
" Sepertinya Candy akan suka tema Frozen seperti ini." celetuk Tamarin saat suaminya sedang memikirkan kejutan untuk tema ulang tahun putri cantiknya.
" Iya, sepertinya dia akan suka." Fox yang yakin jika putrinya akan menyukai kejutan darinya.
Tok ... Tok ...
Ketukan pintu dari balik ruang kerja papa Fox.
" Papa ... mama ... " panggil bocah kecil berambut pirang yang tingginya sejajar dengan daun pintu itu.
" Sini sayang." ujar Fox kepada putri cantiknya yang memakai piyama tidur bergambar Frozen itu.
Candy pun berlari dan ditangkap papanya lalu di gendong.
Tamarin hanya bisa tersenyum dan bersedekap bersandar di pinggir meja melihat Candy yang menggemaskan di gendongan suaminya.
" Kok Putri papa yang cantik ini belum tidur sih?" seraya mencubit gemas pipi tembem sebelah kanan milik Candy.
" Candy nggak bisa tidur pa, Candy tidur sama papa mama ya." tawarnya dengan memainkan kerah baju yang dikenakan papanya.
" hehm ... boleh nggak ya? boleh nggak sih ma kalau Candy tidur bareng kita malam ini?" godanya dengan gemas pula seraya menolehkan tatapan kepada istrinya Tamarin.
" Gimana ya? mama pikir-pikir dulu ya."
" Ah mama." nada manja yang keluar dari bibir Candy.
" Iya ... boleh." ujar Tamarin.
" Asyik." sorak hore dengan wajah riang dengan mengangkat kedua tangan ke udara.
Ketiganya kemudian keluar dari ruang kerja Fox dan berjalan menuju kamar.
Namun belum sampai masuk ke dalam kamar, " Opa." panggil Candy dengan nada riang karena melihat opanya sedang menutup pintu kamar milik nya.
Tuan Kino kemudian berjalan mendekat ke arah mereka.
" Eh, Candy sayang. Candy tidur sama papa mama?" tatapnya seraya mengelus rambut selembut sutra Candy.
" Iya opa."
" Kenapa? biasanya juga Candy tidur sendiri?" tanya opa seakan tidak rela jika putri kecilnya tidur dengan Fox.
" Aku takut opa. Aku mau tidur sama mama papa aja."
" Yah, padahal opa mau bacain cerita buat Candy." Tuan Kino memasang wajah melas.
" Cerita apa opa?" jari-jari Candy yang sedari tadi tidak berhenti memilin kerah milik papanya.
__ADS_1
" Ada deh." rayu Tuan Kino supaya Candy tidur di kamarnya sendiri. Karena sudah terbiasa baginya sebelum tidur mengecup dan memandangi wajah putrinya.
" Gimana? mau tetap tidur sama papa mama atau membaca cerita dongeng seru sama opa?" tawarnya yang memberikan pilihan kepada Candy.
" Gimana ya papa?" tanya Candy yang bingung dengan jari yang belum berhenti memilin kerah baju papanya.
Membuat semua tertawa kecil, semua celotehan yang keluar dari mulut Candy memang bisa membuat penat atau stres pekerjaan hilang seketika.
" Ya udah, sekarang Candy di gendong sama opa. Di bacain cerita sama opa ya. Tidur sama papanya lain kali aja. Okay." celetuk Tamarin yang mencium kan ujung hidung berikut bibirnya ke pipi kanan Candy.
" Okay. Sekarang Candy tidak takut lagi." sahut bocah yang menunjukkan sederet gigi susunya yang berjajar. " Papa, aku tidur sama opa ya." tatapan manis bocah kecil itu kepada Fox yang sama pula sedang menatap putri cantiknya.
" Iya sayang, cium dulu dong papa!" seraya memberikan pipi nya supaya dengan mudah Candy menciumnya.
" Muach."
Tuan Kino yang kemudian meraih tubuh bocah kecil itu untuk dipindahkan dalam gendongan depannya.
Tuan Kino kemudian membawa Candy ke kamarnya. Sementara Fox dan Tamarin juga memasuki kamar mereka.
Fox dan Tamarin yang berdiri di tepi ranjang. Jemari Fox yang menyelipkan rambut cokelat terang milik Tamarin ke belakang telinga. Saling menatap lekat hingga keduanya terbawa suasana. Keduanya saling memberi cinta lewat sentuhan demi sentuhan mereka.
Sementara Candy dan Tuan Kino. Tuan Kino asyik membacakan cerita seru kepada Candy sampai Candy tertawa terpingkal-pingkal.
