Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Apa Kamu Ada Kaitannya Dengan Kematian Putra Ku?


__ADS_3

" Ada apa ini?" Tuan Kino terlihat bingung apa maksud Mint.


" Kamu masih mengelaknya?" teriak Nyonya Mint sembari menyambar tas dan mengambil surat yang ditulis Jelly dan diberikan dengan kasar kepada suaminya.


" Apa ini?" Tuan Kino yang memegang selembar kertas putih dengan penuh tanda tanya.


" Kamu baca!" Murka yang sudah membuncah dan tidak bisa dia tahan lagi. Nyonya Mint kecewa berat dengan keduanya. Hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi harus menyebut keduanya apa.


Mendengar perintah istrinya, Tuan Kino sangat tegang apa maksud surat yang diberikan Mint kepadanya. Dia lantas membacanya dan jujur dia terkejut di bagian akhir surat tersebut yang seolah menjelaskan jika itu adalah peristiwa dimana dia dan Tamarin saat di apartemen miliknya.


Astaga, apa ada orang disana saat itu?


Jelly ...


Apa wanita yang menulis surat ini adalah teman Fox yang katanya Tamarin tinggal di apartemen Fox sejak lama?


Sial


Tuan Kino meremas surat tersebut dengan gigi mengerat penuh kemurkaan dalam hatinya.


" Dan ini milik mu bukan?" Nyonya Mint juga sangat kasar memberikan cincin pernikahan milik suaminya.


Tuan Kino langsung memejamkan kelopak mata karena sudah tidak dapat lagi berbicara, karena bukti nyata-nyata sudah di dapat Mint, istrinya.


Tamarin yang menyaksikan dan mendengar sendiri murka ibu mertuanya hanya bisa tertunduk dan mematung sejak tadi. Dia bahkan tidak bergeser posisi. Jantung Tamarin bahkan berdebar kuat, karena dia tidak tahu musti berbuat apa selain diam.


" Kamu masih mau mengelak?" isak tangis Mint yang pecah saat itu juga. Mendapati suaminya hanya tertunduk.


" Aku minta maaf Mint," seraya ingin memeluk Mint, istrinya yang tengah terguncang hebat namun Mint dengan keras menghempas dada bidang dan tubuh kekar milik suaminya. " Aku dan Tamarin tidak seperti yang kamu pikirkan!" teriak Tuan Kino yang jelas bagai lelaki pecundang.

__ADS_1


Plak


Tamparan dari telapak tangan kanan Nyonya Mint dengan sangat keras sengaja dia tujukan ke wajah suaminya.


Tentulah membuat Tamarin yang menyaksikan semakin ketakutan meskipun air matanya juga deras mengalir.


" Tidak seperti yang aku pikirkan katamu?" Nyonya Mint yang bangkit dan melepas jarum infus di tangan kirinya, meskipun jujur dia merasa ngilu setelahnya.


" Itu karena kalian sibuk dengan pekerjaan kalian. Kamu bahkan tidak pernah memperhatikan aku bukan? Kapan? ... Kapan? Coba kamu ingat bahkan kapan kamu terakhir menyentuh ku Mint?" Tuan Kino juga tak kalah murka terhadap Mint. Keduanya beradu tegang dengan posisi berdiri dengan bagian kepala dan wajah yang lebih maju dari tubuh mereka.


Nyonya Mint geleng-geleng kepala kecil berharap ini hanya mimpi namun sialnya ini adalah kenyataan yang cukup mengguncang psikisnya. " Tapi apa yang kamu lakukan dengan Tamarin itu keterlaluan! Itu keterlaluan!" Teriak Nyonya Mint tepat di depan wajah suaminya berikut isak tangis yang tidak pernah ada habisnya.


" Candy ... Candy putri kalian ... bukan putri Fox, Hihihihi," tangis Nyonya Mint bertambah pilu hingga dia tidak sanggup saat mengatakan hal itu dan kedua tangannya dia topang kan pada tempat tidur pasien seraya memukul-mukul tempat tidur pasien itu dengan tangisnya yang semakin menyedihkan karena tidak dapat menerima kenyataan.


Tuan Kino yang ingin berusaha menyentuh Mint istrinya namun bingung. Dia bahkan sudah tidak mampu berucap sepatah kata, karena ternyata istrinya sudah mengetahui semuanya.


" Dari mana kamu tahu hal itu?" tanya Tuan Kino yang masih tidak percaya jika Mint istrinya sudah mengetahui semuanya.


Ya, sebelum pengacara keluarga dimana pengacara tersebut selalu diberi wewenang dalam hal apapun terkait perusahaan dan masalah yang terkait dengan hal-hal yang menyangkut rumah besar. Ya, pengacara keluarga tersebutlah yang selalu diminta menyelesaikannya. Dia memberikan bukti, jika keputusan Fox bercerai dengan Tamarin sangatlah berdasar. Tamarin berselingkuh dan memiliki seorang putri dari pria tersebut.


