
leo menatap sedih kearah wanita yang tengah terbaring kaku diatas ranjang rumah sakit.sementara disamping wanita itu duduk pria paruh baya sambil menggengam tangan istrinya .ia melirik anaknya yang baru tiba dari negeri yang jauh.
"leo..." tuan breslin berdiri dari tempatnya, menghampiri leo.
sementara leo masih tak bergeming menatap kearah diana yang masih belum membuka matanya karena efek obat tidur.
tuan breslin memeluk anaknya yang sudah lama tidak pernah pulang itu.
entah kenapa tuan breslin yang biasanya tampak garang dan tegas didepan semua orang, hari ini mengeluarkan sedikit airmatanya.
"papa sangat senang kau pulang nak" tuan breslin menepuk - nepuk bahu leo.
"kau apa kabar..?
leo hanya menatap papanya tampa berkata apa-apa.
"maafkan papa.." ucapan tulus dari tuan breslin, dia tahu anaknya pasti sangat marah dengan dirinya.
mendengar papanya meminta maaf,leo sedikit tersentuh, tetapi dia tidak menunjukkan kepada tuan breslin, papanya yang biasanya hanya akan bersitegangnya dengan dirinya ketika saat bertemu, kini berbicara lembut dan bahkan meminta maaf kepada dirinya.
tuan breslin sedikit menundukkan kepalanya karena sedih.
leo menatap papanya itu
"kenapa papa harus meminta maaf padaku." sahut leo dengan nada dingin.membuat tuan breslin kembali mendongakkan kepalanya menatap kearah leo.
tuan breslin sedikit tersenyum masih dengan raut yang sedih.
"karena papa gagal, , papa gagal menjadi kepala keluarga, gagal menjaga mamamu, gagal semuanya." ucap tuan breslin dengan sedih, karena dialah penyebab kekacauan ini, dialah penyebab istrinya terbaring dirumah sakit.bahu tuan breslin bergetar menahan karena menahan tangisnya.
leo mengerti maksud yang dikatakan oleh papanya itu.
ayahnya itu, pasti merasa sangat bersalah saat ini.
tadinya sebenarnya leo hendak ingin marah kepadanya ayannya itu, karena ulah rival bisnis tuan breslin, mamanya menjadi seperti ini.mama diana lah yang menjadi sasaran orang orang yang ingin menghancurkan tuan breslin.
tampa disangka leo memeluk tuan breslin.membuat pria paruh baya itu kaget, tidak biasanya anaknya seperti ini, ternyata anaknya sudah mulai berubah menjadi lebih dewasa dalam bersikap.
__ADS_1
biasanya mereka hanya akan berdebat , mnegeluarkan pendapat masing-masing, dan kekeh dengan pendapat mereka, tidak mau mengalah, akan membuat mama diana pusing dengan kelakuan ayah dan anak itu.
"papa tidak pernah gagal menjadi kepala keluarga , jangan salahkan diri papa, aku juga ikut andil dalam masalah ini." ucap leo sembari melepaskan pelukannya.
"aku sudah mendengar semuanya dari rio,pa. mulai saat ini aku putuskan akan menetap disini selamanya, aku akan membantu mengurus perusahaan kita." ucap leo sedikit tersenyum.
tuan breslin sangat senang dengan keputusan anaknya.
"terima kasih le,akhirnya kau mau mengubah keputusanmu untuk membantu papa." ucap tuan breslin.
leo tersenyum , ia berjanji akan lebih memajukan perusahaan keluarganya dan membalas orang yang telah menyakiti ibunya.
sementara disisi lain
jeesly sangat senang, bisa bertemu dan tertawa dengan paman endruf dan juga helena.
"paman bisa saja memujiku." sahut jeesly.
"paman tidak bohong nak jeesly, helena saja membenarkan perkataan paman." jawan paman endruf yang sudah mulai bisa duduk diatas ranjang.
"ee, paman ini serius, benarkan hel, jeesly semakin cantik? paman endruf melirik kearah helena yang tengah mengupas buah untuk ayahnya itu.
" benar jees, ayahku tidak bohong, kau benar benar semakin cantik ."puji hel.
"tuh, benarkan."
"hehehehe." jeesly masih tertawa.
"terima kasih paman, hel, aku percaya kok." sahut jeesly
tiba tiba timbul dipikiran jeesly kejadian yang terjadi tadi.
"apa mungkin itu leo?tapi kenapa dia tidak mengenali aku."
"atau dia pura pura tidak mengenalku, tapi apa dia bukan leo?
" tapi aku yakin dia itu leo, aku tidak mungkin salah, atau leo ada kembaran disini."
__ADS_1
"aaakkhh...kenapa aku jadi kepo begini sih, sebenarnya yang tadi leo apa bukan sih, , , kenapa tiba tiba aku memikirkan laki laki menyebalkan itu." jessly sibuk membatin
"jees..." helena melambaikan tangannya
"haaah..."
jeesly mengedip-ngedipkan matanya seketika sadar akan lamunannya.
"kau kenapa? kok tiba tiba diam?
" eh,..tidak apa- apa hel ."
"pasti jeesly sedang memikirkan jimi yang akan marah padanya." duga paman endruf sambil mengunyah buah yang diberikan helena.
"benar jees?, , kalau bagitu nanti aku akan mengantarmu pulang, aku yang menjelaskan pada jimi."
"bukan.." jessly menggeleng.
"aku bukan takut dimarahi kak jimi , paman, hel."
"lalu ?
" aku tidak apa-apa kok." ucap jeesly sambil tersenyum.
jeesly juga baru mengingat kakaknya jimi,tentu jimi akan akan memarahi dan bahkan pasti menghukumnya lagi nanti.
" ah urusan kak jimi biar nanti saja, aku masih penasaran dengan pria tadi, dia benar benar mirip dengan leo, aku akan cari tahu apakah leo punya saudara kembar atau tidak." batin jeesly.
"dira dan arka pasti, aku akan cari tau lewat mereka"
"kalau leo tidak punya kembaran, berarti itu benaran leo." batin jeesly lagi sambil tersenyum smirk kearah helena dan paman endruf.
setelah cukup lama berbincang dengan helena dan paman endruf jeesly pamit indur diri dari rumah sakit.
jeesly kepo ya??
jangan lupa like vote dan commen ya😊😊😊
__ADS_1