
"Aduh kenapa ribet sekali memakai ini." keluh Jessly saat ia memperbaiki sepatu high heels
nya pada saat berlari.
Setelah bertanya kebagian front ofice Jessly langsung berlari ke arah aula yang berada dilantai 3 .sampai didepan pintu aula ia tampak kepayahan.
"Oh ya ampun, 10 menit. aku terlambat , 10 menit." Jessly melihat jam dipergelangan tangannya.napas nya masih berburu ulah berlari.
"Aku masih ada kesempatan tidak ya" gumannya, Jessly tampak ragu untuk mengetuk pintu.
"Aku takut mereka mengusirku." gumannya lagi.
"tapi..
Jessly meyakinkan hatinya, bahwa pasti ada kesempatan untuk dirinya.
" Semoga hari ini hari keberuntunganku" Jessly memejamkan matanya lalu mengetuk pintu aula.
Dia mengetuk beberapa kali.
pintu pun terbuka menampakkan Bu Nia disana.
Jessly sedikit takut dengan sorot mata dari kepala HRD itu, ia begitu susah menelan salivanya sendiri.
"Ma-maaf miss, sa-saya datang untuk mengikuti interview " ucap jessly pada orang berdiri dengan angkuh didepannya.
Wanita itu melihat jam dipergelangan tangannya.
"Maaf, anda sudah tidak bisa masuk kedalam, anda tahu dimana letak kesalahan anda?
" Saya tahu miss, saya sudah terlambat , tapi tolong berikan saya kesempatan sekali ini saja , ini pertama kalinya saya untuk interview, miss." pinta Jessly sambil memohon.
Bu Nia memperhatikan penampilan gadis cantik yang ada didepannya ,
cukup elegan
"Maaf, kami tidak bisa mentolerir keterlambatan, jadi anda kami anggap gugur."
"Tapi miss, beri saya satu kesempatan saja" Jessly menyatukan kedua tapak tangannya.
"Anda bisa pergi sekarang." usir Bu Nia
Bu Nia menutup pintu itu kembali.
Tampak raut kesedihan dari wajah Jessly,matanya berkaca-kaca menatap kearah pintu yang sudah ditutup.
Jessly menjatuhkan kedua bahunya
"Kenapa susah sekali, kenapa miss itu tidak mau memberiku kesempatan sekali saja." guman jessly, sambil mengelap sudut matanya.
Jessly pergi memasuki lift dengan tatapan kecewa.
Di dalam lift , ia hanya menatap kosong.
"Jangan bersedih jess, masih banyak perusahaan diluar sana yang akan memberikan kesempatan untukmu" batin jessly berusaha membesarkan hatinya lagi.
Ia berusaha untuk kembali tersenyum.
"Aww." desisnya, jessly merasakan sakit dibagian tumit kakinya.
Ia melihat kebawah
"Lihat kakiku jadi lecet karena sepatu tinggi sialan ini,seharusnya tadi aku pakai sepatu biasa saja." umpat Jessly sambil membuka high heels itu lalu menentengnya.
"Mending kalau aku berhasil, ini belum apa-apa aku sudah gagal, kak jimi bisa menertawakan aku kalau dia tahu"
Ting, pintu lift terbuka.
Jessly keluar dari dalam lift, namun tampa sengaja ia lagi lagi melihat Leo yang baru masuk dengan beberapa bodiguart dan asistennya.
"dia." mata jessly melotot dengan sempurna.
Tampak semua orang menyapa Leo dengan hormat, sementara Leo menundukkan sedikit kepalanya untuk membalas sapaaan para bawahannya dan sedikit tersenyum samar.
"Kenapa dia ada disini? " batin Jessly sambil mengerutkan keningnya.
tiba -tiba Jessly teringat akan perkataan Leo yang membuatnya sakit hati sampai saat ini.
