Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tamarin Bertengkar Dengan Fox


__ADS_3

" Kita bicarakan di mobil." Seiring dengan pintu lift yang terbuka, Fox yang menarik pergelangan tangan Tamarin dan membawanya masuk ke dalam mobil. Fox masih sibuk mengenakan set belt yang membuat Tamarin sudah tidak sabar ingin mendengar karena sedikit banyak dirasuki kecemburuan.


" Siapa dia?" Tamarin yang mencecar dengan pertanyaan yang sama namun Fox tampaknya masih mengatur nafas untuk memulai bicara.


" Dia Jelly. Dia adalah teman SMP ku. Aku mengangkatnya kerja di kantor. Nanti saja kita lanjutkan di rumah. Kasihan Candy sudah menunggu karena ternyata sedari tadi dia melakukan panggilan namun aku mengabaikannya." Jemari kanan yang dia pergunakan sibuk memutar kunci mobil dan kemudian melajukannya.


" Hanya itu?" Tamarin masih menyimpan segudang tanda tanya karena sepertinya suaminya mengenal lebih wanita yang bernama Jelly itu.


" Aku bilang di rumah Tamarin!" seraya menoleh dengan sorot mata setitik murka karena seperti nya Tamarin membangkitkan emosinya.


" Apa susahnya kamu menjelaskan siapa dia?" Suara Tamarin yang malah meninggi hingga membuat Fox juga tak kalah emosi.


" Apa salahnya kamu menunggu sebentar sampai kita berada di rumah."


Membuat Tamarin akhirnya memutuskan lebih baik diam ketimbang Fox semakin tak terkendali. Baru malam ini dia melihat suaminya membentaknya. Padahal dua jam yang lalu mereka baik-baik saja.


Membuat Fox tersadar, jika dirinya terlalu keras dengan Tamarin. " Aku minta maaf."


Namun Tamarin membisu dan memilih melihat luar jalan dari kaca jendela mobil.


Keheningan pun terjadi hingga mobil bahkan sudah memasuki rumah besar. Tamarin yang langsung keluar saat mobil berhenti di garasi.


" Sayang ... Sayang." Fox yang tergopoh mengejarnya pun tak dihiraukan oleh Tamarin. Fox pun berdecak seakan tahu jika perkataannya tadi membuat Tamarin kesal.


" Mama." Candy yang sudah berlari dan kemudian memeluk mamanya.


Tuan Kino dan Nyonya Mint pun berjalan mendekat ke arah dimana Candy memeluk Tamarin. Nyonya Mint yang melepas senyum melihat itu karena sedari tadi Candy rewel


mencari mama dan papanya terus.


" Kamu tahu? Putri mu bahkan tidak mau tidur dan ingin menunggu mama dan papanya?" ujar Nyonya Mint ketika melihat Candy merangkul erat mamanya.

__ADS_1


Tamarin pun tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan ibu mertuanya.


Sementara Tuan Kino yang batinnya masih diselimuti kata bahagia sejak tadi pagi setelah melihat sendiri kenyataan jika Candy adalah putri kandungnya.


" Papa." Candy yang berlari dan langsung ditangkap oleh papanya.


" Hap. Hahaha." Riak tawa bahagia saat Candy berhasil ditangkap oleh papanya. Begitu juga dengan Fox yang tidak bisa jauh dengan putri cantiknya Candy yang setiap hari bertambah menggemaskan.


" Aku permisi dulu." Tamarin yang tidak bisa menyembunyikan wajah kesal dari suaminya Fox dan itu tertangkap oleh Nyonya Mint dan juga Tuan Kino.


Ada apa dengan Tamarin? Tuan Kino menoleh melihat Tamarin naik ke lantai dua kamarnya.


Hal serupa juga dipertanyakan oleh Nyonya Mint dalam hatinya. Kenapa dengan Tamarin? Namun tidak lama Nyonya Mint melihat keanehan pada menantunya. Dia dengan cepat menghampiri putranya yang melirik ke arah istrinya pula.


" Candy sayang, sekarang papa antar Candy bobok ya." Fox yang membujuk Candy supaya mau cepat tidur dan membiarkannya pergi menyusul Tamarin.


" Okay papa."


" Sekarang waktunya Candy bobok ya." Fox yang menarik selimut Candy dan menyelimuti tubuh putrinya.


