Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 24


__ADS_3

Hari pun berlalu


"Kak ini ada beberapa tender yang harus kita menangkan, salah satunya adalah tender yang besar, apabila kita memenangkannya, kita pasti akan mendapatkan investor dan pemegang saham lainnya." Ucap Jessly kepada Jimi.


" hmmm, , , kau yang mengerjakan semuanya?


Jessly mengangguk


"Bagaimana, apa ada yang salah?


" perfect,, , kau sekarang memang bisa ku andalkan."puji Jimi sambil mengacak acak rambut Jessky.


"kakak rambut aku, kebiasaan deh." cemberut Jessly sambil merapikan rambutnya.


"Oh ya untuk tender besar ini, beberapa hari lagi akan dilaksanakan, kau harus persiapkan dirimu." Ujar Jimi


"Hmmmm, baiklah, aku tahu." Ucap Jessly lagi.


Rumah sakit


Leo tampak sedang melamun.


"Kenapa anak mama terlihat murung?."tanya Diana yang memperhatikan raut wajah anaknya sedari tadi.


Leo mengalihkan pandangannya kearah Diana.


" Apa terjadi sesuatu diperusahaan?tanya lagi.


Leo tersenyum lalu menggeleng


"Tidak ada, ma." Sembari mengenggam tangan Diana.


"Kau yakin?


" hmmm " Leo tersenyum


"Baiklah, , Kalau terjadi sesuatu, kau harus cerita kepada mama atau papa ." Ucap Diana lagi, keadaan Diana semakin membaik.


Leo mengangguk, Diana mengusap-usap kepala Leo dengan sayang.


Ceklek


Pintu Ruangan terbuka, menampakkan Tuan Breslin disana.


"Pa, , Bagaiamana?." Tanya Leo.


" Tadi Papa sudah berkonsultasi dengan Dokter."


"Lalu." Kini Diana yang bertanya.


"Keadaan mama sudah semakin membaik, berkemungkinan besok mama sudah bisa kita bawa pulang ke mansion." Ucap Tuan Breslin senang..


"Benarkah." Diana tidak percaya, ia memeluk Leo.


"Iya.." Tuan Breslin mengangguk.


"Syukurlah, , mama akhirnya bisa pulang." Ujar Leo.


"Baiklah, kalau begitu, Mama akan minta Chantika untuk datang besok." Ujar Diana sembari melepas pelukannya dari Leo.


"Bu chantika?" Tanya Leo.


"Iya." Diana segera mengambil ponselnya.


Leo tampak berpikir.


Tiba-tiba ponsel Leo berbunyi, ia segera merogoh ponsel yang ada didalam sakunya.


tertulis nama Mrs.Yuliana.


Aku akan mengangkatnya sebentar." Ucap Leo lalu berlalu keluar.


"Hallo.." Jawab Leo


"Tuan Leo, saya minta maaf karena menganggu anda malam-malam, tapi..


Membuat Leo mengerutkan keningnya.


Yuliana tampak Ragu mengatakannya.


" Saya membutuhkan bantuan anda sekarang." Ucap Yuliana lagi dari seberang sana.


Leo tampak berpikir.


Sementara disisi Jessly.

__ADS_1


Disebuah restaurant Jepang, Jessly tampak sedang makan malam bersama seorang pria, yang tidak lain adalah Michelle, beberapa hari ini Michelle berusaha untuk mendekati Jessly.


"Jujur, kalau kak Michelle tidak memberitahuku waktu itu, kalau kakak adalah orang yang aku tabrak di mall, aku tidak mungkin akan ingat." Ujar Jessly sambil menggeleng.


"Benarkah?tanya Michelle dengan pandangannya Michelle tidak terlepas dari wajah cantik Jessly , makanan hanya dijadikan mainannya saja.sedangkan Jessly ia sibuk mengunyah dengan begitu lahap.


" iya." Jessly mengangguk dengan sedikit tersenyum tipis melirik kearah Michelle.


