Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Pandai Sekali Kalian Bersandiwara


__ADS_3

Dengan cepat Tuan Kino membawa Nyonya Mint menuju rumah sakit. Dengan cepat pula Dokter segera memberikan pertolongan kepada Nyonya Mint.


Sampai dimana Dokter mempertanyakan kondisi jiwa pasien, karena mengapa pasien sampai ingin mengakhiri hidupnya?


Pertanyaan dokter yang jujur tidak bisa dijawab oleh Tuan Kino, karena dia sendiri juga bingung mengapa istrinya tiba-tiba bertindak demikian.


Setelah sadar pun, Nyonya Mint bahkan enggan bertemu dengan Tuan Kino suaminya. Sampai dimana Tuan Kino memutuskan untuk pulang ke rumah dan berniat akan kembali ke rumah sakit besok pagi.


Sampai di rumah besar, ternyata Tamarin belum tidur dan keduanya berbicara serius.


" Ada apa sebenarnya? Mengapa Mint sampai bunuh diri?" Tuan Kino dengan wajah lelahnya bertanya kepada Tamarin yang tengah duduk di atas ranjang miliknya.


" Aku sendiri juga tidak tahu. Sebelum Candy tenggelam di dasar kolam, dia sudah terlihat berbeda sikap dengan ku." Tamarin yang mencoba mengingat-ingat kapan tepatnya ibu mertuanya itu berubah sikap dengan nya. " Apa dia ... ?" Tamarin yang langsung berubah mimik wajahnya seketika. Takut jika ternyata ibu mertuanya sudah mengetahui cinta terlarang mereka.


" Ssst!" Tuan Kino yang menempelkan jari telunjuknya pada bibir wanitanya. Seolah tahu apa yang dipikirkan atau yang akan keluar dari bibir kekasih gelapnya itu. " Mint tidak mungkin tahu," imbuh Tuan Kino dengan menatap lekat kedua bola mata kecoklatan milik Tamarin yang jelas tergambar rasa was-was.


Tubuh keduanya bahkan terkikis jarak, beberapa jari Tuan Kino bahkan menyelipkan beberapa helai rambut cokelat terang milik Tamarin ke belakang telinga. Lagi-lagi keduanya saling menatap dan Tamarin terlihat tenang. Tuan Kino bahkan tidak sadar jika istrinya Nyonya Mint sebentar lagi dapat mengetahui skandal cinta terlarang suaminya sendiri dengan menantunya.


.


.


Di rumah sakit.


Orang Kepercayaan Nyonya Mint datang, setelah di telepon olehnya melalui telepon rumah sakit. Untungnya, nomor telepon milik orang itu sangat dia hafal di luar kepala. Jadi dengan mudah dia sudah menyuruh asisten kepercayaannya itu untuk mengambil ponsel dan tasnya di rumah sebelum suaminya menemukan surat dari Jelly dan juga cincin suaminya.


" ini Nyonya," seraya memberikan tas yang berisi apa yang diminta oleh bos wanitanya.


" Terimakasih, karena kamu selalu dapat di andalkan." Nyonya Mint yang tidak lepas dari air mata yang terus menetes deras membasahi pipinya.

__ADS_1


" Oh, ya. Mengenai pengacara putra anda. Pagi sekali saya akan membawa nya kesini," kata orang kepercayaan Nyonya Mint.


" Bagus. Dan satu hal pesanku. Skandal cinta terlarang mereka, harus kamu beritakan di harian surat kabar kita."


Deg


Jantung orang kepercayaan Nyonya Mint seketika berhenti sejenak. Mendengar apa permintaan dari wanita yang menjadi atasannya itu membuatnya hampir tidak percaya. Bagaimana bisa? Suaminya sendiri akan dijadikan sebuah berita yang sudah dapat dipastikan hancur reputasinya. " Apa anda serius?"


" Apa menurut mu aku bercanda? Aku yakin. Kematian putra ku, ada campur tangan suami ku. Aku yakin itu." Nyonya Mint menoleh ke arah asisten kepercayaannya di kantor dengan mata berapi-api. Kebenciannya terhadap suami membumbung tinggi dan itu dapat dilihat dengan kata per kata yang keluar dari mulut Nyonya Mint.


" Baik Nyonya." Orang kepercayaan Nyonya Mint yang menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat dan dia pun berpamitan untuk undur diri.


.


.


Sementara di rumah besar.


