Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Kamu Hamil?


__ADS_3

Berbeda dengan Fox yang masih menahan rasa sakit dan rasa hancur saat mengetahui jika putri yang dari bayi dia timang-timang ternyata bukan putrinya.


Hatinya bertambah hancur tatkala benar adanya jika ternyata ayahnya sendiri yang telah menjadi papa sesungguhnya dari Candy.


Tidak percaya, ingin sekali Fox tidak mempercayai hasil tes DNA ini. Tapi sayang, seribu kali dia berusaha menepis jika keduanya memiliki cinta terlarang, seribu kali pula semesta berusaha menjelaskan, jika memang istrinya sendiri dan ayahnya sendiri telah mengkhianati nya, mengkhianati ibunya.


.


.


Di dalam rumah besar.


Tamarin yang tubuhnya masih lemah kini menguatkan untuk mengecek sendiri apa yang menjadi pertanyaannya.


Datang bulan yang dinantinya sejak lama tak kunjung muncul juga. Membuat dia akhirnya memutuskan menyuruh salah satu asisten rumah tangganya untuk membeli test pack.


Setelah nya di mengecek sendiri di dalam kamar mandi.


" Aku hamil," lirihnya seraya melihat dua garis pada alat test pack dan dapat dipastikan jika dia memang hamil.


Tamarin kemudian menyentuhkan telapak tangan kiri pada bagian perutnya. Mengelusnya, bersamaan dengan satu tetes hingga dua tetes air mata yang mengalir di pipinya.


Isaknya semakin terdengar, terlebih sikap Fox padanya dan kecurigaannya sudah membuat dia bahkan enggan sekedar bertegur sapa.


Kehamilannya yang kedua ini, jelas menjadi dilema. Fox yang sudah mencurigai hubungannya dengan Tuan Kino. Pasti akan sulit menerima kehamilannya. Ditambah saat ini, Fox tengah benci-bencinya terhadapnya. Membuat Tamarin semakin frustasi dan bertambah menangisi janin dalam kandungannya.


Isak tangisnya pecah. Sekarang berjalan keluar dari kamar mandi saja rasanya susah. Namun dia mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan cara.


" Fox pasti senang, kalau mendengar aku hamil lagi ... Dia tidak mungkin benci lagi. Ya, dia pasti akan bahagia dan kita akan berbaikan kembali," ucap Tamarin yang sangat antusias akibat frustasi dan kemudian menangis kembali.


Dia berharap sendiri supaya suaminya kembali memperlakukannya seperti dulu lagi. Namun sepertinya itu sulit hingga membuat dia sedikit depresi.


Menguatkan diri dengan merangkai harapan kembali. Lalu bersedih dan menangis tatkala harapannya mustahil karena Fox sudah berubah dan tidak sama lagi.


" Baby." Tidak berselang lama Tuan Kino masuk. Menutup pintu kamar kekasih gelapnya perlahan dan berjalan mendekat seraya membawakan sarapan pagi untuk wanitanya. " Kenapa? Kenapa kamu menangis?" seraya membelai rambut cokelat terang yang tergerai dengan sedikit berantakan di hadapannya.


Sementara Tamarin yang menyembunyikan wajahnya karena menangis, perlahan menatap wajah Tuan Kino.


Tuan Kino bertambah frustasi melihat wajah wanitanya pucat bercampur sedih. Meraihnya dan memeluknya guna Tamarin lebih tenang.


" Jangan takut! Kita akan lewati sama-sama." Ucapan Tuan Kino yang jelas menenangkan Tamarin.

__ADS_1


Sayangnya, kemesraan keduanya tidak terlepas dari cctv Fox yang sudah dia pasang secara diam-diam saat keduanya berada di sekolah Candy.


Setelah Fox merasakan ada yang tidak beres dengan istri dan ayahnya. Dia sengaja, memasang cctv tersembunyi di kamarnya.


Hanya itu yang dapat dia lakukan. Itu pun harus mengelabuhi siapapun orang rumah supaya tidak tersampaikan hingga telinga ayahnya.


Ayahnya bahkan menghapus beberapa bagian rekaman cctv pada rumah nya. Itulah yang membuat Fox bertambah memiliki kecurigaan antar keduanya semakin kuat. Jika memang keduanya tidak memiliki sebuah ikatan cinta terlarang, lantas mengapa terlihat seperti sedang bermain kucing-kucingan?


Menghapus beberapa rekaman cctv dalam rumah dan sangat jelas sekali banyak yang terpotong dari rekaman tersebut. Itulah mengapa? dia berpura-pura menyuruh tukang membenahi aliran listrik pada kamarnya supaya para asisten rumah yang di ajak kerja sama oleh ayahnya tidak bisa melapor pada ayahnya.


