
Disebuah restaurant.
‘’saya sangat setuju dengan ide-ide dan usulan yang Nona Jessly ajukan,jadi semoga saja kita menjadi patner kerja yang baik kedepannya.’’jelas Tuan Dhaif sembari mengulurkan tangannya.
‘’Benarkah, Tuan menyetujuinya.’’ Jessly tampak berbinar menyambut tangan Tuan Dhaif. Ia tidak percaya Tuan Dahaif langsung menyetujui ide-idenya.
Tuan Dhaif mengangguk pasti.
Jessly tersenyum kepada Michelle yang ada disampingnya.Jessly begitu sangat senang .
‘’Dua hari lagi saya akan mendatangi AIDEN group untuk kembali membahas kontrak kita ini.
‘’Baik ,Tuan.’’ Ujar Jessly lagi.
Kemudian Tuan Dhaif pamit undur diri karena urusan bisnis antar keduanya saat ini telah usai.
‘’Kak kita berhasil memenangkan kontrak Dari Tuan Dhaif.’’Jessly sangat antusias.
Michelle tadi sedari memperhatikan Jessly hanya tersenyum sambil mengangguk,baginya tidak ada yang bisa membuat ia berpaling dari wajah Jessly.
‘’Bukan kita yang berhasil,tapi kau,Jessly.’’
‘’Tuan Dhaif menyukai ide-idemu,semua itu hasil kerja kerasmu bukan.’’ Puji michellle.
‘’Rasanya,aku dan Jimi bisa melepasmu mulai saat ini.’’
Jessly menggeleng
’’Bukan aku saja,ini berkat Kak Michelle juga,tadi sebelum kedatangan tuan Dhaif kita sempat prepare laporan terlebih dahulu dan kak Mich banyak mengoreksinya bukan.
‘’Tapi tetap saja bukan.’’ Michelle tak segan mengacau rambut Jessly’’ itu hasil usaha mu sendiri.’’ Ucap Michelle sembari tertawa Kecil.
Dengan cepat Jessly menyentakkan tangan Michelle.
‘’Ma-maaf kak.’’ Ujar jessly yang tidak enak dengan Michelle karena sudah menyentakkan tangannya.itu karena Jessly ingin menjaga perasaan Leo.ia tidak ingin disentuh oleh pria lain selain dari suaminya.tapi Michelle juga tidak dapat disalahkan,karena menurut Jessly Michelle tidak mengetahui tentang pernikahanny dengan Leo.
‘’Tidak masalah,,mungkin kau risih,Jessly.’’ Ucap Michellle sembari tersenyum tampa arti.
‘’Oh ya kak,terima kasih sudah mau membantu dan mengajari aku tentang bisnis selama ini.’’
‘’Santai saja,itu tidak seberapa kok ,Jessly.’’ Ujar Michelle.namun dalam hati Jessly sebenarnya ia ingin berucap terimakasih untuk suaminya,karena Leo lah yang banyak mengajari tentang perusahaan maupun bisnis.
Michelle pun meminum kopinya,Jessly tampak melihat jam dipergelang tangannya.
acara makan siangnya dengan Leo terpaksa harus ia batalkan,karena harus menemui Client-nya di restaurant ini bersama Michelle.
‘’Masih ada waktu,sebaiknya aku kakentor Leo saja,entah mengapa aku merindukan suamiku itu.’’batin Jessly sembari membayangkan wajah tampan Leo.
‘’Kak,meeting sudah selesai,aku pamit balik kekantor,Boleh .’’ Ujar Jessly pada Michelle sembari meninggalkan tempat duduknya.
‘’Baiklah,aku akan mengantarmu.’’ Michelle hendak beranjak dari tempatnya.
‘’Tidak perlu kak,aku tau kak Mich pasti juga sibuk,aku naik Taxi saja.’’ Tolak Jessly.Jessly buru buru pergi meninggalkan Michelle namun Michelle menyusulnya.
‘’Hmmm Jessly tunggu sebentar.’’ Membuat Jessly menghentikan langkahnya.
‘’Kenapa lagi kak?
‘’Tidak,aku hanya ingin menanyakan,bagaimana jawaban yang aku pertanyankan satu bulan yang lalu.’’Tanya Michelle,ia masih ingin berharap terhadap Jessly,karena ia yakin Jessly tidak mengharapkan pernikahan ini,lebih tepatnya Jessly tidak mencintai Leo.
