Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Gairah Terlarang Yang Terulang Kembali


__ADS_3

" Em- tidak ada apa-apa." jawab Fox terlihat gugup. Dia tidak mau sampai Tamarin mendengar atau bahkan tahu secara langsung jika ternyata ada masalah pada kesuburannya.


Jujur sebagai laki-laki itu membuatnya tertampar. Namun untungnya itu hanyalah sebuah kesalahan belaka. Toh pada kenyataannya Candy di depan mata.


" Sudah ya sayang, aku ke rumah sakit dulu. Dan kamu antar Candy!" Fox bahkan tidak mengecup Tamarin atau lama-lama memandang wajah istrinya. Karena dia tidak mau hasrat bercintanya meluber namun alat perangnya belum siap menghajar dan bertempur di atas ranjang.


Ting


Bunyi sebuah pesan yang terkirim di ponsel Fox.


" Jelly." lirihnya dan kemudian membaca pesan dari Jelly. Jelly ternyata izin tidak masuk kerja karena kurang enak badan. Setelah membaca pesan Jelly, Fox pun membalasnya dan mengabaikan ponselnya begitu saja.


Jujur dia menahan rasa sakit plus ngilu di bagian bawah sana. Jadi dia ingin cepat-cepat bertemu dengan Dokter yang kapan lalu menanganinya.


.


.


Di lain tempat, Tamarin mengantar Candy ke sekolah. Setelah Candy masuk kelas, Tuan Kino ternyata sudah berdiri di belakangnya. Sungguh itu membuat Tamarin terkejut karena tidak terdengar langkahnya.


Keduanya kemudian diberitahu oleh ibu guru Candy jika ternyata Candy pulangnya agak siang karena ada kegiatan tambahan.


Tuan Kino sepertinya tahu jika Tamarin haus belaian karena Fox tidak bisa menjatah nya. Itu semua karena luka pada alat tempur Fox yang belum dapat beroperasi dengan baik.


Tuan Kino menarik pergelangan tangan Tamarin dan mengajaknya untuk naik mobilnya.


" Kita mau kemana?" Langkah besar Tamarin karena digelandang oleh kekasih gelapnya.


" Aku tahu kamu pasti akan sangat menikmatinya." Sepasang mata penuh hasrat itu menatap dalam bahkan sudah tidak sabar ingin menikmatinya.


" Jangan gila! Lalu Candy bagaimana?"


" Bukannya kamu dengar sendiri, ibu guru Candy bilang apa?"


Tuan Kino yang kemudian memasukkan Tamarin ke dalam mobilnya. Membawanya ke apartemen eksklusif nya yang terbilang lama tidak dia pergunakan bercinta dengan Tamarin.


Hanya beberapa kali setelah Candy lahir dan baru sekarang lagi dia akan menikmati wanitanya. Itu dikarenakan Tamarin tidak bisa pergi keluar tanpa Candy. Membuat keduanya jarang menghidupkan gairah cinta mereka kembali. Dan, saat ini adalah saat yang menurut Tuan Kino tepat karena Fox juga tidak bisa melakukannya.


Setelah sampai pada apartemen dan menuju lift paling puncak. Hasrat keduanya pun sudah tidak tertahan. Lift puncak baru saja terbuka. Namun keduanya sudah berciuman bibir saling membalas seolah tidak sabar lagi mencurahkan segala hasrat.


Jelly yang hendak keluar untuk membeli obat ke apotik di dalam Mall pun tersentak setelah melihat dua orang saling berciuman dengan penuh gairah.

__ADS_1


Kedua matanya membulat sempurna. Nafas Jelly sengal takut bukan main jika keberadaanya di ketahui mereka. Jelly perlahan masuk kembali ke apartemennya dengan menutup pintu sangat hati-hati.


Jelly bahkan bersandar lega dibalik pintu. Karena menurutnya pria dan wanita itu tidak akan mungkin mengetahui jika dia melihat aksi panas mereka.


Karena jarak Jelly berdiri cukup jauh. Dan itu semua karena setiap apartemen ini cukup luas.


Siapa mereka?


Bukan kah Fox pernah berkata, jika apartemen puncak hanya dimiliki oleh keluarganya?


Ceklek


Pintu apartemen mereka bahkan terdengar keras sekali menutupnya. Hingga membuat kedua bahu Jelly menyembul.


Nafasnya masih memburu dan belum bisa berpikir jernih.


Siapa pria itu?


Siapa wanita itu?


Jelly mencoba mengingat pria itu. Namun dia seperti tidak mengenalinya. Dia masih bisa samar-samar melihat rambut sekaligus dahi dari pria itu. Karena bibir pria itu sibuk memagut bibir wanitanya.


Namun jika wanita itu? Jelly benar-benar tidak jelas melihatnya. Karena hanya rambut dan lekuk tubuhnya saja yang dia ingat. Hanya tas hitam bertali panjang yang hampir jatuh karena si prianya sangat heboh dan antusias menikmati bibir wanita itu.