" Sekarang kamu makan ya." Tuan Kino yang merapikan beberapa helai rambut Tamarin yang menutupi sebagian wajahnya.


Tamarin hanya mengangguk.


Satu suapan hingga dua suapan yang berhasil masuk hingga ke perut tanpa rasa mual.


Bahkan terlihat jelas di cctv tersembunyi Fox, Tuan Kino memberikan perhatian dan cintanya melebihi apa pun kepada Tamarin. Istri putranya, yang sangat dia cintai.


Menyelimuti tubuh Tamarin yang tengah sakit, mengecup keningnya bahkan terkesan cinta keduanya terbilang gila. Karena bisa-bisanya dalam keadaan dimana Fox sedang perang batin mencoba menepis cinta terlarang mereka. Namun mereka sepertinya bahkan tidak terbesit penyesalan atas cinta terlarang keduanya dan bahkan semakin kuat untuk menghadapi apapun termasuk murka Fox dan Mint jika keduanya mengetahui.


.


.


Ingin merobek atau bahkan membuangnya ke dalam sungai hasil tes DNA Candy yang ada dalam pegangannya. Memperbaiki semuanya dan menerima Tamarin kembali asal keduanya tidak mengulangi lagi? Mungkinkah itu terjadi?


Sulit, sulit sekali. Meskipun terbesit hal demikian karena saking bingungnya pikiran.


Fox yang sudah naik ke dalam mobilnya namun belum sanggup melajukan nya. Dia jujur bingung tidak tahu harus bagaimana menyikapinya.


.


.


Sejak dia membaca hasil pemeriksaan tes DNA Candy. Di kantor, Fox menjadi tidak tenang.


Dia bahkan pulang sangat larut malam karena saking hancurnya hatinya.


Ditambah, sengaja dia melakukan itu untuk menghalau percakapan dengan Tamarin.


Sampai dimana Fox tidak ingin pulang dan memutuskan untuk tidur di kantor meskipun dia memiliki banyak apartemen.

__ADS_1


Membuat Milk dan Ita yang melihat Fox dari kejauhan di depan pintu yang tak sepenuhnya tertutup itu dapat merasakan kesedihan yang Fox alami.


" Apa karena Jelly tak kembali, dia se frustasi itu?" lirih Ita yang menaruh iba pada Fox yang sangat terlihat murung tidak bersemangat.


Milk yang menyembulkan kedua bahunya pertanda dia tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh bos besarnya itu.


.


.


Keesokan paginya. Fox melihat layar ponsel dan di dapati puluhan kali ibunya berusaha melakukan panggilan kepadanya.


Termasuk istrinya juga berusaha menghubungi nya dan berkirim pesan kepadanya.


Tamarin menyuruhnya pulang karena ada hal yang ingin dia sampaikan.


Fox juga bimbang, apakah dia juga akan mempertanyakan masalah Candy dan siapa ayah Candy kepada Tamarin yang jelas-jelas secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk berbicara empat mata.


Atau akan dia simpan rapat meskipun dia mengetahuinya. Menyuruh Tamarin berhenti melanjutkan cinta terlarangnya dan memaafkannya.


" Argh." Fox yang lagi-lagi frustasi dan mengacak rambut kepalanya dengan kedua telapak tangannya.


Dengan gegas langkahnya menuju lift hingga ke loby dan melajukan mobil miliknya.


Tiga puluh menit perjalanannya sampai akhirnya mobilnya berhasil terparkir di garasi rumahnya.


Rumah sudah sepi karena Candy pasti sudah berangkat ke sekolah dan dapat dipastikan jika Candy diantar oleh ayahnya. Berikut ibunya yang pasti sudah berangkat ke kantor.


Fox yang akhirnya masuk ke dalam kamarnya. Tamarin yang masih belum pulih dari sakitnya, berusaha menguatkan untuk tersenyum kepada Fox meskipun suaminya tidak berbalas hal yang sama.


" Ada apa? Bukankah katanya ingin bicara?"


Tamarin masih memberikan senyum kepada suaminya meskipun Fox bahkan sangat dingin bersikap padanya.


" Kamu lihat sendiri!" Tamarin mengulurkan tangannya, memberikan hasil test pack pada Fox yang masih berstatus suaminya.


" Apa ini?"


" Lihat saja! Aku harap, setelah kamu melihatnya. Hubungan kita kembali membaik seperti sedia kala." Tamarin yang tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Dia begitu tersiksa dengan sikap Fox yang mengabaikannya.


Fox pun perlahan mengikuti titah istrinya. Membukanya. Dan melihat benda itu dengan sangat detail. Jelas benda itu tidak asing dipergunakan untuk langkah awal mengetes sebuah kehamilan.

__ADS_1


" Kamu hamil?" tanya Fox.


BERSAMBUNG


__ADS_2