Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Pertengkaran Kecil Antara Tuan Kino & Tamarin


__ADS_3

" Wah pasti seru deh pa, nanti ulang tahun aku. Ya kan ma?"


" Iya sayang." senyum Tamarin kepada putrinya.


" Papa, rencananya ulang tahun ku mau dirayakan dimana? disekolah apa di rumah?"


Fox yang kemudian menatap istrinya.


" Di rumah sayang." sahut Tamarin.


" Aku boleh nggak ma, undang semua teman-teman sekolah sama ibu guru aku?" kata bocah kecil yang sedari tadi kuncir kudanya heboh mengikuti gerak kepalanya.


" Iya, sayang. Candy boleh undang semua teman-teman dan ibu guru Candy." imbuh Tamarin.


" Yeay ... Candy sudah tidak sabar Oma." celotehnya dengan lesung pipi yang terbuka dan gigi susunya berjajar rapi dengan putih bersihnya.


Nyonya Mint yang kemudian terkekeh melihat cucunya yang semakin hari semakin menggemaskan. " Kamu lucu sekali Candy." gelengnya yang sedari tadi mendengar setiap celotehan yang keluar dari mulut Candy.


" Dada papa." lambaian tangan Candy dengan senyumnya yang tak pernah pudar menghiasi bibir manisnya.


Begitu juga dengan Fox yang membuka kaca jendela mobil dengan lambaian yang sama kepada putrinya. Mobilnya melaju hingga keluar dari pagar tinggi rumahnya dan tersisa Tamarin juga Candy yang tengah berdiri di area tempat mobil yang berjajar.


Datang Tuan Kino yang menghampiri keduanya. " Lebih baik kita pakai mobil saya saja." Tuan Kino yang sudah membukakan pintu mobil untuk Tamarin dan juga Candy.


Candy duduk di depan berdampingan dengan Tuan Kino. Sementara Tamarin duduk di kursi mobil bagian belakang.


Mobil yang mereka tumpangi pun tidak lama melesat dan cuma beberapa menit saja sudah sampai di sekolah Candy.


Ketiganya pun turun dan berjalan mendekat ke halaman sekolah Candy.


" Nanti kita belanja hadiah yang banyak buat Candy." ucap Tuan Kino dengan semangat layaknya mengimbangi bocah kecil yang berdiri di hadapannya.


" Hore ... aku mau beli apa ya nanti." bola mata amber yang menggelitik dengan naik turun karena saking gembiranya.


" Candy sayang, itu teman-temannya sudah pada masuk. Sekarang Candy masuk dulu ya." sela Tamarin untuk menyudahi obrolan yang dilakukan putrinya.

__ADS_1


" Baik mama, dada opa." Candy yang kemudian berlari menuju kelasnya.


Tatapan Tuan Kino untuk putri kecilnya tidak pernah berubah. Dia melepas senyum memandang putrinya yang semakin menjauh dari posisinya dan masuk ke dalam kelas.


" Kita perlu bicara!" seru Tamarin yang tiba-yiba mengagetkannya.


Keduanya kemudian berjalan di area parkir sekolahan di dekat mobil mereka.


" Kamu cantik sekali Baby." pujian yang sama dari dua pria berbeda. Fox tadi pagi juga mengatakan hal serupa dengan apa yang baru saja di ucapkan kekasih gelapnya.


Membuat Tuan Kino tidak sadar jika mereka berada di area parkir sekolah, saat ingin sekedar mengecup wanita yang melahirkan Candy yang diyakini adalah putrinya. Tamarin dengan cepat melangkah mundur satu langkah guna menghindari kecupan pria di depannya. " Ini di sekolah Candy." ujarnya.


" Bicara apa?" nada datar Tuan Kino kepada wanitanya.


" Apa perkataan ku kemarin tidak cukup jelas? Sampai-sampai hari ini akan membawa Candy diam-diam untuk tes DNA." tatapan mata Tamarin yang terdapat setitik murka karena Tuan Kino ternyata tidak sejalan dengan pikirannya.


" Baby, kamu jangan salah paham." kelima jemari kanan itu seraya menyentuhkan lengan bercahaya milik Tamarin.


Namun Tamarin menepisnya. Setitik murkanya membuatnya masuk ke dalam mobil dan duduk berdiam di dalam.


Dia kemudian menyusul Tamarin yang sedang duduk di mobil. Dengan lembut dia coba menyentuh janggut Tamarin dan memalingkannya supaya menatap ke arah wajahnya. " Baby, untuk kali ini jangan halangi aku melakukan hal itu." Tuan Kino yang bersikukuh akan melakukan tes DNA.


