Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tes DNA


__ADS_3

" Papa berangkat kerja dulu ya sayang." Fox yang mensejajarkan posisinya supaya sama tingginya dengan Candy.


" Iya papa, papa hati-hati ya." balas Candy yang kemudian memeluk papanya.


" Putri papa cantik banget cih." gemas Fox yang selalu memplesetkan kata, setiap berbicara dengan putri cantiknya. Dia juga mencubit gemas ujung hidung Candy.


Sementara Candy yang membalas dengan canda bibir manyunnya, yang dia tunjukkan ke papa nya.


" Berangkat sama mamanya hati-hati ya." Fox yang membukakan pintu mobil untuk putri dan istrinya. " Hati-hati ya sayang." kecup Fox pada kening Tamarin.


" Kamu juga ya!" balas Tamarin.


Mobil keduanya pun keluar dengan jarak tidak jauh. Sampai dimana Fox berbelok ke arah ruas tol, sementara Tamarin melaju ke sekolah Candy. Fox mengijinkan Tamarin untuk mengendarai mobil tanpa supir semenjak Candy sudah bersekolah. Lagi pula jarak sekolah dan rumah tidaklah jauh.


Hanya butuh waktu dua puluh menit, Tamarin dan Candy akhirnya sampai di British School. Dimana Candy masih play group dan lebih banyak bermain sambil belajar.


" Dada sayang, mama tunggu di Taman ya." lambaian tangan Tamarin kepada Candy putrinya yang akan masuk ke dalam kelas.


" Iya mama." lambaian tangan kanan yang sama pula yang dilayangkan Candy kepada mamanya.


Setelah Candy masuk ke dalam kelas dan Tamarin duduk di sebuah Taman untuk menunggu Candy pulang sekolah.


" Baby." lirih Tuan Kino yang tiba-tiba berada di belakang Tamarin. " Ada yang mau aku sampaikan." wajah serius Tuan Kino yang takut jika Tamarin tidak mengijinkannya. " Boleh aku bawa Candy sebentar setelah pulang sekolah?" izin Tuan Kino ragu-ragu.


" Mau kemana?"


" Aku berencana akan mengajak Tes DNA Candy." jawabnya tidak yakin.


Tamarin yang kemudian bangkit dari duduknya. Dia berdiri dan melangkah dua langkah membelakangi Tuan Kino. Bersedekap, mengatur nafas dan mengatur kata. " Buat apa?" nada Tamarin jelas terdengar tidak suka dan tidak setuju dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Tuan Kino.


" Aku hanya ingin memastikan, jika Candy adalah putri ku." Tuan Kino yang menengok kanan kiri mana tahu ada orang yang mendengarkan.


Tamarin memutar tubuh dan juga wajahnya yang kemudian menatap pria yang tadi berdiri di belakang nya. " Apa ada gunanya?" wajah dan tatapan Tamarin jelas tidak suka bahkan terlihat marah. " Kalau anda memiliki keyakinan jika Candy adalah putri anda. Mengapa harus tes DNA? yakini saja dia putri mu! toh anda juga tetap di panggil opa kan oleh Candy. Dan Fox tetap ayah kandung Candy." sinis Tamarin kepada Tuan Kino.

__ADS_1


Sudah ku duga, kalau Tamarin pasti tidak mengijinkan aku membawa Candy untuk tes DNA. Sebaiknya lain kali saja, aku bawa Candy diam-diam untuk tes DNA. Memang seharusnya aku tidak perlu katakan ini kepada Tamarin.


" Baby, sudah kamu jangan marah lagi ya. Maafkan aku." bujuk Tuan Kino pada wanitanya.


Setelah keduanya menunggu Candy, Candy pun akhirnya selesai pulang sekolah.


Candy yang baru saja keluar kelas. " Halo mama, halo opa." Candy yang kemudian di gendong depan oleh Tuan Kino.


" Halo sayang." Mereka bertiga kemudian berjalan keluar dari sekolahan Candy.


" Mama, aku boleh makan es krim ya." rengek Candy dalam gendongan Tuan Kino.


" Sayang, tenggorokan kamu baru saja sembuh, makan es krim nya lain kali saja ya, sekarang kita pulang ya." Tamarin berusaha membujuk Candy supaya tidak makan es krim.


