Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 124


__ADS_3

sudah satu jam kita menunggu, mana itu pacar dira?." tanya jimi yang sudah tidak sabaran, ia sudah datang sejak satu jam tadi.


"sabar kak, kata teman teman saya, mereka lagi on the way kesini." ucap viona yang juga sudah mulai kesal.


namun dira, raut kesedihaan nampak dari wajahnya.


dia yakin arka pasti tidak mau dibujuk untuk bertemu dengan dirinya.


"tapi kenapa lama sekali ya vi, coba deh kamu telepon lagi leo nya." sahut nana sambil menghampiri viona yang sedari tadi mondar mandir didepannya untuk mengehubungi leo.


"udah gue hubungi dari tadi, tapi telepon leo tiba tiba mati." bisik viona, lalu melihat kearah dira yang tengah duduk bersama jeslee dan juga jimi.


"ada masalah ya, , apa arka tidak mau datang kesini?." tanya nana lagi , ia melihat wajah viona yang tampak cemas.


"sebenarnya , , tadi leo sempat nguhubungin gue, dia bilang mereka lagi jemput arka kebar, dia mabuk mabuk lagi." bisik viona.


"apa?." tegas nana dengan sedikit suara meninggi.


"jangan keras keras , nanti dira dan kakaknya dengar." ucap viona sambil menutup mulutnya dengan jari telunjuk.ia melihat jimi yang sedari tadi memang sudah kesal menunggu pria yang bernama arka itu.


"terus gimana dong, kamu udah pastiin arka bakalan datang kemari." ucap nana.


viona menggeleng pasrah.


"ini udah semakin malam, dira sebaiknya kita pulang, walaupun kamu udah sembuh, tapi udara malam masih belum cocok untuk kamu." ucap jimi sambil berdiri dari tempatnya.


dira hanya diam, dia sangat sedih dengan wajahnya ia tundukkan .


"kak tunggu lah beberapa menit lagi, aku yakin pacar dira bakalan datang." ucap jeslee sangat iba melihat dira.walaupun terlihat deg degan dan takut jeslee yakin dira sangat ingin bertemu dengan pacarnya itu.


"iya kak, tunggulah sebentar lagi mereka pasti bakalan datang kok." nana dan viona ikut memohon pada jimi.


jimi berdecak kesal.


"ya sudah kita tunggu lima belas menit lagi, kalau mereka tidak datang, atau laki laki itu tidak datang juga, jangan harap dia bisa bertemu lagi dengan adik sepupuku, dira tidak perlu lagi menjelaskan tentang kesalahpahaman itu padanya" ucap jimi sambil berkacak pinggang.


semuanya mengangguk pasrah.


"aku ketoilet sebentar." pamit jimi lalu berlalu pergi.


"mereka pada kemana sih." gerutu viona.


dira berdiri dari tempatnya, lalu menghampiri nana dan viona.


"vi na, , terima kasih untuk semuanya, lo berdua udah banyak banget bantuin gue." ucap dira sambil tersenyum tipis penuh arti.


"mungkin arka nggak bakalan datang kesini, gue akan berusaha lupain arka, dan anggap semua masalah ini selesai, nggak pa-pa dia benci gue selamanya" ucap dira sambil menahan hatinya yang terasa sesak.


-


"lepasin , kalian ngapain bawa gue kesini." arka lagi lagi memberontak saat dipaksa keluar dari dalam mobil.hatinya saat ini merasa sesak, ingin ia pulang dan melampiaskan kebodohannya diapartementnya.


"udah diam deh ark." ucap leo yang tengah memegangi lengan arka.


"ayo." ajak pandu pada teman temannya.


"gara gara lo kita jadi terlambat." gerutu leo.


-


-

__ADS_1


"kak , kita pulang sekarang." ucap dira pada jimi yang baru saja kembali dari toilet.


jimi hanya mengangguk karena melihat mata dira yang basah.tampak kesedihan diwajah dira.


dira berusaha tersenyum dan mengelap airmata yang ada disudut matanya.


"ayo." ucap jimi.


"diraaa, , gue yakin arka pasti bakalan datang kesini, tunggu sebentar lagi ya."ucap viona masih menahan dira.


nana mengangguk pada dira sambil memegangi lengan dira.


dira tersenyum lalu menggeleng pada kedua temannya itu.


dira hendak berjalan membelakangi viona dan nana.


