
selesai dengan acara sakralnya, kemudian acarapun dilanjutkan, kedua pangantin telah berdiri dipelaminan menunggu para tamu undangan memberikan ucapan selamat dan menikmati hidangan yang telah disiapkan.
"yeah, , selamat ya dir, akhirnya sah juga." ucap viona antusias sambil memeluk dira.
"iya vi, makasi ya.
"arka, selamat ya, , nggak nyangka gue, jodoh lo ternyata dira, hehehe." sambil menjabat tangan arka.
"makasi vi." membalas jabat tangan viona.
"selamat ya dira, semoga pernikahan kamu dan arka langgeng, sampai maut memisahkan."ucap nana sambil memeluk sahabatnya itu.
" makasi ya nan."jawab dira senang.
"aku juga ngucapin selamat ya dir, nggak nyangka aku kamu bisa nikah muda, semoga cepat dapatin keponakan buat aku, heheheh." ikut memeluk dira.
"iya , makasi ucapannya jeslee, sepupu gue yang super duper nyebelin ." ucap dira tertawa sambil membalas pelukan jeslee.
"jahat banget sih bilang aku nyebelin, siapa juga yang nyebelin." jawab jeslee pura pura ngambek.
"hehehe , cuman bercanda kok." ucap dira lagi
senyuman jeslee kembali terbit.
sedari tadi perhatian leo tidak luput dari pandangan jeslee, namun orang yang dipandang mengabaikannya , memilih pura pura tidak tahu.
"sebenar apa yang kurang dari gue." batin leo melirik kearah jeslee yang tengah tetsenyum manis kearah yang lain.
"kenapa lo nggak pernah ngasih kesempatan buat gue jes."
"ehem, , , viona memiringkan kepalanya kearah dira, , jangan lupa beritahu kita kita kalau udah ada baby didalam sini ya dira." bisik viona sambil melirik kearah perut dira, sehari tiga ronde."viona mengedipkan matanya.
"apaan sih." wajah dira tampak bersemu merah, disambut oleh ketawa semua teman temannya.
saat asyik asyik berbincang, tiba tiba mereka semua melihat kearah dokter faras yang tengah naik keatas pelaminan ia sangat tampan dengan tangan yang dimasukkan kedalam sakunya, nana tampak diam melihat dokter faras, sedang jeslee begitu terpesona melihat dokter itu, senyuman manis tidak lupa ia sunggingkan.
"wah calon suami impianku."batin jeslee.
" hay semua." sapa dr.faras pada teman temannya.
"ya bro." jawab kevin dan leo.
pandu hanya mengangguk.
"bu hamida."sapa dr faras dengan sopan.
" wah dokter faras, tente senang banget dokter ada disini, , terima kasih sudah datang keacaranya dira ya."ucap bu hamida.
"iya bu sama sama." ucap dr.faras sambil tersenyum.
sayang laki laki itu tidak jadi menjadi menantunya,walaupun memang sempat berkeinginan menjodohkan dira dengan dokter faras, namun bu hamida menerima keputusan anaknya untuk memilih arka, bu hamida juga sangat senang dengan keputusan dira.
"buat dira sama arka, selamat atas pernikaham kalian." ucap dr.faras.
"makasi dok " ucap dira sambil tersenyum
"makasih ras ucapan, , dan gue sekali lagi berterima kasih sama lo, karena lo udah rawat dira sebaik mungkin , sampai ia sembuh total.
" sama sama ark, memang sudah kewajibanku sebagai seorang dokter, merawat pasiennya sebaik mungkin."ucap dokter faras , hanya diangguki oleh arka.
sementara jeslee tak mengalihkan pandangannya dari dokter faras, sampai sampai jimi menyikut lengan adiknya itu.
"kamu mandangin dokter faras segitunya." ucap jimi pelan.
"hehehe, namanya juga suka kak." jawab jeslee.
jimi hanya menggeleng nggelengkan kepalanya.
"dokter faras kapan nih kita dapat undangan juga." tanya viona tiba tiba
dokter faras melihat kearah viona, dengan sambil tersenyum.
"belum ada calonnya saya." jawabnya kemudian.
