
" kamu ketus banget sama leo jeslee, ingat benci sama cinta itu beda tipis loh jes." ucap nana ketika jeslee sudah ada didekatnya.
"hah" jawab jeslee
"siapa yamg ketus sama leo nan, aku nggak ngerasa tuh." elak jeslee sembari melirik doktet faras malu malu.
nana hanya tersenyum sambil nggeleng nggeleng kepalanya, jelas seperti itu semua teman temannya juga pada tau, bagaimana jeslee memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap leo.
"ciee yang dapat bunga barengan, bakalan jadi calon pengantin selanjutnya nih." goda viona pada jeslee.
"jangan mulai lagi deh, jadi malas aku." ucap jeslee kesal sambil mengembungkan kedua pipinya.
"kenapa nggak suka sama leo sih?, padahal leo orangnya baik loh." tanya viona sambil menyenggol lengan jeslee , penasaran segitu bencinya pada leo.
"hemmm."
jesle sempat berpikir.
"siapa yang benci dia sih, aku tidak benci." jawabnya kemudian.
ia mengingat kembali kejadian pertama dan kedua di hari pertemuannya dengan leo, bagi nya bertemu dengan leo adalah hari kesialan.
"dia hanya menyebalkan , menurutku" jawab jeslee lagi.
"menyebalkan?."
"hmmmm ." jeslee mengangguk pasti.
" seingatku perasaan leo orangnya tidak menyebalkan."pikir nana yang juga disetujui oleh viona.
"eh tapi benar juga kata jeslee, , leo kan dulu pernah bertengkar dengan dira, , mungkin dia memang menyebalkan." ucap viona ketika mengingat semasa sekolah dulu.
"ah sudah jangan membahas sikutu kumpret itu lagi, kupingku panas mendengarkannya, oh ya arza mana?" tanya jeslee mengalihkan pembicaraan.
"sama daddynya." ucap viona.
"oooo ." ucap jeslee sambil melirik kearah kevin , pandu dan juga dr.faras yang tengah berbincang disalah satu kursi tamu."
"dokter faras makin hari makin tampan, aku jadi makin gimana gitu." puji jeslee dalam hatinya, tidak lupa ia tersenyum manis sambil meletakan bunga pengantin yang tadi didadanya.
💙💙💙💙💙
setelah seharian merayakan pernikahan mereka , dira tampak kelelahan menghadapi tamu yang berdatangan untuk memberi selamat.
"kamu capek , sayang?." tanya arka pada dira.
"sedikit hehehe." ucap dira berusaha tersenyum, padahal saat ini kaki sudah terasa kram karena kelamaan berdiri.
"kalau kamu cepek bilang padaku ya." ucap arka yang diangguki oleh dira sambil tersenyum.
acarapun telah selesai, banyak dari para tamu yang sudah meninggalkan tempat acara, hanya keluarga dan para sahabat dari dira yang masih tersisa.
namun beberapa saat kemudian mereka juga pamit untuk pulang.
__ADS_1
didalam kamar pengantin
kedua pengantin itu tengah duduk ditepi tempat tidur saling pandang dan saling diam satu sama lain.
suasana tampak canggung.
"kenapa aku jadi gugup begini didepan dira." batin arka masih melirik kearah gadis yang sudah menjadi istrinya.
"aduuhh, gue harus gimana nih, apa yang harus gue lakuin sekarang, arka pasti.." batin dira mengelus elus bukung jarinya
dira mengingat akan perkataan viona dan juga nana.
"ehemm."dira mengarahkan perhatiannya pada arka.
" apa mungkin sekarang, oh tuhan."batinnya lagi.
"sayang, , besok kita bakalan langsung pindah ke apartementku, apa kamu setuju?tanya arka untuk mencairkan suasana.
" aku pikir dia bakalan ngomong apaan."batin dira lagi.
dira tersenyum lalu mengangguk.
"okey, nggak papa kok." jawan dira kemudian.
arka mengangguk senang.
susana kembali hening.
" hemm , arka.