Membuat Tamarin memalingkan wajah dan melepaskan genggaman dari prianya. Kembali menatap apapun di depannya dari balik kaca jendela mobil.


" Kamu tahu? lima tahun kamu membuatku mengulurnya melakukan tes DNA Candy. Dan aku tidak ingin lebih lama lagi segera ingin tahu dan memastikan jika Candy benar-benar putriku. Apa aku salah Tamarin?" dua orang yakni wanita dan pria dewasa itu bersikukuh dengan pendapat mereka masing-masing.


Tamarin yang membeku tak mengeluarkan sepatah kata pun.


" Aku tahu, Candy tetaplah putri mu. Tapi penting bagiku untuk mengetahui, jika Candy adalah putri kandung ku, bukan putri dari putraku, Fox." gelengan kepala berulang dengan air mata yang mengambang karena harapan yang sudah tidak bisa ditahan oleh Tuan Kino.


Kata terakhir Tuan Kino yang menyinggung nama Fox membuat Tamarin menatapnya tajam. Jelas jika tatapan itu tersirat setitik murka hingga membuat Tuan Kino serba salah atas tindakan yang akan di lakukan nya.


Ya, Tamarin memang dihantui ketakutan luar biasa. Ketakutan hubungan keluarga yang pasti akan hancur jika terkuak anak siapa Candy sesungguhnya? Maka dari itu dia berpegang teguh dengan penuh keyakinan jika Candy adalah putri nya dengan Fox. Meskipun Tuan Kino sendiri sejuta yakin jika Candy adalah putri nya. Itu tidak menggoyahkan hati Tamarin sekalipun jika nanti memang Candy adalah benar anak dari Tuan Kino.


Toh harapannya adalah, tes DNA tidak akan pernah dilakukan, sehingga tidak akan terjadi gonjang-ganjing yang berakibat fatal kedepannya.

__ADS_1


" Kalau begitu lupakan hubungan kita." satu kalimat penuh makna yang keluar dari mulut Tamarin. Membuat Tuan Kino tersentak diam seribu bahasa.


" Baby?" Tuan Kino nyaris tidak percaya apa yang baru saja dikatakan oleh wanitanya. Mengapa hanya ingin memastikan jika Candy adalah putrinya saja, dia harus beradu tegang dengan Tamarin. Dan itu tidak satu dua kali. Sejak kelahiran Candy bahkan dia sudah pernah mengungkapkan keinginannya, namun Tamarin selalu membuatnya menunggu. Ternyata memang Tamarin berusaha mengulurnya, dia tidak cukup kuat untuk menerima kenyataan sesungguhnya.


" Jika tes DNA itu terjadi, aku bahkan tidak ingin bicara dengan mu lagi." setitik murka itu berganti dengan cepat membuat tajamnya perkataan Tamarin yang tidak main-main.


Tidak perlu pikir panjang. Tuan Kino meraih tubuh wanitanya, memeluknya dan mengecup rambut cokelat terang pada puncak kepala. " Okay, lupakan tes DNA Candy." Tuan Kino melepas kasar nafasnya.


Duk ... Duk ...


Suara ketukan dari jendela kaca mobil.


" Mama." panggil Candy dari luar mobil.


" Candy." lirih Tamarin yang kemudian melepaskan pelukan dari Tuan Kino. Untung saja, kaca jendela mobil tidak terlihat dari luar. Kecuali Candy meneropong lebih dekat, itu baru akan terlihat.


Tamarin kemudian membuka pintu mobil. " Candy sayang, sudah pulang?" gugupnya meskipun dia coba tutupi.


" Sudah mama." jawab putrinya.


" Ya sudah sekarang Candy masuk ya. Kita mau belanja hadiah." ujung kalimat Tamarin yang dia ucapkan penuh kegembiraan.


" Hore." lonjak Candy gembiranya bukan main.


Mobil yang mereka tumpangi pun akhirnya sampai ke tempat tujuan.


Candy sangat senang sekali di ajak jalan-jalan oleh opa dan mama nya.


Candy banyak sekali belanja mainan, berbagai macam boneka dan baju baru pun tak luput dia minta kepada opanya.


" Candy senang sayang." tanya Tuan Kino yang mengusap sisa es krim di pinggir bibir bocah berusia lima tahun itu.


Angguk nya senang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2