"Dasar laki-laki dingin dan sombong, mengatai orang seenaknya" batin jessly
, Aduh, Tapi kenapa dia terlihat tampan ketika berjalan seperti itu ? batinnya lagi.
__ADS_1
Jessly sungguh terpesona dengan orang yang ada didepannya saat ini.
Jessly terus menatap kearah Leo tampa diketahui oleh laki laki tampan itu.tampa sadar Leo terus berjalan kearahnya.
"Siall , dia kearah sini, jangan sampai dia melihatku" ucap Jessly resah, sebelum Leo lebih mendekat kearahnya, Jessly pergi untuk bersembunyi.
Leo dan Rio masuk kedalam lift khusus tamu dan pimpinan.
"Kenapa laki-laki itu ada disini, semua orang tampak hormat kepadanya, apa jangan-jangan dia pimpinan perusahaan ini?." Jessly tampak melototkan matanya.
"apakah itu benar? mulut Jessly menganga tidak percaya.
"Tapi aku semakin penasaran dengan pria itu. wajahnya begitu mirip dengan Leo"
"Aku harus pastikan sendiri, dia Leo atau bukan"
"untuk bertemunya pasti akan sangat susah."
"Hemmm aku ada ide agar bisa bertemu dengannya." Jessly tersenyum licik.
Jessly bertanya kepada karyawan yang melewatinya, bertanya dimana ruangan pimpinan berada.
"gadis aneh." guman karyawan yang melihat Jessly pergi dengan menenteng sepatu hak tingginya .
Jessly kembali menaiki lift dan menekan tombol angka 20.
...______...
...______...
...______...
Jessly melihat semua orang tampak sibuk mondar mandir kesana kesini membawa sebuah berkas.
"senang sekali mereka yang sudah bekerja" jessly tampak iri.
jessly melirik kesana -kemari mencari ruangan pimpinan.
"dimana ya ruangan laki -laki itu." batin jessly.
Mata jessly tak berhanti mencari
"Hey" panggilan seseorang membuat jessly terkejut dan menghentikan langkahnya.
"Hmmm itu.." Jessly terus berpikir mencari alasan.
" Bagaimana ini, apa yang harus aku jawab?
"Bodoh kau jessly, seharusnya kau tidak datang kesini" batin jessly.
"Tolong dijawab, ada keperluan apa anda datang kesini?
Namun jessly tetap diam.
" Sa-saya mau bertemu dengan Leo?"jawab Jessly asal sambil memejamkan matanya.
"Sial, kenapa aku selalu ada disituasi gugup seperti ini" batin jessly lagi.
"tuan, Leo, ." Bu Evelin mengerutkan keningnya.
"Apakah sudah ada janji sebelumnya?" Bu Evelin menatap curiga.
Dia belum pernah melihat gadis itu sebelumnya.
Kenapa gadis itu bisa ada disini, pasalnya hanya orang-orang yang berkepentingan yang bisa datang kelantai 20.
seketika jessly membuka matanya, ibu itu memanggil Leo dengan sebutan , tuan.
Bu Evelin tampak memperhatikan penampilan Jessly dan tentengan sepatu yang ada ditangannya. begitu pula dengan jessly yang melihat penampilannya, lalu kembali melirik kearah Bu Evelin sambil tersenyum kaku.
"apa anda sudah memiliki janji sebelumnya dengan Tuan Leo." tanya Bu Evelin lagi.
"ternyata benar, laki laki sombong itu, Leo."
"hmmm sudah, Jessly menggerak -gerakkan matanya sambil berpikir "bisa miss antarkan saya keruangan Leo sekarang?" kembali tersenyum.
Bu Evelin tidak percaya dengan Jessly
"Tuan Leo sedang tidak ada dikantor, sebaiknya anda pergi dari sini sekarang." usir Bu Evelin.
"sial, sudah dua kali aku di usir dari sini"
__ADS_1
"Saya tidak akan pergi dari sini sebelum bertemu dengan Leo , saya yakin Leo ada di kantor saat ini." kekeh jessly sambil berpangku tangan.
