Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 16


__ADS_3

Leo baru saja tiba dirumah sakit.


"oh, syukurlah , aku pikir tadi mama kenapa-napa" , aku begitu panik saat Rio menyebut nama mama " Ucap Leo lega sambil menggenggam tangan Diana.


setelah menerima pesan dari Rio tentang Ibunya, leo langsung buru-buru meninggalkan kantor menuju kerumah sakit,ia begitu takut sesuatu terjadi lagi kepada Diana.


"Mama tidak apa-apa Le, justru mama merasa keadaan mama semakin membaik" Tutur Diana sambil mengusap lengan Leo.


leo sedikit tersenyum lega.


"Leo senang mendengarnya" Ucapnya lagi.


"Dii, ini anak kalian?" Ucap Chantika , membuat Leo melirik kearah Chantika, Leo baru sadar bahwa ada orang asing diruangan itu.


"Iya Chan, , ini Leo anakku" Ucap diana.


"wah benarkah?" Nyonya Chantika terpesona.


Diana mengangguk


"Le, , kenalkan ini adalah Bu Chantika teman mama dari China, dulu dia lama tinggal dikota ini ."


"Hallo Bu, Perkanalkan saya Leo ." Leo menundukkan setengah dari badannya.


Nyonya Chantika tersenyum membalas sapaan dari Leo.


" ya ampun, Leo tampan sekali ." puji Chantika.


"Perpaduan antara Kau dan Breslin Dii."


Chantika tersenyum kearah Leo yang terus menatapnya.


"Wajahnya nyonya ini mengingatkanku kepada seseorang." batin Leo


"Ah, kau bisa saja Chan." Ucap Mama Diana sambil tertawa kecil melirik kearah Leo.


"Memang Benar itu kenyataannya, aku tidak bercanda, Benarkan Tuan breslin?, anak kalian memang sangat tampan." Ujar Chantika lagi.


"Anda Benar Bu Chan, anak kami memang sangat tampan, Mewarisi ketampanan saya, bukan begitu ma?." Ucap Tuan Breslin Pada Diana.


" Ah Papa kepedean sekali." Cibir Diana sambil tersenyum lebar.


"memang benar adanya." Ucap Tuan Breslin lagi.


Chantika hanya tersenyum.


"Dan aku juga yakin anakmu dan Aiden pasti juga tidak kalah cantik dan juga tampan, iyakan?." Ujar Tuan Breslin yang memang mengetahui Aiden mempunyai sepasang anak.


senyuman Chantika sedikit surut.

__ADS_1


Sebelumnya Tuan Breslin sempat mencurigai kedatangan Chantika yang begitu tiba -tiba, padahal tidak ada satupun kerabat atau teman yang diberitahu bahwa Diana dirawat dirumah sakit itu. Namun setelah mengetahui bahwa Chantika adalah istri dari Tuan Aiden Client yang pernah beberapa kali bekerja sama dengannya , hal itu membuat kecurigaan Tuan Breslin surut, karena dia sangat mengenal Tuan Aiden, Dan ternyata istrinya juga bersahabat dengan Chantika.


"Ya kau banar, Tuan breslin." Chantika menatap kosong sejenak, hal itu diperhatikan oleh Diana.


"Anakku tidak kalah Tampannya dengan Anakmu, dan satu lagi anak kami yang perempuan, Dia tidak kalah cantik, dia sangat cantik dan manis, tetapi juga cerewet." Ucap Chatika sambil membayangkan wajah kedua anaknya yang sudah lama tidak ia temui.


" Kalau Leo melihatnya pasti Dia akan terpesona kepadanya" Ucap Chantika lagi kembali menunjukkan senyumannya.


"Tentu, , anakku pasti akan terpesona dengan anakmu, karena anakmu tidak kalah cantiknya dengan Ibunya." Sahut Diana sambil menepuk nepuk lengan Chantika, Diana sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Chantika saat ini.


Diana merasakan betapa menderitanya saat jauh dari anak.apalagi ada sedikit masalah yang menerpa mereka akibat kesalahpahaman.


