
Muncul dengan cepat raut wajah yang tergambar dengan nelangsa, sedih, kecewa semuanya ada. Antara harus menangis dan memaki keduanya. Namun mengapa? seolah diam adalah tindakan yang tepat untuk saat ini dia lakukan.
Fox masih akan mengumpulkan banyak bukti-bukti. Hingga hubungan keduanya bahkan tidak sanggup keduanya tutupi. Meskipun jujur dia memikirkan bagaimana hancurnya hati orang yang melahirkannya? Nyonya Mint. Bagaimana perasaanya? jika mengetahui lelaki yang dia cintai dan dipanggil suami olehnya. Mendapati memiliki asmara terlarang dengan menantunya. Istrinya sendiri.
Fox pun membalik badan dan memutar langkahnya keluar dari rumah sakit. Seluruh syaraf pada kakinya seakan runtuh seketika tatkala mendapati keduanya berkhianat di belakangnya.
Kedua matanya berkaca-kaca. Perih hatinya sudah jelas dia rasa. Rasanya baru kemarin lusa dia mengecap kata bahagia dengan Tamarin. Namun siapa sangka? Bahkan rumah tangganya di ambang kehancuran jika Candy memang benar-benar bukan putrinya setelah keabsahan tes DNA nanti dia terima.
Ya, Fox bahkan sudah diam-diam menyuruh petugas rumah sakit bagian tes DNA untuk mengambil sampel darah Candy dan juga dirinya untuk di cocokkan. Tinggal menunggu hasil dari tes DNA yang sudah dia lakukan secara diam-diam saat dia berada di rumah sakit menunggu Candy pasca kecelakaan. Tak seorang pun ada yang melihatnya, tak terkecuali Tamarin. Tamarin bahkan tidak tahu jika dia melakukan tes DNA dengan Candy.
Hati Fox benar-benar hancur. Kenangan demi kenangan membayang. Bagaimana bisa ayahnya yang terkesan kejam dengan Tamarin berbalik menyukainya bahkan memiliki hubungan lebih dari itu?
Fox pun mengingat kejadian awal saat ayahnya bahkan sangat begitu merendahkan istrinya dengan sebutan kata melarat. Mengingat ayahnya membuang nasi goreng berikut omelette yang dibuat Tamarin saat makan pagi. Mengingat Tamarin dibentak habis-habisan saat dia sakit karena tidak mau makan akibat hamil. Bahkan yang terakhir. Tamarin juga dibentak dan dihina saat hanya memecahkan sebuah piring yang tidak sengaja dia lakukan.
Ingatan Fox masih merunut semua kejadian yang masih terlihat buram padahal nyata dia menyaksikan.
Mengingat tatkala ayahnya membelikan banyak sekali tas mewah untuk Tamarin dan menegurnya saat Tamarin naik tangga merapikan barangnya di kamar saat dia hamil. Dan terakhir, dia mengingat pula, ayahnya memanggil Baby saat bermain golf bersama. Namun dia tidak menyadarinya karena ayahnya dengan cepat mengembalikan keadaan supaya dia tidak curiga.
Membuat Fox frustasi ketika mengingat satu demi satu hal yang tak pernah dia sadari selama ini.
Ingatannya kembali mengajaknya menyelam. Mengingat tatkala Candy terjatuh namun Tuan Kino sangat heboh sekali memaki asisten rumah tangganya. Belum lagi saat Candy masih bayi. Ayahnya bahkan tidak pernah absen untuk menimang Candy layaknya putrinya sendiri. Selalu ikut terbangun layaknya suami siaga saat Tamarin dengannya terbangun tengah malam karena Candy menangis. Dan lagi-lagi ... Setelah Candy bertumbuh pun, ayahnya selalu memberi kasih sayang melebihinya yang terkadang membuatnya heran namun sekaligus membuatnya senang. Karena dengan begitu, dia pikir Tamarin dapat diterima baik oleh ayahnya. Dan yang terakhir. Ayahnya bahkan mengantar keduanya ke sekolah saat kemarin dia merasa bersalah telah memiliki prasangka terhadap istrinya. Masih tidak berhenti di itu saja. Ayahnya selalu mengajak Candy bermain seolah tidak ingin jauh dari Candy. " Jangan-jangan?"
