Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 38


__ADS_3

Satu bulan kemudian,hubungan Leo dan Jessly hanya seperti itu –itu saja.mereka tampak baik layaknya suami istri didepan semua keluarga,tapi mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri,Leo tidak ingin memaksa Jessly kalau ia belum menginginkanya.


AIDEN GROUP


Jessly baru saja selesai meeting dengan Clientnya.


‘’ugh... hari ini pekerjaanku banyak sekali.’’ Jessly duduk dikursi kerjanya sambil,menyenderkan tubuhnya yang terasa lelah lalu memijit- mijit keningnya .


Ting....satu pesan masuk keponsel Jessly.


Jessly mengambil ponsel itu dan membaca isi pesan tersebut.


‘’Sayang,,apa kamu sudah makan?’


LEO


Ck,,sayang..’’ Jessly tersenyum miring


‘’Bisa bisanya dia memanggilku sayang,saat dia sudah mempunyai kekasih.’’


Jeesly berdesis


Seketika sekelabat bayangan timbul saat beberapa hari yang lalu ia lagi –lagi melihat Leo dengan wanitanya tengah menikmati makan siang bersama.


Jessly pun mengabaikan pesan dari Leo.


‘’cukup Jessly ,,kau jangan lagi mengharapkan laki laki itu.’’ Jessly menumpu kepalanya.


‘’ Jessly ,sekarang fokus saja dengan pekerjaanmu.’’ Ulang jessly.


‘’Jess,ada apa denganmu,,kenapa kau tidak menjawab pesan-pesanku,apa kau baik –baik saja.’’


LEO.


leo kembali mengirim pesan.


Jessly lagi lagi mengabaikan pesan itu.


Sementara


Dikantornya,Leo tengah sibuk melamun memikirkan perubahan sikap istrinya yang semakin dingin kepadanya.


"Ada apa dengan jessly, kenapa sikapnya kembali dingin padaku.."


Jam bergerak begitu cepat,tidak terasa sinar matahari sudah berubah menjadi sinar bulan yang begitu indah.


Jessly pulang dari kantornya.


Jessly masuk kedalam rumah dengan wajah yang sangat lelah ulah pekerjaannya yang terlalu banyak,karena Jimi sedang diluar kota ,Jessly lah yang menghendle semua pekerjaan dikantor.


Jessly meletakkan tas kerjanya diatas meja, lalu mengambil minum kedapur sebentarm.


Rumah tampak sepi karena tidak ada siapa-siapa,karena bibi pelayan tentu sudah pulang kerumahnya setelah menyiapkan makan malam.masalah leo sekarang Jessly tidak mau ambil pusing,sekarang ia tidak peduli lagi.dan Jessly mengira Leo pasti masih dikantornya.


Jessly meletakkan gelasnya ke wastavel lalu segera masuk kedalam kamarnya.


‘’Aahhh..’’ pekik jessly saat tangannya ditarik oleh seseorang, ternyata Leo lah yang mengunci tubuh Jesslyy dari belakang.


‘’Leo,,kau mengagetkanku saja,lepaskan..’’


‘’kau tidak membalas pesanku sama sekali,dan malah jalan dengan laki –laki lain,apa kau ingin mengkhianatiku?’’ ujar leo penuh penekanan.


‘’ah,,apa maksudmu,,siapa yang jalan dengan laki- laki lain,,bukannya kebalik ya,,kau yang sering jalan dengan wanita lain,aku yang disalahkan..’’ balas Jessly sambil menggerak –gerakkan tubuhnya agar terlepas dari kungkungan leo.


‘’jangan pernah membalikkan fakta Nona Jessly,,aku melihatmu dengannya..’’ ucap Leo yang sudah tersulut emosi.


"Apa yang kau lihat?


Leo mengeluarkan ponselnya .


‘’coba jelaskan ini,kau mengabaikan pesan dari suamimu dan malah bersenang-senang dengan laki –laki lain"


Jessly melihat kearah ponsel Leo,lalu menyentakkan tubuhnya hingga terlepas.


