Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 20


__ADS_3

cukup lama mereka duduk untuk menyelesai kesalahpahaman yang terjadi.


"Sudah malam, mama dan paman Keenan harus kembali."Ucap Chantika sambil mengusap pipi Jessly dengan penuh kasih sayang.


" Kenapa mama harus kembali, mama tinggal disini saja bersama kami, aku tidak mau lagi terpisah dengan mama.


Jessly memeluk Chantika dengan manja.


Chantika tersenyum sambil membalas pelukan anak gadis manjanya itu.


"Iya, ma.tinggallah bersama Aku dan Jessly disini." Sahut Jimi yang masih merasa bersalah.


Chantika tersenyum kearah Jimi.lalu melonggarkan pelukannya terhadap Jessly.


"Baiklah, kalau kalian mengijinkam mama untuk tinggal disini, mama akan tinggal disini. bersama kalian" Ucap Chantika yang kembali dipeluk oleh Jessly.


Jimi juga senang Chantika tidak marah kepadanya dan mau tinggal bersama mereka disini.


Chantika mengerutkan keningnya, ia baru sadar bahwa kening Jessly dibaluti dengan plester.


" Jess, keningmu kenapa dibalut seperti ini?"Ucap Chantika sambil menyentuh dahi Jessly.


"ha, , Jessly ikut menyentuh dahinya, ini, , Jessly menggerak -gerakkan matanya untuk mencari alasan.


Jimi ikut melirik kearah kening Jessly.


" Jess, , kenapa dengan kening mu?." Jimi ikut bertanya.


Jessly melirik kearah Jimi, Chantika juga melihat kearah tumit kaki Jessly.


"Lihatlah tumitmu juga terluka, sepertinya." Ujar Chantika lagi.


"Jessly ."Sahut Jimi lagi, Jessly menggigit bibirnya , berpikir sambil mencari alasan.


" kenapa bisa dahi dan tumitmu terluka."


"Hemmms, , ini hanya luka kecil kok , kak, ma.aku tidak apa-apa."

__ADS_1


"Iya , tapi kenapa bisa seperti ini?." tanya Chantika.


"ini karena kecorobohanku, maaf." Jessly terlihat menunduk.


"Biasa ma, ini pasti ulah hobinya ." Seru Jimi tidak curiga


"Karena ulah menonton drama lagi ?." tanya Chantika.


"Iya, apalagi kalau bukan itu , ma.setelah selesai menonton, dia pasti akan loncat loncat diatas tempat tidur dan akhirnya kepalanya yang akan menjadi korban , karena terbentur ke tonggak ranjang"Jelas Jimi yang sok Tahu


"Ya ampun , kenapa kakak benar sekali." Timpal Jessly.ia senang kakaknya tidak curiga padanya, malah memasang alibi yang mengada-ngada .


"Kakak memang selalu perhatian kepadaku." Ucap Jessly sambil memasang wajah seimut mungkin


Jimi mencibir Jessly


"Lalu bagaimama dengan tumitmu?." tanya Chantika lagi.


"Oh ini, ,tadi aku coba -coba untuk pakai high heels , tapi sepatu itu malah membuat kakiku lecet , ma." Ujar Jessly lagi.


Sementara Jimi berusaha menahan senyuman saat mendengar Jessly mencoba untuk memakai High heels, karena sebelumnya Jessly jarang memekainya.


"mau mencoba menjadi perempuan seutuhnya kamu?" ledek Jimi.


"Ish kakak apa-apaan sih, memang selama ini aku perempuan jadi-jadian apa." Kesal Jessly sambil menggembungkan Kedua Pipinya.


"memang iya buka?


" ma, lihat kak jimi." Rengek Jessly pada Chantika.


"Sudah Jim, jangan meledek adikmu." bela Chantika.


Jessly mengulurkan lidahnya pada Jimi.


ia senang ada yang membelanya.


Justru Jimi tersenyum akhirnya ia bisa berbicara dengan Jessly lagi, ia bahagia keluarganya bisa berkumpul kembali.

__ADS_1


" bu Chantika, karena urusan saya disini sudah selesai, saya harus pamit, persoalan barang-barang ibu tidak perlu khawatir, saya akan menyuruh Dimas untuk mengantarkannya kemari." Sahut Keenan.


"Baiklah Pak Keenan, saya sangat berterimakasih atas bantuan anda selama ini.


Keenan mengangguk lalu pergi setelah pamit dengan Jimi dan Jessly.


" Untuk Jessly, mumpung kamu sudah lulus, sekarang kamu harus membantu Jimi di perusahaan Papamu, karena itu pesan dari papa sebelum dia meninggal, kalian berdua harus membuat Aiden Group lebih maju lagi ." Ucap Chantika sambil menggengam tangan Jessly.


" Iya ma,mulai sekarang Jessly akan membantu kak Jimi untuk mengurus perusahaan ." Ucap Jessly lalu kembali memeluk ibunya itu.


Sementara disisi Leo


Leo masih berada didalam ruangannya , ia berdiri didekat jendela sambil menatap pemandangan kota yang sangat indah dari lantai 20 Gedung Brealin Group.


"Jessly, apa aku harus meminta maaf kepadanya? " pandangan Leo lurus kedepan.


Rio masuk kedalam ruangan Leo.


"Tuan , Apakah anda akan pulang sekarang? Tanya Rio pasalnya Jam telah menunjukkan pukul 12 malam. Membuat Leo menoleh sebentar.


" kenapa Jessly bisa ada disini?"Leo bertanya tampa melirik Leo


"Nona Jessly, adalah salah satu dari calon para pelamar yang kita interview hari ini, Tuan."


"Dia dinyatakan gagal, karena sudah datang terlambat, Pihak HRD mengugurkannya karena sudah kebijakan dari perusahaan kita.


Leo tidak bertanya lagi


" Besok, tuan akan melakukan perjalanan bisnis ke Inggris, sebaiknya Tuan segera beristirarahat ." Ujar Rio lagi.


"Hemmm, baiklah." Ujar Leo pun melangkahkan kakinya, pergi dari tempatnya.


kira -kira Jessly bertemu lagi tidak dengan Leo?


atau jodoh mereka masing-masing?


jangan lupa Like, commen dan vot😊😊

__ADS_1


__ADS_2