Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Bencong Metropolitan


__ADS_3

Cerita beralih ke Jakarta. Dimana Fox yang sedang menatap layar laptop di meja kerjanya. Tiba-tiba ada sebuah notifikasi dari sebuah aplikasi pertemanan berlogo biru. Sebenarnya sering dia mendapat notifikasi seperti itu, namun biasanya dia abaikan.


Tapi karena pekerjaannya tidak terlalu banyak, membuat dia sekedar ingin membaca apa notifikasi dari aplikasi berlogo biru itu.


Aplikasi itu memberi tahu jika salah satu teman yang bernama Jelly sedang berulang tahun.


" Hari ini Jelly ulang tahun?" herannya seolah wanita merana yang berada di ruang sebelahnya, seolah lupa dengan usianya. " Kasihan dia, percintaan dan kehidupan keluarganya sudah membuat dia bahkan tidak memikirkan kebahagiannya." lirih Fox memegangi janggut dengan kelima tangan kanannya.


Fox pun mencoba menggoda perempuan merana di ruang sebelahnya. Dia menghampiri ruang Jelly yang dimana pintu ruangannya tidak sepenuhnya rapat. Fox mulai curiga mengapa Jelly tampaknya melamun. Memandangi sebuah foto yang dia letakkan di atas meja.


" Ehm ... Ehm ... " Fox berdehem hingga membuat lamunan Jelly buyar. Dia memegang daun pintu dan membukanya lebih lebar. " Apa itu?" Fox yang kemudian meraih satu lembar foto tanpa bingkai dari atas meja Jelly.


Jelly yang tidak bisa menghentikan apapun yang akan dilakukan bos besarnya.


" Keluarga kamu?" Fox yang menoleh ke arah kembaran Priyanka Chopra. Memberikannya kembali foto tak berbingkai di atas meja tepat di hadapan Jelly. " Kamu rindu mereka?" imbuhnya.


Jelly yang bangkit dari kursi kerjanya. Menatap ujung gedung di seberang sana dari jendela kaca besar ruang kerjanya. " Semenjak ayah ku pergi meninggalkan aku dan ibu. Aku sudah tidak tahu kabarnya. Aku bahkan sudah tidak menganggapnya ada. Bahkan sampai ibu tiada, ayah ku juga tidak datang walau sekedar mengucapkan kata duka."


" Kamu sabar ya. Sudah jangan bersedih lagi." Kata Milk yang memutar langkahnya dan memandang wanita merana berdiri di dekat jendela kaca.


Sepertinya Jelly, lupa dengan ulang tahunnya.


" Maaf ya, aku jadi cerita masalah keluarga ku." Jelly yang sadar bahwa saat ini adalah jam kerja. " Oh, ya. Ada apa kamu ke ruang kerja ku." Jelly yang melangkah mendekat ke bos besarnya.


Sepertinya aku tidak perlu mengatakannya sekarang. Nanti saja langsung aku beri dia kejutan. gumam Fox dalam hati. " Em- aku mau menyuruh kamu datang ke ... " Fox tidak mengatakannya karena menurutnya lebih baik Jelly tidak mengetahui nya sekarang.


" Kemana?"


" Nanti saja, aku akan kirim pesan lewat ponselmu."


Jelly mengangguk namun heran dengan sikap Fox pagi ini.


.


.


Sementara di rumah besar. Tamarin yang selesai mandi dan membuka pintu kamar mandi. " Aaa." teriakan kaget Tamarin saat mengetahui jika kembaran Brad Pitt sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dalam kamarnya.


" Ssst." Tuan Kino yang menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri.


Sementara Tamarin yang masih mengatur nafas dari rasa dibuat kagetnya oleh kekasih gelapnya.


Mendekatkan ujung hidungnya pada area leher karena mencium aroma wangi bak bunga bermekaran di taman. " Kamu wangi sekali." bola mata kembaran Brad Pitt yang bergeser memperhatikan belahan manja di bawah janggutnya.


Tamarin yang tahu jika kekasih gelapnya akan minta jatah bercinta. Sedangkan dia baru saja keramas dan sedikit malas untuk meladeninya. " Uog ... uog ... " Tamarin yang mual-mual dan berlari ke wastafel kamar mandinya.