"aku sangat gerah, a-aku mau mandi dulu." pamit dira yang tidak tahan dengan kecangguan ini.
kebetulan badannya memang sudah lengket, badannya terasa lelah, rasanya dira ingin merendamkan tubuhnya didalam bhatup.
"ya sudah, mandilah dulu, nanti kita bergantian ya." ucap arka sambil melepas jas yang sedari tadi melekat ditubuhnya.
dirapun bergegas masuk kedalam kamar mandi.
selesai membersihkan diri, dira bergantian dengan arka.
dira telah selesai menggunakan pakaian tidurnya, saat ini ia tengah duduk didepan meja rias , menatap dirinya didepan kaca, sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh nana dan viona sebelum mereka pulang tadi.
"ingat ya dir, dandan yang cantik seperti yang diajarkan oleh nana, biar malam ini arka klepek klepek sama lo." ucap viona sambil mengedikkan salah satu matanya kearah dira.
"kalian ini bikin malu aja." dira menatap kedua temannya secara bergantian dengan wajah malu.
dira kemudian mengambil beberapa sincare malam untuk di oleskan kewajahnya.
"memang harus seperti ini ya." guman dira sendiri, tangannya masih sibuk memijit mijit bagian wajahnya.
setelah menggunakan sincare malam, wajahnya dira terlihat lebih segar.
"wah ternyata benar apa yang dikatakan si jeslee dan nana, kulit wajahku terasa lebih kencang." ucap dira memperjelas wajahnya kearah kaca
__ADS_1
dira kemudian menyisir rambutnya yang sudah kembali panjang itu.
"rasanya seperti mimpi, , aku sudah menjadi seorang istri sekarang, istrinya arka." dira tersenyum membayangkan wajah arka.
"arka, , hari ini malam pertama kami.
" duh kenapa tiba tiba aku jadi gugup seperti ini ya."dira memegangi dadanya, jantung terasa berdetak dengan kencang.
karena terlalu asyik bersolek, dira jadi lupa untuk apa dia bersolek malam ini.
"haduh." dira menghela nafasnya.
dan..
ceklek..
pintu kamar mandi terbuka, arka keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.
dira yang mengintip arka dari sebalik cermin tak berani berbalik arah kearah arka.
tak terasa jantung dira kembali berdetak tak karuan , selain melihat wajah arka yang terlihat makin tampan setelah mandi mata dira juga terfokuskan kepada dada bidang arka, berusah ia menelan salivanya.
"benar itu arka, suami gue." batin dira, dira menutup mulutnya tidak percaya.
"sayang.." tampa dira sadari ternyata arka sudah ada dibelakangnya dan memeluknya dari belakang.
"hah." dira terperangah menatap arka dari arah pantulan cermin.
"cantik, , istriku cantik sekali." puji arka sambil membelai wajah dira.dira hanya tersenyum malu sambil menerima belaian dari arka.
arka lalu membalikkan tubuh dira agar menghadap dirinya, dikecupnya kening istrinya itu.
pikiran dira bertambah liar kala melihat dada bidang arka dengan begitu dekat.
dan tampa aba aba arka langsung mengangkat tubuh dira , dira begitu terkejut dan reflek mengalungkan tanganya keleher arka.
"apa harus sekarang." batin dira sambil memejamkan matanya.
melihat dira tersenyum arka tersenyum dan langsung menyambar bibir manis dira yang sudah ia damba dambakan sejak dulu.
arka ******* bibir dira mengecupnya beberapa kali sambil membawa dira keatas tempat tidur.
dengan perlahan arka membaringkan tubuh dira diatas tempat tidur, lalu kembali mengecup kening dira.
"sayang, , boleh aku melakukannya, aku sudah tidak tahan?." tanya arka pada dira yang sudah membuka matanya.
dira tersenyum lalu mengangguk menginzinkan.
arka tersenyum dan melancarkan aksi malam pertamanya , untuk memiliki istrinya seutuhnya.
.
.
__ADS_1
.
maaf ya , lama up, ,