Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Yang Dinanti Belum Datang


__ADS_3

" Oh, ya. Aku lupa. Aku kan tadi bilang ke Candy mau beli hadiah." lirih Fox bermonolog dan memutar kembali roda mobilnya untuk putar arah.


Ciiit


Suara roda yang saking terkejutnya karena harus berputar dengan sangat mendadak sesuai keinginan pengemudi. Terlebih kecepatan mobil yang tidak main-main.


Karena yang melajukan mobil mengalahkan atlet formula 1. Tidak butuh waktu lama


Fox kemudian sampai pada sebuah toko yang diinginkan. Membeli hadiah untuk Candy dan menyuruh petugas toko untuk membungkusnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dan dirasa Candy akan senang menerimanya.


Fox dengan cepat berlari menuju mobilnya. Melajukan mobilnya dengan kekuatan penuh untuk segera sampai ke rumah.


.


.


Halo Candy


Teriak semua teman-teman sekolahnya yang sudah berdatangan dan memeluknya. Memberikan hadiah yang mereka bawa disertai ucapan terimakasih dari Candy untuk semua teman-teman kelasnya dan ibu guru yang berkenan hadir di acara ulang tahunnya.


Semuanya kemudian bermain sebentar sebelum acara dimulai.


" Candy bagus sekali, semua nya bertema Frozen." kata salah satu teman Candy yang terkagum-kagum dengan party decoration.


" Iya, ini semua adalah ide dari papa ku." balas Candy dengan senyum bahagianya.


" Wah papa mu hebat ya Candy. Bisa tahu selera kamu. Kamu kan suka sekali sama Frozen." sahut teman Candy yang lainnya.


" Iya papa ku memang hebat. Dia itu sayang sekali sama Candy." ujar Candy.


" Lihat! Itu kuenya tinggi sekali. Bertemakan Frozen juga. Waw." kata seorang anak-anak laki-laki yang juga teman Candy.


" Waw ... iya." Banyak dari mereka yang sangat terkagum-kagum dengan pesta ulang tahun Candy yang sangat meriah dan terbilang mewah untuk anak seusianya.


" Ayo kita kesana!" ajak dari salah satu teman Candy.


" Ayo, let's go!" Banyak dari anak-anak itu yang berlarian kesana kemari karena saking gembiranya. Terlebih banyak sekali hidangan seperti kue donat berbagai kreasi, aneka cake yang beragam yang menggugah selera, berikut cup cake moist yang sangat lumer di lidah dan membuat yang memakannya pasti meleleh.


Belum lagi es krim yang sudah disiapkan Tamarin untuk anak-anak yang pasti hampir kebanyakan dari mereka menyukainya. Hem ... yummy. Pesta ulang tahun yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Sampai dimana waktu yang sudah dijadwalkan untuk memulai acara. Namun Fox belum hadir juga. Pihak MC memutuskan berbincang dengan Tamarin selaku penyelenggara acara. Dan Tamarin menyuruhnya untuk menunda sebentar hingga Fox datang.


" Kamu sampai mana sayang? ini Candy pasti sedih kalau kamu tidak datang tepat waktu." lirihnya dengan cemas, bersedekap dan berjalan mondar-mandir di pintu utama.


Tidak lama, Nyonya Mint menghampiri Tamarin. " Bukankah acaranya harusnya dimulai?"


" Iya ibu mertua, tapi Fox belum datang?" ucap Tamarin dengan gelisah.


" Bukankah tadi dia di rumah?" tanya Nyonya Mint yang sedikit heran.


" Iya, tadi memang dia di rumah. Namun mendadak ada urusan pekerjaan yang harus dia selesaikan. Jadi dia buru-buru pergi. Tapi dia janji akan datang tepat waktu." ujar Tamarin.


" Apa tidak sebaiknya kita tunggu di Taman belakang. Nanti Candy cemas mencari mu." ujar Nyonya Mint yang kemudian berjalan beriringan dengan Tamarin menuju taman belakang di dekat kolam renang. Dimana acara ulang tahun Candy akan di laksanakan.


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore lebih lima belas menit. Lima belas menit sudah, waktu untuk menunggu Fox. Membuat Tamarin gelisah karena semua orang sudah berkumpul di Taman belakang yang berdekatan dengan kolam renang besar.


Kecuali Tuan Kino yang masih menata pikirannya dan tersenyum lega meskipun belum menerima hasil dari tes DNA yang dilakukannya. Setidaknya, ini adalah langkah awal yang sudah bagus dan tepat dilakukannya.


Ulang Tahun Candy


Tuan Kino yang sadar jika dia sudah menghabiskan seluruh harinya di luar rumah tepatnya di rumah sakit.