Sementara Tuan Kino berjalan mendekat dan berdiri di belakangnya. Hanya bisa memperhatikan wanita pujaannya dan mengelus rambut cokelat terangnya.


" Apa sudah baikan?" tanya pria disampingnya yang menganggap hal ini sudah biasa untuk ibu hamil.


Tamarin geleng-geleng dan mengendus kan hidungnya ke bagian dada kekasih gelapnya. " Uog ... uog ... " Setelahnya Tamarin mual-mual kembali.


Sementara Tuan Kino dibuat heran oleh ulah Tamarin. Dia kemudian menarik kaos branded bagian depan yang dikenakannya. Menempelkan pada ujung hidungnya dan tidak ada hal janggal dan malah wangi karena parfum nya dia beli di luar negeri seharga sepeda motor Scoopy. " Baby." Tuan Kino yang mencoba menyentuhkan telapak tangannya pada handuk kimono yang menutup punggung wanitanya.


Namun Tamarin menghempasnya dan menyuruh kembaran Brad Pitt itu pergi. " Sepertinya perut ku tidak nyaman jika mencium aroma anda."


Membuat Tuan Kino membelalak dan mengeluarkan nafas panjangnya.


Tamarin yang terus keluar dari kamar mandi dan meninggalkan kembaran Brad Pitt.


" Baby, sepertinya ada yang salah dengan hidung kamu." Tuan Kino yang resah dan mengacak-acak rambut nya. Keinginannya yang hanya sekedar membelai atau dibelai Tamarin malah berujung dengan diusirnya dia dari kamar kekasih gelapnya.


Padahal dia ingin sekedar bermanja. Memangku kepala Tamarin dan membelai rambut cokelat terangnya. Memandangi wajah teduh dan bibir tebalnya ... mengusap pipi jernih dengan jarinya. " Hah." Tuan Kino dibuat frustasi oleh wanita pujaannya.


Setelah Tuan Kino berada di dalam kamarnya. Dia langsung berpikir bagaimana caranya supaya Tamarin tidak menolaknya. Langkahnya gelisah berjalan bolak-balik sembari kepalanya berpikir.

__ADS_1


Setelahnya ide brilian di dapat. Dia berlompat girang dan menjalankan rencananya. Pantang baginya ditolak. Satu kali ditolak, seribu kali dia bertindak.


Dengan cepat dia menuju walk in closet. Dia ingat jika Mint istrinya memiliki beberapa wig alias rambut palsu. Tuan Kino mencoba membuka satu-persatu rak lemari dimana Mint istrinya menyimpan wig alias si rambut palsu itu.


" Dimana sih Mint menyimpannya?" lirihnya kesal karena cukup lama dia buka tutup lemari namun wig tak berhasil dia temukan jua.


" Hah." nafas putus asa pun akhirnya mendesak keluar. Karena cukup lelah hampir tiga puluh menit waktunya terbuang hanya untuk mencari wig alias rambut palsu istrinya. Berdiri malangkerik, menggeser bola mata memperhatikan setiap rak ataupun lemari bahkan setiap sudut dari walk in closet ini.


Dia kemudian mencoba lagi dan matanya berbinar ketika melihat jajaran wig pada etalase bagian bawah yang tertutup dengan beberapa tas milik Nyonya Mint. Karena saking banyak dan tidak cukup tempat untuk koleksinya tasnya, Nyonya Mint akhirnya menjadikan satu dan menutupi koleksi wig yang tidak seberapa itu.


Tuan Kino yang bingung antara memilih wig warna rambut hitam lurus, hitam bergelombang atau cokelat terang bergelombang seperti milik rambut asli Tamarin.


Tidak butuh waktu lama, dia kemudian memilih rambut hitam bergelombang dan menancapkan nya pada bagian kepala. Menutupi rambut macho nya.


Tuan Kino bahkan sudah mengambil penutup dua barang istimewa pada bagian dada dan meminjam milik istrinya Mint berikut baju perempuan Mint.


Awalnya dia risih memandangi wajahnya di depan cermin. Terlebih saat memakai baju milik Mint istrinya, dia harus sekuat tenaga menarik resleting karena tidak cukup membungkus punggung kekarnya. " Egh." Sampai mengeratkan gigi dia melakukannya. Krek. Dan alhasil benar jika dress Mint seperti nya sobek pada bagian resleting karena dia terlalu memaksa nya.


