
saat ini nana sudah dipindahkan kedalam sebuah ruangan VVIP rumah sakit yang telah disediakan atas permintaan mama galih dan mama ratna.
nana bersender dikepala tempat tidur dengan wajah yang tampak lebih segar setelah beberapa jam mengistirahatkan tubuhnya dan dan berganti pakaiannya.
pandu yang sedari tadi berada disamping nana, tak henti hentinya memperlihatkan senyuman tampannya pada istrinya itu, tidak lupa genggaman tangannya tidak pernah terlepas dari tangan nana.
"hubby kenapa dari tadi lihatin aku terus sih?tanya nana .sedari tadi pandu menatap nana dan tersenyum kearahnya.
" memang salah aku memperhatikan sayang, sayangkan istriku." tanya pandu balik, pada wanita yang sudah mengubah status menjadi seorang ayah.
"bu-bukan begitu, tapi aku merasa malu saja ditatap seperti itu oleh suami tampanku ini." nana memegang dagu pandu sambil tertawa kecil.
pandu meletakkan tangan nana ditelapak tangannya.
mereka menatap satu sama lain.
"aku sangat bahagia bisa memilikimu sayang, dan terima kasih hari ini kamu juga sudah menambah kebahagianku, dengan memberikan aku dua jagoan kecil yang sangat menggemaskan." ucap pandu sambil mengecup tangan nana.
"terima kasih sudah melahirkan anak kita."lirihnya lagi
nana tidak memberi respon melainkan hanya tersenyum dia juga sangat bahagia hari ini.
"hubby, tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena itu semua merupakan tugas dan kewajibanku memberikan kebahagiaan kepada suamiku dan aku sangat bahagia sebagai wanita bisa memberikan keturunan untuk suamiku." balas nana kemudian.
pandu tersenyum memandangi wajah nana lalu mengusap pipi putih nan mulus milik nana.
"untung aku cepat menyadari kesalahanku dan tidak menyia nyiakan wanita sebaik kamu nana." ucap pandu lagi.
nana tertawa kecil, mengingat perjuangannya saat ketika sekolah dulu, , ia ingin mendapatkan hati pandu namun usahanya selalu gagal, dan saat dirinya sudah ingin menyerah, malah pandu yang balik memperjuangkan cinta mereka.
"jadi ada yang menyesal nih?, karena pernah menolak cintaku dulu?sindir nana sambil tersenyum yang diikuti oleh pandu, lalu mengecup kening nana.
" aku sangat menyesal dulu tidak pernah melihat perhatian yang diberikan oleh gadis cantik nan imut seperti istriku ini."ucapnya lalu mengecup bibir nana.
__ADS_1
mereka saling pandang, pandu hendak kembali mencium nana kembali , namun urung karena pintu yang tiba tiba dibuka.
pandu : selalu saja gagalπππ
"nana." sapa viona dan jeslee dengan antusias.
"oh ya ampun ini rumah sakit , sayang, , , istrimu juga baru melahirkan." goda mama galih yang melihat anaknya yang tadi ingin mencium mantunya.
"maksud mama apa?tanya pandu memilih pura pura tidak mengerti.
mama galih hanya tersenyum.
mama galih beserta yang lainnya baru saja kembali untuk mengambil bayi nana dan pandu yang tadi setelah dibersihkan dan setelah diadzani dan disusui dibawa kamar bayi.
" duh selamat ya na, anak lo lucu lucu banget, tampan lagi."oceh viona.
"iya mereka tampan tampan, cucu oma." ucap mama ratna sambil mencium pipi merah bayi itu.
"tante, ayo gantian dong, dari tadi viona nggak boleh gendong babynya." ucap viona sambil mengkritingkan bibirnya, sejak tadi kedua mama itu tidak mau mengalah.
"iya iya, ya ampun vioba jelek banget sih , kalau lagi cemberut." ucap mama ratna sambil tertawa lalu memberikan baby yang ada digendongannya.
"nah gitu dong tan." wajah viona kembali cerah.
mama ratna tersenyum sambil geleng geleng kepala.
"wah memang babynya memang tampan dan sangat menggemaskan, mmmuach." ucap viona sambil menempelkan bibirnya di pipi merah bayi nana.
"oh ya nana, pandu, kalian sudah mempersiapkan nama untuk baby twins." tanya mama galih.
"pandu dan nana saling pandang lalu sama sama tersenyum, hal itu beriringan dengan masuknya papa evan dan papa danu.
" sudah kok ma."ucap pandu.
__ADS_1
"sudah ya , hubby." ucap nana, dia belum mempersiapkan nama untuk kedua anaknya.
"udah sayang." jawab pandu.
"siapa nama cucu opa?." tanya papa danu sambil menyentuh pipi cucunya itu.
"daffa pandu dinata dan daffi pandu dinata." jawab pandu pada papanya.
"bagaiman?tanya pandu.karena semua orang melihat kearahnya.
" bagus, itu saja."ucap mama ratna.
"bagaimana sayang? bagus tidak?tanya pandu.
" bagus kok , hubby, aku suka."ucap nana.
" selamat datang didunia ini, baby daffa dan daffi, wah sekarang arza udah punya teman.mau kan berteman sama bang arza?, sayang arza tidak bisa datang kesini, karena masih sekolah, dia pasti senang melihat baby daffa dan daffi."ucap viona lagi.
"vi gantian dong, aku juga pengen gendong babynya." kini jeslee yang merengek meminta untuk menggendong baby daffa.yang ada digendongan viona adalah baby daffa,
jeslee tidak berani meminta baby daffi dari gendongan mama galih, karena papa evan dan papa danu juga ingin menggendong cucu mereka.
"makanya buat bayi sendiri dong, biar bisa juga gendong bayi." ucap viona lalu menyerahkan baby daffa pada jeslee.
"apaan sih vi, suami saja tidak punya, bagaimana mau buat bayi." sungut jeslee sambil menyambut baby daffa.
bibirnya langsung tersenyum kala melihat bayi tampan itu yang masih tertidur.
"uhhhh lucu banget sih." ucap jeslee pada bayi daffa .
"makanya terima dong si leo, biar bisa kayak nana juga." ucap viona yang langsung mendapat pelototan dari jeslee.
didalam ruangan inap nana saat ini tampak riuh, karena semua keluarga yang datang meminta untuk menggedongkan kedua baby nana.pada hari itu baby daffa dan daffi menjadi perebutan setiap semua orang yang datang melihat nana.
__ADS_1