Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Jahat Sekali Kalian!


__ADS_3

Plok


Plok


Plok


Tepuk tangan meriah saat Tuan Kino selesai memperkenalkan Tamarin sebagai gantinya Fox. Sementara dia tetap akan mengawasi Tamarin dan memantau perkembangan Tamarin dalam menjalankan bisnis besar yang terbilang tidak mudah untuk pemula seperti Tamarin.


Tuan Kino tetap akan setiap hari bekerja di kantor. Jika Tamarin terlihat sudah pandai dalam mengelola semuanya. Cepat atau lambat Tuan Kino juga akan kembali seperti dulu. Mengawasi Tamarin dari jarak jauh seperti yang dulu dilakukannya kepada Fox. Namun jika mengingat wanitanya sudah berada di kantor, rasanya tidak mungkin dia akan memilih dirumah seperti dulu.


" Apa? Kami di pecat? Kenapa? Kenapa hanya kita berdua?" Ita yang tidak terima mengapa hanya dia dan suaminya saja yang dipecat. Lagi pula Tamarin tidak menjelaskan alasan mendasar apa yang membuat dirinya dan suaminya di pecat.


" Sudah aku katakan. Setiap orang berhak, memilih orang kepercayaannya. Jadi saya mohon, hargai keputusan ku sebagai pengganti suami ku." Tamarin yang mempertegas kata-kata nya, supaya Milk dan Ita lebih dapat menerima jika dia dan suaminya di pecat.


Ita yang mendengar kata-kata dari Tamarin, mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya meskipun jujur dia sangat tidak terima. Tapi mau bagaimanapun Tamarin berhak memilih orang-orang kepercayaannya. Meskipun semakin membuat Ita curiga terhadap Tamarin, istri Fox atas meninggalnya Fox, sahabatnya.


Setelah Milk dan Ita mengemasi barang-barang mereka dengan kekesalan yang memuncak. Tuan Kino yang mendengar hal tersebut langsung masuk ke ruang kerja Tamarin.


" Baby, apa yang kamu lakukan? Kenapa mereka di pecat?" Tuan Kino sedikit heran mengapa Tamarin baru hari pertama langsung memecat Milk dan Ita.


" Anda ingin tahu alasannya?" Tamarin tampak serius lebih mendekat kepada pria yang dia sebut kekasih gelapnya. " Keduanya adalah sahabat Fox. Aku hanya tidak ingin, keduanya mengetahui skandal cinta terlarang kita." Bisiknya tepat di telinga kembaran Brad Pitt itu.


" Jadi mereka sahabat Fox?"


" Iya," lirih Tamarin lagi.


Entah lah apa yang terjadi? Membuat keduanya seakan lupa diri jika ini sedang berada di kantor. Keduanya bahkan tidak sungkan untuk sekedar menautkan bibir mereka, melepas rindu karena cukup lama tersita dengan masalah kepergian Fox.

__ADS_1


Deg


Seketika Nyonya Mint yang melihat dengan mata kepala sendiri jika keduanya saling berciuman bibir dengan sangat antusias dan saling membalas. Jantungnya tiba-tiba terhenti. Nafasnya bahkan berkurang hingga seluruh saraf nya melemas.


Nyonya Mint yang baru saja berniat akan berpura- pura bertanya pada suaminya perihal cincin pernikahannya. Namun harus diperlihatkan dengan suguhan dari aksi panas keduanya.


Bibir Mint tidak bisa berkata-kata. Dia sungguh tidak percaya terhadap apa yang dilihatnya. Seketika dua bola mata nya berkaca-kaca menyaksikan sendiri pergumulan suami dan menantunya.


" Tamarin ... dia seliar itu?" Mint yang menganga beserta kelopak mata yang membuka dua kali lebih lebar dari biasanya. " Jadi ini, alasan Fox menceraikan Tamarin?" Nafas Nyonya Mint yang semakin sesak namun seketika dia menutup bibirnya dan menyaksikan kembali aksi keduanya yang belum berhenti dari pintu yang tidak sepenuhnya rapat itu.


Setelah melihat itu kembali, Nyonya Mint geleng-geleng kepala menolak untuk percaya. Perlahan hells tujuh sentinya membawa dia pergi menjauh dari ruang kerja yang akan dia ingat sepanjang masa.


Ruang dimana dia menyaksikan sendiri skandal cinta terlarang suami dan menantunya. Nyonya Mint menangis terisak-isak. Di dalam mobil di area parkiran dia masih menyembunyikan wajahnya yang tengah menangis pilu. Mendapati suami yang dicintainya dan menantu yang sudah dianggap baik olehnya, ternyata malah melempar bara pada rumah tangganya.


