
Nana kembali masuk kedalam kamarnya.
‘’sebaiknya aku mandi dulu.’’ Nana mengambil handuk yang ada dilemari dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Sementara pandu didalam kamarnya tengah sibuk dengan laptop dan file file yang tengah ia periksa.
Tiba tiba ponselnya berbunyi.
‘’ya hallo.’’ Ucap pandu
....
‘’apa semua sudah beres?
.......
‘’baiklah kalau begitu.’’ Pandu sedikit tersenyum tipis,lalu mengakhiri panggilannya dengan kepala HRD yang ada dikantornya tersebut.
Selesai makan nana meletakkan piring kotor diwastavel dan segera membasuhnya,setelah itu nana kembali kekamarnya untuk beristirahat.
‘’ponselku.’’ nana mengambil ponselnya diatas nakas yang sedang dicarger.
Nana pun kembali menghidupkan ponselnya yang sudah terisi penuh tersebut.
Setelah ponselnya hidup,rentetan pesan dan panggilan tak terjawab masuk kedalam ponsel tersebut.
Nana melihat salah satu pesan dari sekretaris perusahaan nam.
‘’besok ?.’’ Nana membulatkan matanya
‘’tapi aku baru membuat separo dari laporannya dan itupun belum sempurna ,apa yang harus kukatakan pada pandu.’’ Ucap nana yang mulai resah.directur perusahaan meminta meeting dimajukan besok.
Tok..tokk.tok..
Pintu kamar diketuk jantung nana berdegup dengan kencang dia yakin itu pasti pandu yang akan menanyakan laporan untuk meeting besok.
‘’aku harus jawab apa kalau pandu bertanya.’’ Ucap nana ia mulai takut kalau kalau pandu marah nantinya karena laporannya belum siap.
Nana pun beranjak dari tempat tidur membukakan pintu untuk pandu.
Ceklek..
Pandu berbalik ketika pintu sudah dibuka,menampakan diri nana disana.
‘’a-ada apa?.’’ Ucap nana dengan gugup.
‘’apa ponselmu sudah hidup ?
Nana mengangguk
__ADS_1
‘’su-sudah ,baru saja aku hidupkan.’’ Jawab nana
‘’berati kamu sudah membaca pesan dari sekretaris directur perusahaan nam.’’ Ujar pandu lagi.
Nana pun juga mengangguk.
‘’tapi laporan untuk kita meeting besok belum siap,dan laptopku juga mungkin masih tertinggal dirumah.’’ Ujar nana dengan sedikit menunduk.
Pandu tersenyum tipis,sebenarnya laptop nana sudah dikirim kerumah itu,cuman pandu yang telah menyembunyikannya.
‘’bagaimana ini laporannya harus selesai hari juga,dan kamu belum menyelesaikannya kalau tidak apa yang harus kamu persentasikan besok pada klien.’’ Ucap pandu yang berpura pura resah dan membuat nana menatap kearahnya.
‘’aku juga tidak tahu.’’ Batin nana yang terlihat resah
Mereka hening sejenak didepan pintu untuk mencari jalan keluar
’tdak ada cara lain,kamu pasti akan membuat laporan itu bersamaku’’ Batin pandu tersenyum tipis sambil melirik kearah nana yang terlihat berpikir.
Nana sedikit membulatkan matanya ia mengingat sesuatu.
‘’tunggu sebentar.’’ Suara nana mengagetkan pandu lalu melihat kearah nana.
Nana berlari kecil kearah tempat tidurnya untuk mengambil sesuatu didalam tas kecilnya.fhlasdisk,nana mengambil sebuah fhlasdisk lalu kembali menghampiri pandu.
‘’aku baru ingat ,aku sempat mengcopy laporan tersebut dan memasukkan kedalam fhlasdisk ini.’’ Ucap nana menampakkan benda kecil tersebut pada pandu dengan lega.
Pandu mengangkat kedua alisnya menatap fhlasdisk tersebut.
‘’tapi maaf pan,laporannya belum sempurna,masih banyak yang kurang dari laporan ini.’’ Ujar nana sedikit membuang nafasnya kecewa,lalu menurunkan tangannya.
Senyuman tipis yang tak terlihat oleh nana kembali menghiasi wajah tampan pandu,masih ada kesempatan untuk berdua dengan nana malam ini.
‘’ya sudah kalau begitu,pakailah komputer diruang kerjaku untuk memperbaiki laporannya,karena laptopku juga masih tertinggal dirumah. ‘’
‘’laporan itu harus selesai hari ini,karena besok tender besar itu harus jatuh ketangan kita.’’ Ujar pandu yang membuat nana tersentak.
