Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Doorrr


__ADS_3

" Apa yang kamu katakan Mint! Sudah aku katakan, jika aku tidak mungkin membunuh putra ku sendiri!" Teriak Tuan Kino yang berusaha meyakinkan istrinya. Karena pada kenyataannya, dia memang tidak bermaksud mencelakai Fox. Dia hanya ingin mengajak Fox bekerja sama untuk tidak memberi tahu Mint. Namun Fox gegabah dan malah membawa mobil yang hendak dibawa oleh truk menuju bengkel karena remnya tidak berfungsi dengan baik.


" Hehm," seringai dari mint yang menjambak rambut Tamarin lebih kuat, ditariknya rambut cokelat terang Tamarin ke belakang beserta menggores lebih lebar bagian leher Tamarin dan dapat dipastikan jika sejak tadi bagian leher itu terus mengalirkan darah segar perlahan.


" Aaaa," teriak Tamarin kesakitan dan ketakutan yang bercampur.


" Hentikan Mint!" seraya tidak pernah berhenti memasang wajah panik beserta kedua tangan yang terulur ke arah Mint, supaya istrinya itu benar-benar melepaskan Tamarin, tanpa melukainya kembali.


" Apa perlu sekarang juga aku akan habisi Tamarin?" Mint yang tidak ada gentar-gentarnya karena dia sudah terlanjur kecewa berat dengan suami dan menantunya.


" Mint, kamu gila Mint!"


" Apa kata mu? Aku gila? ... Hahaha ... Kalian yang sudah gila!" Mint yang benar-benar tidak terkendali tindakannya. Dia dengan cepat bisa tertawa dan menangis kembali dan benar kata Tuan Kino, Nyonya Mint bahkan terlihat lebih dari gila.


Sementara di tengah-tengah banyak orang, sudah datang petugas polisi. Karena dari banyak nya orang yang berkerumun. Tidak satu pun berhasil membujuk wanita yang tengah menggoreskan benda tajam itu pada bagian leher wanita yang di depannya.


" Hai Nyonya, sebaiknya anda bisa di ajak bekerja sama. Letakkan! Tolong letakkan benda tajam itu! Karena itu sangat berbahaya," seru salah satu polisi yang berusaha membujuk Nyonya Mint.


" Qikqikqikqik." Nyonya Mint yang kembali tertawa. " Kalian tidak ada yang boleh membela mereka! Mereka kejam karena mengkhianati saya. Mereka menyimpan rapat cinta terlarang yang sudah sejak lama. Bahkan mereka memiliki seorang putri. Putri mereka yang sudah aku anggap cucu ku sendiri," seraya menangis terisak-isak saat memaparkan skandal cinta terlarang keduanya.


Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Nyonya Mint, orang-orang yang sejak tadi berkerumun terkejut, karena wanita yang menodongkan benda tajam itu ternyata tidak sepenuhnya salah.


" Apa kalian tahu? Suami ku menyimpan rapat skandal cinta terlarangnya dengan menantu ku sendiri." seraya memperkuat pelintiran nya dan cengkeraman nya yang sejak tadi berada untuk membuat Tamarin tidak berdaya dan bertambah kesakitan.


" Aaa," teriak kesakitan Tamarin kembali bahkan berulang-ulang.


" Ya, mereka adalah menantu dan mertua. Mereka gila bukan?" Nyonya Mint yang tertawa dan menangis bersamaan.


Suara riuh, kasak kusuk pun menghiasi keluar dari mulut-mulut siapa pun yang mendengarkan apa masalah mereka hingga si wanita itu tanpa takut jika polisi bahkan sudah membujuk untuk tidak melanjutkan aksi nya.

__ADS_1


" Tapi Nyonya, ini bisa dibicarakan baik-baik Nyonya!" seru salah satu polisi supaya wanita itu tetap menghentikan tindakan berbahayanya dan menjatuhkan benda tajam yang berada dalam genggaman tangan nya.


" Kalian jangan ikut campur! Aku bahkan tidak peduli jika aku harus di penjara karena telah membunuh wanita ini!"


Situasi semakin mencekam, terlebih Nyonya Mint benar-benar menunjukkan apa yang dikatakannya. Menggores lebih lebar lagi bagian leher Tamarin yang membuat nya berteriak hebat kesakitan dan merintih, memohon-mohon untuk Nyonya Mint menghentikan apa yang diperbuatnya.