Begitu juga dengan Fox yang berjibaku dengan konsentrasinya menyetir diatas rata-rata kecepatan yang tidak seharusnya.


Disisi lain.


Tamarin yang bertambah gelisah. Menatap layar ponsel, tapi takut jika suaminya ternyata masih ada urusan penting menyangkut pekerjaan. Dia tidak ingin membuat Fox tergesa-gesa.


Nyonya Mint dan Tamarin yang hanya bisa bertukar tatap dengan cemas.


" Mama, papa kok belum datang?" tanya Candy yang mulai cemas menanyakan Fox.


" Sebentar ya sayang." Tamarin menyentuhkan telapak tangan ke bahu putrinya guna menenangkannya.


Tin ... Tin ...


Suara klakson mobil yang nyaring terdengar hingga Taman belakang yang membuat Tamarin dan Candy sedikit lega.


" Itu pasti papa." ujar Tamarin kepada putrinya.


" Hore papa datang. Aku mau jemput papa." teriak gembira dengan senyum lebar penuh bahagia yang timbul dari pancaran wajah bocah manis tersebut.

__ADS_1


Tamarin dan Candy yang belum sampai berlari untuk menuju ke garasi. Ternyata dikejutkan dengan sosok kedatangan Tuan Kino yang cukup tergopoh menuju ke arah mereka.


" Opa." panggil Candy yang sedikit kecewa ternyata bukan papanya.


Begitu juga dengan Tamarin yang pudar harap untuk kedatangan Fox tepat waktu. Dua puluh menit berjalan, tidak akan mungkin menunggu Fox lagi. Kasihan para tamu undangan yang sudah hadir.


" Opa, belum terlambat bukan?" tanyanya dengan bocah yang nampak cemberut dan terlihat sedih.


Candy tidak menjawab dan hanya geleng-geleng kepala.


" Candy kenapa sedih sayang?" tanya Opa yang menyentuhkan ibu jari pada pipi kanan Candy.


" Papa belum datang. Tadi katanya janji mau keluar sebentar untuk membeli hadiah. Sampai sekarang belum datang juga." cemberutnya dengan air mata mengambang yang coba bocah kecil itu tahan.


Tuan Kino yang tadinya jongkok supaya tingginya sejajar dengan Candy, kemudian berdiri. " Kemana Fox?" tanyanya kepada Tamarin yang dilihatnya sangat cantik mengalahkan wanita manapun.


Ya, Tamarin memakai gaun cantik bak Frozen kembaran dengan gaun yang dikenakan oleh Candy. Rambut cokelat terangnya juga dikepang dan diberi sematan mahkota kecil yang tertancap di puncak kepalanya. Membuat kecantikannya paripurna mengalahkan wanita manapun di dunia.


" Fox ada urusan pekerjaan sebentar. Ada yang harus diselesaikan." Kata-kata Tamarin itu terdengar hingga telinga Candy.


" Papa bohong ... tadi bilang mau beli hadiah, kenapa kata mama sekarang ada urusan pekerjaan." Candy yang melayangkan protes ke mamanya. Mendongak menatap Tamarin dengan sedih yang tidak bisa dia tahan. " Hiks hiks ... hiks." tangisnya pecah, Candy kemudian berlari menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


" Candy ... Candy." teriak Tamarin yang terkejut dengan reaksi putrinya. Dia tanpa pikir panjang mengejar Candy yang tengah berlari.


Begitu juga dengan Tuan Kino yang tak kalah terkejutnya. Dia bingung harus berbuat apa? hingga Nyonya Mint menghampirinya.


" Ada apa ayah?" Nyonya Mint melihat Candy berlari ke dalam rumah.


Tuan Kino gelisah. Dia sedikit kesal dengan Fox mengapa sampai bisa membuat Candy sedih di acara ulang tahun Candy. " Biasa, ulah anak kesayangan mu." ketusnya dengan mencari ponsel pada saku celana jeans yang dikenakannya.


" Fox ... kasihan Candy jadi sedih." ujar Nyonya Mint.


Sementara Tuan Kino terus mencoba menghubungi Fox yang masih konsentrasi untuk menyetir.


" Come on Fox, kamu sudah terlambat dua puluh lima menit Fox." lirihnya menginjak pedal gas penuh tanpa ragu dan meskipun tangan kanannya beberapa kali tampak gelisah dan dia usapkan pada bagian tengkuk leher. Sesekali dia juga menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan panjang. Namun pandangan nya ke jalan juga tak kalah dia perhatikan.


Dert


Dert


" Ayah." lirih Fox saat menoleh ke sebuah layar ponsel yang dilihat nya adalah ayahnya sedang memanggil.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2