Berusaha menempelkan kuping di dinding bagian kamarnya meskipun itu terlihat sangat gila. Padahal jelas-jelas Fox pernah berkata jika apartemen ini memiliki peredam suara.


" Eish ... payah!" kesalnya menggerutu dengan menggaruk leher bagian samping sebelah kirinya. Sadar kalau yang dia lakukan itu gila dan percuma saja.


Jelly pun kemudian menyambar ponselnya. Tidak lupa dia juga merubah volume panggilannya, supaya tidak memancing suara dan membuat berantakan. Meskipun yang katanya ini apartemen dipasang alat peredam suara. Namun tetap saja, dia merubah volume panggilan teleponnya. Dari yang berdering nyaring menjadi senyap tak ada suara.


" Apa iya aku harus hubungi Fox?" lirihnya bermonolog sembari menggenggam ponselnya dengan pikiran bimbang. Jelly pun mengurungkan niatnya dan memilih menyelidiki nya sendiri.


Sementara di apartemen samping.


Kedua wanita dan pria dewasa ini sibuk saling memuaskan dan menghidupkan gairah mereka yang telah lama mereka abaikan.


Jelas Tamarin wanita normal yang membutuhkan belaian manja dan percikan-percikan cinta yang cukup lama tidak disentuh oleh Fox suaminya.


Memang terdengar istri gila, istri tidak tahu diri dan mungkin apa lagi yang akan disematkan pembaca kepada Tamarin. Bagaimana bisa? Suami baru saja kecelakaan dan selamat dari maut saja sudah mujur. Namun sialnya, istrinya malah bermain cinta dibelakangnya. Dan yang lebih gilanya adalah. Bermain cinta dengan ayah mertuanya sendiri yang mungkin bisa dikatakan lebih dari dewanya gila.


Bukan malah memberi perhatian kepada suaminya yang anu nya sedang sakit, eh malah diam saja ketika di ajak bercinta dengan mertua gila.

__ADS_1


" Aku merindukan saat seperti ini Baby." lirih kembaran Brad Pitt disela-sela menjelajah tubuh wanitanya. Mengecupnya dan kembali memainkan lidah dan bibirnya seraya tidak berhenti memainkan jari nakalnya. " Aku tahu kamu pasti menikmatinya." Kembaran Brad Pitt yang tahu saja jika Tamarin lagi butuh belaian manja. Dia bergerak cepat tidak ingin melewatkan kesempatan di depan mata. Jelas, ini adalah kesempatan berharga setelah sekian ratus purnama dia menantinya.


Candy.


Adalah alasan dimana Tuan Kino dan Tamarin tidak bisa menghabiskan waktu bercinta mereka seperti sedia kala.


Jika dulu dia bisa setiap hari membawa wanitanya kemari. Lain halnya dengan saat ini, ketika Candy sudah mulai tumbuh dari bayi menjadi boneka hidup berjalan. Jelas, tepat di detik ini adalah penyatuan kembali yang sangat berharga antar keduanya. Dan jujur ini adalah waktu yang dinanti-nanti.


.


.


Tet


Bunyi bel sekolah Candy yang sudah berbunyi. Tanda dimana pelajaran sekolah Candy berakhir tepatnya pukul sebelas siang. Dari yang biasanya pulang pukul sepuluh pagi, namun hari ini ibu guru menambah satu jam untuk kegiatan lukis anak-anak.


Candy pun akhirnya keluar dari kelas. Celingukan mencari mamanya yang biasanya duduk setia menunggu di bangku depan kelas. Namun kali ini tidak ada. Candy pun berlari ke daerah taman meskipun agak jauh sedikit yang mungkin mamanya menunggu di situ, ternyata tidak ada juga.


" Mama dimana?" kecewanya wajah bocah manis itu. Air matanya mengambang namun dia ingat pesan papanya untuk tidak menjadi anak yang cengeng.


" Candy?" sapa ibu guru yang sedari tadi memperhatikan Candy.


" Iya ibu guru."


" Candy belum dijemput?"


" Nggak tahu ibu guru, biasanya kan mama menunggu Candy sampai pulang."


" Iya, kamu betul sayang. Kita kembali ke kelas dulu ya! Nanti akan coba ibu guru hubungi mama Candy."


" Baik ibu guru."


Candy dan ibu guru pun berjalan kembali menuju kelas dimana Candy tadi belajar. Tampak raut wajah sedih karena takut. Tapi ibu guru kini sudah menghiburnya.


" Sebentar ya sayang, ibu guru akan coba hubungi mama Candy." seraya menempelkan ponsel pada daun telinga.


Dert


Dert


Bunyi ponsel Tamarin yang bergetar namun keduanya tidak mendengarnya.

__ADS_1


Keduanya masih sibuk bercinta di atas ranjang menumpahkan segala hasrat cinta mereka meskipun terlarang.


BERSAMBUNG


__ADS_2