
"tuan , bukankah itu nona yang kita temui dirumah sakit waktu itu?." ucap tanya rio pada leo.
"jessly ." ucap leo , tampa sadar menyebut nama jessly.dan di dengar oleh rio
"apa tuan mengenal nona itu?
seketika lamunan leo buyar.
tampa menjawab pertanyaan rio, leo bergegas menghampiri jessly.
"kau tidak papa ? ucap leo spontan dengan nada khawatir.
membuat jessly mendongakkan kepalanya, lalu melototkan matanya.
" Le...tiba tiba ucapan jessly terhenti.mereka menatap satu sama lain dengan sangat lama.
"ah, aku lupa , diakan bukan Leo." batin jessly sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
leo lupa bahwa jessly tidak mengenalnya, leo kembali mengubah ekpresinya.
"nona , apa kau baik-baik saja? bos saya bertanya pada anda." ucap rio yang tadi melihat ekpresi kekhawatiran diwajah leo.
"aku tidak papa, tadi aku hanya kaget saja." ucap jessly sambil menoleh kearah lain.
jessly sedikit mengurut dadanya, menenangkan jantungnya yang masih berdetak kencang karena kaget.terlihat tangan jessly yang berisi dokumennya masih gemetaran.dan leo memperhatikan akan hal itu.
"apa aku masih menyukainya, ingin sekali aku memeluk jessly, aku sangat khawatir." batin leo sambil menatap jessly dalam.
"kami minta maaf nona, nona tiba tiba berada didepan mobil, supir kami tidak melihat nona dan hampir saja menabrak nona." ucap rio meminta maaf.
"seharusnya aku yang meminta maaf , untuk kedua kalinya aku melakukan kesalahan." ucap jessly tulus sambil menundukkan kepalanya, lalu melirik kearah leo sebentar.
"sa-saya berlarian sembarangan." jessly melirik kearah leo
"kalau diperhatikan wajahnya mirip sekali dengan leo, tapii....jessly memperhatikan penampilan leo dari bawah sampai atas."
"ini sama sekali bukan style nya leo."batin jessly lagi.
" nona jessly, kenapa anda meminta maaf kepada mereka, jelas -jelas mobil mereka yang hampir saja mencelakai anda." ucap pengawal jessly sambil menatap tajam kearah leo dan rio .
leo dan rio mengerutkan keningnya kearah pengawal jessly.
"kau diamlah." jessly melirik kearah pengawalnya , melotot matanya dengan kesal.
__ADS_1
"jelas-jelas aku yang salah karena menyebrang sembarangan, dia masih berbicara seperti itu, masih untung kedua orang ini tidak melaporkanku kepihak yang berwajib." guman jessly, dia sudah sedikit tenang.
leo tidak terima akan ucapan pengawal jessly
"hey, berani kau menyalahkan kami, jelas jelas disini tidak ada zebra cross untuk menyebarang, dia malah seenaknya menyebrang sembarangan." leo melirik jessly yang tengah menatapnya.
"untung saja mobilku tidak menabraknya, kalau iya, siapa yang akan disalahkan disini?
jessly menatap leo sambil mengerutkan keningnya, tidak menyangka laki laki itu akan bicara seperti itu.
"kami bisa melaporkan nona ini kalau kami mau, dia bisa dihukum berat karena telah melanggar aturan lalu lintas, dilakukan olehnya sangatlah berbahaya." ucap leo lagi.
jessly hanya menunduk.
pengawal jessly diam tidak berkutip lagi
"dan kau." jessly mendongakkan kepalanya seketika
"lain kali jangan pernah melakukan hal gila seperti itu lagi, berlarian dan menyebrang sembarangan dijalanan.
" cukup ini pertemuan terakhir saya dengan anda yang sangat ceroboh ." ucap leo pada jessly dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, tatapan mereka kembali bertemu, namun dengan cepat leo memutusnya.
ingin jessy membalas perkataan leo, tetali tidak bisa.sedih , beserta sakit hati yang dirasakan oleh jessly atas ucapan pria yang tidak ia ketahui itu. entah kenapa jessly begitu tidak terima pria itu berbicara seperti kepadanya, tapi pria itu memang benar, jika tadi jika terjadi sesuatu terhadapnya memanglah sepenuhnya kesalahan dari jessly.
"tahan perasaanmu leo,
"apa aku sangat keterlaluan bicara seperti kepadanya."batin leo
"kita kembali." perintah leo pada rio tampa meghiraukan ucapan jessly.
"baik tuan."
"tunggu."
leo hendak berbalik, namun dihentikan oleh jessly.
"saya benar -benar meminta maaf." ucap jessly .
leo tidak menjawab, ia berlalu masuk kedalam mobilnya.
mobil yang ditumpangi leo sudah pergi menjauh dari sana.
namun pandangan jessly masih tidak bergeming menatap mobil itu.
__ADS_1
"hatiku begitu sakit oleh ucapan pria itu ,tapi dia benar , jelas jelas aku yang salah, sudah sepantasnya dia bicara seperti itu, namun.. kenapa aku merasa tidak terima dia berkata seperti itu padaku?batin jessly sambil mengelap sudut matanya.
" nona , sebaiknya anda kembali ke mobil." ucap pengawal jessly, membuatnya ia menoleh ke arah sang pengawal,
sekian detik jessly pun mengangguk.
"antar aku pulang sekarang." ucap jessly lalu berjalan meninggalkan pengawalnya kearah zebra cross.
"setiap melihat pria ini, aku selalu mengingatnya."
"aku pikir dia itu leo,, tapi sekarang aku yakin dia bukanlah leo, , , sifat dan kepribadiannya sangatlah berbeda."
masih terngiang-ngiang olehnya ucapan pria tadi, entah kenapa sekarang dia merasa kesal
"pria tadi sangat lah dingin, sombong dan angkuh, seperti dia saja yang tidak pernah melakukan kesalahan, aku sangat membecinya." teriak jessly dalam hatinya.
"cukup ini pertemuan terakhir saya dengan kau nona yang ceroboh." ejek jessly memperagakan ucapan leo, , , memangnya siapa yang ingin bertemu lagi dengannya., ck .." ucap jessly sambil mendelikkan matanya.
"hah leo, kenapa aku tiba- tiba merindukan laki laki menyebalkan itu." batin jessly sambil menatap langit dari balik jendela mobil.
visual baru :
leo
jessly
helena
jimi
michell
jangan lupa like , commen dan vote yah.
__ADS_1