sikap Leo yang seperti itu.


Jessly beranjak dari tempatnya untuk membuka lemarinya.


"Ini pakaianmu, kemaren Mbak Ruki yang memasukkannya kesana." Ujar Jessly masih dengan nada ketus.

__ADS_1


"terima kasih."Tampa bicara apapun lagi


Leo mengambil pakaiannya dari tangan Jessly, lalu berlalu kembali kekamar mandi.


"Kenapa sekarang aku merasa bersalah kepadanya." Batin Jessly melirik pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.


"Pagi semua.." Sapa Jessly pada semua anggota keluarganya yang sudah pada duduk di meja makan.


"Pagi.."


"Pagi juga sayang." Balas Bu hamidah dan Chantika.


"Cieeee pengantin baru." Goda Dira sambil mengedipkan matanya.


"Apaan sih dir." Ucap Jessly memutar matanya, lalu duduk disamping Jimi.


"Suamimu mana Jess?.." Tanya Chantika .


"Ada , masih dikamar ganti baju, ma." Ujar Jessly sembari mengambil roti untuknya sendiri.


"Ya sudah susul gih sana Leo nya,ajak sarapan sama -sama." Ucap Bu hamidah.


Jessly sempat berpikir sejenak.


"Jess, , kamu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh mami?."


"Hemmmms iya ma, mi." Jessly kembali beranjak lalu naik kelantai 2 tempat kamarnya.


Belum sempat Jessly tiba dikamarnya ia sudah bertemu dengan Leo di ujung tangga.Leo tampak menerima telepon .Jessly memperhatikan hal itu.


Leo mendapati Jessly yang beridiri dianak tangga terakhir, mata mereka saling pandang.


"Baiklah saya tutup dulu." Ucap Leo dengan mata yang terus menatap kearah Jessly.Jessly tampak grongi di tatap oleh Leo.


" semua orang sudah menunggumu untuk sarapan." Ucap Jessly.


"Hemmms.." Leo tersenyum samar, lalu berjalan mendahului Jessly.


"Ihhh, , kenapa sekarang aku merasa dia mengabaikanku, apa dia tersinggung dengan perkataanku tadi ." batin Jessly geram sendiri menatap punggung Leo.


"ini sungguh mengkesalkan."


"Pagi semua.." Sapa Leo sambil tersenyum.


"Pagi.." Jawab semuanya.


Leo menduduki kursi kosong, Jessly datang, Ia hendak duduk dikursinya.


"Jess, ambilkan suamimu sarapan." Ucap Chantika yang melihat Leo hendak mengambil Roti sendiri.


Jessly menatap kearah Leo .


"Tapi ma, Leo-


Chantika sedikit melototkan matanya agar Jessly mengerti.


" sekarang kamu sudah menjadi istri Leo, , sudah sepatutnya kamu melayaninya sayang." Ucap Bu Hamidah.

__ADS_1


"I-iya mami.." Jawab Jessly.


Jessly mengambil makanan untuk Leo.


Selesai sarapan Leo pamit untuk membawa Jessly langsung kerumah barunya yang akan mereka tempati.


Itu sudah merupakan kesepakatan sebelumnya.


"Harus sekarang ya mam, kak.aku masih ingin bersama kalian."tolak Jessly sambil bergelayut manja kepada Chantika.


" eeh, , tidak boleh begitu sayang, sekarang kau harus mematuhi suamimu, kau harus ikut kemanapun ia pergi , ya." Ujar Chantika.


Jessly melengut melirik kearah Leo.


"Kami pamit ma, kak jimi.."ujar Leo sambil mencium tangan mertuanya.


Chantika mengangguk sambil tersenyum.


" Kalian hati- hati ya, Leo tolong jaga adik kesayanganku ini baik -baik , ya."ucap Jimi sambil mengusap-usap kepala Jessly yang tengah memeluk Chantika.


"Tentu kak.."Ujar Leo


"Ma, , Jessly pamit ya, , " Masih Dengan Memeluk Chantika lalu mencium pipinya.


Berat Jessly melepaskan pelukan mamanya.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya Leo dan Jessly sampai disebuah rumah yang terbilang cukup mewah itu.


"cup...


" perjalanan kami jaraknya tidak terlalu jauh, tapi dia terlelap begitu pulas." ucap Leo sambil mengusap -usap kepala Jessly.


"lucu sekali sih.." leo menyentuh pipi putih kemerarah-merahan Jessly.


"ugh...Jessly menggeliat.." Leo segera menjauhkan tangannya.


perlahan Jessly membuka matanya.


ia sedikit terperanjat dan memperhatikan situasi sekitar.


"Kita sudah sampai?.." tanya Jessly sedikit menguap.


Leo mengangguk


"Ayo turun.." Ajak Leo datar.


"Hemmms.." Jessly tampak kecewa dengan sikap Leo.


Ia keluar dari dalam mobil dengan cemberut.


Jessly kembali memutar kepalanya untuk memperhatikan sekitar, sementara Leo ia sibuk mengambil barang -barang Jessly yang ada didalam bagasi mobil.


" Rumah ini besarnya sekali, aku dan Leo akan tinggal disini, berdua saja." guman Jessly.


"Ayoo.." Leo membuyarkan lamuman Jessly yang tampak sedang melamun.


"hemmms Iya.." Jessly mengikuti Leo untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2