" Katakan Kino! Apa kamu ada kaitannya dengan kecelakaan Fox?" tanya Nyonya Mint kembali, karena sebelumnya tidak percaya dengan jawaban suaminya itu.


Mendengar pertanyaan itu kembali, sepertinya Tuan Kino sudah kehilangan akal dan memilih menyerah untuk menceritakan apa yang sebenar-benarnya terjadi pada waktu itu.


Tuan Kino pun perlahan menjelaskan, awal mula Fox disandera dan sampai terjadinya kecelakaan.


Tamarin yang mendengar itu pun juga ikut terkejut. Karena ternyata, Tuan Kino juga membohonginya.


Sementara Nyonya Mint yang mendengar fakta yang ternyata benar apa yang menjadi dugaannya. Dia menangis terisak-isak, mengingat Fox putranya yang berjuang ingin memberi tahu semuanya. Namun harus terjegal langkahnya karena perbuatan ayah nya sendiri.


Kesempatan yang akan Tuan Kino gunakan untuk melepaskan Tamarin dari cengkeraman Nyonya Mint. Perlahan namun pasti, langkah Tuan Kino mendekati keduanya, dimana Nyonya Mint masih menangisi Fox.


" Tamarin," teriaknya seraya menarik Tamarin dengan sangat kuat sedikit menjauh dari Nyonya Mint.


" Aaa," Tamarin pun histeris karena ketakutan.


Berikut dengan sigapnya kedua polisi yang kemudian membekuk Nyonya Mint.


Sadar, jika dirinya sudah lengah. Bahkan Tamarin dan Tuan Kino tampak tidak ada rasa berdosanya. Tuan Kino malah memeluk erat wanitanya, yakni Tamarin. Dia mencoba menenangkan Tamarin yang masih menangis ketakutan.


Sementara Nyonya Mint, kedua tangannya yang sudah dipegangi oleh kedua polisi. Bangkit dan perlahan berjalan hendak keluar ruangan. Namun karena dia begitu sangat dendam dengan keduanya atas kematian Fox putranya. Dia melirik pistol yang tergantung pada kedua pinggang polisi tersebut.


Tanpa pikir panjang dan dia juga sudah tidak peduli dengan hidupnya lagi. Dia ancang-ancang menghimpun kekuatan dan menghempas kedua tangan polisi itu. Mengambil pistol dari salah satu milik polisi dan membalikkan badan membidik siapapun dia sudah tidak perduli. Baik akan mengenai suaminya sendiri atau Tamarin. Dia benar-benar tidak peduli.

__ADS_1


Dorrr


Karena kejadiannya sat set sat set sangat cepat. Polisi bahkan tidak dapat mencegahnya.


Satu peluru itu meluncur ke arah Tepat pada sasaran yang seharusnya mengenai Tamarin.


" Tamarin!" teriak kembaran Brad Pitt yang langsung memberikan tubuhnya menggantikan Tamarin.


Tamarin yang histeris melihat peristiwa sangat mencekam. Dia menangis terisak-isak penuh ketakutan. Mulutnya menganga, kedua matanya melebar melihat kekasih gelapnya terkena peluru yang diluncurkan oleh Nyonya Mint.


Bersamaan dengan jeritan-jeritan dari beberapa orang yang masih berada di area itu.


" Agh." Tuan Kino yang terkena tembakan di bagian dada. Dia menyentuhkan telapak tangan kanannya pada bagian peluru yang menembus mengenai bagian dadanya. Tidak lama, tubuh kekar kembaran Brad Pitt itu tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Dia hampir terjatuh namun Tamarin dengan sigap menangkapnya.


" Tuan Kino ... Tuan Kino." teriak Tamarin yang tidak berhenti menangis histeris melihat darah segar mengalir cukup deras.


Dengan segera para perawat yang mengetahuinya dengan cepat memberikan pertolongan dan membawanya ke ruang operasi sebelum terlambat.


Sementara Nyonya Mint. Setelah menembak dan pelurunya terkena di suaminya sendiri. Kedua tangannya di borgol dan di gelandang ke kantor polisi.


Lap


Seluruh lampu di ruang operasi menyala serentak. Tamarin menangis sendirian di depan ruang operasi. Sementara Tuan Kino berjuang antara hidup atau mati di dalam ruang operasi.


BERSAMBUNG


Tuan Kino yang berjuang di ruang operasi.


__ADS_1


__ADS_2