Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tamarin & Jelly Berada Dalam Satu Toilet


__ADS_3

" Kamu mau makan apa?" tanya Fox kepada Jelly yang berjalan beriringan dengan nya diikuti dengan kedua mata mereka masing-masing yang mengedarkan pandangan untuk melihat aneka restoran cepat saji yang berada di sekeliling mereka.


" Terserah kamu saja." jawab Jelly yang melirik iba ke arah wajah Fox yang terlihat kelelahan.


Tidak butuh waktu lama, Fox mengajak Jelly masuk ke restoran Solaria yang dimana banyak menu yang tersaji ditawarkan oleh restoran tersebut.


Sementara Tamarin dan Tuan Kino yang berada tepat di samping restoran Solaria tersebut, yakni mereka sedang makan menikmati hidangan makanan khas yang tersedia di restoran Jepang. Sushi. Keduanya menikmati makan malam disana.


Hanya karena terhalang sebuah tembok besar pembatas antar sebuah restoran, jadi mereka tidak saling melihat.


Fox yang entah mengapa? antara rindu kepada masakan istrinya atau memang dasarnya penggemar berat nasi goreng. Dari sekian banyak menu yang ditawarkan, lagi-lagi dia memilih nasi goreng seafood dan seperti tidak ada bosan-bosannya mulutnya mengunyah dan memakan nasi goreng dan nasi goreng lagi.


Sementara Jelly kali ini memesan menu kwetiau goreng dan ice lemon untuk mengisi perutnya yang sudah sedari tadi minta diisi.


Di meja samping persis Fox dan Jelly duduk, Tuan Kino yang menggenggam kelima jemari kiri Tamarin di atas meja. Kembaran Brad Pitt memang benar-benar merasakan seperti muda kembali jika terus-terusan dimanjakan oleh Tamarin seperti ini.


Tamarin juga seolah tidak sungkan lagi kepada status sesungguhnya mereka. Antara menantu dan mertua yang sama-sama bisa dikatakan gila. Menyuapi kembaran Brad Pitt dengan satu buah sushi ke dalam mulutnya, yang membuat suasana makan malam mereka begitu romantis terlebih dengan suasana restoran diiringi musik klasik yang menggetarkan jiwa.


Sayangnya keromantisan asmara terlarang mereka, terhalang oleh tembok pembatas restoran. Yang jika suami Tamarin atau anak dari Tuan Kino mengetahuinya, alias Fox. Mungkin Fox bisa gila menangis darah untuk satu tahun lamanya.


Atau Tamarin sendiri juga akan merasa menyesal, karena telah melakukan pengkhianatan kejam kepada suami yang sangat dicintainya.


" Aku ke toilet sebentar." Tamarin yang kemudian melepaskan genggaman kembaran Brad Pitt dan bangkit berdiri menuju toilet umum yang tidak jauh dari restoran tersebut.

__ADS_1


Begitu juga dengan Jelly yang baru setengah jalan makan kwetiau pesanannya, tiba-tiba perutnya merasa sakit dan meminta izin kepada Fox untuk mencari toilet umum.


" Biar aku antar." ujar Fox karena takut Jelly kesasar, karena Jelly baru pertama kali ke Jakarta.


" Tidak! tidak usah!" Jelly yang memberi kode lewat sepuluh jemari yang dia gerakkan di udara, menandakan dia menolak tawaran Fox untuk mengantarnya. " Kamu sebaiknya disini saja dan lanjutkan makan kamu." imbuhnya yang kemudian melangkah pergi keluar dari restoran Solaria dan mencari toilet umum.


Jelly kasihan kepada Fox karena sudah menyetir lama di dalam mobil dan pasti sedikit banyak dia pasti merasa kelelahan. Hanya saja teman lama sekaligus bos besarnya sekaligus pula cinta tak kesampaian nya itu saking baiknya kepadanya dan Jelly tahu jika Fox hanya kasihan kepadanya.


Jelly yang melangkah masuk ke dalam toilet wanita, dimana didalamnya hanya ada Tamarin yang masih berada di dalam toilet.