‘’Jawabanku ?Jessly pura-pura tidak mengerti.
‘’Jawaban atas perasaanku padamu.’’Michelle menarik tangan Jessly lalu membawanya kedada bidangnya.
Dengan cepat Jessly kembali menarik tangannya,ia merasakan degupan jantung Michelle yang begitu kencang.
‘’Maaf kak aku tidak mau membuat kakak kecewa,tapi ada sesuatu tentang diriku yang belum kakak ketahui,kakak bisa melupakan perasaan kakak terhadapku,karena aku tidak bisa membalasnya.’’ Ujar Jessly lalu berlalu meninggalkan Michelle begitu.
‘’Aku tahu rahasiamu Jessly,aku tidak peduli akan hal itu,bagiku kau adalah wanitaku,aku yakin kau tidak mencintai laki-laki itu.’’ Batin Michelle sembari menatap kepergian Jessly.
‘’Leo,lagi lagi kau menang,tapi tidak akan aku biarkan kau begitu saja,tunggu tanggal mainnya.’’ Michelle mengepalkan tangannya erat-erat.
Fhlashback
‘’Hei Jessly’’ sapa seseorang dari belakangnya,membuat Jessly sedikit kaget.
Jessly pun berbalik
‘’Kak Michelle..’’ ucap Jessly sambil tersenyum kaku menatap Michelle
Michelle pun menghampiri Jessly iapun menatap lekat-lekat gadis itu,gadis yang beberapa bulan ini sudah memenuhi pikirannya.
‘’Mati aku,apa dia ingin menanyakan tentang perasaanku padanya.’’ Karena satu bulan yang lalu Michelle pernah mengungkapkan perasaannya kepada Jessly.
‘’Kak Michelle ada disini ?ingin bertemu Kak Jimi ya,sayang sekali Kak,Kak Jimi tidak ada dikantor sekarang.’’ Ucap Jessly.
Senyuman tidak pernah pudar dari wajah laki- laki tampan itu.ia pun menggeleng.
‘’Tidak.’’ Jawabnya kemudian.
‘’Lalu?
‘’Ehemm,,,tapi aku kesini justru ingin bertemu dengan kamu Jessly.’’ujar Michelle.
Degggg..
‘’Bertemu dengan aku?.’’ Tunjuk Jessly pada dirinya sendiri.
‘’Iyaaa.’’
Jessly hanya tertawa kecil.
‘’Apa ada yang ingin kakak bicarakan denganku?.’’ Tanya Jessly lagi ia tidak ingin membahas permintaan Michelle yang ingin menjadi kekasihnya.sudah tampak tegang.
Wajah Jessly tidak luput dari pandagan Michelle.
__ADS_1
‘’Jimi memintaku untuk menemanimu hari ini meeting dengan Client hari ini’’ jawab Michelle.
‘’Oh.’’ Jessly menggut- manggut,jujur saja saat ini ia memang masih membutuhkan bimbingan dari kakaknya dan juga Michelle.
‘’Syukurlah,dia tidak membahas itu.’’ Batin Jessly Lega.
‘’Maaf aku sudah membuat kak Michelle repot-repot.’’kata Jessly tidak enak.
‘’Tidak apa-apa,justru kakak senang bisa membantu kamu.’’ Jawab Michelle.
‘’Leo,kupastikan aku akan merebut Jessly darimu ‘’Batin Michelle,karena dia sudah tau dari orang kepercayaannya bahwa Leo dan Jessly sudah menikah.
Jessly melirik jam mahal miliknya.
‘’Kak satu jam lagi meeting akan dimulai,kita berangkat sekarang?.’’ Ucap Jessly.
‘’Hemmm okey,ayo.’’Jessly dan Michelle pun meninggalkan AIDEN GROUP.
Flash off
Jessly baru saja turun dari taxi yang tumpanginya tepat di kantor Breslin Group,ia menenteng tasnya kebahu sembari mengecek totebag yang ia pengang ditangan kanannya.
Jessly tidak memberitahu bahwa dia akan datang menemui suaminya itu,ia ingin membuat Suprise untuk Leo.
‘’Semoga karyawan disini tidak curiga denganku.’’ Batin Jessly .Jessly melangkah masuk dengan rasa deg-degan.
Setelah masuk,Jessly menghampiri meja resepsionis.
