
" Kamu?" Jelly yang terkejut, Fox sudah berdiri di depan pintu apartemennya pagi-pagi saat dia membuka pintu akan berangkat ke kantor.
Jelly yang tidak menatap Fox. Dia kemudian berbalik masuk ke dalam dengan bersedekap.
" Kamu ada apa sih Jell?" Fox yang berdiri di belakang Jelly setelah maju beberapa langkah.
" Sebaiknya dari awal aku memang tidak tinggal di apartemen ini." ucap Jelly.
" Kamu ada apa sih Jell? Aku tidak mengerti dengan sikap kamu." Fox yang benar-benar dibuat bingung dengan sikap Jelly.
Jelly, jangan dengarkan apa kata Milk!
Tidak sepatutnya kamu bersikap seperti ini kepada orang yang sudah baik dan memulihkan keadaan kamu dari keterpurukan.
Apa yang terjadi nanti di depan? pikir belakangan!
Kamu juga tidak bisa memungkiri bukan? jika hanya dia yang bisa kamu sebut pahlawan dalam segala keadaan.
Jelly memutar tubuhnya. " Aku minta maaf Fox. Aku hanya sedang datang bulan. Kamu tahu kan, kalau wanita sedang datang bulan itu bawaannya agak sensi." jawab ragu Jelly yang memasang wajah bodoh. Tidak peduli apa yang ada di pikiran Fox, yang terpenting dia sudah lega tidak bersikap seperti kemarin lagi dengan Fox. Karena jujur, Fox seperti teman sekaligus bintang yang memberi sedikit cahayanya untuk menerangi hatinya yang redup saat ini.
Siapa lagi temannya? kalau bukan Fox. Siapa lagi yang diajak berbagi cerita? kalau bukan Fox. Siapa Milk? seenak nya saja menafsirkan pandangannya tentang hubungan mereka.
" What? datang bulan?" hampir semua dahi Fox berkerut karena ternyata cuma dua kata yakni datang dan bulan dia seharian kemarin mengacuhkannya seharian di kantor. Namun demikian Fox mencoba meyakini Jelly dengan apa yang dikatakannya. " Okay. Tapi kamu janji tidak boleh seperti itu lagi Jelly. Kamu tahu? dengan sikapmu seperti itu, aku bahkan bisa memecat kamu!" candanya gemas dengan menarik pergelangan tangan wanita itu keluar dari apartemen dengan riak-riak tawa dari keduanya. " Hari ini, kamu tidak boleh bawa mobil sendiri dan harus menemani ku makan pagi!" perintah Fox dengan gemas kepada wanita yang sedang di tatap tepat di depan wajahnya persis.
Sementara Jelly hanya bisa senyum-senyum gemas pula kepada pria yang jujur membuatnya tersenyum kembali. Setelah kemarin dia galau dengan apa yang dikatakan oleh Milk.
Tuh kan Jell, kamu bisa sebahagia ini meskipun hanya bercanda dengan nya. Toh aku tahu jika Fox sangat mencintai istrinya. Jadi tidak mungkin, Fox akan jatuh cinta kepada ku dan begitu pula dengan aku. Aku cukup bijak menyikapi jika hubungan kita hanya sebatas teman.
Keduanya kemudian naik ke dalam lift dan sarapan pagi bersama. Setelah selesai sarapan, keduanya pergi ke kantor bersama.
" Jelly." Milk yang heran mengapa Jelly malah satu mobil dengan Fox.
Keduanya berjalan beriringan memasuki loby menuju lift melewati Milk yang sedang mematung memperhatikan keduanya. Namun Jelly tak menyapanya dan hanya melempar senyum kepada Milk.
Membuat kedua mata Milk terpejam sesaat dan mengeluarkan nafas panjang melihat mereka melintas di depannya.
.
.
__ADS_1
" Ini sepertinya cocok buat Tamarin." Tuan Kino yang sedang memilihkan baju ibu hamil untuk Tamarin. " Aku ambil semua mbak." kata Tuan Kino kepada pegawai butik.
" Semua baju hamil ini?" terkejutnya pegawai butik sampai melongo karena baju hamil ini berjumlah sangat banyak. Berbagai model dan juga berbagai ukuran dan harganya pasti wow karena ini adalah butik Ivan Gunawan yang cucok meong sangat terkenal.
" Kenapa?" tanya balik Tuan Kino.
" Oh, tidak Tuan. Kami akan segera packing semua." Pegawai butik yang bergegas untuk segera melipat semua baju ibu hamil yang tergantung dan membawanya ke kasir.
.
.
" Jika aku menyuruh bibi, menambah rahasia baru. Lebih baik aku bawa sendiri saja ke kamar Tamarin." lirihnya berucap sembari membuka bagasi mobil lalu mengambil tas belanja yang cukup banyak dari sebuah butik milik artis itu.
Ceklek
Suara gagang pintu kamar Tamarin yang Tuan Kino tutup menggunakan kakinya.
Tampak Tamarin sedang tertidur pulas di atas ranjang.
Dia kemudian menyentuhkan jari telunjuk kanannya untuk membelai pipi jernih wanitanya.