Tuan Kino sudah frustasi. Dia bahkan sudah tidak mampu mengelak lagi. Dia hanya bisa berdiri dan diam. " Maafkan aku Mint." Tidak ada yang bisa dia katakan selain kata maaf.


" Dan apakah ini semua ada kaitannya dengan kematian Fox? Jawab Kino! Jawab!" teriak Nyonya Mint yang tingkatan nadanya sudah tidak bisa ditawar lagi. Bersamaan dengan tangis yang masih belum berhenti.


Tuan Kino pun akhirnya tertunduk, mengingat semua kejadian dimana dia bertindak bodoh menyandera putranya sendiri guna tidak bicara kepada ibunya. " Aku tidak membunuh Fox! Aku tidak membunuh Fox, Mint! Aku tidak mungkin, membunuh putra ku sendiri!" Tuan Kino juga tak kalah keras seraya menoleh tepat di depan wajah Mint. Meyakinkan istrinya supaya tidak melayangkan pertanyaan yang sama.


Entah apa yang ada di pikirannya Nyonya Mint? Dia merasa sangat yakin, jika suaminya ada dibalik kematian Fox. Jika memang dia tidak ada kaitannya, lalu mengapa? Mengapa orang yang seharusnya berada di garda terdepan buat mengusut tuntas penyebab Fox jatuh ke jurang malah dia tutup kasusnya.


Membuat Nyonya Mint yang tengah tidak stabil jiwanya nekat melakukan aksi tidak terpuji.

__ADS_1


Dia dengan cepat menyambar pisau di atas buah yang tadi malam asistennya bawakan berikut dengan pisaunya. Berlari ke arah Tamarin dan menarik tangan Tamarin ke belakang seraya menodongkan ujung pisau tajam tepat di leher Tamarin.


" Aw," ringis Tamarin karena tangannya dipelintir keras oleh ibu mertuanya.


" Kenapa Tamarin? Sakit?" tanya Nyonya Mint yang bahkan sudah terlihat sangat depresi dan bahkan sangat nekat oleh aksinya.


Nyonya Mint bahkan tidak peduli lagi dengan hidupnya. Saat ini yang dia rasakan adalah kecewa yang luar biasa karena pengkhianatan kejam dari keduanya.


" Hehm," senyum menyungging penuh sinis dari Nyonya Mint yang bahkan sudah menggores leher Tamarin hingga mengalir darah segar dari leher Tamarin.


" Hikz ... Hikz ... Hikz." isak tangis bercampur rasa takut yang luar biasa yang saat ini dirasakan oleh Tamarin.


" Kamu gila Mint! Lepaskan Mint! Lepaskan!" Teriak Tuan Kino yang mengulurkan tangan kanannya seolah menyuruh Mint untuk melepaskan kekasih gelapnya.


" Hahaha," tawa Nyonya Mint yang menggambarkan bahagia karena bisa membuat wanita yang sudah menghancurkan hidupnya sekaligus putranya ketakutan. Namun juga terdengar isak tangis Nyonya Mint yang sangat hancur lebur karena begitu tega keduanya mengkhianati dan sangat lama bermain sandiwara.


Ketegangan benar-benar terjadi. Kamar VVIP dimana Nyonya Mint dirawat sungguh terasa mencekam. Karena bisa saja Mint nekat menusuk Tamarin dengan ujung pisaunya.


Lihat saja! Nyonya Mint bahkan tidak peduli Tamarin kesakitan meminta tolong dan terus menangis akibat goresan benda tajam yang sudah melukai bagian lehernya.


" Kenapa suami ku? Kamu mencintai nya bukan?" Nyonya Mint bahkan terlihat semakin depresi. Sebentar-sebentar dia tertawa dan sebentar-sebentar pula dia menangis terisak-isak.


" Lepaskan Tamarin Mint!" teriak Tuan Kino yang berusaha ingin meraih benda tajam dari genggaman istrinya, namun langkahnya harus berhenti.


"Berhenti! Kalau kamu maju, aku tidak segan-segan membunuh Tamarin. Dan aku sudah tidak peduli dengan hidupku." Ancaman Nyonya Mint yang tidak main-main karena dirinya sudah dikuasai oleh amarah yang membuncah.


Bersamaan dengan orang-orang dan petugas rumah sakit yang mulai mengerubung seraya berteriak, menjerit ketakutan dan kasak kusuk membahas apa masalah mereka hingga tercipta suasana tidak damai seperti itu.


" Agh," Tamarin yang dijambak lebih kuat rambutnya oleh Nyonya Mint ke belakang seraya memberikan ultimatum kepada Kino suaminya.

__ADS_1


" Sekali lagi jawab pertanyaan ku! Apa kamu ada kaitannya dengan kematian putra ku?" Nyonya Mint yang menghimpun kekuatannya dengan penuh saat mempertanyakan hal itu kembali karena tidak kuasa mendengar jawaban suaminya jika benar dirinya adalah dalang dibalik kematian Fox, putranya.


BERSAMBUNG


__ADS_2