Dia tidak melanjutkan nya dan terburu-buru memulas bibir sensualnya dengan lipstik Mint. Itu pun dia bingung memilih warna lipstik milik istrinya yang segambreng.


Klek. Lipstik Mint patah dan dia meninggalkannya begitu saja.


Sialnya dia tidak mengambil salad buah di dapur untuk Tamarin terlebih dahulu. Membuatnya mau tidak mau harus mengambil salad buah dalam lemari pendingin dapur untuk Tamarin.


Dengan langkah mengendap-endap dia bergerak pelan tengok kanan kiri supaya tidak ada orang yang melihatnya.


Baru saja dia menuruni anak tangga dan mendapat sepuluh langkah ke dapur.


Aaaaaaa


Jerit teriaknya dan jerit teriak bibi bercampur melengking menggemparkan seisi rumah.


Tuan Kino dengan cepat memberi kode pada bibi untuk diam dan memperhatikan baik-baik dirinya.


Sementara Tuan Kino menyuruhnya sembunyi dan jangan buat kegaduhan lagi.


Sedangkan Tamarin yang mendengar teriakan berasal dari lantai dasar kemudian bertanya. " Ada apa bi?" teriaknya dari lantai dua setelah membuka pintu kamarnya.


" Tidak ada apa-apa non." teriak bibi yang di kode oleh Tuan besar. Memperhatikan aneh betul sekaligus hal gila mengapa seorang Tuan Besar yang berwibawa melakukan hal demikian.


" Oh ya sudah." Tamarin yang kembali ke kamarnya.


" Tuan Besar?" kerutan bergaris memenuhi dahi bibi.


" Tolong jangan katakan kepada siapa-siapa!" Kedua mata mendelik diikuti keratan gigi dari seorang Tuan Besar sudah membuat seluruh tubuh bibi gemetar.


" I-iya Tuan." jawab bibi yang tidak lancar jaya karena melihat Tuannya sepertinya tidak main-main dengan ancamannya.


" Ingat, jangan pernah katakan apapun tentang apa yang kamu lihat hari ini." ancam Tuan Kino kembali.


" Ba-baik Tuan." bibi yang masih gemetar tidak karuan.


" Bulan depan saya akan naik kan gaji bibi menjadi dua kali lipat." dibalik ancaman tersemat hal menggembirakan untuk bibi.


Kedua mata bibi seketika membulat dan hampir lepas. Menelan ludah dengan sangat girangnya. Hatinya bersorak riang tiada terkira. " Apa itu benar Tuan?" tanyanya dengan wajah sumringah.


" Iya. Sudah sana pergi!" Tuan Kino yang menyuruh bibi untuk pergi meninggalkan dapur.


" Iyes." Sorak riang bibi yang mendapat perhatian dari sorot mata tajam Tuan Kino. Dia lantas tersenyum dan menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada Tuan nya dan melangkah pergi dari dapur.


Sementara Tuan Kino, berlanjut dengan mengambil salad buah dan melangkah pelan sesuai baju yang dikenakan nya. Bergaya bagai asisten baru dalan rumah besar ini.


Sebelum mengetuk pintu kamar Tamarin. Dia sudah tes vokal dulu dan menggunakan suara falsetto. Suara yang dirasa dia, Tamarin tidak akan mengenalinya.


Tok ... Tok ...

__ADS_1


Suara ketukan pun mendarat. Tuan Kino yang masih menundukkan wajahnya. Padahal Tamarin sudah membuka pintu dan berdiri di depannya persis.


" Saya tidak minta salad bi." ucap Tamarin yang berbalik dan akan menutup pintu.


" Tapi nona ... " suara palsu dari Tuan Kino yang dimainkan. Dia ikut masuk dan berjalan di belakang Tamarin. " Nona, salad buah ini bagus untuk ibu hamil. Bisa mengurangi rasa mual nona karena segarnya buah." dengan tetap memainkan gaya suaranya bak seorang perempuan.


" Kalau begitu letakkan saja di meja bi!" Tamarin yang terlihat dari wajahnya jika seperti nya dia lelah.


" Apa perlu saya pijit nona? sepertinya nona lelah." Rayuan Tuan Kino yang sepertinya tidak akan ditolak oleh Tamarin. Meskipun dia jijik berperan bagai bencong metropolitan.