‘’hanya kerena ini ,kau marah kepadaku."


"iya "

__ADS_1


mereka saling menatap.


Jessly tersenyum sinis.


"hanya karena aku makan dengan client ku kau marah seperti ino, lalu bagaimana dengan aku?


Jessly menatap tajam Leo .


" Apa maksud mu?." tanya Leo bingung.


Jessly tertawa miris.


"sudahlah.." Jessly hendak pergi namun..


"Jessly, tunggu dulu, jelaskan apa maksud dari foto ini.."


"aku tidak akan menjelaskan apa maksud dari foto ini, yang jelas aku tidak memilik hubungan dengannya.


leo sangat tidak puas dengan jawaban Jessly.


Leo maju sedikit dan langsung mencium bibir Jessly,Jessly ingin menolak namun tengkuknya semakin ditekan oleh Leo.


Hingga napas keduanya tersenggal,Leo menatap Jessly yang tengah menatap tajam kearahnya,leo hendak menyentuh bibir jessly yang bengkak karena ulahnya,namun jessly langsung menghalanginya.


‘’jangan pernah sentuh aku..’’ tekan jessly,matanya mulai berkaca-kaca.


‘’rasa sakitmu tak sebanding dengan apa yang aku rasakan le,,kamu tidak merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam.aku yakin dia marah bukan karena cemburu.’’ Batin jessly.


‘’kamu tidak perlu semarah ini kepadaku,,karena aku tahu batasanku sebagai istri,,dia Michelle dia sahabat kak jimi,saat ini kami sedang menjadi patner kerja,jadi wajar aku pergi makan dengan client ku untuk membahas pekerjaa,bukan sepertimu..’’Jessly menunjuk dada bidang leo,lalu membuang wajahnya.


Leo hanya terdiam mendengar ucapan jessly,sambil mengerutkan keningnya,apa maksud Jessly sebenarnya bukan seperti dirinya?.


Tapi sesaat kemudian Leo pun mengalah.


‘’Sayang,maafkan aku..’’ ucap leo lembut,ia hendak menyentuh jessly namun ia menghindarinya.


‘’Sayang..’’ leo tidak putus arah


Kini ia berhasil menggapai tubuh Jessly.


‘’maaf aku salah,tadi aku terlalu emosi,,aku tidak bertanya dengan baik kepadamu.’’ Ucap Leo sambil menyenderkan dagunya kebahu jessly.


Leo tersenyum tipis ,syukurlah jika Jessly tidak menyukai Michelle..’’ pikir Leo.


"tapi aku harus tetap berhati-hati dengan kak michelle, dari tatapannya tadi, aku melihat sepertinya dia menyukai istriku." batin Leo


Keesokannya.


‘’ Lia siapkan berkasnya,,kita ke BRESLIN GROUP sekarang..’’ Perintah Jessly .


Baru saja Jessly menerima pesan dari Jimi , bahwa Jessly harus menggantikannya meeting dengan Leo untuk membahas proyek baru mereka.


‘’baik nona..’’


‘’kak jimi selalu begitu,,memindahkan semua pekerjaanya kepadaku,, hari ini aku sangat malas bertemu dengan Leo.’’ BatinJessly dengan wajah melasnya.


"membayangkan wajahnya tersenyum kepada wanita lain membuat hatiku begitu sakit." bati Jessly lagi.


BRESLIN GROUP


Jessly berjalan dengan anggun hingga semua orang yang ada digedung breslin group mengarahkan perhatian kearahnya.


‘’ sebelah sini ,nona Jessly !.’’ Ucap emina sambil menyapa istri dari bosnya itu.


‘’hemmmss, terimakasih..’’ ucap Jessly sedikit tersenyum ,lalu mengikuti Emina kesuatu ruangan.


Ternyata sudah ada Leo disana,bersama para staf jajarannya.ia tersenyum melihat kedatangan istrinya itu.


Mata Leo tidak berkedip sedikitpun kala melihat


Jessly,namun Jessly hanya acuh tidak menghiraukan hal tersebut.


Ia kemudian duduk saling berhadapan dengan Leo.