"ish dokter, setampan ini nggak ada calon, , nih disini masih ada yang jomblo tu, gait aja." ucap viona sambik melirik kearah jeslee yang tampak malu malu.
dokter faras melihat kearah jeslee dengan tersenyum, lalu melirik kearah nana sedangkan nana yang tiba tiba bertemu matanya dengan doktet faras, cepat cepat mengalihkan pandangannya.
pandu yang melihat istri dipandangi oleh faras.
langsung pamit membawa istrinya untuk pergi makan.
"wah makanannya banyak banget, sepertinya enak enak ya hubby." ucap nana sambil melihat ada banyak makanan di meja prasmanan.
"hmmm, sayang mau makanan yang mana?biar aku yang ambilkan.
" makanannya enak enak semua, aku bingung mau milih yang mana."jawab nana.
__ADS_1
"olahan ikan salmon ini aja ya sayang, sepertinya cocok untuk kamu makan " ucap pandu.
"iya sayang, ikan salmon aku suka."
pandu mengambil nasi dan olahan ikan salmon tersebut.
"sayang aku ketoilet bentar ya, nggak papa aku tinggal sebentarkan?
" nggak papa , hubby, nanti aku tunggu dimeja itu saja ya."
"ya udah." ucap pandu , sebelum pergi ia mencium pipi nana.
nana masih sibuk memilih makanan.
"yang mana lagi ya." ucap nana sendiri.
"duh bingung banget mau ngambil yang mana." ucapnya lagi.
"omelet sayur, roti gandum, ,sepertinya itu enak na." nana dikejut oleh suara laki laki yang sudah berdiri disamping.
"faras." nana sedikit terkejut.
dokter faras tersenyum.
nana mengalihkan matanya kearah lain.
"nggak mau lihat aku ya na " ucap dokter faras.
"ha." nana langsung melihat kearah dokter faras.
dokter faras kembali tersenyum.
"kamu tidak berubah, masih tetap cantik walaupun sedang hamil." ucapnya kemudian.
"maaf faras, aku harus pergi."
"maaf kalau aku mengganggu, biar aku dari sini."
"eh jangan, aku sudah selesai, , sebaiknya aku yang pergi." tahan nana.
lagi lagi dokter faras tersenyum.
"jaga sikapmu, jangan tersenyum pada istriku, atau kupatahkan tanganmu itu" tiba tiba pandu datang menghampiri mereka.
"hubby." nana terkejut melihat pandu, takut pandu menyangka yang tidak tidak.
"nana sudah takut takut pandu akan marah, tapi nyatanya...
pandu membalas senyuman dari dokter faras, mereka saling sapa layaknya sapa seorang laki laki, saling meradukan bahu mereka.
" sungguh nana terkejut akan hal itu.
pandu sudah tahu seperti apa hubungan nana dan faras dimasa lalu, faras sendirilah yang bercerita kepadanya, baginya itu tidak masalah, karena nana tidak pernah menyukai faras jadi dia tidak akan cemburu melihat faras dan nana berdekatan seperti layaknya teman, dan faras sudah bertekad dan berjanji pada pandu untuk melupakan cintanya terhadap nana.
"hubby, kamu tidak cemburu?
" tentu aku cemburu , sayang, tapi karena ini sifaras, aku biarkan dia bicara denganmu."ucap pandu sambil merangkul pinggang nana dan mencium bibirnya kilas.
"ckkk, , jangan perlihatkan kemesraan kalian didepanku." ucap dokter faras, ia sudah tidak cemburu lagi, dia benar benar sudah melupakan nana.
pandu hanya tersenyum kaku.
namun saat ini nana sudah lega, tidak ada lagi yang harus ia takut apabila bertemu dengan dokter faras.
lama faras berbincang bincang dengan nana dan juga pandu, sekaligus ia pamit bahwa dua hari lagi ia bakalan pergi keinggris dan akan menetap disana untuk melanjutkan kuliahnya.
💙💙💙💙💙💙💙
selesai menikmati hidangan, para tamu undangan diminta lagi berkumpul oleh seorang mc untuk menyaksikan acara pelemparan bunga yang akan dilakukan oleh kedua pengantin.
"leo, ayo ikut kesana, siapa tau lo dapat bunganya, , dan cepat nikah juga nyusul arka." ucap viona pada leo yang masih nyaman duduk dikursi.
leo tampak tidak bersemangat.
"gue malas vi, lagian gue cowok ngapain ikut ikut rebutin bunga kayak cewek." ucap leo.
banya dari para tamu cewek sudaj berkumpul dibelakang perempuan.