" Boleh." Tamarin yang langsung naik ke atas ranjang. Dia tidak berpikir macam-macam. Dari tadi dia juga tidak memperhatikan betul asisten rumah tangganya. Karena sejak tadi asisten rumah tangga itu menundukkan kepala dan menyembunyikan wajahnya.


Giliran Tuan Kino yang deg-degan. Jalan mendekat dan pastinya akan diperhatikan wanita pujaannya.


Dia saja jijik melihat dirinya bagai bencong murahan. Terlebih harus memakai penutup bagai benjolan besar pada bagian dada.


Oh My God. Semua ini aku lakukan demi aku bisa membelai kamu Baby. gemas manja dalam hatinya.


Tuan Kino yang mengatur cara langkah kakinya berjalan. Dan ini sumpah. Terasa sangat menggelikan dan menjijikkan. Seketika matanya melotot dan hampir lepas saat tahu bulu-bulu manja pada bagian betisnya yang akan membuat Tamarin curiga.


" Kenapa?" tanya Tamarin yang melihat aneh pada sosok asisten rumah tangga yang berdiri agak jauh darinya.


" Ba-baik nona." persetan jika wanita pujaannya akhirnya tahu. Toh juga pada akhirnya itu akan terjadi. Karena mana bisa membelai manja tubuh wanitanya jika dia terus menyamar menjadi bencong metropolitan.


Tamarin yang meminta bibi untuk memijat pundak dan punggung belakangnya.


Sementara bencong metropolitan alias Tuan Kino haha hihi menutupi area bibirnya menggunakan sebagian rambut gelombangnya. Itu dia lakukan supaya sepasang mata Tamarin tidak terus memperhatikannya.


" Nona, apa saya bau?" tanya Tuan Kino dengan suara perempuan pemalu.


" Tidak bi." Tamarin mempersiapkan dirinya di pijat. Dia duduk di atas ranjang di ikuti Tuan Kino yang menyamar jadi bencong metropolitan duduk di tepi ranjang.


Baby, kamu jahat.


Tadi bilang tidak suka mencium aroma tubuh ku karena membuat mual-mual.


Sekarang kamu bahkan tidak mual dan baik-baik saja.


Apakah cinta mu sudah pudar?


Gumam Tuan Kino sedikit kesal dengan wanita pujaannya.


" Aw." ringis Tamarin karena punggungnya dipijat terlalu keras.


Sepertinya penyamaran harus segera berakhir. Guna mempersingkat waktu basa-basi dan belum menjelajah keindahan yang ada di depan mata.


Tuan Kino yang kemudian memeluk mesra tubuh wanitanya. Dia lantas memeluk Tamarin dari belakang dan membiarkan sebagian pelipis mereka bersentuhan. " Apa kamu tidak mengenali ku Baby?"


Membuat Tamarin tidak bisa berkata-kata. Dia kemudian memperhatikan lekat wajah kekasih gelapnya. Geleng-geleng kepala dengan dahi berkerut.


Memperhatikan perempuan yang dikiranya adalah asisten rumah tangga namun dia tidak percaya saat Tuan Kino mulai melepas satu persatu pembungkus kepala alias wig yang dikenakannya. Mencopot pembungkus dada yang sungguh sangat menjijikan jika dia yang mengenakannya. Belum lagi melepas kasar dress Mint istrinya.


" Tuan Kino." ekspresi wajah tidak percaya dari Tamarin.


" Dan tidak ada lagi alasan kamu menolak ku." bibir Tuan Kino yang menempel pada telinga Tamarin.


Tamarin yang di dorong lembut oleh bibir Tuan Kino yang masih terpulas lipstik merah darah oleh lipstik Mint istrinya.


Punggungnya sudah menyentuh ranjang berikut Tuan Kino yang tidak berhenti untuk menghidupkan gairah cintanya kembali.


Disela-sela mereka bercinta. Dan hanya menjelajah tubuh bagian atas saja karena Tamarin sedang hamil. " Baby, Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?" Tuan Kino membelai lembut dagu Priyanka Chopra versi latin itu.


Untuk sesaat Tamarin terdiam. " Aku hanya tidak ingin kita melakukannya di rumah, apalagi disini. Tempat ini adalah milik Fox."


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2