
dua hari sudah nana dirawat dirumah sakit..viona dan yang lainnya bolak balik kekamar nana dan dira untuk menemani kedua sahabatnya itu.
Tampak nana yang sudah mulai membaik dari kondisinya yang sebelumnya.pagi ini impus yang melekat dipergelangan tangannya juga sudah dilepas.
Selama dua hari itu tidak lupa pula viona dan nana membacakan ayat suci untuk kesembuhan dira.walaupun selama itu nana tidak pernah masuk kedalam ruangan dira lagi,tapi ia terus memanjatkan doa kepada tuhan,jika dira masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan mereka maka nana memohon pertolongan agar dira segera disadarkan dari komanya.
Sementara Mama galih yang katanya ingin segera menemui menantunya waktu itu,ternyata belum bisa kembali ketanah air lantaran papa danu yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Terpaksa ia harus menahan diri untuk bertemu dengan anak menantunya dan calon cucunya itu .pandu juga memberitahu mama galih kalau mereka saat ini juga sedang tidak berada ditanah air melainkan sedang berada di singapoera , menjenguk sahabat dari nana yaitu dira..mendengar cerita dari anaknya tentang kondisi dira mama galih sangat terharu mendengar nya walaupun mama galih kurang mengenal dira,namun ia juga turut prihatin dengan kondisi sahabat dari menantunya itu.
Karena kondisinya yang sudah mulai pulih, pandu berniat akan membawa pulang nana keindonesia hari ini.
sementara mama galih saat ini juga sudab dalam perjalanan untuk pulang tanah air.
Mama galih hanya berpesan agar pandu selalu menjaga istrinya.sedangkan mama ratna ia juga sudah tidak sabar menunggu kepulangan anaknya ,setelah mendapat kabar dari pandu bahwa nana sekarang tengah hamil,papa evan dan mama ratna sangat bahagia mengetahui kabar baik itu.nana akan mempunyai anak kembar.
‘’kesehatan anda semakin baik nyonya,saat ini anda juga sudah diperbolehkan untuk pulang.’’ Ucap dr.yolanda setelah memeriksa nana.
Nana hanya mengangguk sambil tersenyum
‘’terima kasih dokter.’’ Ucap pandu lalu tersenyum pada nana.tangan nana tak terlepas dari genggamannya.
Dokter yolanda pun meninggalkan kedua suami istri itu.
Pandu tak henti hentinya mencium pucuk kepala nana.
‘’hari ini kita akan segera pulang keindonesia,sayang.’’ucap pandu seketika senyuman diwajah nana menghilang berubah menjadi kerutan di keningnya.
‘’tapi aku masih ingin disini hubby,, aku ingin melihat keadaan dira dulu.’’ Ucap nana lagi.
"sebelum pulang, kamu boleh menemui dira terlebih dahulu." ucap pandu.
"bukan begitu hubby, maksudku aku ingin menunggui dira dulu disini."
__ADS_1
Pandu menggeleng
‘’no sayang....aku akan memperbolehkannya , untuk sekarang aku tidak ingin dibantah oleh mu,sore nanti pesawat kita akan berangkat’’ ucap pandu
‘’ kali kamu harus nurut sayang,jangan membantahku lagi.’’katanya lagi.
‘’hubby......aku mohon biarkan untuk beberapa hari lagi kita disini,,aku ingin ketika dira sadar aku berada disampingnya.’’ Ucap nana memohon sambil mengatupkan tangannya.
‘’ aku tidak akan menuruti permintaanmu sayang,sudah cukup kamu membuatku cemas kemaren,,tolong sekarang pikirkan kesehatanmu dan bayi kita.’’ Ucap pandu
‘’soal dira sayang tidak perlu khawatir,,ada viona dan kevin, keluarganya juga akan menjaganya disini.’’ ucap pandu lagi..
Nana hanya diam sambil menunjukkan wajah memelas.
Tidak ingin melihat wajah memelas istrinya yang akan membuat ia iba dan merubah keputusannya,pandu lebih memilih pergi dari ruangan nana.
‘’hubby..’’ lirih nana,namun pandu tak menghiraukan panggilan dari istrinya itu,nana tidak bisa membujuk suaminya itu lagi.
Setelah beberapa menerima telepon dari tyan tentang urusan pekerjaan,pandu kembali keruangan dira.
‘’kenapa wajah lo.’’ucap kevin yang melihat wajah pandu tampak tampak ditekuk.
‘’gue nggak apa- apa.’’ Jawab pandu datar.
Pandu sejenak melihat kearah pintu ruangan dira yang sebagian dilapisi dengan kaca transparan,sehingga menampakkan dira yang terbaring didalam sana.
‘’apa sudah ada perkembangan tentang dira?.’’ Tanya pandu kemudian.
‘’aku tidak tahu,dokter baru saja memeriksa dira,, saat ini tante mida dan viona sedang berada diruangan dokter, sepertinya dokter ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.’’ Ucap kevin.
Pandu hanya melihat kearah kevin.
__ADS_1
‘’hari ini gue bakalan bawa nana pulang keindonesia,tidak mungkin nana tetap disini sementara kondisi kesehatannya juga tidak baik,,gue takut akan terjadi masalah nantinya dengan kandungannya .’’
‘’ apa nana sudah diperbolehkan untuk pulang?’’ tanya kevin yang diangguki oleh pandu.
‘’aku rasa itu lebih baik, kita tidak boleh ambil resiko lagi’’ Ucap kevin yang diangguki oleh pandu lagi.
tak lama kemudian Datanglah bu hamida dan viona dengan senyuman sumbringah wajah mereka,dari arah ruangan dokter yang memeriksa dira.
Bu hamida dengan rasa senangnya langsung masuk kedalam ruangan dira.
‘’bagaimana,,apa kata dokter yank?." tanya kevin yang melihat viona tersenyum.
‘’dokter bilang,,kemungkinan dira bisa sadar dari komanya yank,,kondisinya menunjukkan perkembangan yang baik ,dokter juga tidak mengerti mengapa perkembangannya secepat ini,ini merupakan mukjizat untuk dira.’’ Ucap viona saking senangnya viona memeluk suaminya itu.
‘’ benarkah , , , syukurlah.’’ Ucap kevin sambil tersenyum , dan membalas pelukannya.
Pandu tersenyum tipis setelah mendengar penuturan viona.
‘’syukurlah keadaan dira semakin membaik,semoga dira bisa sadar secepatnya,agar nana tidak khawatir lagi.’’ Batin pandu
‘’aku akan memberitahukan ini pada nana.’’ Ucap viona sembari melepas pelukan dari suaminya ,lalu berlari menuju ruangan nana.
‘’akhirnya keadaan dira semakin baik,semoga dia cepat sadar.’’ Ucap kevin pada pandu sambil menghela nafasnya.
‘’gue ikut senang karena kondisi dira semakin baik, itu artinya nana tidak perlu khawatir lagi.’’ Ucap pandu
‘’tidak sia sia kita membawa istri kita kesini,pengaruhnya sangat besar untuk perkembangan dira.’’ Ucap kevin lagi tersenyum lega .pandu terlihat mengangguk.
jangan lupa like commen dan vote
terima kasih
__ADS_1