
" Haha ... hihi ... haha ... " gelak tawa menggema di sebuah taman belakang. Seorang anak perempuan dengan rambut lurus di kuncir kuda. Parasnya sungguh cantik dan terlihat menawan. Jika dia tersenyum, akan ada lesung pipi yang terbuka menambah kecantikan nya sejuta kali lipat.
Ya, kembaran Sandrinna Michele versi junior itu kesayangan kakek dan juga papanya. Keduanya rebutan mendapatkan perhatian dari tuan putri Candy.
" Sayang ... jangan lari-lari!" teriak Tamarin yang membawakan nya segelas susu berikut camilan untuk Candy.
Sementara Candy tengah asyik bermain dengan kakek. Alias Tuan Kino. Itu yang seharusnya dia panggil.
Namun berbeda dengan Tuan Kino yang menyakini jika Candy adalah putrinya. Yang sejujurnya dia tidak rela, mendapat sebutan kakek dari seorang Candy.
Tapi apa daya? status Fox lebih kuat secara hukum karena memang Tamarin adalah istrinya.
Memang, dia belum menyelesaikan satu hal untuk memperkuat keyakinannya jika Candy adalah putrinya. Itu dikarenakan Candy masih sangat kecil. Dan saat-saat inilah saat yang tepat untuk melaksanakan tes DNA.
Sementara Tamarin tetap meyakini jika Candy adalah anak Fox. Dan tidak akan pernah merubah keputusannya, sekalipun pada suatu hari nanti Candy terbukti anak dari pria yang selama ini menjadi kekasih gelapnya. Tuan Kino.
" Hua." Teriak Tuan Kino yang asyik menangkap putri kecilnya diikuti dengan tawa.
" Aaa." kagetnya kembaran Sandrinna Michele alias Candy dalam dekapan pria yang dia panggil kakek, namun tidak untuk Tuan Kino yang menganggap Candy adalah cucunya, melainkan putri manisnya.
" Mama ... mama ... " canda nya Candy yang berusaha minta tolong mamanya supaya kakek melepaskannya. Namun itu hanyalah permainan mereka. Mereka terlihat asyik menikmati bermain di taman belakang yang tidak jauh dari lapangan golf rumah besar tersebut.
" Hah ... Hah ... " Suara nafas yang beradu dari keduanya keluar berhamburan.
" Sudah-sudah, minum susunya dulu sayang." pinta Tamarin yang mengelap keringat putri kecilnya sembari memberikan segelas susu putih untuk Candy.
Candy pun meminum susunya sampai habis hingga terlihat jejak gelas pada pinggir bibirnya. " Habis ini kita main lagi ya kakek." ucap Candy kepada Tuan Kino padahal kembaran Brad Pitt sudah terlihat engos-engosan karena Candy tanpa henti mengajaknya bermain.
" Sudah sayang, sekarang Candy mandi dulu! sebentar lagi papa pulang." kata Tamarin kepada putri kecilnya.
" Besok saja sayang, okay!" sahut Tuan Kino. Sebenarnya dia ingin menambahkan, kakek janji. Namun dia urungkan karena jujur dia tidak rela dipanggil kakek. Satu karena dia adalah putrinya. Dua adalah karena dia masih sangat muda dan masih kuat bercocok tanam.
Ketiganya kemudian berjalan bersama menuju rumah besar. Candy dalam gendongan belakang Tuan Kino dan Tamarin yang berjalan disampingnya.
.
.
" Tolong kamu kerjakan semuanya! okay! Aku akan segera pulang karena aku punya janji dengan putri cantik ku." perintah Fox kepada Jelly dengan menyerahkan setumpuk berkas yang cukup memerihkan mata jika dia harus mengoreksi satu persatu laporan ini. Fox yang menyibak ujung jas yang dikenakan guna melihat arloji yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya.
__ADS_1
Sementara Jelly hanya menarik nafas dalam melihat bos besarnya yang mulai berjalan menjauh dari ruangan nya.
Ya, Jelly masih menjabat sebagai Manager di Perusahaan Fox. Jelas, usianya bertambah 5 tahun dan kini bisa dikatakan wanita yang cukup dewasa, yakni 27 tahun. Tamarin, Jelly dan Ita sama, mereka berusia. 27 tahun. Sementara Fox lebih tua dua tahun dari mereka.
Tidak memiliki teman dekat kecuali Fox dan Milk juga Ita. Selama lima tahun perjalanan Candy yang semakin tumbuh. Jelly masih sama merana nya, masih sama kesepiannya.
Bagaimana dia bisa dekat dengan seorang pria? Sementara Fox seolah menjadi tembok pagar bagi mereka yang akan mendekati Jelly. Namun begitu, Jelly sangat menikmati kesendirian nya.
