
2 bulan kemudian
Akhirnya tibalah hari pernikahan Leo dan Jessly dilaksanakan.
Pernikahan di adakan dimansion Jimi dengan sangat sederhana, itu merupakan permintaan Jessly sendiri, hanya keluarga terdekat dan sedikit tamu dari luar yang menghadiri pernikahan itu.
Selesai dirias, Jessly menatap wajah cantiknya didepan cermin.
"Tuhan, apakah aku akan siap hidup dengan orang yang tidak mencintaiku."Batin Jessly.pasalnya Jessly tidak tahu bagaimana perasaan Leo terhadapnya, dan dia juga tidak tahu bagaimana perasaannya sesungguhnya kepada Leo.
Jessly menatap kearah kesebuah bunga kering yang dibekukan, yang ia letakkan disebuah asbak kristal diatas nakas.
Jessly kemudian mengambil bunga tersebut.
Memperhatikan bunga itu lalu menarik kedua sudutnya membentuk senyuman.
Ia teringat kejadian disaat hari pernikahan Dira.Ia dan Leo lah yang mendapatkan bunga yang dilemparkan oleh Dira.
" sahhhhh." Jawab semua orang, membuat jantung Jessly berdetak dengan kencang, Leo berhasil mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas.
Setelah pembacaan doa, pak penghulu memerintahkan kepada Jessly untuk mencium tangan Leo dan Leo mencium kening Jessly.
Jessly sedikit ragu-ragu lalu menatap kearah Leo, Leo tersenyum kepadanya.
"Apakah itu senyuman kebahagian, atau ia hanya pura -pura bahagia didepan semua?."Batin Jessly.
Leo pun mencium kening Jessly dengan sangat lama, membuat semua keluarga menatap mereka dengan penuh kebahagiaan.
Selesai berfoto antar keluarga, Chantika pun mengenalkan Bu Hamidah dan Dira kepada besannya sembari menikmati hidangan yang telah disediakan.
Tidak ada resepsi mewah, yang ada hanya hidangan biasa dimeja prasmanan yang disediakam untuk tamu dan keluarga.awalnya Tuan Breslin tidak setuju akan hal itu, ia ingin membuat pesta besar-besaran untuk Leo dan Jessly.namun Jessly menolaknya, ia belum siap pernikahannya tersebar ke publik.
" Jessly, , gue nggak nyangka lo nikah sama Leo." Heboh Dira.
Arka , Dira dan Bu hamidah datang atas permintaan Jimi.
"Pantasan kemaren-kemaren lo nanya-nanya soal Leo kegue, oh jadi gini ya akhirnya, dulu sok-sok nolak." Ucap Dira , dengan cepat Jessly menutup mulut Jessly, Jessly takut Leo mendengar ucapan Dira.
"Sstttt, , kamu jangan buat aku malu." Bisik Jessly sambil melirik kearah Leo dan Arka.
"Lah emang benarkan, Lo.." Jessly kembali membekap mulut Dira, lalu memicing-micingkan matanya.
"Ck...Dasar bumil, , tidak bisa jaga rahasia, , oh ya sudah berapa bulan kandunganmu ini?." Tanya Jessly sembari mengalihkan pembicaraan.
"Hmmm sudah mendekati angka 7 bulan." Ucap Dira senang sambil mengelus-elus perutnya"gue doain semoga lo cepat dapat momongan sama Leo." ucap Dira lagi.
__ADS_1
"Hmmmm.."Jessly hanya tersenyum kaku.
" Oh ya ini kado dari Nana dan Viona, mereka juga nggak nyangka kalian menikah, mereka minta maaf karena tidak bisa hadir kesini." Ucao Dira lagi.
"Hmmmm, ,tidak apa-apa, mereka memberi selamat saja aku sudah senang" Ucap Jessly sembari tersenyum.
"Oh ya Le, Kevin dan Pandu juga nitip salam buat lo, lain kali jika mereka ada kesempatan, mereka akan datang berkunjung kesini." ucap Arka yang diangguki oleh Leo.
Selesai memberi selamat dan kado terhadap sepupunya itu, Dira dan arka pun turun dari pelaminan.
" akhirnya selesai juga, aku sudah capek berdiri sedari tadi." Ucap Jessly lega, akhirnya ia bisa duduk.