" tunggu."terdengar suara laki laki yang sangat ia rindukan, suara arka.


membuat semuanya menoleh keasal suara.


"arka." lirih dira


viona dan nana tersenyum lega melihat siapa yang datang, walaupun acaranya tidak sesuai rencana, tapi paling tidak arka datang menemui dira.


jeslee tercengang melihat kearah 4 pemuda yang ia lihat satu bulan lalu.


mereka kan yang waktu itu?


arka dan dira sama sama menatap satu sama lain, dira memperhatikan penampilan arka yang terlihat acak acakan, baju arka terlihat kusut rambutnya terlihat berantakan.


mereka sama sama terdengung, mematung ditempat masing masing dengan tatapan satu arah tampa berkedip sedikitpun.


senyuman arka tiba tiba menghilang , kala melihat kearah laki laki yang ada disamping dira, yang diyakini arka itu adalah tunangan dira.


tidak peduli dengan laki laki itu, arka lebih mendekat kearah dira, dan langsung memeluk dira.


"dira maaafkan aku, jangan tinggalkan aku lagi, , jangan pernah bertunangan dengan orang lain."


bertunangan?kening dira menggrinyit


"dira tolong batalkan pertunangan ini, gue mohon, , gue nggak bakalan sanggup kehilangan lo lagi."


tapi dira hanya diam ia sangat bahagia sedang dipeluk oleh arka.


viona dan nana juga tampak bingung dengan perkataan arka, sementara pandu dan kedua temannya berusaha menahan tawa mereka.


viona melihat kearah, suami dan teman temannya itu.


"pasti mereka yang bilang, kalau dira akan bertunangan dengan orang lain."bisik viona pada nana.


nana menoleh kearah suaminya.


" sudahlah, mungkin agar arka mau datang kesini mungkin."ucap nana.


"tapi sepertinya arka sudah tau semua masalahnya." balas viona .


nana mengangguk kemudian kembali fokus pada dira dan arka.


"dira kenapa waktu itu lo nggak bilang sama gue, kalau lo sakit kanker, kenapa malah melakukan hal bodoh." ucap arka sembari melepas pelukannya.


"itu gu-gue." dira terlihat gugup karena melihat arka.

__ADS_1


"sudah tidak perlu dijelaskan lagi, , gue juga yang bodoh ." ucapnya sembari memeluk dira lagi.


"maafin gue." lirih dira , airmatanya sudah keluar.


"jangan minta maaf sama gue." ucap arka.


"tapi gara gara gue hidup lo jadi kacau." jawab dira.


arka memeluk tubuh dira dengan erat tampa ingin melepaskannya.


"eheemmm." jimi berdehem.


arka teringat tunangan dira lalu melepaskan pelukannya, lalu melihat kearah dira.


dira tersenyum pada arka.


jangan tersenyum seperti itu lagi sama gue."ucap arka.


"kenapa?


arka melihat kearah jimi.


" gue nggak sanggup lagi buat lihat senyuman lo."ucap arka dengan masih melihat kearah jimi yang menatap datar padanya.


dira dan yang lainnya malah tersenyum lebar .


"selamat atas pertunangan kalian." arka mengulurkan tangannya pada jimi.


membuat semua orang tertawa kecuali jimi yang ditatap oleh arka.


jimi hanya diam saja,


"tolong jangan sakiti dira, dan buatlah dia selalu bahagia." ucap arka lagi.


jimi masih menatap diam arka.


"arka lihat gue, dan dengarkan gue."


"nggak, gue nggak mau lihat lo atau dengarin lo." arka menggeleng sambil menutup matanya dan telinganya.


"yaudah kalau lo nggak mau dengarin gue, mendingan gue pergi sama kakak sepupu gue sekarang, ayo kak." dira memengangi lengan jimi.


"tunggu , , apa!."mata arka melotot terbuka


"kakak sepupu."ucap arka


"iya kenalin, aku jimi, akulah orang yang kamu lihat waktu itu diapartement dira, aku udah dengar semuanya dari dira.


" lalu tunangan dira."


"tunangan apa?


arka menoleh kearah teman temannya yang sok tampa dosa.


mereka melengah pura pura tidak tau.


arka pun tersenyum malu pada jimi.


.


.

__ADS_1


__ADS_2