Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
extra part 5


__ADS_3

memasuki usia kehamilan kesembilan bulan, perut nana kini sudah semakin membesar, semua keluarga was was menunggu nana yang akan segera melahirkan.termasuk dengan pandu yang selalu cekatan menjaga istrinya, semenjak usia kehamilan nana menginjak 7 bulan, pandu lebih sering menemani nana ketimbang pergi bekerja kekantornya, semua urusan kantor ia serahkan semuanya kepada tyan.


kediaman mama galih.


"aku mau duduk disitu saja, hubby." ucap nana sambil menunjuk sebuah pohon rindang yang ada ditaman belakang milik keluarga pandu.


khawatir dengan keselamatan menantu dan cucunya, , mama galih meminta nana dan pandu untuk sementara waktu tinggal dikediamannya.


"kita kembali kedalam saja ya sayang, kamu istirahat dikamar, lihat wajah kamu pucat banget, aku khawatir kamu kenapa napa." khawatir pandu sambil memeluk pinggang istirnya.


saat ini tubuh nana sering cepek dan kelelahan


nana menggeleng dengan pelan sambil tersenyum.


"aku bosan didalam kamar terus, hubby." adu nana.kita duduk dibawah pohon itu sebentar saja."ucap nana lagi, lagi lagi hal itu tidak bisa ditolak oleh pandu.


pandu menghembuskan nafasnya dengan tertahan.


"baiklah, tapi hanya sebentar ya, setelah itu kita kembali kekamar." ucap pandu yang diangguki oleh nana.


"maafkan aku, yang selalu merepotkan , hubby."


"jangan bicara seperti itu, sayang tidak pernah merepotkan aku." pandu tersenyum.


dengan pelan pandu mendudukkan tubuh nana kerumput hijau yang tumbuh rapi di bawah pohon itu.


nana lalu tersenyum , menghirup udara segar itu dalam dalam sambil memejamkan matanya, rambutnya beterbangan kesana kemari diterpa angin yang berhembus sedang.


pandu tersenyum melihat istrinya tampak bahagia.


nana menoleh kearah pandu , yang sudah duduk disampingnya, kedua kaki mereka diselonjorkan .


"disini sejuk ya hubby." ucap nana sambil membalas senyuman pandu.


"hemmms..tapi jangan lama lama ya, nanti kamu masuk angin sayang." ucap pandu yang diangguki oleh nana, lalu nana menyenderkan kepalanya kebahu pandu.tangannya sibuk mengelus elus perutnya.


"nanti, setelah the twins lahir, aku akan mengajak mereka untuk bermain disini, mereka pasti akan senang." ucap nana sambil melirik ketaman bunga milik mama galih.


"kenapa harus disini sayang?." tanya pandu.


"karena , selama dirumah ini, tempat yang aku sukai adalah taman ini." jawab nana .


"bolehkan hubby?.tanya nana.


" tentu boleh dong sayang."ucap pandu sambil membawa nana kedekapannya.


sebenarnya akhir akhir ini pandu mulai khawati dengan nan, karena sebentar lagi nana akan melahirkan kedua bayi mereka.


mereka menikmati waktu berdua dibawah pohon ditaman itu.menikmati semilir semilir angin yang bertiup.melihat bunga bunga indah mama galih yang bergoyang kesana kesini karena dibawa olwh angin.


sesaat setelah itu, tiba tiba.


"awww." nana meringis sambil mengrinyitkan keningnya, menyadarkan pandu yang tadinya memejamkan matanya.


"kenapa sayang?tanya pandu melihat bibir nana yang bertambah pucat.


" perutku, sakit hubby."adu nana sambil menahan sakitnya.


"apa, ,sayang , apa kamu mau melahirkan?panik pandu.


nana mengangguk


" sepertinya dedek bayinya udah mau keluar, hubby."nana masih menahan sakit.


dengan cepat pandu mengangkat tubuh nana dan membawanya masuk kedalam rumah.


pandu begitu panik, pikirannya buntu, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

__ADS_1


"tu-tunggu sebentat sayang, aku panggil mama dulu." ucap pandu lalu membaringkan tubuh nana diatas sofa.


"aww.." nana terus meringis.


"ma, mama." teriak pandu didepan kamar mama galih.


mama galih yang baru saja menerima telepon, buru buru membuka pintu untuk pandu.


"pandu, , ada apa sayang?tanya mama galih melihat wajah pandu yang begitu panik.


" nana ma, , nana sepertinya mau melahirkan."ucap pandu.


"apa, nana mau melahirkan, dimana nana sekarang, , kenapa nana kamu tinggal sendirian, gimana sih kamu." ucap mama galih yang juga panik.


"aku panik, makanya manggil mama."


mama galih lalu berlari menuruni anak tangga yang diikuti oleh pandu.


"nana." ucap mama galih saat melihat menantunya sudah terbaring diatas sofa, lalu menghampirinya.


"pandu siapkan mobil cepat,kita kerumah sakit sekarang." titah mama galih pada pandu, buru buru pandu berlari keluar untuk menyiapkan mobilnya.


"mama, sa-sakit ma." rengek nana pada mama galih.


"iya sayang , mama disini, , sabar ya." ucap mama galih sambil menggenggam tangan menantunya itu.


mama galih melihat celana yang nana pakai tampak basah, menandakan air ketuban nana sudah pecah.


