
‘’iya iya iya,baru juga sampai dirumah sakit,,aku belum sempat datang keruangan sahabat istrimu itu.’’ Ucap dr.faras sambil mendudukkan tubuhnya dikursi kerjanya dengan kesal.berungkali pandu menelpon dirinya yang katanya atas permintaan istrinya itu.
memang tadi viona sempat menelpon nana untuk menanyakan keberadaan dokter yang akan merawat dira.
‘’gila nih pandu,nurut banget sama istrinya.’’ Batin dr.faras sambil melihat layar ponselnya.
Setelah menutup telepon dari pandu dr. Faras langsung bergegas menuju ruangan dira.
‘’kalau tadi tidak kena macet,aku tidak aka terlambat begini.’’ Gerutu dr.faras sambil berjalan terburu buru bersama salah satu suster pendampingnya.
‘’suster ilka mana laporan hasil pemeriksaan pasien atas nama srifira andira yang diperiksa dr . budi tadi pagi.’’ Tanya dr.faras.
‘’ini dokter.’’ Ucap suster ilka sambil menyerahkan laporannya
sambil berjalan Dr.faras membaca hasil laporan tersebut.
‘’hemmm cukup bagus,,ini hanya tinggal pemulihannya saja.’’ Dr. Faras manggut manggut.
Sesampainya didepan ruangan dira dr. Faras langsung masuk bersama suster ilka .
Membuat bu hamidah dan dira sama sama menoleh kearah pintu.
bu hamida dan dira sama sama memperhatikan dokter tampan itu.dira mengerutkan keningnya, sementara bu hamida mengagakkan sedikit mulutnya kala melihat laki laki tampan itu yang tengah menghampirinya.
‘’selamat pagi.’’ Sapa dr.faras tersenyum pada bu hamida.bu hamida yang tadinya duduk sambil menyuapi dira buah, pun segera berdiri.
‘’selamat pagi dokter.’’ Balas bu hamidah tersenyum sambil tersenyum malu.
namun dira menunjukkan wajah tidak bersahabat kepada dr. faras.
dr.faras tersenyum dan juga menyapa dira.
walaupun ia terpaksa menyetujui untuk merawat dira, namun dr.faras tetap menunjukkan sikap seorang dokter pada pasiennya.
‘’ini udah hampir mau siang kali.’’ Ketus dira sambil memutar matanya kearah lain.
__ADS_1
"dia dokter atau apa sih, katanyanya dokter yang profesional , datang kesini malah telat, dasar dokter tidak disiplin, keburu mati kali ya pasien yang yang ia tangani" guman dira dengan sinis, yang terdengar oleh dr.faras.
senyuman dr.faras seketika berubah menjadi senyuman kecut.
"sial, , , berani beraninya dia bicara seperti itu padaku." batin dr.faras sambil mengepalkan tangannya.
‘’dira.’’ Ucap bu hamidah melihat kearah anaknya, dira menoleh pada maminya itu.lalu menoleh lagi kearah dr.faras.
"maafkan atas sikap kasar dira ya dokter , sebenarnya dia tidak bermaksud untuk bersikap seperti itu." ucap bu hamida sambil mengatupkan kedua tangannya.
suster ilka melihat tidak suka pada dira , karena sudah berani bicara kasar pada dr.faras, orang yang ia sukai.
‘’ dira minta maaf sekarang juga pada pak dokter, , tidak pantasnya kamu bicara seperti itu .’’ perintah bu hamida yang mulai kesal dengan anaknya.
dira mendelik.
‘’iya maaf mi.’’ Ucap dira tidak ikhlas.
"bukan pada mami, , tapi minta maaflah pada dr.faras." ucap bu hamida lagi.
"kenapa melihat dia aku begitu kesal." batin dira.
bukannya meminta maaf, dira malah menatap tajam dr.faras.begitu pula dengan dr.faras yang juga tengah menatap mata dira.
‘’*kenapa tatapan gadis ini tajam sekali padaku , masak iya hanya karena aku tidak memeriksa dia karena datang terlambat,dia berani bicara seperti itu padaku,,menyebalkan sekali gadis ini, , , belum pernah ada wanita yang bicara padaku seperti itu...
" tapi wajahnya begitu tidak asing bagiku.’’ Batin dr. Faras sambil menyipitkan matanya kearah dira*.
"dira."ucap bu hamida menekankan nama dira , karena ia tak bergeming.
‘’ sudah bu tidak apa apa, , seharusnya memang saya yang minta maaf sama dira dan ibu,seharusnya tadi pagi saya yang datang untuk memeriksa dira." ucap dr.faras tersenyum , senyumannya membuat marah bu hamida mereda.
"maaf dokter, tidak seharusnya saya bersikap seperti itu." ucap dira sambil menoleh kearah lain.
" karena kebodohanku sendiri, , aku melampiaskan kekesalanku pada orang lain." batin dira sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
jadi dokter ini,dokternya dira yang minta oleh nak pandu?.’’ Tanya bu hamidah. Wah ternyata masih muda ya,cakep lagi.’’ Puji bu hamida ,
bu hamida terpesona dengan ketampanan dr.faras.
"tampan apaan,sepertinya mamiku matanya sudah buta ’’ Batin dira.
‘’iya bu,perkenalkan saya dr.faras.’’ ucap dr.faras.
" iya saya hamidah ibunya dira, panggil saja bu mida."ucap bu hamidah dengan masih tersenyum pada dr.faras.
"baik bu mida."
"atau mami juga boleh, sama kayak dira." ucap bu hamida. dr faras hanya tersenyum kaku.
"kamu belum menikahkan nak?tanya bu hamida lagi.
" hahh.... belum bu."jawabnya kemudian
dr.faras mengerjap ngerjapkan matanya.
" baguslah, , berarti masih ada kesempatan untuk saya menjadi mertuamu. ucap bu hamida yang membuat dira dan suster ilka menoleh kearahnya secara bersamaan.
"mami apa apaan sih." ucap dira yang tidak didengarkan oleh maminya.
"ibunya saja kecentilan begini, bagaimana dengan anaknya?aku harus berhati hati, , , aku yakin gadis ini hanya berpura pura ketus terhadap dr.faras.dia juga pasti menyukai dr.faras sama seperti pasien lainnya
"mami kenapa tiba tiba ganjen begitu sih, bikin aku malau saja." batin dira melihat tingkah maminya, ketika melihat laki laki tampan, ia pasti akan berniat untuk menjadikan laki laki itu sebagai menantunya.
.
.
.
.
__ADS_1
.