‘’Selamat siang,Nona.ada yang bisa kami bantu?
‘’Saya ingin bertemu dengan Tuan Leo,bisa?’’ Jawab Jessly
‘’Maaf Nona,apa sudah membuat janji sebelumnya.’’ Tanya resepsionis itu lagi.
‘’Apa harus janji dulu kalau ingin bertemu Leo.’’ Ujar Jessly lagi.
‘’Iya Nona,karena tidak sembarangan orang bisa bertemu dengan Tuan Leo kecuali seorang Client.’’
‘’Apa Nona client dari Tuan Leo?’’sang resepsionis memperhatikan dandanan Jessly.
‘’Iya,saya client dari Tuan Leo,cuman hari ini saya tidak ada janji dengan dirinya,jadi bisa saya buat janji sekarang?.’’ tanya Jessly dengan senyum terpaksa.
‘’Kenapa ribet sekali ingin bertemu suami sendiri,oh ya aku lupa,semua orang belum tau kalau aku dan Leo sudah menikah’’
‘’Maaf tidak bisa Nona.’’
‘’Tapi apa kau bisa menanyakan kepada sekretaris atau asistennya dimana Tuan Leo sekarang? Please.’’ Mohon Jessly.
‘’Baik tunggu sebentar kalau begitu Nona.’’
Resepsionis menghubungi nomor sekretaris Leo.
‘’Bagaimana ?Jessly melihat resepsionis itu menutup telepon.
‘’Meeting diluar?
‘’Iya,nona.’’
‘’Ya sudah, kalau begitu apa boleh saya tunggu Leo disini?
‘’Silahkan Nona,nona bisa menunggunya disebelah sana.’’
‘’Hemm,terima kasih.’’
Resepsionis mengangguk.
‘’Apa Nona ini kekasih Bos?batin resepsionis.
‘’Tau begini,mending tadi aku mengabari Leo saja.’’ Ujar Jessly sembari duduk disofa yang telah disiapkan untuk tamu.
Karena menunggu terlalu lama,Jessly akhirnya tertidur karena kecapek-an.
‘’Jadi Michelle masih mendekati istri saya?.’’ Ucap Leo pada Rio.
‘’Iya Tuan.’’ Jawab Rio .
‘’Berani sekali Michelle megang-megang tangan istri saya.’’Leo mengeratkan salah satu tangannya.
Tiba tiba Rio mendapat telepon dari Emina.
‘’Baik,akan saya sampaikan.’’
‘’Kenapa ?
‘’Saat ini Nona Jessly sedang ada dikantor Tuan.’’
‘’Istri saya ada dikantor.’’
‘’Emina bicara seperti itu,Nona Jessly ada dikantor sedang menunggu Tuan muda.’’
‘’Pak tambah kecepatan mobilnya,saya tidak sabar ingin bertemu istri saya.’’ Ujar Leo wajahnya yang tadi masam kini berubah semangat.
‘’Ya ampun Nona Jessly,kenapa menunggu diluar ,Nona bisa masuk saja kedalam ruangan tuan Leo.’’ Ujar Emina cemas.
‘’Jangan cemas,saya tidak apa- apa kok menunggu diluar.’’ Ujar Jessly.
‘’Kalau sampai Tuan Leo tau,bisa habis kami semua,Nona.’’
‘’Sudahlah,lagian resepsionis itu tidak tahu bukan,kalau aku adalah istri Leo.’’
‘’Tapi Tetap saja Nona,mereka salah,mereka tidak memberitahuku siapa yang menanyakan Tuan Leo,kalau aku tahu dari tadi,pasti aku sudah menjemput Nona kebawah.’’Emina turun ke lobby dan melihat Jessly tertidur disofa.
‘’Tenang saja,aku tidak akan memberitahu hal ini pada Leo ,sebenarnya aku juga yang salah melarang Leo mengumumkan pernikahan kami.’’
‘’Hemmm Nona,,terima kasih.’’
__ADS_1
‘’Sekarang kembali lah bekerja,aku akan menunggu Leo disini.’’
‘’Baiklah,kalau butuh sesuatu Nona bisa panggil saya.’’
‘’Iyaa.’’Jawab Jessly lalu Kemudian Emina berlalu keluar ruangan.
Sampai dikantor Leo langsung bergegas masuk kedalam kantor.
