Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Kepergian Jelly


__ADS_3

Plak


Jelly melayangkan tamparan keras pada pria bertubuh tegap yang berusaha mengejarnya di area parkiran apartemen. " Berani-beraninya kamu datang kesini?" Jelas jika Jelly sangat marah kepada pria yang kini tengah menyentuh pipi yang terdapat bekas tamparannya.


" Aku mau minta maaf sama kamu Jelly."


" Apa kamu bilang? Minta maaf. Anggap saja kita tidak pernah kenal." sinis Jelly dengan tatapannya.


" Semalam aku mabuk berat, jadi aku tidak bisa berpikir jernih."


" Lupakan kita pernah kenal! Jangan coba-coba mencari ku lagi " ketus Jelly seraya membuka bagasi mobilnya. Menyeret dan memasukkan koper masuk ke dalamnya.


Masih dengan tidak memperdulikan pria yang berdiri di dekat body mobilnya berharap maaf darinya. Jelly yang masih bersungut-sungut pun masuk ke dalam mobilnya dengan membanting pintu mobil dengan sangat kerasnya.


" Jelly ... Jelly." Pria yang sedari tadi mengikuti langkahnya mencoba untuk mengetuk pintu kaca jendela mobil berulang kali.


Namun lagi-lagi seolah tidak ada ampun buat pria yang hampir menodainya. Sedikit banyak membuat Jelly tidak percaya kepada yang namanya pria. Hanya satu pria baik yang menurutnya tetap menjadi pahlawan baginya. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit ketika pria yang dia sebut pahlawan malah berkirim pesan demikian terhadapnya.


Jelly menatap gamang kehidupan yang akan dijalaninya setelah ini. Sampai dimana mobil mewah yang pernah di belikan Fox dia parkir di area kantor.


Sengaja dia sudah tulis surat untuk Fox, berikut dengan surat pengunduran dirinya yang akan dia letakkan di atas meja kerja Fox.


" Kamu gila Jelly?" Ita yang terkejut bukan main mendengar jika Jelly akan mengundurkan diri dari kantor.


Jelly tetap sibuk membereskan beberapa barang, meskipun dahi Ita penuh kerutan karena saking kagetnya mendengar apa yang baru saja sahabatnya itu katakan. " Aku sudah pikirkan baik-baik Ita."


" Tapi kenapa harus resign? Apa kamu dan Fox bertengkar? Sampai-sampai kamu harus memutuskan hal sebesar ini?"


" Fox dan istrinya mungkin bertengkar." jawaban Jelly membuat Milk yang mendengar percakapan istrinya dan mantan kekasihnya itu tercengang.


Begitu juga dengan Ita yang mematung untuk beberapa detik ditambah dengan dua bola mata yang membulat penuh.


Milk yang kemudian melangkah masuk ke dalam ruang kerja Jelly. " Bukankah aku sudah pernah mengingatkan hal itu kepadamu Jelly?"


Tatapan Jelly yang bergeser kepada Milk. " Sudahlah Milk, aku sedang tidak ingin membahas kata dulu.


" Trus kamu mau kemana?" Milk yang sedikit mengkhawatirkan Jelly.

__ADS_1


Ita yang menoleh sembari mencubit kecil lengan suaminya. Tidak dipungkiri, meskipun hubungan ketiganya terlihat baik-baik saja. Ita tetap saja menyimpan sedikit kecemburuan kepada Jelly. Terlebih Milk dan Jelly pernah menjalin sebuah hubungan. Ditambah Milk sering sekali memberi Jelly perhatian.


" Sudah jangan pedulikan aku! Aku bukan anak kecil lagi. Jadi kamu tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku." sinis Jelly kepada Milk. Bagaimana bisa dia berkata demikian? Padahal semalam saja, jelas-jelas nyaris dia tidak bisa menjaga dirinya. Kalau bukan ditolong oleh Fox, entahlah apa yang terjadi selanjutnya di jalan.


" Tapi Jelly?"


" Sudahlah Ita, ini sudah menjadi keputusanku. Aku permisi." Jelly yang kemudian pergi dengan membawa beberapa barang miliknya yang sudah dia kemasi ke dalam box.


" Jelly ... Jelly." Iya yang mengejar Jelly namun Jelly tampaknya enggan berhenti.


Ita yang putus asa dan hanya memandangi punggung Jelly dari belakang hingga punggung itu menghilang di balik pintu lift.


.


.