Candy yang kemudian ngambek dan terlihat cemberut. " Opa, Candy boleh ya makan es krim." Candy yang tidak putus asa berusaha membujuk opa nya.


" Candy sayang, anak pinter harus dengerin kata mama." Tuan Kino yang mencoba menjelaskan kepada Candy supaya nurut apa kata Tamarin.


Tuan Kino yang tidak tega dan menoleh kepada Tamarin. Hingga Tamarin mengangguk kecil memperbolehkan putrinya untuk makan es krim.


" Okay, sekarang kita let's go makan es krim." Antusias Tuan Kino menghibur Candy yang sedang cemberut berubah menjadi ekspresi senang.


" Wah, bener ma boleh?" girangnya Candy dengan kedua mata membelalak bahagia mendengarnya.


Ketiganya kemudian naik mobil. Tamarin dengan Candy naik mobil yang dibawa Tamarin, sementara Tuan Kino menaiki mobil pribadinya.


Ketiganya menuju sebuah pusat perbelanjaan. Setelah sampai pun Tuan Kino menggendong Candy bak putri kecilnya. Mereka bahkan terlihat seperti sebuah keluarga yakni suami istri yang tengah memanjakan putrinya. Meskipun Tuan Kino lebih tua dari Tamarin, namun pesonanya tidak kalah dari yang lebih muda. Dada bidang atletis dan tubuh kekar itu membuat dia pantas disebut kembaran Brad Pitt.


Sebelum ketiganya makan es krim di restoran, Candy ternyata mengajak opa dan mamanya untuk bermain di Time Zone terlebih dahulu.


Ketiganya terlihat bahagia. Terlebih Tuan Kino, yang sangat dekat dengan putri kecilnya.


" Yeay ... dapat hadiah boneka." girang Candy karena semua struck dari permainan yang sudah ditukarkan dan mendapat hadiah boneka beruang besar. Candy pun memeluk boneka beruang itu dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Ketiganya kemudian berlanjut makan siang sekaligus makan es krim sesuai permintaan Candy di awal.


" Aku mau yang itu opa!" tunjuk Candy dengan menu makan siang kesukaannya berikut es krim yang sudah dipilihnya sendiri.


" Candy bisa?" tanya Tamarin pada putrinya dan dia akan bantu menyuapi Candy.


" Biar aku makan sendiri aja ma." Tangan Candy yang mencoba menggigit daging ayam goreng dari atas piringnya.


Tuan Kino yang hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah putri kecilnya. Aksinya selalu membuat orang dewasa tertawa bahkan sudah menjadi sumber kebahagiaannya selama lima tahun terakhir ini.


Entah mengapa? Tuan Kino merasa bahagia. jika dekat dengan Candy. Sering rindu kepada putri kecilnya dan sebenarnya selalu ingin menemaninya saat tidur. Namun karena takut jika Fox atau Mint melihat nya berlebihan memperlakukan Candy, alhasil semua itu tidak pernah dia lakukan.


Namun dia tidak pernah absen untuk mengeceknya kembali saat tengah malam. Mengecup keningnya panjang disaat semua penghuni rumah sudah tertidur.


" Candy suka?" tanya Tamarin kepada putri kecilnya.


" Suka dong ma." dengan asyik dia bingung memasukkan ayam bergantian dengan es krim berikut kentang goreng yang tak hentinya.


" Pelan-pelan sayang makannya." Tamarin yang memperhatikan putri kecilnya itu sangat lahap memakan semua yang dipesannya. " Habis ini pulang ya."


Candy yang mengangguk karena makan es krim kesukaannya dituruti oleh mama dan opanya.


Setelah makan siang bersama selesai, ketiganya pun berjalan untuk keluar dari Mall dengan riak tawa bahagia. Lagi-lagi celotehan anak seusia Candy memang membuat mama dan opanya gemas kepadanya.


Tuan Kino yang tak hentinya menghujani ciuman gemas kepada putri kecilnya.


Besok kita Tes DNA ya sayang. Aku yakin kamu Putri papa.


BERSAMBUNG


Visual Candy. Sandrina Michele versi junior


__ADS_1


__ADS_2