"cowok juga ada kok." paksa viona.
namun leo masih tak bergeming.
"udah sayang, kalau leo nggak mau, nggak usah dipaksa, , kamu tau sendiri dia lagi patah hati." ucap kevin yang tengah memangku arza.
"ya udah kalau gitu." viona berhenti memaksa.
sementara
__ADS_1
"kak ayo cepatan kesana, siapa tau kakak dapat bunganya." pinta jeslee pada jimi.
"malas, kamu aja." tolak jimi.
"ish kakak, kok nggak mau sih,." sebal jeslee.
"kalau sudah dapat jodohnya, kakak pasti bakalan nikah kok, tidak tergantung pada bunga itu.
" kamu aja sana."
"ih kalau aku nggak mau, aku nggak percaya hal hal begituan, aku kan cuman mau nyuruh kakak aja."
" lah kamu sendiri nggak mau, malah nyuruh nyuruh aku."ucao jimi.
"hehhee, siapa taukan, apa yang dibilang orang orang betul." jeslee nyengir kuda.
lagi lagi jimi nggeleng nggeleng kepala.
dari kejahuan jeslee melihat dokter faras ikut berkumpul dengan viona dan nana.
"kak aku nyamperin teman teman dira dulu ya." ucap jeslee.
"udah sana." usir jimi, dari tadi ia pusing dengan adiknya itu, mengoceh terus.
jeslee berjalan menuju kearah viona.
"leo lo mau kemana?kevin melihat leo beranjak dari tempatnya.
" gue mau nyari angin segar bentar."pergi meninggalkan teman temannya.
leo dan jeslee berjalan berlawanan arah tampa melihat satu sama lain, pikirin leo lagi kacau, bayangan jeslee yang terus menatap sinis padanya dan selalu tersenyum manis pada dokter faras salalu terngiang dikepalanya.
sementara jeslee tampak senang.
"okey kita mulai pelemparan bunganya ya." ucap seorang mc.
arka dan dira sudah bersiap siap melemparkan bunganya.
"satu....dua...dua insan manusia masih asyik berjalan hingga sampai ditengah tengah.
" tiiigaaa."
arka dan dira melempar bunga tersebut kuat kuat hingga sampai kebelakang.
jeslee yang terkaget kaget melihat ada bunga terlempar kearahnya, membulatkan matanya dengan cepat ia langsung menangkap bunganya, namun ternyata bukan tangannya saja yang mendapatkan bunga tersebut , ada juga satu tangan lagi yang memegangi bunga tersebut.
jeslee membulatkan matanya kala melihat leo yang juga memegang bunga tersebut, jeslee hampir saja terjatuh karena kurang keseimbangan, namun dengan cepat leo memegangi pinggang jeslee, satu tangan jeslee memegangi bahu leo, mata mereka saling bertemu pandang untuk seperkian detik.
para tamu tercengang melihat kearah keduanya .
begitu pula dengan viona dan juga nana.
"kayaknya jodoh nih ." bisik viona pada nana yang juga melihat leo dan juga jeslee.
"mudah mudahan." jawab nana.
mereka masih saling pandang hingga mc membuyarkan lamunan mereka.
jeslee mengrinyitkan keningnya, lalu melepaskan diri dari pelukan leo, lalu melirik leo dengan ketus.
"selamat buat pasangan yang mendapatkan bunga, semoga kalian cepat menyusul sang mempelai menuju kepelaminan.ucap sang mc.
leo hanya tersenyum sedangkan jeslee tidak, dia tidak tersenyum sama sekali.
" ih apa, apaan sih mcnya , tidak jelas banget."gerutu jeslee sambil melirik kearah leo.
bunga yang saat ini posisinya ditangan jealee .
"ini bunganya buatmu saja, aku tidak butuh ini." memberikannya pada leo.
sejenak leo melirik kearah jeslee
"buat lo aja, , gue juga nggak butuh bunga itu." ucap leo dingin.dia tidak mengerti dengan sikap jeslee, kenapa dua selalu bersikap ketus kepadanya.
leo pun berlalu pergi dari tempat jeslee.
"ih sikutu kupret , juga nggak jelas deh." ucap jeslee lalu juga berlalu dari tempatnya.
jangan lupa kasih author hadiah yha, tekan dan like commennya
.
.
.
.
__ADS_1
.