Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 69


__ADS_3

"Eeh tunggu, , tapi,apa si nenek lampir udah bayar pesanannya ?." Seketika viona menghentikan tawanya, dan mengingat sesuatu.


"Hemmm ...Mungkin dia belum bayar." Jawab nana santai sambil menghentikan tawanya.


"Yahh rugi dong gue, , , , terus siapa yang bayar nih kue." Katanya lagi sambil melihat kue yang masih utuh didepannya.


Nana menggedikkan bahunya.


"Dasar pelakor, , , udah mesan kue yang enak malah nggak bayar, main kabur begitu saja." Gerutu viona.


"Udah lah vi, , cuman beberapa kue ini, itu juga tidak akan membuat kamu bangkrut...tapi kamu lihat tadi expresi wajah nona alice itu saat kita mengalahkan preman preman yang dikirimnya, dia tampak marah dan kesal.


"Hahahahhha." Seketika viona melupakan masalah kue, dan tertawa kala membayangkan wajah alice tadi.


"Berani beraninya dia ngancam kita, dia pikir dia siapa, , , dia kira kita takut sama dia nak." Seketika tawa viona kembali pecah.

__ADS_1


"Tapi gue tadi nggak nyangka lo nak, lo udah berani gunain ilmu beladiri lo, biasanya kalau gue dan dira berantam sama orang, lo bakalan hentiin kita berdua, dengan alasan kasihan ama lawan kita." Ucap viona lagi.


"Yaaah gitulah vi, , , sebenarnya aku juga udah pernah sih gunain ilmu beladiri ini saat masih diamerika.dan sejak mulai hari itu aku bertekad buat gunain ilmu beladiriku untuk melindungi diriku dari kajahatan.


" tapi sekarang yang jadi lawanku itu, perempuan yang mau rebut suami aku, aku juga takut kalau mereka kenapa napa kalau aku pakai ilmu beladiri buat melawan mereka.


"Kamu juga tidak tau bagaimana cara memaki orang, makanya aku diam saja saat orang ketiga berusaha untuk masuk kedalam hubungan rumah tanggaku, tapi kalau mereka udah main fisik , sekarang aku rasa aku bisa mengatasi mereka.


"Loh sih na, paling nggak tegaan orangnya, pelakor sekarang itu , , dia nggak berani nyerang sendirian...tuh lihat kayak sialice , dia malah nyuruh orang buat ngancam lo, , tapi dia nggak tau sedang berusan dengan siapa, ya nggak." Ucap viona sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Hah... coba aja ada dira disini, dia pasti bakalan senang tu dengan perubahan lo saat ini, lo udah lebih berani, mungkin juga nanti lo bakalan dianggap bar bar" Ucap viona lagi sambil tertawa.


"Iya vi, , , coba aja kita bisa ngumpul bareng bareng lagi kayak dulu ." senyum yang tadi muncul dibibir masing masing sekarang hilang tiba tiba .


"Udahlah nak, kita berdoa saja, semoga nanti kita di pertemukan lagi dengan dira." Ujar viona yang juga ikut merasa sedih.

__ADS_1


Nana mengangguk tanda menyetujui perkataan viona.


"Yang jelas sekarang kita harus senang, karena hari ini kita ngalamin kejadian yang tak terduga, kejadian yang menyenangkan, perdana gue ngelihat aksi lo." Ucap viona yang dibalas senyuman lebar oleh nana.


Entah kenapa nana hari ini juga tampak senang, karena berhasil mengalahkan para preman itu..ingin rasanya ia menpitas pitas kembali kepala para preman itu.


Rasanya ia belum puas.


"Sebenarnya gue mulai cemas sih,tapi gue takut mau bilang sama lo nak, , ini permintaan dira sendiri agar tidak memberitahu nana , , dulu dira pernah bilang bahwa ia akan dioperasi, apakah operasinya tidak berhasil? Sehingga ia tidak bisa lagi menghubungi gue, , bahkan kontak tante hamida juga tidak dapat dihubungi." Batin viona sambil melirik kearah nana.


"Tidak!


" viona lo harus tetap positif thingking, , jangan mikir yang nggak nggak tentang dira."viona menggelengkan kepalanya untuk menghilang pikiran buruk dikepalanya.


jangan lupa like commen dan vote yah

__ADS_1


biar author semangat lagi nulisnya๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™


__ADS_2