"Tapi waktu kita berkenalan, aku merasa sudah pernah melihat kakak sebelumnya, tapi aku tidak ingat itu dimana." Ucap Jessly.


Michelle tersenyum.


"Oh ya, kau begitu cepat melupakan seseorang."


Membuat Jessly menatap Michelle lama, kemudian tersenyum.


"Bagaimana,apa kau suka makanan disini?tanyanya , karena melihat Jessly makan begitu lahap.


" lumayan mengenyangkan perut, karena ada nasinya." Ucap Jessly tertawa kecil, lalu mengambil sushi yang masih tersisa didalam piring.


"Apa kau mau tambah lagi? ."michelle sangat suka dengan sikap Jessly yang apa adanya.tidak seperti perempuan lain yang menjaga imagenya saat makan dengan pria.


Jessly melambaikan tangannya


" tidak,sudah cukup, aku sudah kenyang, kak." Tolak Jessly sambil mengelap bibirnya.


Sebenarnya Jessly segan untuk menerima ajakan Michelle untuk pergi makan malam, tetapi karena Michelle adalah sahabat kakaknya, Jessly enggan menolaknya.


"ooo, , Baiklah." Ujar Michelle.


Disisi lain


Seorang wanita cantik duduk disebelah pria tampan sambil memangku tangan pria tersebut.didepan mereka ada seorang pria tengah yang mengamati mereka berdua dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan.


"Apa benar kau adalah kekasih baru Yulia dan kalian sudah bertunangan?" Tanya pria itu, dengan tidak percaya.


Leo hanya menatapnya datar.


"Apa kau tidak percaya kepadaku?, kami benar -benar memiliki hubungan dan sudah bertunangan, kau jangan pernah mengganggu aku lagi." Ujar Yuliana tidak habis pikir dengan mantannya.


Sementara Leo hanya diam saja.


"Kenapa kau terus yang menjawab, aku bertanya kepada kekasihmu." Pria itu menatap Leo tidak percaya.


"Sayang, kenapa kau diam saja, buat lah Riano percaya , kalau aku adalah kekasihmu, dan sebentar lagi kita akan menikah, bukan." Ucap Yuliana pada Leo.


Leo menatap kearah Yuliana, Riano tertawa mengejek.


"Kalian berbohong."


"kami tidak bohong." elak Yuliana.


"Siapa yang berbohong, kau tau siapa aku?suara Leo terdengar dingin.


Riano menyerigai


" aku tahu kau tuan Leo pewaris satu-satunya Perusahaan Breslin Group, tapi aku tidak yakin adalah pasangan kekasih." menatap Yuliana.


"Aku menginginkan Leo untuk menjadi kekasihku sesungguhnya." batin Yuliana


"kau tidak mengenal dia seperti apa." melirik kearah Yuliana.


"Aku sudah mengenal Yuliana , dan memantapkannya sebagai kekasihku, jadi kau jangan coba-coba untuk mendekatinya lagi." ujar Leo santai .


Leo menatap mata Yuliana lalu menyentuh tangan Yuliana yang ada di lengannya.


Yuliana tersenyum kagum kepada Leo.


"kau sudah dengar bukan, jadi tolong jangan ganggu aku lagi." Yuliana bicara selembut mungkin.


"Ciehh, , siall." Guman Riano.


Leo menatap kearah Riano yang sedang termakan api cemburu itu.


"Sepertinya aku harus pergi." Tidak tahan lagi, Riano pun pergi dari tempatnya.


Setelah bayangan Riano Menghilang, Yuliana bisa bernafas lega.


"Ah, syukurlah dia percaya." Ucap Yuliana senang.


"Tuan Leo, saya sangat berterima kasih kepada anda." Ucap Yuliana sambil tersenyum manis.


Leo tersenyum tipis, sebenarnya ia tidak mau melakukan ini.


"Andai ini benar-benar terjadi." Guman Yuliana dalam hati.