" Jadi ini alasan Fox menceraikan Tamarin? Apa mungkin Fox waktu itu ... " Nyonya Mint yang mengingat peristiwa malam saat dia kembali dari luar negeri. Dimana Fox berusaha ingin memberitahunya namun dia bahkan tidak berpikir macam-macam saat keduanya berada dalam ruang rawat Tamarin. Dan ... " Apakah suara pagi itu, juga suara Kino? Suara suami ku?" Nyonya Mint yang kembali mengingat peristiwa di rumah sakit, saat dia ingin mengunjungi Fox namun Fox sudah meninggalkan rumah sakit, dia akhirnya bertanya ke ruang Tamarin. Dan ketika mengambil kunci yang ketinggalan. Nyonya Mint ingat betul jika dia sempat mendengar samar-samar suara suaminya. Namun dia mengabaikan bersamaan dengan petugas rumah sakit yang akan membersihkan lantai.


Dug ... Dug ...Dug


" Kino," seraya melihat jika ternyata yang mengetuk kaca jendela mobilnya adalah suaminya.


Dengan cepat dan kasar dia menyeka air mata yang basah di area pipinya. Dia kemudian membuka pintu mobilnya dan menyembunyikan luka hatinya dengan apa yang baru saja dia lihatnya.


" Ada apa? Kenapa tidak masuk?" tanya Tuan Kino.


Nyonya Mint mencoba menggaruk kulit kepalanya sembari memikirkan jawaban. Namun sungguh sial, jika upayanya mendapatkan jawaban secepat kilat malah berakhir terlihat bodoh di depan suaminya.


" Ada apa Mint?"

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa." Nyonya Mint melepas senyum menyembunyikan apa yang baru saja dia saksikan. Menyaksikan bahwa keduanya ternyata memiliki cinta terlarang. Cinta yang diam-diam telah mereka sembunyikan. Cinta yang dengan rapi mereka tutup rapat atau bahkan mungkin putra kesayangannya sudah menjadi korban dari skandal cinta terlarang keduanya. " Oh ya, aku harus kembali ke kantor." Mint tanpa basa-basi langsung mendaratkan pantat pada kursi kemudi dan melajukan mobilnya tanpa permisi. Sekedar membuka kaca jendela mobil saja tidak. Mobil melesat begitu saja meninggalkan suami yang mematung memperhatikan dan mungkin bertanya mengapa Mint terlihat aneh?


.


.


Nyonya Mint yang sudah sampai di kantornya.


Dia berteriak hebat. " Aaaaargh." Suaranya menggaung ke semua rah. Mengobrak-abrik semua benda yang ada di dekatnya.


Pyar


Suara seluruh benda yang pecah berantakan dan tersisa serpihan-serpihan. Benda-benda yang di atas meja dia singkirkan dengan kasar dengan kedua tangannya seraya berteriak dengan bercampur tangis yang meraung-raung.


Masih tidak hanya benda-benda di atas mejanya. Semua buku-buku dalam raknya dia buang bersamaan dari tempatnya bersamaan dengan tangisnya.


Plok


Brak


" Hihihi." Tangis Nyonya Mint semakin menjadi. Ruang kerja nya bahkan sudah tidak berbentuk lagi. Sementara orang kepercayaannya hanya dapat menyaksikan, jika Nyonya Mint pasti sedang melampiaskan rasa kekesalannya.


" Hihihi, Kenapa kalian tega? Kenapa?" teriaknya sendiri dari mulut Nyonya Mint setelah menangis bahkan seperti orang gila.


Kembali menangis seraya memegang kepalanya dengan dua tangan seperti benar-benar gila. Tubuhnya luruh terduduk di atas lantai dan benar-benar histeris, meracau, mengamuk, bahkan memukul-mukul kan kepalanya sendiri pada pinggiran meja kerjanya.


Bertindak sudah begitu banyak untuk melampiaskan apa yang disaksikannya masih belum cukup memuaskan bagi Mint. dia masih berteriak histeris mengumpat banyak kata untuk suami dan menantunya. " Jahat sekali kalian! Jahat sekali kalian! Kino, kamu tega sekali! Dan kamu Tamarin, ibu tidak sangka ... ibu tidak sangka Tamarin." seraya terisak-isak yang tidak ada habisnya dan memukul-mukul kan kepalan tangan kanannya pada dinding ruang kerjanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2