" Aku mau papa temani Candy sampai Candy tidur." rengeknya dengan wajah melas yang sulit di tolak oleh Fox. Apalagi dia sudah meninggalkan Candy sejak semalam dan baru pulang.


" Okay, papa temani Candy tidur ya." Fox yang duduk di tepi ranjang guna mengelus dahi beserta puncak kepala putrinya supaya dia cepat tertidur.


Cukup lama Fox berada di kamar putrinya hingga akhirnya Candy sudah tertidur dan Fox kemudian pergi meninggalkan kamar putrinya dan menuju kamarnya.


Melihat Tamarin yang dia kira sudah tidur ternyata masih baru keluar dari kamar mandi. " Sayang." Fox yang berharap maaf dari istrinya dan mendekat hingga tubuh keduanya terkikis jarak. " Aku bisa jelaskan."


" Dengan sikap mu tadi sudah cukup menjelaskan." Tamarin yang bahkan tidak mau menatap kedua mata Fox.


" Apa maksud kamu?" Fox yang tidak mengerti apa maksud Tamarin.

__ADS_1


Tamarin yang berani menatap Fox setelah tadi dia berusaha menghindarinya. " Kamu bahkan tidak pernah membentak ku, namun hanya karena wanita yang menurutku spesial di mata mu, sampai-sampai kamu ... Ah sudahlah." Tamarin yang menghempas pelan tubuh suaminya dan melanjutkan langkahnya menuju ranjang. Kecemburuan nya jelas tidak bisa dia sembunyikan tatkala Fox benar-benar memperdulikan wanita itu.


" Kamu salah paham sayang."


Tamarin yang berhenti langkah. " Salah paham?" seraya memutar kembali posisi tubuhnya untuk menghadap punggung suaminya yang tengah menoleh ke arahnya.


" Iya kamu salah paham. Aku tidak ada hubungan apa-apa sama Jelly. Aku bahkan memperkerjakan teman SMP ku lagi bernama Ita teman Jelly berikut suaminya." Fox yang berusaha menjelaskan ke Tamarin yang kecemburuannya sudah di ubun-ubun.


Tamarin mengernyitkan dahi. Semakin bingung.


" Jadi gini," Fox yang kemudian menjelaskan siapa Jelly dan apa yang di alami oleh Jelly hingga membuat Fox tergerak ingin menghapus kesedihan Jelly karena melihatnya kasihan.


" Apa?" Tamarin mendadak pusing ketika mendengar ternyata perempuan yang bernama Jelly telah lama tinggal di apartemen itu. " Enam tahun dia tinggal di situ?"


Fox mengangguk kecil saat mengetahui reaksi Tamarin yang sepertinya kurang suka terhadap semua penjelasannya.


Padahal berbeda dengan pikiran Tamarin yang gelisah apakah hubungan terlarangnya pernah dipergoki oleh wanita itu. " Apa hanya kasihan kamu menyuruhnya tinggal di apartemen mu?" Tamarin yang jujur ingin menelisik lebih dalam bagaimana perasaan Fox sebenarnya. Karena selama ini, dia berpikir hanya ada satu wanita yaitu dia di dalam hati Fox. Namun ternyata Tamarin salah. Jika ternyata di kantor bahkan di apartemen Fox ada perempuan tak kalah cantik dan terbilang ada kemiripan dengannya. Dan selama ini dia tidak mengetahuinya.


" Apa kamu tidak percaya dengan ku sayang?"


" Lalu bagaimana dengan perhatian kamu yang menurutku itu berlebihan dengannya?" Tamarin yang belum puas dengan jawaban suaminya. Seolah masih banyak yang disembunyikan oleh Fox kepadanya.


" Apa kamu tega meninggalkannya? Maka dari itu aku menyuruh pegawai resepsionis dan juga satpam untuk berjaga. Minimal sampa dia terlihat lebih baik."


Tamarin yang tahu karakter suaminya. Fox memang sangat baik kepada semua orang. Tapi mengapa? Mengapa perasaan nya bercampur aduk tidak karuan seperti ini? Antara cemburu kepada wanita itu atau mengurus lebih dulu hubungan terlarang yang telah dia sembunyikan dengan Tuan Kino. Jujur itu membuat Tamarin pusing tujuh keliling.


" Apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi?"


" Apakah benar perasaan mu dengannya sebatas atasan dan bawahan?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2