Kini tinggallah Leo dan Jessly berdua duduk dipelaminan.
Jessly mengalihkan pandangannya kearah lain, karena sedari tadi Leo memandanginya.
" ekhemmm." Leo berdehem.
Tidak ada respon dari Jessly
Jessly melirik-lirik sedikit
Leo semakin mendekatkan dirinya.
"Kau Kenapa?." Jessly memberanikah diri menatap kearah Leo yang sudah duduk berdempet-dempet dengannya.
"Tadi dira bicara apa?." Tanya Leo lembut.
Membuat Jessly melototkan matanya, takut-takut Leo mendengar semuanya.
"Kau tidak perlu tahu, itu urusan kami." Ucap Jessly ketus kemudian.
Leo manggut-manggut.
Walaupun Jessly selalu bersikap ketus kepadanya, namun Leo selalu menyambut Jessly dengan senyuman.
"Aku tidak menyangka, kita bisa menikah Jess." Ucap Leo membuat Jessly menata mata Leo.
"Apa maksudnya, dia sungguh bahagia dengan pernikahan ini?lalu bagaimana dengan kekasihnya itu." Batin Jessly lagi.
Leo melirik kearah kaki Jessly yang sudah terlihat kemerahan ulah sepatu hak tingginya.
"Apakah itu sakit?." tanya Leo.
"Apa ?
__ADS_1
Leo melirik lagi kekaki Jessly diikuti oleh Jessly
"Tidak sakit kok , aku sudah biasa memakai sepatu hak tinggi." elak Jessly sembari memundurkan kakinya.
Tampa bicara lagi Leo langsung menggendong tubuh Jessly ala bridal style .
"Hey apa yang kau lakukan Leo?." tanya Jessly terkejut sambil mengalungkan tangannya keleher Leo.
"Sudah diam,aku akan mengantarmu kekakamar."
"Hah, maksudmu sekarang, aku belum siap" Jessly terkejut dia sudah berpikir yang tidak tidak.
"Siap apa, tamu kita sudah pergi, sebaiknya kau membersihkan diri dan beristirahat, Kau Juga pasti Lelah bukan."
"Oh , , aku pikir tadi...
"Pikir apa, Jangan bilang tadi kau berpikir..."Leo menarik kedua sudut bibirnya menggoda Jessly.
" Apaan sih.."
Perkataan Leo membuat Jessly malu, dia sudah berprasangka yang tidak-tidak, ia menunduk dengan pipi yang bersemu merah.
Leo tersenyum menatap Jessly.
***
semua tamu undangan pada sudah pulang termasuk keluarga Breslin.
Selesai mengantar Jessly , Leo kembali kebawah tempat keluarga berkumpul .
"Leo, , tante tidak menyangka kau akan menjadi menantu tante juga,tante harap kamu akan selalu menjaga Jessly." Pesan Bu Hamida, pesan yang sama diucapkan Oleh Jimi terhadap Leo.
"Pesan Mama, Tante, dan Kak Jimi , pasti akan aku laksanakan, jujur aku sangat mencintai Jessly, tente ,aku tidak membiarkan siapapun menyakitinya termasuk aku sendiri." Janji Leo.
Membuat ketiganya mengangguk senang.
"Dan untuk Chantika, sekali lagi aku minta maaf karena dulu pernah berburuk sangka terhadapmu." Ucap Bu hamida sambil mengenggam tangan Chantika.
"Tidak apa-apa Mida, aku mengerti situasinya, aku malah berterima kasih kepadamu, kau telah menjaga anak-anakku selama aku pergi." Jawab Chantika membuat semua orang tersenyum bahagia.
selesai berbincang- bincang Leo kembali kekamar Jessly, ia mendapati Jessly sudah tertidur pulas diatas tempat tidur, selesai membersihkan diri Jessly langsung merebahkan dirinya.
Leo menghampiri Jessly dan duduk disampingnya.Leo tersenyum sembari mengusap-usap lengan dan kepala Jessly, saat ini Jessly tidur menyamping membelakangi Leo.
"cup....
__ADS_1
" selamat malam sayang." bisik Leo dengan suara sraknya.lalu memberikan selimut sampai leher Jessly.
Leo beralih masuk kedalam kamar mandi Jessly untuk membersihkan dirinya.