Ita. Ita kini bekerja di perusahaan Fox. Milk dan Ita berikut kakak iparnya Dent sudah menjadi karyawan di perusahaan milik Fox. Milk dan Ita bahkan sudah bisa membeli apartemen dari penghasilan mereka berdua.
Setelah sebelumnya Ita sempat berseteru dengan Jelly akibat salah paham dikarenakan takut jika suaminya Milk akan jatuh cinta kembali pada Jelly. Itulah alasan dia pula, yang membuat Ita bersikukuh untuk meminta pekerjaan kepada Fox.
Yang pada akhirnya dikabulkan oleh Fox guna menjaga Jelly supaya tidak didekati Milk kembali, karena jujur Fox tidak rela jika Jelly terlalu dekat dengan Milk kembali. Karena bagaimana pun, Jelly pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Milk.
.
.
" Papa." panggil Candy dengan riangnya berlari ke pelukan papanya. Fox.
" Hati-hati sayang." nasihat Tamarin untuk putrinya.
" Ouw ... Ouw ... Hap." tangkap gemas dari Fox yang kemudian menggendong depan, putri cantiknya di bagian dada kanan.
" Ada dong ... Tara." Fox yang kemudian memberi surprise setelah bibi mengambilkan satu kardus Kinder Joy.
" Wao ... banyak sekali papa." Candy yang riang sekali melihat Kinder Joy satu kardus besar.
" Candy suka?"
" Suka dong papa."
" Kalau begitu cium papa." perintah Fox kepada putri cantiknya.
" Muach." gemas Candy memeluk papanya.
" Bilang apa sama papa sayang?" sahut Tamarin.
" Terimakasih papa." dengan ocehan gemas yang keluar dari mulut Candy benar-benar membius suasana makan malam penuh senyum dari semua mata yang tertuju padanya. Tampak rona bahagia itu terpancar saat melihat bocah usia lima tahun yang kini semakin pintar.
__ADS_1
" Iya, sama-sama." balas Fox yang kemudian meletakkan putri cantiknya di kursi tengah di apit oleh mama papanya.
" Pintar sekali sih cucu Oma." sahut Nyonya Mint dengan memainkan bibir supaya terdengar dan terlihat sama gemasnya dengan Candy.
Makan malam sibuk dengan piring mereka masing-masing. Suasana hangat pun tercipta di dalam rumah besar. Kehadiran Candy benar-benar memberikan warna dan keceriaan bagi semua penghuni.
Makan malam usai.
.
.
" Wao, telus-telus raja kodoknya bagaimana kakek?" tanya lucu dari mulut Candy dengan polosnya. Layaknya seorang anak kecil yang asyik mendengarkan dongeng pengantar tidur.
" Wah asyik, nya ... diceritain kakek apa sayang?" Tamarin yang sedang membuka pintu untuk mengantar segelas susu untuk putrinya.
" Itu lho ma, cerita raja katak atau kodok hija u mengelabuhi ular. Iya kan Kek." Wajah Candy yang mendongak tepat mengarah ke Tuan Kino.
" Oh, okay. Sekarang Candy minum susu dulu ya!" Tamarin yang memberikan segelas susu pada putri nya.
" Ouw, pinter cekali cih." puji Tuan Kino dengan gemas saat melihat Candy menghabiskan satu gelas susu putihnya.
" Sekarang Candy bobok ya sayang, supaya bangunnya tidak terlambat untuk ke sekolah." dengan ujung kata yang sengaja Tamarin memainkannya supaya terdengar asyik diterima putrinya.
" Muach ... Muach." kecup Tamarin ke kedua pipi putrinya.
Di ikuti hal yang sama pula dilakukan oleh Tuan Kino kepada Candy.
" Good night ya sayang." ucap Tamarin mengucapkan selamat malam kepada putrinya. Menyelimuti putrinya dan mengelus keningnya berulang dengan melepas senyum.
" Good night mama, kakek." balas Candy kepada keduanya.
Tamarin dan Tuan Kino kemudian meninggalkan kamar Candy. Tamarin yang masih memegangi daun pintu.
Sementara Fox yang tahu jika keduanya bersamaan keluar dari kamar Candy. " Ada apa?" Fox yang berjalan mendekat kepada keduanya.
Tamarin dan Tuan Kino yang kemudian saling acuh. " Aku pergi ke kamar dulu sayang." Tamarin yang langsung meninggalkan mereka berdua. " Apa Candy sudah tidur?" tanya Fox kepada ayahnya.
" Ya, baru saja Candy sudah tidur." jawab Tuan Kino.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu." Fox yang kemudian menyusul istrinya pergi ke kamar tidurnya.
BERSAMBUNG