Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Fox Shock Jelly Resign


__ADS_3

" Sudahlah Tamarin. Jangan bahas lagi masalah kemarin."


" Okay," lirih Tamarin.


Fox pun berjalan menyusuri lorong demi lorong rumah sakit. Menyembunyikan kedua telapak tangan di balik saku celana dan berjalan tak bersemangat. Wajahnya terlihat kusut karena pikiran kacau yang masih bernaung di kepalanya.


Jujur sangat sulit untuk percaya kepada istrinya sekarang. Dan yang lebih menyakitkan adalah. Mengapa semua terjadi seiring kepercayaannya yang kembali sejuta persen untuk istri yang dicintainya itu? Bahkan rasa nya, hubungan mereka tampak baik-baik saja dan malah semakin mesra seiring dirinya sendiri yang memutuskan untuk tidak menaruh prasangka pada Tamarin.


Hingga malam itu. Dan sedikit membuka tabir apa yang sedang disembunyikan Tamarin akhirnya mulai diketahui juga. Fox yang tidak kuasa menahan air matanya untuk tidak jatuh. Begitu sangat kecewa, dirinya terhadap Tamarin. Namun begitu dia tidak boleh membuat Tamarin curiga sebelum semuanya benar-benar terbuka sepenuhnya. Fox yang memandangi langit gelap bertaburan bintang nan jauh di atas sana. Mendongakkan kepala seolah menahan agar air matanya tidak menetes sia-sia. Menyembunyikan kedua tangan yang sedari tadi tak berubah dari tempatnya.


.


.


Di lain tempat. Malam itu Jelly yang terpaksa makan seorang diri di pinggir jalan. Ingatannya membayang tatkala Fox dan dirinya yang hendak ke Jakarta dan malah berperang melawan preman jalan. Bahkan Fox rela babak belur demi dirinya dan mengambil tas nya kembali dari dua orang preman itu.


Ingatan Jelly pun akhirnya buyar. Dia enggan terus-terusan dibayangi dengan bayangan sosok Fox yang mustahil akan kembali seperti dulu lagi.


Jelly cukup tahu diri, jika Fox pahlawan yang memberikannya kenyamanan dari segi apapun itu, Fox tidak akan pernah bisa bersikap sama padanya.


.


.


Sementara malam pun berlalu begitu cepatnya. Pagi-pagi Jelly yang gedubyakan untuk pergi ke salon karena permintaan atasan barunya.


Saat sampai salon pun Jelly dibuat bingung dengan berbagai model rambut yang akan dipilihnya.


" Yang mana nona?" tanya yang diulang hingga entah keberapa kali padanya oleh pegawai salon.


" Oh, diluruskan aja ya mbak, sama diperbaiki catnya."


" Baik silahkan." Jelly pun akhirnya duduk sembari bermain gawainya. Sementara petugas salon, dia sibuk tengah mengeringkan, menyisir rambut Jelly yang usai dicuci sebelu merapikan dan meluruskannya.

__ADS_1


.


.


Sementara Fox yang menyempatkan menjenguk Candy di rumah sakit.


" Aku mau disuapi papa mama," celoteh Candy saat tahu papanya datang menjenguk pagi itu lengkap dan sudah rapi dengan baju kantornya.


Fox yang belum bisa sepenuhnya menerima, jika ternyata Candy bukan anaknya. Dia pun belum siap bersikap berbeda dengan Candy meskipun awalnya dia hanya diam saat Candy menaruh harap untuk sekedar di suapi olehnya. " Iya sayang." Fox pun mengambil nampan lengkap berisi bubur dan juga kuah sup berikut ayam goreng sarapan pagi dari rumah sakit. Fox tetap tidak berubah sikap dengan Candy. Tapi juga tidak akan menyurutkan langkahnya untuk melakukan tes DNA supaya semua benar-benar terang benderang dan jelas terbukti jika memang Candy memang bukanlah putrinya.


Cup


" Papa berangkat dulu ya," seraya mengusap berulang pipi chubby Candy dengan jari telunjuknya berulang.


" Iya papa. Papa hati-hati ya," celoteh yang lagi-lagi menggemaskan yang keluar dari bibir mungil Candy meskipun dia belum pulih.