" Tara." Tuan Kino yang bersemangat menunjukkan semua tas belanja yang dibawanya. " Aku harap kamu suka." bisiknya lirih kepada wanitanya.
" Apa?" tanya Tamarin dengan mulut terkunci.
" Kemarin, kamu bilang ke Fox akan beli baju ibu hamil. Ini baju ibu hamil buat kamu." dengan antusiasnya Tuan Kino memperlihatkan kepada Tamarin.
Tamarin kemudian memeluk kembaran Brad Pitt yang sudah memberi perhatian kepadanya.
" Kamu senang?" tanya Tuan Kino yang mendekap penuh cinta kepada wanitanya.
Tamarin hanya manggut-manggut, jujur dia berharap sebenarnya Fox yang memberikan perhatian seperti ini. Tapi sepertinya Fox memang terlampau sibuk dengan urusan pekerjaannya. Hingga melupakan janjinya untuk membeli baju ibu hamil bersama.
Pelukan yang terlihat damai dari keduanya. Dilanjutkan dengan Tuan Kino yang menyuapi Tamarin dengan salad buah hingga dia bosan, karena kekasih gelapnya itu selalu membuatkannya salad buah yang hampir setiap hari dan harus dimakannya.
Hingga, hari demi hari tidak terasa. Bulan demi bulan terlewati dengan Tamarin yang terus menjaga kehamilannya.
Tuan Kino yang selalu memberi cinta penuh kepada wanitanya. Menantikan kehadiran buah hatinya lahir ke dunia.
__ADS_1
Fox dengan rutinitas kerja padatnya yang cukup menyita waktu. Pertemanan dekatnya dengan Jelly yang tidak berubah dan masih seperti biasanya. Suka bercanda dan saling menggoda satu sama lain supaya Jelly sedikit terhibur.
Nyonya Mint yang tidak berubah, sama pula dengan Fox yang sibuk dengan karir. Setiap pagi berangkat kantor dan pulang malam seperti hari yang sudah-sudah.
Jelly yang menebar cinta kepada semua. Jelly dengan tangan terbuka menjalin pertemanan dengan siapa pun, tak terkecuali kepada Milk. Bahkan mereka sering berbincang bersama dengan percakapan basa-basi tanpa rasa canggung dari Jelly.
Sementara Milk yang sering berjumpa dengan Jelly di kantor. Membuatnya terpesona dengan kecantikan paras dan hati mantan kekasihnya itu. Tidak menyangka, jika ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika hubungan nya dengan Jelly lebih dekat selama dia bekerja satu kantor dengan Jelly, meskipun dia hanya seorang cleaning servis.
Sedangkan Ita, yang sudah berjalan kembali dan bersiap akan menyusul suaminya ke Jakarta.
Tujuh bulan Berlalu.
" Aku sudah tidak sabar, menantikan baby kita sayang." ucap Fox yang mengelus perut Tamarin kemudian meninggalkan jejak kecup di perut istrinya.
Sementara Tamarin, dia hanya tersenyum dan meletakkan telapak tangan ke punggung suaminya yang sedang mengecup lembut wajah putrinya di dalam sana.
Ya, jenis kelamin dari anak dalam kandungan Tamarin adalah perempuan.
" Aku yakin dia akan secantik kamu sayang." cubit gemas Fox pada ujung hidung istri yang tengah berbunga-bunga menanti kelahiran putrinya.
Senyum Tamarin bertambah lebar, yang tadinya tiga senti mungkin sekarang mencapai lima senti bahkan lebih. Dan itu malah membuat Fox semakin cinta dengan istrinya. Hingga tidak tahan dan langsung memagut bibir tebal berpulas merah darah itu.
Membuat sosok pria yang tak kalah tampan dari putranya itu seperti cemburu hebat, berdiri di ambang pintu menyaksikan wanitanya sedang bercumbu mesra di pagi hari.
Tuan Kino memalingkan pandangannya dan bergegas menuruni anak tangga menuju meja makan.
" Kamu cantik sekali Tamarin." sapa Nyonya Mint melihat Fox berjalan dengan istrinya untuk sarapan pagi bersama. " Aura wanita akan melahirkan terpancar." canda Nyonya Mint kepada Tamarin.
" Terimakasih ibu mertua." lepas senyum Tamarin.
" Sebentar lagi rumah ini akan ada tangisan bayi sepanjang malam." imbuh Nyonya Mint.
" Iya Bu. Dan aku sudah tidak sabar untuk itu." Fox yang mengambil menu di atas meja makan dan memasukkan ke dalam mulutnya.
" Oh, ya. Kamu pasti akan sangat pusing Fox, tidur mu terganggu dan kamu jadi sering terlambat pergi ke kantor." canda Nyonya Mint kepada putranya yang dibalas dengan riak tawa dari semua kecuali Tuan Kino.
Tuan Kino malah tegang menghadapi kelahiran putrinya. Meskipun dia yakin bahwa anak dalam kandungan Tamarin adalah anaknya. Namun tetap dia harus memastikan dengan tes DNA. Supaya keyakinannya terjawab dengan kepastian jika memang anak dalam kandungan Tamarin adalah anaknya.
BERSAMBUNG
__ADS_1