Rumah sakit


tak butuh lama, akhirnya mereka sampai dirumah sakit.


nana sudah disambut oleh dokter yang biasa menanganinya, karena sudah ditelepon oleh mama galih terlebih dulu.


saat ini nana sudah berada didalam ruangan persalinan .


"maaaf nyonya, sebaiknya nyonya menunggu diluar, hanya satu orang yang boleh menemani pasien disini." ucap sang dokter pada mama galih.


"baik dok, tolong selamatkan cucu dan menantu saya dok." ucap mama galih.


"tentu nyonya , doakan kami semoga bisa melaksanakan tugas kami dengan baik." ucap dokter itu.


mama galih mengangguk tersenyum lalu keluar dari ruangan bersalin.


sementara pandu yang masih tampak panik, terus menggenggam tangan nana sambil mencium pucuk kepalanya.


"aku tidak tega melihat sayang seperti ini." lirih pandu sambil kembali menciun kening nana.


"kamu di operasi saja ya sayang." ucap pandu lagi, tidak ingin istrinya kenapa napa , ia tidak tega istrinya menahan sakit seperti itu.


nana menggeleng, ia tetap kekeh ingin melahirkan anaknya secara normal, sejak dulu nana hanya ingin melahirkan secara normal.


"tidak pa-pa , hubby, aku kuat kok." ucap nana yakin.


nana terus menjerit menahan sakit


keringatnya bercucuran diseluruh wajahnya, dan ia terus mengejan diminta oleh sang dokter.


tak henti hentinya pandu menyemangati nana untuk memberi kekuatan pada sang istri.


"kamu kuat sayang, kamu wanita hebat, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, i love you." bisik pandu ditelinga nana.mendengar kata kata manis dari pandu, nana mengejan lebih kuat lagi.


sementara diluar , 2 keluarga sudah berkumpul menunggu dengan perasan was was.


"tante gimana keadaan nana." ucap viona yang baru saja datang, lalu memegang lengan mama ratna.


"nana masih ada didalam sayang" jawab mama ratna.

__ADS_1


"semoga nana dan kedua babynya selamat ya tan." ucap viona yang diangguki oleh mama ratna, saat ini ia harap harap cemas dengan keadaan anak dan cucunya.


"semoga nana dan kedua bayinya baik baik saja." guman jeslee yang juga ikut khawatir dengan proses persalinan nana.


viona datang bersama kevin beserta juga dengan jeslee.sementara dira ia tidak bisa datang kerumah sakit untuk melihat keadaan nana , karena saat ini ia tengah menemani arka keluar kota, untuk urusan pekerjaannya.


"ayo nona sedikit lagi, kepala babynya sudah keluar." ucap dokter senang.


nana terus mengejan


"kamu kuat sayang." bisik pandu lagi, , sebentar lagi kita akan berkumpul dengan kedua anak kita.


mendengar hal ini, nana pun mengejan sekuat tenaga lagi.


dan akhirnya..


oekkkk.oekkk..oekkk


satu bayi laki laki yang masih berlumuran darah keluar.


sesuai prediksi, bayi nana laki laki


semua yang ada diluar merasa lega , karena mendengar suara tangisan bayi.


pandu tersenyum melihat anaknya, lalu mencium bibir nana yang sudah terkulai lemas.


dokter memberikan bayinya pada suster untuk dibersihkan , nana kembali merasakan sakit, ada satu bayi lagi yang harus ia keluarkan.


sekuat tenaga nana mengejan, dan akhirnya bayi kedua yang juga berjenis kelamin laki laki keluar perut nana.


oekkkk.oekkk.oekkkk


diluar semua orang kembali merasa lega.


"selamat tuan dan nona, kedua bayi laki laki kalian sehat tidak kekurangan satu pun."ucap sang dokter sambil tersenyum, memberi ucapan selamat.


sementara pandu, entah sejak kapan mata laki laki sudah basah digenangi oleh air mata.pandu menangis menyaksikan kelahiran kedua putranya.


ia tak henti hentinya berucap syukur, sambil mencium wanita yang telah memberinya dua jagoan kecil itu.


hari ini pandu resmi menjadi seorang ayah, dan ia sangat bahagia.


" terima kasih sayang, terima kasih."ucap pandu pada nana yang sudah memejamkan matanya untuk beristirahat karena tenaganya terkuras habis.


kedua bayi mereka telah selesai dibersihkan, suster memberikan bayi tersebut untuk disusui dan diadzani oleh daddynya.


selesai diadzani dan disusui, pandu tak henti hentinya mencium pipi kedua anaknya yang masih merah itu.


sungguh makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, hasil bibit unggul perpaduan antara nana dan juga pandu, anak mereka memiliki paras wajah yang sangat tampan.


" jagoan daddy."ucap pandu lalu kembali mencium anaknya satu persatu.


"tampan, kayak daddynya." ucap nana lalu tertawa kecil pada pandu.


yang dibalas oleh pandu dengan anggukan sambil mencium bibir nana.


"terima kasih tuhan atas berkahmu." guman nana dalam hatinya sambil mencium kedua babynya.




babynya pandu dan nana.


maaf ya, proses lahirannya kayak gitu aja, , belum berpengalaman soalnya.


heheheheh

__ADS_1


jangan lupaaaa yaaaa.


__ADS_2