Namun setelah dibacakan cerita yang belum sepenuhnya selesai itu, Candy ternyata sudah memejam kan mata tanpa sepengetahuan Tuan Kino.
Tuan Kino kemudian menyelimuti Candy dan membelai lembut rambut sutranya berikut kening yang bercahaya.
Menatapnya lekat sembari memikirkan cara bagaimana supaya dia besok bisa membawa Candy keluar hanya bersama dia. Karena selama ini, Tamarin tidak pernah lepas barang sejengkal pun dari dimana Candy berada.
" Ulang tahun Candy."
" Bukankah ulang tahun Candy dua hari lagi?"
" Aku akan mengajaknya membeli apapun yang dia suka. Supaya, Candy bisa pergi berdua hanya dengan saya."
" Yah itu ide bagus." Tuan Kino bermonolog.
.
.
Keceriaan pagi di rumah besar.
" Waw ... hem ... mama bikin nasi goreng ya?" sapa bocah menggemaskan yang memperhatikan mamanya sedang menuang nasi goreng di piring lebar.
" Iya sayang. Candy suka?"
__ADS_1
" Aku suka semua masakan yang dimasak oleh mama." Candy yang menggeser bola mata amber miliknya dari nasi goreng berganti ke wajah mamanya.
" Pagi sayang." Fox yang berjalan mendekat hendak mencium kedua bidadari nya. " Kamu cantik sekali pagi ini." puji Fox kepada Tamarin yang memakai balutan terusan berwarna merah pekat di atas lutut. Balutan terusan tanpa lengan itu menambah kecantikan istrinya terlebih dengan kaki jenjang dan juga bibir tebal berpoles lipstik yang senada.
Tamarin hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari suaminya.
" Halo sayang anak papa." Fox yang jongkok supaya tingginya sejajar dengan Candy.
" Halo papa."
Fox yang kemudian mengecup kening Candy. " Kita kesana yuk."
Candy mengangguk dan menautkan jari ke jari papanya.
" Halo sayangnya Oma." sapa Nyonya Mint kepada Candy dan memberikan cium gemas kepada kedua pipi Candy.
" Halo Oma." balas Candy.
Setelah semuanya bersiap untuk makan pagi. Tuan Kino kemudian membahas masalah ulang tahun Candy.
" Bukankah lusa ulang tahun Candy?" celetuknya.
Tamarin dan Fox yang saling bertukar tatap.
Namun belum sampai Fox menjawab, Candy menyahut. " Candy mau ulang tahun pa, ma?"
" Iya sayang, lusa Candy ulang tahun." jawab Fox kepada putri cantiknya.
Fox kemudian berpindah menatap ayahnya yakni Tuan Kino. " Tadinya kita mau buat kejutan buat Candy yah ... Ya, tapi dia udah dengar duluan."
" Oh sorry Fox, ayah tidak tahu jika kamu punya rencana untuk ulang tahun Candy."
" Tidak apa-apa yah."
" Em-apa boleh ayah ajak dia jalan-jalan berdua untuk belanja hadiah yang dia suka?" Tuan Kino yang melancarkan rencananya untuk membawa Candy tes DNA.
Fox yang kemudian menoleh ke Tamarin. " Untuk hal itu, tanya saja ke Tamarin."
Tamarin yang terdiam sesaat. Sepertinya dia sudah tahu jika Tuan Kino akan membawanya untuk tes DNA. " Saya harus ikut, karena bisa saja ayah mertua kerepotan dengan tingkah Candy yang banyak dan pastinya dia lari-larian." sorot mata Tamarin jelas menatap Tuan Kino seperti mengajak nya perang. Baru saja kemarin dia minta izin dan tidak diperbolehkan. Hari ini malah mencari alasan dengan dalih membeli hadiah untuk ulang tahun Candy.
" Wah, opa mau belikan Candy banyak hadiah. Candy sayang opa." celoteh gemas yang keluar dari bibir Candy bocah berlesung pipi.
" Iya sayang." jawab Tuan Kino yang tidak begitu puas dengan apa yang baru saja dikatakan Tamarin. Membuatnya gagal lagi untuk membawa Candy tes DNA. Dan sepertinya rencananya harus berubah, karena pasti akan sangat sulit membawa Candy yang dibawah pengawasan Tamarin langsung.
Sepertinya harus menggunakan sampel rambut Candy. Tidak jadi menggunakan sampel darahnya. it' s good idea.
Kamu tidak akan pernah bisa menggagalkan rencana ku Tamarin. Lagi pula aku hanya ingin bukti akurat jika memang Candy benar-benar anakku yang terlahir dari rahim kamu.
__ADS_1
BERSAMBUNG