Sentuhan demi sentuhan, penyatuan demi penyatuan keduanya kembali setelah cukup lama keduanya tidak saling meluapkan hasrat. Itu karena berbagai masalah yang hadir di keluarga mereka. Namun meski bagaimanapun, cinta terlarang keduanya bahkan semakin kuat, terlebih adanya Candy.


.


.


Keesokan pagi di rumah sakit.


Benar apa yang dikatakan oleh asisten kepercayaan Nyonya Mint. Dia membawa pengacara putranya sangat pagi, itu dikarenakan takut jika keduanya bertemu dengan suaminya yang mungkin akan membesuknya.


" Apa?" Nyonya Mint menyentuhkan telapak tangan kanannya pada dada tepatnya pada jantungnya yang terasa nyeri setelah dibacakan alasan dari penyebab Fox menceraikan Tamarin.

__ADS_1


Karena tidak kuat, dia pun menundukkan kepala dan menitikkan air mata kembali. Sepertinya, dia baru saja menghentikan tangisnya. Namun lagi-lagi, isak tangis nya harus terdengar keluar dari bibir yang terus dia kunci.


" Jadi ... Candy putri Kino dengan Tamarin?" lirihnya bersamaan dengan gelengan kepala berulang tidak percaya.


" Tuan Fox tidak menjelaskan secara gamblang, siapa nama putri dari istri dengan selingkuhannya? Mungkin anda lebih tahu. Tapi saya hanya dapat menjelaskan, jika penyebab perceraian mereka adalah karena perselingkuhan istrinya hingga mereka memiliki anak. Dan itu tidak dapat diterima oleh klien, mengingat status mereka masih terikat pasangan suami istri yang sah dimata negara.


Dan jika dia menjelaskan penyebab lainnya yang tertulis dalam surat cerai ini, Tuan Fox ternyata juga memiliki gangguan kesehatan tepatnya masalah kesuburan. Dan itu yang membuat dia mengetahui jika putrinya selama ini, bukanlah putrinya." Pengacara Fox menjelaskan lebih detail apa-apa aja penyebab Fox menceraikan istrinya.


" Hihihihi," tangis Nyonya Mint seketika pecah. Lirih namun sangat mendalam tersakiti nya. Dia sungguh tidak percaya, jika orang yang setiap hari bahkan tidur dalam satu ranjang yang sama, begitu sangat tega mengkhianati cintanya. Mengkhianati ikatan pernikahan mereka yang terbilang cukup lama hingga usia Fox.


Dan terlebih lagi, suaminya bahkan terbilang buta, karena semakin menambah kecewanya. Bisa-bisanya memendam skandal cinta terlarang mereka sangat lama dan begitu rapinya.


" Kejam sekali kalian, kenapa begitu tidak punya hati," lirih ucapan penuh dendam jika tersirat dari mata Nyonya Mint.


" Kalau begitu saya permisi Nyonya," ucap orang kepercayaan Nyonya Mint yang takut jika suami dari bos wanitanya itu segera datang.


Keduanya pun keluar dari ruangan Nyonya Mint. Dan benar saja, tidak lama setelahnya mereka keluar, Tuan Kino bahkan Tamarin yang tidak tahu malunya datang bersama lengkap dengan pakaian kerja mereka.


Tamarin bahkan membawa sekuntum bunga kesayangan Nyonya Mint. Keduanya datang bahkan tanpa dosa, tanpa memiliki rasa bersalah sedikit pun..


Ceklek


Suara pintu rumah sakit yang coba di tutup Tamarin dengan perlahan. Kelopak mata Nyonya Mint bahkan terlihat jelas jika tersirat murka untuk keduanya. Jejak basah pada kedua pipinya, bahkan masih tersisa dan belum sepenuhnya di hapus oleh Nyonya Mint.


" Bagaimana keadaan mu Mint?" seraya hendak mengecup kan bibirnya pada dahi Mint, istrinya. Namun Mint dengan cepat mengahalau dengan telapak tangannya.


Alhasil bibir Tuan Kino malah terkena halauan telapak tangan istrinya. " Ada apa Mint?" Dahi Tuan Kino lebih dari satu kerutan. Dia cukup heran dengan sikap istrinya.


Mendengar pertanyaan suaminya, Mint malah menyunggingkan senyum sinis nya.

__ADS_1


" Hehm, pandai sekali kalian bersandiwara." Empat kata Nyonya Mint yang membuat Tuan Kino dan Tamarin semakin lebar membuka matanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2