Mereka saling bertatapan sebentar,namun dengan segera Jessly memutus hal tersebut.


‘’dia pasti masih marah denganku.’’ Batin Leo.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ketika saat meeting hendak berakhir.


Jessly dengan teliti membaca kontrak yang diberikan oleh Rio .


‘’Apa aku saggup mengerjakan proyek ini?.’’ Pikir jessly lagi.


‘’Aku takut perusahaan akan merugi besar,kalau proyek ini gagal.’’


‘’Bagaimana nona jessly,apa anda siap bekerja sama dengan perusahaan kami?.’’ Tanya Leo melihat kearah jessly yang tampak ragu.


ketika sudah bekerja, Leo tampak profesional.


Menatap Leo yang serius


‘’Baiklah,,aku setuju .’’ ucap jessly sambil melirik kearah leo dengan penuh keyakinan.


‘’Nona,,apa anda sanggup menangani proyek sebesar ini?.’’ Bisik Nia,ia bertanya seperti itu karena jessly belum pernah menangani proyek sebesar itu.’’


‘’kau tenang saja..’’ balas Jessly.


‘’Jika proyek ini gagal,,jessly pasti akan berhenti dari pekerjaanya.’’ Batin leo dengan serigai tipisnya.


Meeting selesai semua orang sudah keluar dari ruangan.


Jessly hendak keluar dari ruangan tersebut,namun Leo menahan lengan jessly lalu memeluknya dari belakang.


Deggg ...


Jessly sedikit melirik kesamping.


‘’hey,,apa yang kau lakukan,,lepaskan aku..’’ ucap jessly memberontak.


Leo tersenyuk tampa dosa.


‘’sayang ,sebenarnya kau kenapa?kenapa selalu mengabaikan aku.’’ Tanya Leo sambil menyenderkan dagunya dibahu jessly.Leo masih penasaran apa yang membuat Jessly akhir akhir ini kembali berubah kepadanya.


"Siapa yang berubah, , lepaskan aku, bagaimana kalau ada yang melihat kita dengan posisi seperti ini."


"Aku tidak perduli.." Ucap Leo sambil mencium aroma Jessly.


"mereka bisa membicarakan aku jika melihat kau seperti ini.." ucap Jessly lagi.


"Siapa yang perduli, lagian tidak akan ada yang akan melihat kita, semua staf sudah kembali ketempat kerja mereka." Leo membalikkan tubuh Jessly dan memandang wajahnya.


Namun wajah yang ditampakkan oleh Jessly adalah wajah kecut tampa ekspresi.


Leo mengambil kedua tangan Jessly.


"Cukup marah-marahnya ya sayang, aku minta maaf kalau aku ada salah denganmu." Ucapan Tulus dari Leo sambil tersenyum tampan membujuk.membuat Jessly tidak mampu menolak pesona Leo.


" Dia minta maaf kepadaku dengan wajah seperti itu?, Jessly kau jangan cepat terpancing dengan Leo, kau harus mengacuhkannya.."


tiba-tiba Jessly menyentakkan tanganku.


"kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.." ucap Jessly.


"ya ampun kenapa susah sekali menolak pesona Leo." batin Jessly.


Jessly hendak beralih dari posisinya namun pintu ruangan keburu terbuka.


"Tuan muda, , pesawat anda telah siap, anda dan Nona bisa berangkat sekarang." Ucap Rio.


Jessly mengerutkan keningnya.


"pasti wanita itu, , Leo mau kemana dengan Wanita itu?." batin Jessly.


Leo melirik sebentar kearah Jessly.


"Sayang, ayo waktu kita tidak banyak, kita harus pergi sekarang." ucap Leo.


membuat Jessly menoleh kearah Leo.


"Apa maksudmu, Kau mau kemana?


" bukan aku tapi kita.." ucap Leo.


"Ayo.." Leo menarik tangan Jessly dengan lembut.sementara Jessly masih bingung.

__ADS_1


maaf ya baru bisa upfate, , authornya disibukkan dengan kuliah .🙏🙏🙏


__ADS_2