Deng ... Deng


Ceklek


Setelahnya Tamarin keluar dari toilet nomor dua, dia tidak langsung keluar dan mencuci tangannya terlebih dahulu di wastafel yang berada di depan pintu toilet yang berjajar.


Tamarin juga mengeringkan tangannya dibawah alat pengering yang disediakan di toilet umum wanita. Setelah dirasa kedua tangannya sudah kering, dia keluar membuka daun pintu toilet bersamaan dengan Jelly yang keluar dari pintu toilet nomor tiga.


Ceklek


Suara gagang pintu yang sama-sama dibuka oleh kedua nya. Wajah Tamarin yang keluar dari toilet umum yang sekelebat dilihat oleh Jelly yang masih memegang pintu dan baru melangkahkan kaki satu langkah menuju ke wastafel di depannya.


" Wanita itu?" lirihnya Jelly pelan diikuti dahi berkerut tipis. Seolah pernah melihat namun mungkin saja dia salah dan menghiraukannya begitu saja. Dia lantas melakukan hal sama yang seperti Tamarin lakukan, yakni mencuci kedua tangan dan mengeringkan kedua tangannya di bawah alat pengering yang disediakan dan kemudian keluar dari toilet.

__ADS_1


Setelahnya Jelly kembali, Fox ternyata sedang menempelkan ponsel didekat telinganya. Jelly lantas duduk di kursinya dan melanjutkan makanan yang masih tersisa.


Dert


Dert


Tamarin yang masih berdiri di sisi meja dan baru saja akan duduk. Mendapati ponsel yang dia letak kan di atas meja bergetar. Dia lantas mengambil ponsel yang dengan jelas tertulis Suamiku Tercinta yang tidak sengaja terlihat oleh Tuan Kino.


Fox lirih Tuan Kino yang memperhatikan kekasih gelapnya mengangkat telepon dari suaminya sekaligus anaknya.


" Hallo sayang." jawab Tamarin begitu cepatnya dengan menoleh dan melirik menggunakan sudut matanya seolah tidak nyaman karena didengar oleh ayah mertua sekaligus kekasih gelapnya.


Sementara raut wajah Tuan Kino, jelas terlihat posesif. Memainkan jari telunjuk di atas meja dan mulai gelisah jika diperhatikan duduknya.


" Hallo sayang." jawab Fox dari balik sambungan ponselnya. " Sayang, sebentar lagi aku sampai di rumah. Aku rindu berat dengan kamu sayang." kata-kata Fox yang membuat lirikan mata dari Jelly terkesima. Tidak patut untuk cemburu atau apapun namanya. Hanya saja entah mengapa? ketika Fox mengatakan kalimat itu kepada istrinya, hatinya merasakan hal berbeda. Seperti sakit yang tidak bisa dia jelaskan, tapi juga bingung apa yang dia rasakan. Tapi jujur, dengan dirinya dekat dengan Fox hampir satu Minggu ini, minimal dia tidak sedih karena ada seorang teman. Yang memang tidak patut sebenarnya, karena teman yang ada dihadapannya sudah memiliki seorang istri. Tapi mau bagaimana lagi? yang terpenting dia tidak melanggar norma mencintai suami orang. Lagi pula dia bersama dengan Fox juga sekedar teman dan hanya sebatas atasan dan bawahan. Tidak lebih.


Duar


Telinga Tamarin bagai tersambar petir. " Sebentar lagi sampai di rumah." lirihnya sambil mengatur detak jantung yang semakin cepat. Mulut Tamarin yang membeku, seolah kelu dan bingung dia mau menimpali apa. Karena dirinya masih duduk bersama ayah Fox saat ini.


" Kenapa kamu diam sayang? kamu tidak suka?" tanya Fox kepada Tamarin yang tidak seperti biasanya. Tidak girang menjawab telepon darinya dan malah seperti orang linglung padahal dua hari mereka tidak berkomunikasi karena kesibukan Fox yang membantu Jelly teman lamanya.


" Ah, tidak sayang. Aku juga rindu berat dengan kamu." Dari kata Tamarin yang awalnya terbata hingga Tamarin lancar membalas aksi rayuan gombal suaminya. Itu pun dia harus lirih mengatakannya dan membuang pandangan dari kekasih gelapnya untuk menjaga perasaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2