Dog ... Dog


Nyonya Mint yang mengetuk pintu jendela kaca mobil Fox.


" Kamu semalam tidur di sini?"


" Aku pikir kamu semalam bersama Tamarin."


Fox terdiam mendengar nama istrinya. Hatinya bagaikan tercambuk mendengar langsung masalah Candy. Belum lagi melihat sikap ayah nya kepada Tamarin yang jujur membuat Fox bertubi-tubi dilanda kebingungan. Kedua pelipisnya tiada henti berdenyut akibat pusing yang dideritanya semalaman.


" Ibu dari mana?" Fox yang heran mengapa ibunya tampak rapi?


" Semalam ibu pulang, kesehatan ibu kurang baik dan ayah mu menyuruh ibu pulang supaya kalian bertiga menjaganya. Ibu minum obat dan istirahat."


Membuat Fox hanya terdiam seraya menggeser bola matanya naik turun.


" Ada apa sayang?" Nyonya Mint yang melihat aneh Fox mengapa tiba-tiba terdiam.


Fox yang mengingat kejadian semalam. " Oh, tidak ada apa-apa Bu."


" Bagaimana kondisi Candy?"

__ADS_1


" Aku sendiri belum tahu." Fox yang kemudian keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit guna menjenguk Candy.


Setelah sampai di depan ruang tunggu dimana Candy terbaring. Fox dan Nyonya Mint melihat Tamarin tengah memeluk lengannya sendiri dan menyandarkan kepala pada sebuah kursi tunggu. Sementara keduanya tidak melihat adanya Tuan Kino.


" Apa dia semalaman tidur disini? Kasihan dia." Nyonya Mint yang tidak tega melihat Tamarin pagi itu.


" Ibu mertua." Tamarin yang terbangun dari rasa kantuk yang sedari tadi menggelayuti nya. Tamarin bahkan hanya bertukar tatap dengan Fox. Dia sendiri bingung antara harus marah kepada Fox karena telah membuat Candy seperti ini dan semua itu gara-gara wanita itu.


Berbeda dengan Fox yang tidak lagi membahas masalah antara Tamarin dan Jelly. Melainkan bingung dengan apa yang dilihatnya semalam dan apa yang di dengarnya.


Tidak mudah, telinganya untuk menerima jika putrinya sendiri ternyata darahnya tidak cocok dengannya. Apakah harus di sebut putrinya? Lalu kalau bukan putri nya, lantas Candy putri siapa?


Belum lagi ditambah dengan matanya yang masih tidak percaya sampai saat ini dengan perhatian ayahnya kepada Tamarin. Membuat dia frustasi dengan langkah apa yang akan seharusnya dia jalani. Maka dari itu keduanya saling diam tanpa bertegur sapa.


Sementara Nyonya Mint, dia menyimpan tanda tanya mengapa sepertinya keduanya masih marahan padahal jelas-jelas putri mereka sedang kritis.


Namun Nyonya Mint enggan mencampuri urusan keduanya. " Dimana ayah mu?" tanya Nyonya Mint yang mengedarkan pandangan namun tidak mendapati sosok suaminya.


Fox hanya menggeleng Karena memang tidak tahu keberadaan ayahnya.


" Apa kamu tahu Tamarin?"


" Sepertinya sedang mencari sarapan di kantin."


" Oh, oke kalau begitu aku ke sana." Nyonya Mint yang pergi meninggalkan Fox dan Tamarin.


Sementara Fox, terus saja dengan tatapan kepada Tamarin. Mencerna semua apa yang dirasakannya saat ini. Mengapa seolah Tamarin tahu betul dimana ayahnya?


Keduanya masih saling diam dalam kebekuan masing-masing. Fox dan Tamarin bahkan memilih saling menjauh dan tidak duduk bersebelahan.


Hingga Dokter dan perawat yang pagi itu hendak memeriksa Candy akhirnya datang.


Setelahnya sekitar tiga puluh menit Dokter memeriksa Candy. Dokter pun memberi tahu jika Candy masih belum stabil dan belum bisa dipindahkan ke ruang rawat meskipun Candy sudah melewati masa kritis.


Baru setelahnya Dokter menjauh dari keduanya. Pertengkaran mulut antar keduanya pun tak bisa terhindarkan lagi.


" Semua ini gara-gara kamu, gara-gara wanita itu." Tamarin begitu murka seraya berjalan melipat kedua tangan di dada.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2