Fox pun mengakhiri ingatan yang membayang padanya. Kepalanya menariknya untuk menyimpulkan teka-teki ini semua. " Apa Candy putri ayah?" lirihnya bertanya dengan sangat kuat dia berusaha menepisnya.
__ADS_1
" Keterlambatan menjemput Candy? Apakah waktu itu dia pergi dengan ayah?" Fox kembali menerka dan menerjemahkan setiap kejadian yang dia lihat.
Sampai dimana semuanya belum jelas dia simpulkan Tuan Kino datang.
Dug ...Dug ... Dug
Suara ketukan dari kaca jendela mobilnya.
" Ayah," lirih Fox seraya membuka kaca jendela mobilnya.
" Fox? Kamu disini?" sedikit timbul kecemasan yang tergambar di wajah ayahnya.
Dengan cepat Fox menepis mana tahu ayahnya menaruh rasa curiga. " Oh, aku baru sampai. Ini mau masuk." Fox kemudian membuka pintu mobil.
" Aku masih belum tahu," jawab Fox.
" Sebaiknya kamu menginap, kasihan Tamarin sendirian." Tuan Kino yang kemudian berlalu menuju mobilnya.
Membuat Fox mau tidak mau masuk ke dalam rumah sakit kembali dan menemui Tamarin. Yang jujur sebenarnya dia enggan bertemu dengan istrinya. Cukup banyak hal yang membuatnya dia tidak lagi bisa menaruh rasa percaya. Karena banyak hal pula yang Tamarin sembunyikan darinya.
.
.
__ADS_1
" Sayang." Tamarin yang terkejut mengapa Fox tiba-tiba datang malam-malam. Tersenyum, karena ternyata suaminya masih menaruh perhatian padanya dan putrinya.
" Aku hanya ingin melihat Candy apakah sudah tidur apa belum." Fox yang acuh dengan Tamarin dan langsung menghampiri Candy yang tengah tidur di tempat tidur pasien.
Tamarin tahu, jika suaminya mengacuhkan dirinya. Namun dia tak lantas menyerah begitu saja. Melangkah mendekat dimana suaminya tengah berdiri disisi tempat tidur pasien.
" Tertidur saja dia masih lucu, menggemaskan sekali seperti ayahnya." Kalimat Tamarin yang sengaja dia pergunakan untuk memecah keheningan. Saat keduanya tengah menatap putrinya yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.
Namun Fox tetap tak bereaksi ketika Tamarin berusaha mencairkan suasana.
Lama tidak ada jawaban, Tamarin lagi-lagi berusaha untuk meluluhkan kebekuan hati suaminya. " Apakah pertengkaran ini akan berlanjut? Katakan! Apa yang harus aku lakukan? Supaya kamu memaafkan kata-kata ku kemarin," seraya menatap pelipis sebelah kiri suaminya yang tak kunjung menatapnya.
Pandangan Fox tetap tak bergeming dan tertuju pada bidadari kecil yang tengah terbaring pulas di hadapannya.
Sementara Tamarin, Tamarin semakin sesak dadanya. Pria yang dicintainya berubah bersikap dingin kepadanya. Mengacuhkannya yang menurutnya adalah karena wanita yang bernama Jelly. Penyebab semua dari perkara pertengkaran antara Fox dan dirinya.
Dia pikir, saat Candy mengalami masa kritis dan malah dia yang masih marah dengan Fox. Dia pikir Fox sudah memaafkannya. Ternyata belum. Ternyata saat itu Fox hanya bersatu padu saling kuat menghadapi masa kritis Candy dan semua itu gara-gara Candy mengejarnya.
Namun sekarang berbalik, Fox berubah sikap yang jujur membuatnya pusing apakah hanya perkara wanita itu saja? atau ada yang lain? yang coba disembunyikan Fox darinya.
" Kalau perlu aku akan meminta maaf dengan wanita itu," lirihnya seraya mengikuti Fox yang berjalan menuju long sofa.
" Wanita itu punya nama Tamarin? Namanya Jelly," sentak nya terlihat tidak terima seolah Jelly adalah penyebab dirinya berubah sikap padanya. Padahal jelas-jelas dia malah menyembunyikan hubungan terlarang dengan ayahnya dan akan segera dia buktikan, namun malah menuduhnya seolah ada hubungan dengan Jelly.
__ADS_1
BERSAMBUNG