Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Apa Kamu Sudah Menyelidikinya?


__ADS_3

" Darling, ada apa?" Davos yang menyentuhkan tangannya pada punggung kekasihnya, Jelly.


Dan seketika hal itu membuat Jelly berhenti dari lamunannya menyelam hal-hal yang baru saja dia saksikan.


.


.


Satu bulan kemudian.


Nyonya Mint yang terlihat kurus karena tidak mau makan. Di juga sakit-sakitan karena tidak sanggup menerima kenyataan jika Fox benar-benar telah pergi meninggalkannya.


Mint masih menunggu sampai dia memberi batas waktu pada dirinya sendiri, tepatnya hari ini. Satu bulan lebih, Fox putranya benar-benar tidak kembali. Padahal dia masih berharap jika putranya selamat. Tapi nyatanya, sampai pada detik ini. Fox bahkan tidak kembali. Fox tidak pulang lagi ke rumah ini.


" Kamu kenapa tinggalkan ibu lebih dulu? Kenapa Fox?" tangis yang senantiasa terisak-isak sembari memeluk bingkai foto putranya dalam kamar nya.


Mint bahkan seperti orang gila yang depresi karena belum bisa menerima perihnya ditinggal putra kesayangan dalam keadaan yang lumayan mengenaskan. Jasadnya bahkan tidak diketemukan, hancurnya mobil hanya tinggal serpihan-serpihan. Dan itu jujur menyakitkan hati seorang ibu.


Mint kembali menangis dan menangis. Tidak ada hal yang dia lakukan kecuali menangis meratapi kesedihan ditinggalnya Fox.


Tuan Kino hanya dapat menyaksikan istrinya itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali membiarkan Mint menenangkan dirinya sendiri. Berulang kali dia sudah mencoba untuk membangkitkan semangat hidup Mint, berulang kali pula dia gagal membuat Mint bangkit dari keterpurukan ditinggal putra kesayangannya.


Sementara dilantai dasar, seorang pengacara yang diutus oleh Fox tengah mengunjungi rumah besar. Pengacara itu sengaja mengulur waktu, mana tahu Fox dapat ditemukan dan mendapat keajaiban selamat.


" Nona Tamarin, silahkan tanda tangan," titah pengacara itu menyuruh Tamarin tanda tangan surat perceraian yang diajukan Fox.


Dengan berat hati dan tentunya menitikkan air mata sekaligus ada Tuan Kino yang ada di sampingnya sedang memberi isyarat jika di harus menandatangani surat perceraian nya dengan Fox, meskipun suaminya itu telah tiada.


Tamarin pun mengambil pena di atas kertas putih berikut kata per kata yang dijelaskan dari sebab musabab nya perceraian mereka. Dia tanda tangan dan pengacara itu kemudian pergi meninggalkan rumah besar.


.


.


Sementara Jelly tengah bertengkar hebat dan cemburu berat dengan orang yang sudah berganti nama menjadi jasad. Fox.

__ADS_1


Gara-gara Jelly sibuk mencari tahu sana-sini untuk pergi ke kepolisian untuk menyelidiki kasus Fox dan banyak melupakan Davos. Membuat keduanya bertengkar hebat di dalam mobil.


" kamu sampai melupakan kencan kita? Dan itu semua gara-gara Fox! Dia sudah mati! Sudah mati Jelly! Dan dia tidak akan mungkin kembali." teriak Davos karena hampir satu bulan ini diacuhkan oleh Jelly.


Plak


" Hikz ... Hikz ... Hikz." Bersamaan dengan tamparannya untuk Davos.


Dengan perlakuan Jelly itu cukup membuat Davos kesal, dia yang menyentuhkan tangan kirinya pada pipi bekas tamparan Jelly kepadanya.


Jelly yang menyesal dan tidak bermaksud melakukan itu semua akhirnya berbicara. " Aku minta maaf, tapi jujur aku hanya ingin mengungkap kematian Fox yang menurut aku dan Ita janggal."


" Kamu sampai rela menamparku?" Davos yang terlihat sekali bucin akut dengan Jelly hingga dia sangat cemburu pada pria yang sudah tiada.


Jelly pun menyadari kesalahan nya. Memeluk pria itu yang pasti akan memaafkannya meskipun sangat, dia berulang kali mengecewakannya. Menolak untuk dilamar pria yang sudah menjadikannya kekasih. Jelly mungkin terlihat angkuh, namun karena dia belum siap menikah terlebih setelah kepergian Fox.


