
‘’apa benar yang pandu katakan,dia mencintaiku?.’’ Tanya nana pada dirinya sendiri.
Saat ini nana sudah duduk dikursi kebesarannya.nana tidak tau saat ini apakah ia harus senang dengan pengakuan pandu atau tidak,tapi yang jelas ia harus membuktikannya terlebih dahulu apakah ucapan pandu itu benar atau tidak.
Beberapa saat kemudian....
Nana sedang sibuk dengan setumpuk file yang ada diatas meja kerjanya.
"Perminsi,nana apa kamu punya waktu sebentar.’’ Seseorang masuk kedalam ruangan nana,suara tyan karyawan dari devisi pengembangan membuat nana yang terlihat fokus pada komputernya ,memutar kepalanya kearah tyan.
‘’oo tyan ."ucap nana yang memang sudah mengenal laki laki itu,ada apa yan?.’’ Tanya nana penasaran.
‘’aku butuh bantuanmu sebentar.” Ucap tyan kepada nana lalu duduk didepan nana.
“bantuan apa?aku akan bantu kalau aku bisa.’’ Jawab nana sambil tersenyum manis yang membuat orang semakin terpesona padanya.
“bisa kamu tolong kirimkan laporan ini pada ke e-mail pak samsul,inetrnet di komputerku sedang bermasalah,jadi aku tidak bisa mengirimkannya disana. Ucap tyan.
“oooo okey aku akan membantumu mengirimkannya.” Ucap nana.
“kemarikan flahsdiks mu.” Ucap nana,tyan pun menyodorkan flashdisk yang berisikan laporan tersebut.
Nana tampak fokus dengan komputernya, mengirim laporan itu lewat email yang sudah diberikan oleh tyan ,sementara tyan mencuri curi kesempatan memandangi wajah nana.
Semenjak mengenal nana tyan sudah menyukai nana,dia berniat ingin mendekati nana,nana melirik kearah tyan yang masih tak bergeming menatap nana.
“ini sudah selesai.” Ujar nana sambil menyodorkan flashdisk itu kembali.
Namun tyan tak membalasnya dan tak mengambil flashdisk tersebut,ia masih asyik menatap wajah cantik sekretaris bosnya itu.
Nana mengrinyitkan keningnya kala tyan tak merespon perkataannya.
“hallo.” Ucap nana sambil melambaikan tangannya didepan laki laki itu.
“oo ma-maaf.” Jawab tyan gugup ketika lamunannya buyar.
“kok malah ngelamun sih,ini udah selesai.” Ucap nana dengan tersenyum tipis.
“udah selesai ya.” Jawab tyan yang diangguki oleh nana.
__ADS_1
“te-terima kasih ya.” Ucap tyan gugup,namun tetap menunjukkan senyumannya.
“iya sama sama.” Balas nana lagi.
Ternyata diluar nampak pandu yang sedari tadi sudah memperhatikan tingkah karyawannya itu pada nana,pandu mengepalkan tanganya dan rahangnya mengeras menahan emosi saat laki laki itu berani memandagi wajah sekretaris sekaligus istrinya itu.
Saat hendak keluar dari ruangannya pandu tidak sengaja melihat interaksi antara tyan dan nana, melihat nana yang tersenyum manis pada tyan,sungguh menyesakkan dada pandu.
Pandu pun kembali kedalam ruangannya,ia tidak suka istrinya didekati oleh laki laki lain.
Pandu yang sudah duduk dikursi kebesarannya ,dengan marah menelpon kepala HRD.
Saat telepon telah tersambung...
“panggilkan karyawan yang bernama tyan dari devisi pengembangan,suruh keruanganku segera.” Ucap pandu dengan nada dingin.
Lalu meletakkan teleponnya dengan keras.
Beberapa saat kemudian tyan datang keruangan pandu.
“bapak memanggil saya.” Ucap tyan sudah berdiri didepan pandu,sedangkan pandu tengah menatap tyan dengan tatapan yang tajam.
Tyan menelan salivanya kala melihat wajah bosnya itu yang terlihat tidak bersahabat .
Tyan mengambil amplop itu,dan dan membaca surat yang ada didalam amplop tersebut.
“saya dipecat pak?.” Ucap tyan membulatkan matanya pada pandu tidak percaya.
“iya,silahkan ambil gaji terakhirmu dibagian HRD dan cepat pergi dari kantor saya.” Ucap pandu dengan nada dingin.
“tapi ,ke-kenapa saya dipecat pak,apa salah saya? .” tanya tyan yang merasa tidak ada salah,ia merasa telah melakukan pekerjaannya dengan baik.
“karena kamu sudah berani mendekati istri saya,saya tidak suka ada yang memandang wajah istri saya seperti itu.” Ucap pandu yang terlihat marah.
Tyan begitu tercengang mendengar perkataan pandu.
“istri?
“iya.
__ADS_1
“siapa yang bapak maksud istri? Apakah sekretaris nana? “kening tyan berubah mengerut.
Tubuh tyan tampak menegang,sepertinya memang nana yang dimaksud oleh pandu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Tyan pergi dari ruangan pandu,ia sama sekali tidak tahu bahwa nana adalah istri pandu,dan memang semua karyawan kantor tidak ada yang taukan.
“aku pikir nana masih single.” Batin tyan sambil melirik kearah ruangan nana,nana terlihat sibuk dengan pekerjaannya.
“pantas saja,dia terlihat begitu dekat dengan bos.” Batin tyan lagi lalu pergi dari sana dengan perasaan sedih.
Tak berselang lama,nana keluar dari ruangannya untuk menuju kelantai dasar menemui resepsionis disana untuk menitipkan sebuah surat yang akan dikirim keperusahaan yang bekerja sama dengan mereka.
Disana ternyata karyawan tengah riuh,membicarakan tentang pemecatan karyawan yang secara tiba tiba.
“ada apa? Tanya nana pada resepsionis yang tengah berbicara dengan temannya.
“eh sekretaris nana.” Jawab resepsionis tersebut.
“ada apa,siapa yang dipecat?.” Tanya nana lagi
“itu sekretaris nana ,kasihan sama tyan,dia baru saja dipecat.” Ucap sang resepsionis.
“tyan,kenapa dia dipecat? Ucap nana sambil mengrinyitkan keningnya.
“kami juga nggak tau sekretaris nana,dia nggak ngasih tau kita alasan kenapa dia dipecat.” Ucap teman si resepsionis tersebut.”
“tega sekali pak bos memecat tyan,padahal tyan itu punya keluarga yang harus ia hidupi.” adiknya bergantung pada tyan."Ucap resepsionis itu dengan sedih,ia juga merupakan teman akrab tyan .
“ada apa? Kenapa pandu memecat tyan? Batin nana yang begitu penasaran.
“aku titip ini ya,sebentar lagi ada kurir yang akan menjemputnya.” Ucap nana sambil tersenyum tipis.
“baik sekretaris nana.” Ucap resepsionis tersebut.nana pun kembali kelantai atas.
jangan lupa like dan vote yah
biar author makin semangat upnya.
__ADS_1
terima kasih
🤗🤗🤗🤗