__ADS_1


"Lain kali tolong lebih berhati -hati dalam memilih teman pria , nona Yuliana.supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi.


Yuliana mengangguk sambil tersenyum manis.


" dia perhatian sekali, aku harus mendapatkannya."


sebelumnya Yuliana telah menjelek, jelekkan mantanya kepada Leo.


"Apa sekarang, Nona bisa melepaskan lengannya saya." Ucap Leo .


"Ha, , Yuliana kaget, ia belum melepaskan tangannya dari lengan Leo.


" ma-maaf , tuan." Yuliana segera menarik tangannya.


"Hmmmm." Leo hanya tersenyum samar.


...___________...


...__________...


...__________...


"Terima kasih, kakak sudah mentratirku malam ini." Ucap Jessly .


Jessly dan Michelle tengah berjalan untuk keluar dari restaurant.


"Tidak masalah, lain kali kau juga harus mentraktirku untuk makan." Kata Michelle.


"Hmmm, tentu." Ujar Jessly.


Mereka sama -sama tersenyum .


Namun tidak disangka Jessly malah melihat Leo lagi dengan wanitanyaia juga sama -sama ingin keluar dari restaurant, seketika senyumannya berubah.


Ternyata Leo juga melihat Jessly.


Jessly lebih memilih untuk mengabaikan Leo.


"Kita keluar lewat sini saja, kak.sepertinya akan lebih cepat sampai keparkiran."Ajak Jessly. mengalihkan pandangannya, karena pintu utama untuk keluar dari restaurant kebetulan ada dua.


" hemms, baiklah." Ujar Michelle senang-senang saja.


Jessly melakukan hal tersebut agar tidak berpapasan dengan Leo.


"Jessly, , apakah aku tidak salah lihat?dia bersama Michelle." Batin Leo.


"Apa mereka ada hubungan, kenapa hatiku sakit sekali melihat Jessly tersenyum seperti itu kepada Michelle."


"Tuan Leo, ada apa?." Yuliana bingung, kenapa mereka tiba -tiba berhenti.


Leo menggeleng, lalu melanjutkan langkahnya.


Sabtu pagi adalah hari yang ditunggu oleh Jessly.


Kenapa?karena ia bisa beristirahat lama tampa dibebani oleh pekerjaan.


Ia ingin menikmati waktu liburnya


Selesai sarapan


"Jess, mau kemana hari ini?." Tanya Chantika.


"Tidak kemana-mana kok , ma." Jessly menjawab tampa menoleh kearah Chantika , ia tengah rebahan disofa sambil sibuk dengan ponselnya.


"Kalau begitu ikutlah dengan mama ." Ujar Chantika sambil duduk di sofa sebelah Jessly.


"Kemana?aku lagi tidak mau kemana-mana hari ini, ma." Tolak Jessly.


"Temani mama kerumah sakit, hari ini Diana akan pulang ,dia meminta mama untuk ikut menjemputnya.


" Aunty Diana?" Jessly menoleh sekilas


"Iya, makanya kau ikut ya, aunty Diana katanya ingin mengenalmu lebih dekat, Dia meminta mama untuk membawamu kesana." Ujar Chantika sambil meminum just miliknya.lalu kembali fokus kepada majalahnya.


"Ah, maksudnya?kini perhatian Jessly teralihkan, menggubah posisinya menjadi duduk.


" kenapa Aunty Diana ingin mengenalku?


"Iya, agar lebih dekat saja, Sudah kali ini jangan menolak ajakan mama, mama sudah menceritakan semuanya bukan tentang Diana, Aunty Diana itu tidak punya anak perempuan, Dia ingin berkenalan dengan anak perempuan mama."


"Tapi ma__


" sudah mama bilang, tidak ada kata menolak hari ini, segeralah bersiap-siap."Chantika pergi dari ruang tamu.


"yah, Mama memaksa sekali, ya sudahlah." Jessly pun melanjutkan aktivitasnya.

__ADS_1


__ADS_2