"tamu kok diusir sih miss." ucap jessly lagi sambil melihat kearah lain.
"Saya yakin anda bukan tamu, anda pasti hanya akan membuat kekacauan disini, jadi silahkan anda pergi." Bu Evelin menarik lengan Jessly.
"Aku tidak mau, lepaskan." Jessly menyentakkan tangan bu Evelin, lalu lari dari sana.
"Hey, kau jangan lari, tunggu." Bu Evelin menyusul jessly.
"Dimana sih ruangan Leo" guman Jessly
Bu Evelin tampak menelpon seseorang yang berkemungkinan petugas keamanan.
" Apa mungkin ini?."ucap jessly ia sudah berdiri didepan pintu yamg bertuliskan President Director Room.
"tapi apa mungkin?
Jessly melirik kearah Bu Evelin yang sudah membawa petugas keamanan.
"Itu dia pak." Bu Evelin menunjuk kearah Jessly.
"Ah masuk saja lah dari pada ketangkap."
tapi belum sempat jessly menarik handle pintu, pintu sudah terbuka lebih dulu seperti ada yang mendorong dari dalam.
"akhh." kening Jessly berhasil mencium pintu.
membuat seseorang yang mendorong pintu terkejut.
Jessly tampak memegangi keningnya.
Rio Terkejut setelah melihat orang yang ada didepan.
"Nona ? "Ucap Rio. ya pelakunya adalah Rio.
"Pak Rio tangkap gadis itu pak, dia sudah berani masuk kesini tampa izin" Sahut Bu Evelin.
Pandangan Jessly tampak kabur, ia mengerjap -ngerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing.
" Ke-kenapa ada ada banyak kupu-kupu disini." Ucap Jessly lalu tiba tiba Jessly pinsan dan jatuh kepelukan Rio.
"Nona, bangun." Ucap Rio sambil mengguncang bahu Jessly.
"Dia pinsan ."
Mendengar suara keributan , Leo yang sedikit terganggangu mencoba untuk melihat situasi diluar.
"Pak Rio mengenal gadis ini?." tanya Bu Evelin.
"Iya , saya mengenalnya." Jawab Rio.
Rio hendak mengangkat tubuh Jessly.
"Ada apa ini?." tanya Leo yang tiba tiba keluar dari ruangannya.
"Tuan Leo." ujar bu Evelin yang sedikit takut.
"Tuan ini.." belum sempat Rio melanjutkan kata -katanya Leo melototkan matanya saat melihat seseorang yang ada dipangkuan Rio.
"Jessly " Ucap Leo, tampak guratan kecemasan di wajah Leo.
Rio sedikit terkejut, bosnya mengetahui nama gadis yang baru beberapa kali bertemu dengan mereka.itupun selalu dalam keadaan bermasalah.
"Tuan mengenalnya?." tanya Rio.
"Tentu aku mengenalnya." tegas Leo dengan emosi , karena ia tidak suka Jessly berada dipangkuan Rio.
Leo mengambil alih Jessly dari pangkuan Rio.
"Cepat panggilkan dokter untuk datang kesini " Perintah Leo lalu ia membawa Jessly masuk kedalam ruangannya.
Bu Evelin dan petugas keamanan tampak bingung, dari pada terkena masalah nantinya, Bu Evelin memilih untuk pamit.
"Jess, bangun jess." Leo berusaha membangunkan Jessly dengan cara mengusap -usap telapak tangannya.Leo sangat cemas.
Saat ini Jessly dibaring oleh Leo dikamar pribadi miliknya.
"kenapa kau bisa sampai kesini, Jess? "Leo menatap wajah cantik Jessly.sementara mata Jessly masih terpejam dengan sempurna.
" Rio kemana, kenapa dia lama sekali." geram Leo.
__ADS_1
jangan lupa like , vote dan commen yah.