Meskipun Fox bukanlah kekasihnya, atau apapun itu. Rasanya tidak mungkin dia akan tersenyum lebar dalam pertunangan maupun resepsi pernikahannya. Minimal sampai masalah Fox mereda dan hatinya juga siap menikah dengan Davos, barulah dia akan mengiyakan lamaran dari pria itu.


Meskipun setelah dipeluk Jelly Davos sudah tidak bisa berkutik lagi. Mana mungkin dia bisa marah-marah dalam jangka lama kepada kekasihnya itu. Jelly benar-benar sudah menjadi pawangnya Davos dan Jelly juga sangat bisa mengambil hati Davos. Satu bulan diacuhkan oleh kekasihnya itu, Davos dibuat kelimpungan tidak tahu musti berbuat apa. Dan baru hari ini saking jengkelnya karena berulang kali Jelly mengingkari janji kencannya dan semua itu gara-gara Fox, pria yang sudah mati dan jelas-jelas tidak akan bangkit lagi.


.


.


Di rumah besar.


" Nyonya, nyonya harus makan ya," ucap bibi yang hendak mendaratkan satu sendok bubur kepada Nyonya Mint yang tengah terbaring sakit namun dia mendapatkan perawatan di rumah.


Setiap hari Dokter datang atau minimal dua hari sekali untuk memeriksa kesehatan nyonya Mint.


" Biarkan aku mati bersama putra ku." Perkataan Nyonya Mint nyaris tidak ada beban.


Membuat Tuan Kino yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dapat mendengar jelas apa yang baru saja diucapkan oleh istrinya.


" Bagaimana dengan pekerjaan mu? Kantor mu yang sudah kamu tinggal lama? Apa kamu tidak merindukannya?" Sengaja Tuan Kino berkata demikian, karena dia hafal betul dengan istrinya yang gila kerja dan memprioritaskan karirnya.

__ADS_1


Bibi yang sejak tadi duduk di pinggir ranjang akhirnya memutuskan keluar dari kamar Tuan dan Nyonya besarnya. Membiarkan keduanya berbicara dari hati ke hati untuk menyemangati Mint yang sangat putus asa dengan hidupnya.


" Makanlah!" Tuan Kino yang mengulurkan tangan berikut satu suap bubur dan kuah sup daging untuk istrinya.


Melihat istrinya berwajah pucat, terlihat tampak kurus sungguh dia tidak tega. Meskipun dengan kepergian Fox, rahasia cinta terlarangnya dengan Tamarin terbilang aman. Namun ini juga bukan hal yang dia inginkan.


Nyonya Mint akhirnya mau makan setelah disuapi oleh suaminya. Perkataan suaminya terngiang karena memang benar adanya, dia harus bangkit dan melanjutkan hidupnya. Meskipun kepergian Fox terbilang tidak mudah untuk dia terima.


.


.


Satu Minggu kemudian.


Meskipun jiwanya masih terguncang dan dia belum bisa dikatakan stabil kesehatannya. Nyonya Mint berusaha untuk masuk kerja. Kantornya sudah cukup lama dia tinggalkan. Pekerjaan nya juga sudah sangat dia abaikan begitu saja. Membuat Tuan Kino dan Tamarin berikut Candy cukup terkejut dengan keberadaannya di meja makan.


" Oma," sapa Candy dengan senang hati melihat Omanya kembali sarapan bersama.


Nyonya Mint masih tersenyum tanpa mampu berkata-kata untuk sementara waktu. Dia hanya mampu melihat Candy dengan bola mata berkaca-kaca. Dalam hatinya, dia berkata.


Kasihan kamu cucuku, papa mu pergi lebih dulu.


Dia begitu menyayangi kamu.


Mint yang kemudian bangkit berjalan ke arah Candy dan mengelus puncak kepala Candy ditambah mengecupnya lalu pergi meninggalkan sarapan pagi yang tanpa disentuhnya melainkan hanya mampir duduk saja.


" Dada Oma," celoteh Candy yang meskipun dia masih sedih juga, namun mamanya selalu memberi semangat padanya.


Mendengar cucunya berceloteh membuat Nyonya Mint akhirnya menoleh kembali seraya melepas senyum kepada Candy.


.


.


" Apa kamu sudah menyelidikinya?" tanya Mint kepada orang suruhan nya. Orang kepercayaannya yang baru beberapa hari diutusnya, untuk menyelidiki sebab musabab putranya mengalami kecelakaan tunggal dan berakhir terjun ke dasar jurang hingga mobilnya masuk ke dalam dasar sungai.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2