‘’ba-baik ,aku akan menyelesaikan laporannya segera.
‘’ayo ikut aku .’’ Ucap pandu yang membuat nana kembali melototkan matanya.
"kita keruanganku sekarang."
‘’baik.’’
Nanapun mengikuti pandu masuk kedalam ruang kerjanya yang ternyata berada dilantai bawah.ruang kerja yang cukup besar itu sempat membuat nana terkesima dengan interiornya yang didesain semewah mungkin,begitu pula dengan kamar pandu yang sebenarnya diperuntukan untuk mereka berdua,sangat besar dan didesain sebagus mungkin,disain warnanya yang sangat nana sukai,ketika nana masuk kedalam kamar tersebut ia juga terkesima melihat kamar itu,berbeda dengan kamar yang ia tempati sekarang,kamar yang sebenarnya hanya diperuntukan untuk tamu,nana malah memilih kamar tersebut,agar tidur terpisah dengan pandu.
Nana sudah duduk dikursi kebesaran pandu yang sangat nayaman tersebut,pandu yang menyuruhnya,didepannya sudah ada komputer milik pandu yang akan digunakan oleh nana.
“sepertinya rumah ini sudah lama dimiliki oleh keluarga pandu.” Batin nana saat melirik kearah pandu yang sudah duduk disamping nana.
__ADS_1
“kamu mau ngapain?.” Ucap nana saat pandu sudah duduk disampingnya.
Pandu mengrinyitkan keningnya sambil melirik kearah nana
“aku akan memeriksa laporan yang akan kamu buat,apa aku salah?.
“ma-maksudku.... cepat.segera selesaikan laporannya.”potong pandu yang membuat nana terdiam dan langsung fokus kepada komputer untuk memindahkan isiflasdisk tersebut.
Hening....
Saat ini nana sedang fokus membuat sekaligus memperbaiki kata kata dalam laporan yang ia buat kemaren sebelum hari pernikahanya,sedangkan pandu bukannya melihat kearah komputer untuk memastikan apakah yang dibuat oleh nana benar apa tidak,dia malah asyik memperhatikan wajah serius wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut.namun nana tak menyadari hal tersebut.
Nana masih fokus dengan pekerjaannya,sedangkan pandu malah asyik bersandarkan dagu melihat kearah anak rambut nana yang diterbangkan oleh angin kewajahnya.ingin sekali tangan pandu menyelipkan anak rambut tersebut kedaun telinga nana.
Beberapa saat kemudian
“hoammm.” Nana terlihat menguap dan membuat pandu tersadar,senyum tipisnya berubah menjadi dingin kala nana melihat kearahnya.
‘’sudah selesai,silahkan diperiksa,apakah masih ada yang kurang atau tidak.” Ucap nana.
Pandu pun melihat hasil laporan yang nana buat dengan cukup lama,pandu yang masih fokus meneliti laporan tak menyadari bahwa nana sudah tertidur dengan menyenderkan kepalanya diatas meja.
“okey cukup ba-,,,,pandu melihat nana yang ternyata sudah tertidur pulas,pandu pun sedikit terseyum tipis,betapa cantiknya istrinya itu saat tertidur.
Cup..
Satu kecupan pandu berikan dipipi imut nana.
Pandu pun mengangkat tubuh nana seperti ala bridal style ,tampa sadar nana mengalungkan tangannya keleher pandu,bukannya membawa nana kemarnya pandu malah membawa nana kekamar mereka.
Sampai dikamar pandu meletakkan tubuh nana dengan sangat hati hati keatas ranjang agar nana tidak terbangun,setelah itu pun ia ikut naik ketempat tidur dan merebahkan dirinya diatas disampig nana.
Pandu membalikkan tubuh nya kesamping nana,tangannya ia biarkan memompang kepalanya,agar lebih mudah menjangkau wajah nana.
Pandu tak henti hentinya tersenyum memperhatikan wajah cantik nana saat tertidur.
Cup..Cup..Cup
Pandu kembali menciun pipi nana berkali kali,saat ini perhatiannya teralihkan pada bibir pink nana yang terlihat menggoda.
pandu menyentuh bibir nana, ingin sekali ia membenamkan bibirnya dibibir itu.
Namun pandu tak berani mencium bibir tersebut,sebelum mendapat ijin dari yang punya.
Cukup puas mengamati wajah istrinya ,pandu pun menutupi tubuh nana dan tubuhnya dengan selimut,lalu pun ia ikut tertidur disamping nana.
jangan lupa like dan vote yah
terima kasih
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