" Iya sayang." Fox kemudian berlalu begitu saja bahkan tanpa berpamitan kepada Tamarin yang jelas-jelas berdiri di sampingnya.


" Enggak sayang. Mama sama papa baik-baik saja kok. Oh ya sayang, mama keluar sebentar ya."


Candy pun mengangguk.


Tamarin dengan langkah besar setengah berlari mengejar Fox yang sudah lumayan jauh menuju parkiran mobil. " Sayang." Sedikit berteriak Tamarin akhirnya berhasil memberhentikan langkah Fox.


Fox pun akhirnya berhenti meskipun sedikit banyak dia tahu apa yang akan Tamarin bahas. Yakni mengenai sikapnya yang mungkin terlihat berbeda olehnya.


" Sayang, apa kamu sakit?" Tamarin yang menyentuhkan telapak tangan kanannya pada pipi kanan Fox sementara kelima jemari kirinya dia pergunakan meraih jemari Fox.


Fox pun meraih tangan istrinya untuk tidak menyentuhnya. " Aku tidak apa-apa," ucapnya dan setelah itu mendengus.


" Apa kamu masih marah dengan ku?" bola mata Tamarin yang bergeser naik turun seraya merapikan jas kantor milik suaminya.


" Tidak. Sudah lah, aku harus berangkat Tamarin." Fox yang kemudian meninggalkan Tamarin dan terlihat sekali jika sikapnya berubah dingin.

__ADS_1


Tamarin pun berdiri resah melihat sikap Fox yang menurutnya berubah karena perempuan itu.


" Baby." Sapa Tuan Kino yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka di balik dinding rumah sakit.


Tahu jika kekasih gelapnya tengah bertengkar dengan putranya, dia pun mencoba menenangkannya. Merangkulnya dan mengusap punggung Tamarin berulang dan berjalan menuju ruang dimana Candy di rawat.


Sementara Fox, yang melintasi mobil ayahnya yang sudah terparkir di halaman rumah sakit. " Mobil ayah," lirihnya. Fox pun dengan cepat berlari untuk kembali ke tempat dimana Tamarin menghentikan langkahnya. Dan benar saja. Keduanya dapat dilihat oleh Fox layaknya pasangan kekasih yang saling menenangkan. Tuan Kino terlihat merangkul punggung Tamarin berjalan ke ruang rawat Candy.


Jujur hati Fox sedikit kecewa. Tapi Fox masih saja berusaha menepisnya. Sebelum benar-benar mata kepalanya melihat sendiri hal yang mungkin lebih meyakinkannya. Hal dimana dapat dipastikan jika memang Tamarin dan ayahnya memiliki asmara terlarang. Hal dimana Fox sejuta kali yakin jika mereka memiliki hubungan spesial yang selama ini mereka sembunyikan. Fox pun menyadarkan kepalanya pada dinding rumah sakit.


" Huft." Hembusan nafas panjangnya menghambur ke udara. Terlebih kepalanya yang sedikit pusing akibat masalah akhir-akhir ini.


Jika hanya merangkul punggung Tamarin, ibu mertuanya pun akan berlaku sama, terlebih Tamarin saat ini sedang sedih karena Candy. Jadi bisa saja, ayahnya memberikan semangat untuk Tamarin supaya tidak sedih.


Setelah berdiam sejenak nya usai. Fox pun kembali ke parkiran dan akan menuju kantornya.


.


.


Perusahaan Fontera Fox. Pukul delapan pagi tepat Fox sampai di kantornya.


Dengan langkah tergesa Fox memasuki loby dan masuk ke dalam lift seraya melihat arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


Memencet lantai puncak yang ternyata sudah ada Ita saat lift nya terbuka di lantai sepuluh.


" Ita," lirihnya seraya membenarkan dasi yang melingkar pada lehernya berikut dengan jas yang dikenakannya. " Tolong kamu suruh Jelly masuk ke ruang kerja ku!" seraya berjalan menuju pintu ruang kerja yang kurang beberapa langkah lagi akan sampai.


" Jelly sudah resign Fox," ujar Ita.


Fox yang belum sampai membuka pintu ruang kerja nya meskipun dia sudah memegangi daun pintunya. Dia terdiam untuk satu detik lalu menoleh kembali ke Ita. " Jelly resign?" tanya Fox dengan sangat terkejutnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2