Diana dan Chantika tersenyum mereka saling menguatkan.


sebelumnya, beberapa saat setelah Chantika berada diruangan Diana, Tuan Breslin mendapatkan telepon dari clientnya yang berada diluar negeri, agar tidak mengganggu , Tuan Breslin memutuskan untuk mengangkat telepon diluar, dan pada saat itulah Chantika bicara kepada Diana bagaimana dia bisa sampai kembali ke Irlandia dan mengetahui Diana berada dirumah sakit.


...________...


...________...


...________...


Keesokannya , pagi ini matahari kembali datang dengan membawa sinar terangnya.


saat ini di Gedung Breslin terasa sangat ramai karena ditambah dengan kehadiran wajah-wajah baru dari para pelamar yang telah dipilih oleh Rio dan Juga Bu Nia selaku kepala HRD untuk melakukan interview dengan mereka hari ini .


kebanyakan dari pelamar adalah seorang wanita, mereka tampak cantik dengan penampilan dan dandanan mereka yang sangat modis.


"jessly ada -ada saja, menyuruhku menjemputnya sepagi ini"


"Duh kalau ketahuan jimi, dia pasti akan marah kepadaku" Ujar Helena sendiri.


sambungan pun terhubung


[Jess, kau dimana, aku sudah sampai]


[Tunggu sebentar, aku sedang memanjat pagar ini ] Ucap Jessly dari seberang.tampak Jessly sudah diatas pagar belakang milik rumahnya.


[memanjat pagar, kau ada-ada saja]


[ya , mau bagaimana lagi, ini satu -satunya cara agar aku bisa keluar]


[ ya ampun Jessly, yasudah, buruan, aku takut ketahuan oleh jimi nih"] Ucap Helena dengan cemas.


[iya..] "Jessly pun memutus panggilannya.


" Ya ampun , pagarnya tinggi sekali" ujar Jessly sambil memasukkan ponselnya kedalam tas.


"tapi aku tidak boleh takut, aku pasti bisa melewatinya" Jessly memejamkan matanya sejenak, lalu mulai untuk melompat.

__ADS_1


hap , Jessly pun melompat


Helena yang masih cemas takut ketahuan, sedikit terkejut saat Jessly masuk kedalam mobilnya.


"Jessly, kau mengagetkanku, aku pikir Jimi.


" kenapa , Kau berharap Jimi yang datang?" Ucap Jessly, dia duduk dibagian kursi belakang.


"ya, bu-bukan, aku hanya kaget , bagaimana kalau kita ketahuan dengannya"Ucap Helena yang sudah cemas sedari tadi.


"kau tenang saja kita tidak akan ketahuan, kalau sebantar lagi aku juga tidak tahu, ayo berangkat." Ujar Jessly.


Helena mengangguk dan melajukan mobilnya.


Jessly mengganti pakaiannya didalam mobil.


Bu Nia selaku kepala HRD menghampiri para pelamar yang sudah berkumpul di sebuah aula gedung breslin group.


" apakah semuanya sudah datang?." tanya Bu Nia.


para pelamar saling pandang.


"sepertinya belum datang semuanya, bu." ucap salah satu staf HRD yang mendapampingi bu Nia.


"baiklah, sepertinya ada beberapa orang yang belum datang,karena masih ada sisa waktu, kita tunggu 10 menit lagi" ujar bu Nia.


"oh ya ampun, waktunya hampir habis, aku bisa terlambat, Hel ayo buruan" ucap Jessly setelah melirik kearah jam pergelangan tangannya.


"sabar Jess, didepan ada lampu merah, aku tidak bisa buru- buru." ujar Helena sambil menghentikan mobilnya.


Jessly berdesis, karena dia bisa terlambat.


"baiklah, karena waktu kita sudah habis, kita mulai interviwnya"ujar pihak HRD.


para pelamar pun dibagi 2 bagian.


Helena menghentikan mobilnya di depan Gedung Breslin Group.


" aku sudah terlambat 5 menit."


"bagaimana penampilanku?


" perfect." helana mengajukan jempolnya.


"makasi ya hel, aku turun dulu"


jessly keluar dari mobil dengan terburu-buru.


" Jessly semangat, semoga keterima." ujar Helena dari dalam mobil.

__ADS_1


"hemmm "jessly mengangguk lalu kembali berlari masuk kedalam gedung.


__ADS_2