‘’Dimana istri saya.’’ Ujar Leo pada Emina.
Mendengar pintu ruangan dibuka,Jessly yang tengah berdiri disamping kaca menengok dan tersenyum kearah Leo,begitu juga dengan Leo.
‘’Saya hanya ingin berdua dengan istri saya.’’ Ucap Leo pada Sekretaris dan asistennya.mengusir secara halus.
Emina dan Rio langsung mengerti,mereka pun keluar dari ruangan Leo.
‘’Hemmm ,sepertinya bos Leo sangat mencintai istrinya ya.’’ Ucap Emina pada Rio.
Namun Rio malah menatap Emina dengan Dingin.
‘Kenapa malah menatapku seperti itu?
Tampa menjawab Rio berlalu pergi keruangannya.
Leo menghampiri istrinya,Memeluk lalu memberikan ciuman di kening Jessly.
‘’Aku pikir sayang tidak jadi kesini.’’ Ujar Leo sambil menatap Jessly.
‘’Pekerjaanku selesai begitu cepat,jadi aku putuskan untuk datang kesini,sengaja tidak mengubungi supaya jadi suprise.’’ Jawab Jessly.
Leo tersenyum sembari mengusap usap rambut Jessly.
‘’Apa sayang sudah makan?tanya Jessly.
‘’Belum,aku sangat lapar sekali.’’ Bohong Leo karena melihat totebag diatas meja,sudah dipastikan itu makanan yang dibawakan oleh Jessly untuknya.
‘’Aku juga belum,ini sudah lewat jam makan siang.’’ Ujar Jessly sembari melihat jam dipergelang tangannya.
‘’Ya sudah,sekarang mari kita makan,sayang pasti juga lapar bukan.’’ Ucap Leo lalu membawa Jessly duduk diatas sofa.
‘’Kamu bawa apa sayang?
‘’Aku bawain makanan kesukaanmu yang.’’
Jessly menarik totebag yang ada didepannya,mengeluarkan isinya satu persatu.
‘’Ini ‘’ ucap Jessly.
Leo menggeleng.
‘’Suapin.’’
Jessly tertawa.
‘’Manja sekali.’’namun tetap menyuapi Leo.
‘’Hemmmm,enak.’’
‘’Beli dimana,sayang?
‘’Hemmm kebetulan tadi aku ada meeting restaurant yang biasa kita pesan makanan,jadi sekalian aku pesan disana.’’
‘’Meeting,dengan siapa?
‘’Dengan Client,terus sama Kak Mic -Michelle.’’Jessly tampak ragu menyebut nama Michelle.
‘’Oh.’’Leo tampak mengambil minuman yang ada diatas meja,Jessly melihat perubahan diwajah Leo.
Ia yakin suaminya itu tidak menyukai ia dan Michelle sering bertemu.
‘’Sayang.’’
‘’Hemmm..’’ hanya itu jawaba dari Leo.
Jessly meletakkan makanannya diatas meja,lalu memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Leo.
‘’Aku sudah memutuskan untuk berhenti bekerja.’’Jessly mengambil tangan Leo.
‘’Benarkah sayang.’’ Tiba tiba wajah Leo kembali sumbringah.
Jessly mengangguk.
Leo langsung memeluk Jessly,lalu memberi ciuman dikedua pipinya.
"ini adalah caraku untuk menghindari kak Michelle."
‘’Aku akan fokus mengurus rumah tangga kita.’’
‘’Aku sangat senang dengan keputusanmu,sayang.’’ Leo mencium bibir Istrinya kilas lalu memeluknya.
Sementara
‘’Perminsi pak,ini ada berkas yang ditanda tangani oleh,Bos Leo.’’ Ujar Emina pada Rio,semua yang berhubungan dengan Leo harus melalui Rio terlebih dahulu.
‘’Hemmm letakkan saja disana,dan kau boleh keluar.’’ Jawab Rio,tampa menoleh ke Emina.
‘’Dasar manusia es batu,tidak sopan sekali.’’ batin Emina kesal.
‘’Mau apa lagi.’’ Tanya Rio melihat Emina masih berdiri didepannya.
‘’Eh i-ya pak.’’ Emina berlalu dari ruangan Rio.
Rio menatap punggung Emina dengan wajah dinginnya Lalu melanjutkan pekerjaannya.
jangan lupa like, commen dan vote yah
__ADS_1