
Perusahaan zz
‘’nan.ini berkas data yang diminta oleh pak pandu,dari devisi produksi dan keuangan.’’ Ujar lala sambil meletakkan berkas tersebut diatas meja.
“iya la,makasi nanti akan ku berikan pada pak pandu.” Seru nana.
Tampa berbicara lagi, lala langsung keluar dari ruangan nana,pada saat bekerja mereka tidak akan mengobrol kecuali hanya membahas pekerjaan.
Ia lalu berdiri dari tempatnya,mengambil berkas yang diberikan oleh lala,dan kemudian pergi keruangan pandu.
“kenapa pandu menatapku seperti itu,apakah ada yang aneh dengan penampilanku hari ini.” Batin nana sambil melirik ke arah pakaiannya.
Bukannya membaca berkas yang ia pegang,pandu malah terpaku menatap kearah nana.
"siall, kenapa semakin hari dia semakin cantik saja." batin pandu
‘’tidak ada yang salah dengan pakaianku.’’ Batin nana
‘’ya tuhan ,kenapa jantung berdetak dengan kencang,pipiku juga terasa panas karena ditatapnya seperti itu.’’ nana menelan salivanya karena ditatap oleh laki laki tampan idaman para karyawan wanita dikantor itu.
tidak bisa dipungkiri,walaupun ia sudah melupakan cintanya pada pandu,nana tetap tidak bisa menolak pesona dari pandu sang bosnya itu.”
Pandu yang terkenal dengan sikap dinginnya, namun tetap saja digilai oleh banyak wanita,banyak dari anak pengusaha, secara terang terangan mengungkap perasaannya pada pandu,bahkan ada salah satu dari kliennya,meminta pandu agar mau meminang anak gadisnya.
selain tampan , pandu juga sudah mampu mengelola perusahaan , dan sukses diusianya yang masih terbilang muda.
hal itu membuat para kliennya dan patner bisnis papa danu kagum padanya, dan membuat para klien tersebut ingin mengambilnya sebagai menantu.
‘’tidak.” Nana tampak menggelengkan *kepala,sambil menatap kearah pandu.
‘’aku tidak boleh terpesona lagi denganya,lupakan,lupakan yang namanya pandu nana.’’ Batin nana mengingatkan dirinya*.
‘’hahemmmm.’’ Nana mencoba kembali bersikap biasa,deheman nana membuyarkan lamunannya.
‘’maaf pak kalau tidak ada lagi,saya perminsi.’’ Izin nana.’’
‘’iya.’’ Jawab pandu dengan nada dinginnya.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Nana telah kembali keruangannya.
‘’ada apa dengannya,kenapa dia menatapku seperti.’’ Nana tampak berpikir sambil berpangku tangan.
Ting.... suara ponsel nana berbunyi.
‘’bryan.’’ Nana menampilkan Seulas senyuman kala mengucapkan nama itu.
Dengan hati yang terlihat senang,nana membuka pesan yang dikirimkan oleh temannya itu,dan melupakan tentang pandu.
‘’hey gadis ceroboh,kamu lagi apa?oh ya aku lupa,kamu pasti lagi bekerja,semangat ya kerjanya,jangan buat bosmu itu marah karena kecerobohanmu sambil memberikan emot yang lucu untu meledek nana.’’_______bryan
Nana tersenyum senyum sambil membaca pesan dari bryan.
‘’dasar bryan,sikapnya tak pernah berubah,selalu saja membuat aku tertawa.’’ Ucap nana sambil tersenyum menggeleng nggelengkan kepalanya kala teringat akan tingkah lucu bryan ketika mereka diamerika.
‘’iya aku lagi kerja,jangan diganggu,nanti dimarahin benaran aku sama bosku.’’. Balas nana . send,pesan pun terkirim.
‘’hanya bryan yang bisa mengusir kesedihanku selama 4 tahun ini.’’ Ucap nana sambil mmeperhatikan layar ponselnya.
Beruntung ada bryan yang selalu ada untuknya,sejak hari pertemuan mereka dikampus,nana berteman baik dengan bryan,mereka tampak akran satu sama lain,nana begitu cepat berbaur dengan bryan karena sifat bryan yang begitu hangat,ceria,dan baik pada semua orang.
Ting.. satu pesan lag masuk
Nana menghilangkan rasa sedihnya lalu kembali membaca pesan dari bryan
Kirimi aku foto kamu dong,aku rindu dengan wajah manismu nan cantikmu.”—bryan
“bryan ada ada saja.” Ucap nana sambil tersenyum.
“aku tidak punya foto apapun______ nana
"aku pengen lihat wajah imut kamu nan.” Balas bryan.
" sumpah aku tidak punya foto, kamu taukan aku tidak suka berfoto."
__ADS_1
“please, satu saja.” Bryan memberikan emot sedih dan memohon.
“ada saja si bryan.ucap nana tertawa sambil meliht emot yang dikirimkan oleh bryan.
“baiklah, tunggu,aku akan berfoto terlebih duhulu untukmu.”
“okey, dengan senang aku menunggu.” Balas bryan yang juga memberikan emot tersenyum lebar.
Nana pun membuka kamera ponselnya.
Cekrek....satu foto berhasil tertangkap oleh kamera.
Nana melihat hasil jepretannya.
“bagus nggak ya....udah deh langsung aku kirim aja.” Ucap nana
Nana pun mengirim fotonya tersebut ke temannya itu
Setelah selesai mengirim foto...dengan tersenyum nana meletakkan kembali ponselnya,lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ternyata dari luar ruangan nana, pandu tengah menatap kearahnya, memudarkan senyum belum luntur dari wajahnya , wajah bryan masih terngiang ngiang dikepala.nana tidak menyadari bahwa sedari tadi pandu tengah menatapnya dari depan pintu ruangannya yang terbuat dari kaca tersebut.
“sejak hari itu,aku tidak pernah lagi melihat senyuman dan ketawanya seperti itu,bahkan selama dia bekerja disini,aku tidak pernah melihatnya sesenang itu.” Dengan memasukkan salah satu tangannya kedalam saku celana Pandu menatap nana sambil menyunggingkan senyumannya.
“maafkan aku ,dulu telah menuduhmu yang tidak tidak.” Senyumannya tiba tiba hilang kala mengingat kebodohan yang ia lakukan di masa lalu.
tapi dengan siapa dia berkirim pesan? sampai sesenang itu, apa dia punya pacar?
Pandu pun tampak berpikir sambil kembali kedalam ruangannya.
Jam kantor pun telah selesai,semua karyawan menutup pekerjaannya,begitu juga dengan nana,ia harus cepat cepat sampai dirumah untuk berganti pakaian,karena malam ini ia akan menemani pandu lagi untuk menghadiri undangan makan malam dari kliennya bapak dave william.
jangan lupa like dan vote
terima kasih
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